20 December 2005

Cuti Akhir Tahun

Seperti biasa menjelang akhir tahun, Goiq akan memasuki masa hibernasi untuk sejenak berpikir dan merenung apa yang telah terjadi di tahun 2005 ini. Kita akan bertemu lagi di awal tahun 2006 dengan perubahan di sana-sini. Selamat Hari raya Natal dan Tahun Baru 2006 untuk semua yang merayakannya...

Catatan :

Insya Allah tanggal 3 Januari 2006 saya akan berangkat ke Jakarta. Tahun ini mungkin saya dan keluarga akan menempuh perjalanan darat. Doakan semoga saya dan keluarga selamat sampai di tujuan...

06 December 2005

Keluarga Virtual ???

Saya bergabung dalam blogger family karena saya ingin merasakan hangatnya suasana kekeluargaan di dalamnya. Dan saya benar-benar menemukan itu di sana. Bagaimana saat saya bercerita kegembiraan, semua ikut merasakan kegembiraan yang saya rasakan. Begitupun ketika saya menceritakan kisah sedih, semua turut merasakan kesedihan yang saya rasakan di dalam hati. Saya adalah bagian dari blogfam, seperti halnya blogfam adalah bagian dari kehidupan saya.

Saya suka berkunjung ke blog bayi-bayi sehat nan menggemaskan. Bahkan beberapa di antaranya sudah saya kunjungi jauh-jauh hari sebelum mereka muncul di dunia. Saya mengikuti pertumbuhan mereka hari demi hari, mencoba mengenal karakter mereka melalui tulisan sang ibu, mengkhawatirkan mereka saat mereka sedang sakit, merasakan kegembiraan yang teramat sangat saat mereka bisa melakukan sesuatu yang baru seperti merangkak, belajar berdiri, berjalan hingga kata pertama yang di ucapkan. Seolah saya benar-benar bagian dari kehidupan mereka yang sesungguhnya. Dari blog para bayi dan balita sehat ini saya belajar banyak hal. Belajar mengenal karakter dan perasaan seorang bayi, belajar mengerti perasaan seorang ibu dan belajar menjadi seorang ayah yang baik, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Belum lagi blog-blog lain yang seringkali saya kunjungi. Banyak sekali pelajaran hidup yang bisa saya petik dari pengalaman dan cerita-cerita anggota blogfam lain. Mereka sudah seperti saudara sendiri bagi saya. Tidak sedikit dari mereka yang sering sms saya setiap membaca postingan terbaru di blog saya. Begitupun sebaliknya saya, meninggalkan komentar di SB atau coment box saja rasanya belum cukup jika kita tahu no hape yang bersangkutan. Rasanya akan lebih afdhal dan yang jelas langsung di baca oleh yang bersangkutan dimanapun dia berada saat itu. Intinya hanya karena kita ingin dia tahu, kita ikut merasakan apa yang dia rasakan saat itu.

Masihkah kita menyebut ini semua sebagai keluarga virtual atau keluarga maya ?? Menurut saya yang maya itu hanya medianya saja. Tetapi tidak dengan orang-orang yang berada di balik pemulisan blognya. Tidak ada manusia virtual yang menulis blog bukan ?? Butuh bukti ?? Lihat foto di bawah ini !

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Foto di atas adalah pertemuan pertama kalinya saya dengan beberapa anggota keluarga blogfam. Apakah terlihat seolah-olah saya baru kali pertama bertemu mereka ?? Walaupun memang ada beberapa yang blognya belum pernah saya kunjungi sekalipun, tetapi tidak terlihat di sana. Karena kita semua adalah satu anggota keluarga. Keluarga besar dimana setiap anggotanya saling belajar dari pengalaman anggota keluarga lainnya. Inilah Blogger Family !!!

01 December 2005

Ikhlas (Part 2)

Saya menemukan sebuah konsep ikhlas yang paling masuk akal dan paling di terima dalam otak saya. Saat kita buang air besar atau buang air kecil, mungkin setelahnya kita tidak pernah lagi memikirkan kemana kotoran yang kita buang ini akan pergi, akan jadi apa kotoran itu setelahnya ?? Kita ikhlaskan kotoran itu keluar dari tubuh kita dan tidak kita ungkit-ungkit lagi. Meskipun terkesan jorok, tetapi seharusnya seperti inilah yang di namakan ikhlas.

26 November 2005

Saya Ikhlas...

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila ia mengiringi
Demi siang apabila ia menampakkan diri
Demi malam apabila ia menutupi
Demi langit dan seluruh binaannya
Demi bumi dan yang ada di hamparannya
Demi jiwa dan penyempurnaannya
Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan
Beruntunglah bagi yang mensucikan (jiwa) nya
Merugilah bagi yang mengotori (jiwa) nya

QS As Syam 91 : 1-10

Hari ini saya mencoba mengikhlaskan dia dan mensucikan jiwa saya. Membuang semua pikiran kotor, dendam, amarah, dan obsesi di batin saya. Saya ikhlas... Semoga hal ini tidak terjadi lagi dalam kehidupan saya selanjutnya. Selamat tinggal, semoga perpisahan ini memang jalan keluar yang terbaik untuk kita berdua.

25 November 2005

Dalam Derasnya Hujan

Tadi malam sungguh sangat membahagiakan. Berjalan dalam derasnya hujan berdua dengan dia di atas Topaz. Bisa saya rasakan badannya yang menggigil kedinginan. Saya minta dia untuk memeluk pinggang saya untuk mengurangi rasa dinginnya, tetapi dia tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Satu minggu ini memang terasa melelahkan. Lelah terus menerus memikirkannya, mengkhawatirkannya, dan merindukannya. Sempat juga saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ini benar-benar cinta, perasaan bersalah, atau sekedar obsesi untuk memilikinya. Saya sadar bukan cinta bercampur dengan obsesi seperti ini yang saya inginkan dalam hidup.Film Alexandria yang saya tonton kemarin membuka mata saya, bahwa sesuatu yang paling berharga adalah detik yang terlewati. Dan detik-detik kebersamaan saya dengannya adalah sesuatu yang sangat berharga untuk di kenang. Saya juga benar-benar menyadari satu hal, saya memang terobsesi padanya...

19 November 2005

Everyone Can Be A Hero

Tepat bangeeeett... Ini adalah moto Radio Oz FM Palembang bulan ini. Ga tau deh dengan radio Oz lain yang ada di Indonesia apakah pake moto ini juga apa ngga. Ngomong-ngomong apa hubungannya yah slogan Oz bulan ini dengan Goiq?? Huhuhuhu... *mesem-mesem ga jelas*

Bermula dari acara reuni akbar SMA negeri 3 palembang tanggal 7 yang lalu dimana Goiq yang jelek ini ketemu lagi sama Ferdi yang satu tahun pernah bersama-sama mencicipi kelas 1.11 yang menyedihkan. Karena setelah lulus tidak pernah lagi saling kontak, maka ber kangen-kangen lah kita malam itu. Dan yang jelas tidak lupa foto bersama. Padahal jujur saja, si Goiq ini saat itu benar-benar lagi grogi karena akan membacakan pidato ketua pelaksana di hadapan bapak wakil gubernur, bapak bupati dan bapak kadishub perhubungan. Singkat cerita acara selesai dan Goiq pun memajang beberapa foto di blog dan di friendster termasuklah foto berdua Ferdi di dalamnya. Ternyata saudara-saudara... foto berdua Ferdi itu mendapat respon dari seseorang yang belum pernah saya lihat dan saya kenal sebelumnya. Dia mengirimkan saya sebuah pesan di friendster yang intinya meminta no telp / hp Ferdi, karena dia mengaku sebagai sahabat Ferdi yang sudah 8 tahun tidak saling kontak. Dan yang jadi masalah, ternyata saya lupa menanyakan no hape nya Ferdi pada malam itu. Padahal malam itu adalah pertemuan pertama kami setelah lulus SMA 7 tahun silam. Dalam hati saya menyalahkan kebodohan diri sendiri yang tidak sempat menanyakan hal sepenting no hape. Foto-foto saja masih sempat kok nanya no hape ngga sempet. Tololnya saya...

Lalu saya berusaha mengingat percakapan saya dengan Ferdi pada malam itu. Dan saya berhasil mengingat satu hal yang sangat penting. Bahwa Ferdi bekerja di PT. Tigaraksa Palembang. Dan saya pun berusaha mencari nomor telpon perusahaan tersebut via Telkom 147. Dan alhamdulillah, saya berhasil bicara dengan Ferdi, menanyakan no hapenya, dan memberitahu dia bahwa sahabat lamanya yang berada di Jogja mencarinya. Ternyata Ferdi pun pada saat malam reuni itu juga mencari kak Erwin. Dan ferdi pun mengatakan pada saya akan menelpon Kak Erwin sendiri. Dalam hati saya bersyukur karena bisa menjadi perantara tersambungnya kembali tali silaturrahmi antara dua orang sahabat yang sempat terputus. Alhamdulillah...

Dek, thank's a lot ya, for being such a very good detective, finding someone beyond our purpose is not a simple thing but you've done your best, cannot imagine how longer the wait will be without you, Dek!

Tadi malam saat mendengar Radio Oz, saya berpikir seribu kali... Apakah saya sudah menjadi seorang hero ???

14 November 2005

Ganjen Mode On

Kemaren para panitia reuni akbar kumpul bareng di rumahnya Rini buat ngurusin harta gono gini. Alhamdulillah ternyata semua kecuali ade' Ridwan yang lagi syuting di Semarang bisa kumpul. Kami pun langsung evaluasi kegiatan reuni akbar tanggal 7 kemaren itu. Syukurnya lagi, tidak ada acar ngotot-ngototan di antara panitia seperti sebelum acara berlangsung. Semua berlangsung santai, akrab dan hangat. Evaluasi pun bubar menjelang maghrib. Selepas maghrib, beberapa panitia yang masih kumpul mengusulkan untuk berfoto-foto bersama sebagai kenang-kenangan. Maka kami pun memutuskan untuk menuju ke Palembang Square. Sesampainya di sana langkah kami serempak menuju ke M Photo Studio. Dan tampaknya raut-raut keganjenan tampak sangat jelas di wajah kami. Terbukti, kami mengambil paket 13 pose. Gyahahahaha *ketawa ganjen*. Dan inilah sebagian hasil foto-foto semalam.

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Buat semua teman-teman panitia, dari lubuk hati yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih atas semua kerja keras kalian selama ini. Tanpa kalian saya tidak akan mungkin mampu mengemban tugas berat ini. Dan satu yang paling penting untuk di ingat. Kebersamaan kita tidak akan pernah berakhir sampai disini saja. Saya sayang kalian semua...

11 November 2005

Reuni Akbar SMA Negeri 3 Palembang

Alhamdulillah akhirnya terlaksana juga acara Reuni Akbar SMA Negeri 3 Palembang lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya pribadi selaku ketua pelaksana acara ini mengucapkan terima kasih atas bantuan baik berupa moril maupun materil kepada semua pihak demi terselenggaranya acara ini.

Image hosted by Photobucket.com
Gerbang Selamat Datang

Image hosted by Photobucket.com
Ibu Darlis, Mbak Farah beserta para penari

Image hosted by Photobucket.com
Goiq, Mada, Mela Cantik Indonesia n Dina

Image hosted by Photobucket.com
Duet Ratu bersaudara plus Papi

Image hosted by Photobucket.com
Penerima Tamu

Image hosted by Photobucket.com
Duet MC Bee Dan Mbak Rita

Image hosted by Photobucket.com
Panitia

28 October 2005

Saya Hanya Lelaki Biasa

Saya hanyalah seorang laki-laki biasa. Yang terkadang suka membanggakan diri sendiri, tapi terkadang malah tidak percaya diri. Suka mengkritik orang lain, tetapi terkadang tidak terima di kritik orang. Paling senang memuja diri sendiri, meskipun sadar sepenuhnya tidak sehebat itu.

Saya mengaku tidak punya rahasia dalam hidup, meskipun saya sendiri tidak pernah tahu batasan dari kata rahasia. Saya juga selalu menampilkan hidup penuh keceriaan, walaupun banyak sandiwara di dalamnya. Saya juga benci orang munafik meskipun diri sendiri menyadari sepenuhnya bahwa saya juga sebenarnya semunafik orang-orang.

Tidak terlalu suka di puji padahal hidung mengembang setengah mati setiap kali mendengar kata pujian. Selalu berusaha untuk jujur meskipun nyaris setiap kata yang terucap dari bibir ini adalah kebohongan. Selalu tersenyum dan senang melihat keberhasilan orang lain, tetapi tidak pernah untuk berusaha untuk mengikuti kesuksesan mereka dengan dalih bukan rejeki saya.

Tidak suka dibilang banci padahal sadar sepenuhnya saya memang banci, pengecut, looser. Selalu ingin dibilang berani padahal sebenarnya mati lampu pun selalu berteriak. Selalu ingin di bilang kuat padahal sadar benar fisik saya memang tidak kuat dan tidak akan pernah kuat !!!

Hidup seperti apa yang saya jalani sekarang ?? Saya bahkan tidak mengenali diri sendiri. Haruskah saya dikasihani dan mengasihani diri sendiri ?? Saya hanya lelaki biasa, bukan lelaki luar biasa !!!

24 October 2005

Thks Semua

Dalam kesendirian , dalam kehampaan , dalam kekosongan jiwa . Setidaknya saya masih harus bersyukur karena mempunyai kalian...

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

15 October 2005

Siapa Yang Mau Nikah ???

Saya memang lagi pusing
Pusing mikirin soal gedung
Pusing mikirin undangan dan souvenir
Pusing mikirin acara

Saya juga merasa jenuh
Jenuh dengan pertanyaan basi orang-orang
Jenuh dengan kesibukan yang tiada akhir
Jenuh dengan segala tetek bengek

Tapi saya...
Tidak pernah bilang mau menikah
Tidak pernah bilang mau bertunangan
Tidak pernah bilang mau kumpul kebo
Lebih-lebih nikah sejenis

Saya capek
Saya stress
Saya letih
Karena saya...
Ketua Panitia Reuni Akbar SMA Negeri 3 Palembang !!!

13 October 2005

Sebelum Hari H Itu Tiba...

Stress. Satu kata itu benar-benar mampu mewakili diri kami saat ini. Stress karena mempersiapkan detik-detik menjelang hari H itu. Beberapa hari ini kami selalu pergi pagi dan pulang nyaris mendekati pagi. Mencari gedung berkapasitas luas yang akan kami gunakan beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri nanti bukan perkara yang mudah. Tau sendiri kan, orang berlomba-lomba mencari berkah untuk menikah di bulan Syawal. Sebenarnya sempat terbersit niat kami untuk mundur dan menunda semua ini. Tetapi kami benar-benar di hadapkan pada kondisi yang dilematis, sekarang atau tidak sama sekali. Maka kami pun bersikeras juga untuk meneruskan semua ini. Undangan sudah di design, tapi tidak mungkin untuk di cetak karena tempat yang belum fix. Sementara souvenir yang kami design secara khusus sudah di pesan dan akan selesai sebelum hari H. Bagusnya untuk urusan acara sudah kami limpahkan kepada pihak Event Organizer, sehingga kami tidak perlu di pusingkan dengan urusan tetek bengek panggung beserta dekorasinya, pengisi acara, sound system dan sebagainya. Kami hanya membeberkan konsep acara yang kami inginkan kepada mereka.

Belum lagi tuntutan untuk selalu tersenyum ramah dalam menghadapi pertanyaan orang-orang yang sebenarnya selalu sama dan berulang-ulang. Sangat membosankan untuk menjawab pertanyaan kapan, dimana , kok mendadak , atau apa kalian sudah pikirkan masak-masak ?? Walaupun mayoritas mendukung niat mulia kami ini. Kami sengaja memilih untuk menyelenggarakan acara ini beberapa hari setelah hari Raya Idul Fitri agar teman-teman kami yang berada di luar Palembang dapat menghadirinya. Karena itulah kami menyibukkan diri karena kami ingin acara ini tidak saja berkesan untuk kami sendiri tetapi untuk semua undangan yang akan hadir nanti.

Untuk semua teman-teman blogger. Saya minta satu hal kepada kalain semua. Mohon doa restunya...

08 October 2005

Jadi Kepengen Kangen Neh ...

Saya seringkali menjadikan sebuah lagu untuk menggambarkan teman-teman, pacar, mantan pacar atau orang-orang dan situasi tertentu yang pernah saya alami. Tidak sembarang lagu bisa membentuk image seseorang di benak saya. Seperti kemarin misalnya, saya sedang memilih lagu-lagu di komputer saya. Tiba-tiba saya melihat list lagu Lara Hati nya Katon Bagaskara. Begitu musik di mainkan, lagu itu langsung membentuk image seorang Heru Herdiana. Heru itu teman kost saya beberapa tahun silam. Untuk melengkapinya, saya masukkan lagu Tegar nya Rossa. Saya jadi benar-benar bernostalgia mengingat persahabatan kami di Ghost kost. Secara lirik sebenarnya ngga ada yang bisa menggambarkan indahnya persahabatan kita, tetapi saya ingat benar bagaimana Heru selalu menyanyikan lagu itu di kamarnya, di kamar mandi, di ruang tengah, atau dalam perjalanan ke kampus. Saya yang tadinya tidak suka kedua lagi itu, sampai bela-belain beli kasetnya. Wong promosinya gencar banget di kost-kost an. Dan kedua kaset itu sudah bisa di pastikan nasibnya. Selalu di pinjem penghuni kamar sebelah. Dan itu bikin saya jadi kangen pengen ketemu Heru untuk menjitak kepalanya dan meminta lagi kaset Katon Bagaskara saya. Lo di mana sih Ru sekarang ??? *sentimentil mode on*. Udin, Amat, Agus 1 (Abangnya Udin), Agus 2 (bang kumis), Sondang, Mas Mo, Arly, Putri, Mbak Jely dan Mas Agus aja ngga bikin gw kangen-kangen banget. Huhuhu. Bego lo *nampol Heru*

Atau saat saya memutar lagu-lagu di album Slank 7. Mulai dari Balikin, April, Bim-Bim Jangan Menangis dan Kupu-Kupu Liar. Semua sangat jelas membentuk sosok hitam manis Hendra Indrianto alias Ipunk. Ipunk adalah teman sekelas saya di kelas 3 SMU. Masih inget banget gimana Ipunk yang mengaku seorang Slankers ini menyanyikan semua lagu-lagu Slank di album 7 dengan suara yang selalu di paksa-paksain mirip Kaka Slank saat pelajaran kosong atau saat jam istirahat. Begitu juga waktu kita pendakian ke Gunung Kaba di Bengkulu. Tiada perjalanan tanpa lagu-lagu Slank 7 yang keluar dari mulutnya. Pernah juga saya melihatnya menitikkan air mata waktu menyanyikan lagu Bim-Bim Jangan Menangis. Kalo ngga salah waktu itu dia lagi ribut sama cewe nya. Saya juga masih menyimpan sebuah tulisan tangannya di sebuah kertas yang berisikan pesan-pesan dari teman-teman terdekat saya menjelang kelulusan SMU. Disitu Ipunk menulis : Eh, gua ngga banyak bull shit oke ! But you must be your self. Oke !! Palembang, 28 April 1998. Pipis Piss Ipunk. Setamat SMU, Ipunk pindah ke Padang. Dan sejak itulah kita putus kontak. Lagi-lagi saya harus bertanya dalam hati. Apa kabar lo Punk ?? Masihkah lo jadi seorang Slankers seperti dulu ?? Selepas Album 7 sudah banyak loh albun Slank yang lain. Gyahahaha..Hikz.

Lain lagi dengan cerita lagu Kuingin nya Titi DJ dan Selalu Untuk Selamanya Fatur. Tadinya saya tidak terlalu suka dengan kedua lagu di atas. Tapi gara-gara terlalu terburu-buru yang mengakibatkan salah membawa kaset rekaman, lagu ini akhirnya benar-benar menjadi sejarah dalam hidup saya. Karena lagu ini menjadi saksi pendakian perdana saya di Gunung Dempo. Kedua lagu ini menemani saya mulai dari kaki gunung sampai sepanjang perjalanan menuju puncak. Lagu yang juga akan selalu mengingatkan saya tentang sosok Lia Balqis, Devi Rianto, Amri Budiman, Risdiyanto dan Yus Hendri yang menjadi rekan satu tim saya selama pendakian perdana kami. Kedua lagu ini tetap setia berada di list lagu favorit saya sampai detik ini. Hi guyz... Kapan neh pendakian bareng lagi ??

Jatuh cinta ??? Sampai detik ini lagu cinta yang masih bikin jantung saya merinding dan bulu kuduk saya berdetak kencang cuma lagu Cinta nya Paramitha Rusady. Entah kenapa lagu itu dulu selalu terdengar di televisi atau radio saat saya sedang mengintip pembantu tetangga sebelah di rumah tante saya di Rawamangun. Whaaaatt ?? Pembantu ??? Ho oh *ngangguk bego*. Pembantu juga manusia kan ?? Lagipula waktu pertama kali ngeliat dia, saya pikir dia itu anak gadis pemilik rumah sebelah. Saya juga tahunya dia pembantu yah dari pembantu di rumah tante saya itu. Tapi itu ngga menyurutkan langkah saya untuk tetep pedekate. Wong dia itu muanis buanget kok. Dari lantai 2, saya bisa melihat-lihat aktifitas si seksy, begitu julukan saya untuk dia. Jujur saya sudah lupa siapa namanya, cuma 2 kali bertegur sapa saat kebetulan sama-sama beli sate di dekat rumah, ngga sempet menyatakan perasaan karena dia keburu berhenti dari pekerjaannya.Tapi tiap kali denger lagu ini, saya jadi inget kegiatan mengintip itu. Gimana ngga bikin jantungan, kalo ketauan kan malu abeeeesss... Tapi saya kok mendadak jadi kangen juga yah sama si seksy ??

Nah itu baru segelintir memori saya tentang lagu. Lagipula itu baru lagu-lagu Indonesia. Belom lagu-lagu barat, Mandarin dan Korea. Kalau semua di jabarin rasanya saya bisa bikin sebuah novel berjudul Meong ( Memory Of Song). Gyahahaha. Ada yang samaan kisahnya dengan saya ??

06 October 2005

Cerita Batal Puasa

Saya mulai berpuasa pertama kali saat duduk di bangku kelas 2 SD, tetapi di puasa pertama itu saya sudah sanggup mengerjakannya satu hari penuh. Memang tidak sampai satu bulan penuh saya sanggup berpuasa seharian. Tapi paling tidak selama bulan Ramadhan saat itu tidak ada hari yang terlewati tanpa melakukan puasa. Saya masih ingat, walaupun tidak sanggup berpuasa penuh saya selalu menunggu sampai jam 1 siang untuk berbuka. Walaupun terkadang ibu memaksa saya untuk berbuka pukul 12, tetapi saya tetap ngotot untuk berbuka jam 1 siang karena saya ingin puasa saya lebih dari setengah hari. Sebagai imbalan atas puasa yang saya lakukan, ibu selalu membuat kue-kue dan minuman segar yang uenak rasanya pada saat kami berbuka. Dan ayah selalu berjanji akan membelikan baju baru dan uang tunai untuk setiap puasa yang saya lakukan satu hari penuh. Ini nih cikal bakal yang bikin si Goiq jadi makhluk matre. Hehehehe...

Kelas 3 SD saya sudah sanggup berpuasa sebulan penuh. Walaupun sangat berat, tetapi saya berhasil menjalankannya. Untuk ukuran anak usia 9 tahun yang paling suka berlari-lari dan melompat-lompat kesana-kesini tentu saja musuh terbesar saat puasa tiba adalah rasa haus. Apalagi ayah dan ibu selalu mengajarkan kepada kami bahwa puasa tidak boleh di jadikan alasan untuk bermalas-malasan sepanjang hari. Justru mereka menganjurkan kepada kami berempat untuk tetap beraktifitas seperti biasanya meskipun kadarnya yang sedikit di kurangi agar tidak terlalu menguras energi. Oh ya sedikit catatan, sehabis bedug Subuh berkumandang saya dan saudara-saudara yang lain biasanya jogging keliling kota bersama-sama sampai jam 6 lewat. Hal ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun di kota Palembang dimana semua orang berkumpul beramai-ramai di bundaran Mesjid Agung. Hal itu benar-benar kami lakukan satu bulan penuh selama Ramadhan berlangsung. Tetapi meskipun begitu banyak aktifitas yang di jalani, saya tidak pernah berusaha mencuri-curi untuk minum saat puasa. Kalaupun kerongkongan sudah benar-benar kering, paling-paling saya berusaha untuk tidur. Dan puasa 100% itu terus bertahan sampai saya kelas 2 SMP.

Karena NEM saya yang bagus saat lulus SD, ayah menyekolahkan saya di SMP yang mayoritas siswanya non muslim. Sekolah itu terkenal karena metode pendidikannya yang bagus dan disiplinnya yang sangat ketat di bandingkan dengan sekolah negeri. Tiap kelasnya mungkin hanya ada 3 sampai 4 orang siswa yang muslim dari 50 siswa perkelasnya. Teman-teman yang non muslim sangat menghormati kami yang sedang berpuasa saat ramadhan tiba. Meskipun pelajaran olahraga tetap di adakan saat Ramadhan, tetapi kita-kita yang berpuasa mendapat dispensasi untuk tidak mengikutinya. Tetapi di kelas 2 SMP, saya dan teman-teman yang muslim nekat untuk tetap mengikuti kegiatan olahraga. Maklum bawaan hormon yang sedang meledak-ledak. Semua merasa paling kuat dan paling jago. Dan akhirnya kami benar-benar tidak kuat untuk meneruskan puasa karena rasa haus yang teramat sangat. Kami pun memutuskan untuk batal bersama di kantin. Banggakah saya ?? Huhuhu. Malu sih iya, belum lagi perasaan menyesal yang teramat sangat. Trus ?? Karena saat itu saya sudah kenal dengan kata bohong, yah berbohong itulah satu-satunya jalan keluar. Pulang ke rumah tetep pura-pura masih puasa. Hahahaha. Dasar badung !!!

Tapi bagusnya saya tetap tidak membiasakan diri untuk seenaknya membatalkan puasa. Buktinya setelah kejadian di kelas 2 SMP itu, puasa saya kembali menyentuh rekor 100%. Bahkan di bangku SMA dimana rintangan-rintangan yang saya alami memang lumayan berat mulai dari ajakan-ajakan sesat seperti ajakan batal bersama di kantin, ajakan nonton bokep massal, ajakan ngedate bareng pacar, bahkan tidak sedikit yang ngajak jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan dengan seenak udelnya makan empek-empek di pinggir jalan serta dengan begitu tidak tahu malunya menawari saya ikutan makan, sampe yang sifatnya benar-benar tidak disengaja seperti ngga sengaja minum (itu mah rejeki), ngga sengaja liat gambar bokep di kamar temen, atau ngga sengaja liat orang cipokan sambil grepe-grepe di TV luar negeri, semua tidak sampai mempengaruhi puasa saya. Yang jelas rasa haus bukan lagi musuh utama saya dalam menjalankan ibadah puasa saat di bangku SMA. Musuh utama saya saat itu justru teman-teman yang menyesatkan. Sampe sempat berpikir dalam hati, kok punya teman ada tanduknya semua seh ???

Selama rentan waktu 5 tahun di Jakarta, hanya pada dua tahun pertama saja puasa saya bisa mencapai 100%. Selebihnya, bisa di pastikan batal satu hari. Dan batalnya puasa saya bukan karena padatnya aktifitas saya di kampus, tetapi selalu pada saat dalam perjalanan mudik lebaran. Sedikit catatan, selama 5 tahun merantau di Jakarta saya selalu mudik menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta.Waktu itu mana ada tiket pesawat murah menuju ke Palembang seperti sekarang dimana harga tiket pesawat termurah ada yang Rp.150.000 dan yang lainnya berkisar 200 sampai 300 ribuan, dulu semuanya di atas setengah jeti. Dan menempuh perjalanan jauh itu ternyata cukup berpengaruh terhadap puasa saya. Saat saya memutusakan kembali ke kota Palembang tahun 2003 lalu, ternyata lagi-lagi tetap tidak bisa berpuasa satu bulan penuh. Dua tahun lalu itu saya sakit sampai tidak bisa bangun dari tenpat tidur selama 3 hari. Dan selama itulah saya juga tidak bisa menjalankan kewajiban saya. Jangan di kira kalau saya tidak berpuasa trus saya bisa makan sepuasnya seenak udel. Orang lagi sakit mana nafsu makan. Hehehehe. Dan tahun lalu lagi-lagi puasa saya jebol sehari karena manajemen waktu yang tidak baik. Memaksakan diri terlalu sibuk dengan aktifitas sosial di bulan ramadhan, dan ternyata harus mengorbankan satu hari puasa saya.

Kalau di hitung-hitung sudah 5 tahun terakhir ini puasa saya jebol terus. Arrgghhhhh. Saya cerita begini bukan untuk bangga-banggaan. Sebenernya justru malu banget cerita soal ini. Nanti di kira mencari pembenaran atas kesalahan yang saya lakukan sendiri. Padahal sebenarnya hanya untuk sekedar bahan perenungan diri semata. Umur sudah 25 tahun tapi kok puasanya kalah terus. Hehehe. Saya juga berharap puasa Ramadhan tahun ini banyak yang bisa saya dapatkan daripada hanya sekedar menahan rasa lapar, haus serta hawa nafsu semata. Insya Allah...

Nb : Bagi yang merasa terganggu dengan misscall saya pagi-pagi buta, saya minta maaf dan silahkan komplain disini. Hehehehe. Membangunkan orang sahur itu juga ibadah loh. Saya kan tidak mungkin datang ke rumah teman-teman semua satu persatu untuk membangunkan kalian. Jadi saya hanya bisa membangunkan lewat misscall di hape kalian masing-masing. Mumpung hape saya masih ada pulsa. Hehehehe. Buat yang pengen di bangunkan juga via misscall mesra di pagi hari, silahkan tinggalkan no hape. Layanan ini gratis alias tidak di pungut biaya satu rupiah pun loh dan juga tidak perlu di bales via sms *promosi mode on*.

04 October 2005

Posting Makanan Sebelum Puasa

Image hosted by Photobucket.com

Sebenernya sedikit kurang etis posting makanan menjelang bulan puasa tiba. Tetapi lebih tidak etis lagi kalau saya memposting ini saat benar-benar telah memasuki bulan Ramadhan. Jadi hitung-hitung menyegarkan mata semua orang sebelum kita benar-benar menjalankan ibadah puasa. Ceritanya kemarin saya kembali berkutat dengan makhluk yang bernama skripsi. Sedikit catatan, jika sedang konsen mengerjakan skripsi di dalam kamar maka saya akan lupa keluar kamar, lupa makan dan lupa pada dunia. Hehehe. Hingga lebih kurang pada pukul 4 sore, ibu mengetuk kamar dan ternyata membawakan saya sepiring agar-agar manis dengan selasih dan segelas es buah segar. Huaaaaa. Tak lupa ibu mengingatkan saya untuk sholat dan makan nasi sehabis ini. Ibu juga mengatakan bahwa di meja makan ada kiriman rendang dan empek-empek dari Tante Ume. Huhuhu.. benar-benar menggiurkan *laper mode on*. Saya pun bergegas menghabiskan agar-agar dan es buah lalu sholat ashar. Sehabis sholat saya langsung menuju meja makan untuk makan siang yang sudah kesorean. Ternyata ibu khawatir juga melihat saya yang betah seharian mengurung diri di dalam kamar. Terima kasih atas perhatiannya yah bunda .

01 October 2005

Nasi Minyak Lagi

Image hosted by Photobucket.com

Hari Sabtu, tepat di saat pemerintah menaikkan harga BBM kami sekeluarga merayakannya dengan acara makan-makan di rumah. Ibu saya memasak nasi minyak, bistik daging, perkedel kentang, kering tempe, dan acar. Mungkin keluarga kami ini sudah tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk menyambut kenaikan harga BBM ini. Mau demo ?? Rasanya sudah banyak orang yang melakukannya. Mau marah ?? Lah kok semua orang rasanya sudah pada marah. Mau nangis ?? Rasanya malah makin bodoh dan buang-buang energi saja, Presiden saja sudah nyuruh kita buat menghemat energi kok. Intinya BBM tetap naik geto loh !!! Maka kami sekeluarga pun membuat hal yang berbeda dari yang sudah di lakukan orang lain, yaitu menggelar acara makan-makan sekeluarga. Hayo... keluarga mana di Indonesia ini yang menggelar acara makan-makan untuk merayakan kenaikan BBM ??? Hahahaha.

Orang lain mungkin akan menuduh keluarga kami sebagai keluarga yang tidak peka, tidak memikirkan nasib orang banyak, atau bahkan tidak perduli dengan yang di alami bangsa ini. Salah besar bung !!! Hanya saja seperti yang pernah saya tulis diblog ini saat kenaikan harga BBM beberapa bulan yang lalu, percuma juga kita marah, demo besar-besaran, sedih, nangis dan sebagainya untuk mewujudkan rasa kesal kita terhadap naiknya harga BBM. BBM tetap saja naik. Titik !!!! Jadi mendingan kita makan-makan sekaluarga kan ??? Perut kenyang dan otak jadi bisa berpikir jernih untuk menyongsong hari esok yang pasti akan semakin sulit.

Oh ya, dalam beberapa hari kedepan kita segenap umat muslim di seluruh penjuru dunia akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Sebelumnya Goiq mau minta maaf lahir dan batin kepada teman-teman semua apabila selama ini ada kata-kata dan perbuatan Goiq yang kurang berkenan di hati teman-teman semua. mari kati sambut ramadhan dengan hati yang bersih dan tanpa dendam. Marhabban ya Ramadhan...

29 September 2005

Rujuk Dengan Topaz

Malam ini saat saya sedang menuju ke warnet untuk merubah sedikit blog saya supaya terlihat lebih ganteng, saya di kejutkan dengan berbagai kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan menuju SPBU. Sedikit catatan, jalan yang saya lalui dari rumah menuju warnet langganan saya akan melewati 3 SPBU. Dan itu artinya, saya melewati 3 kemacetan yang berbeda. Lalu otak saya berpikir keras dan meyakinkan diri sendiri bahwa hari ini masih tanggal 29 dan belom tanggal 30. Artinya masih ada besok sebelum BBM benar-benar di nyatakan naik secara resmi oleh pemerintah. Tapi setelah dipikir-pikir ulang, masih bisa di maklumin kok apa yang ada di benak mereka-mereka itu. Paling juga mereka takut kalau besok semua SPBU mendadak tutup dengan alasan stok BBM habis padahal sebenarnya menimbun stok untuk meraih laba. Hehehehe...

Terus terang saya tidak mau berkomentar banyak lagi tentang kenaikan BBM yang katanya mencapai 80% itu. Kepala saya sudah pusing membayangkannya. Gini hari saja saya sudah minta maaf kepada dua mobil ayah saya bahwa mungkin setelah BBM naik saya akan sangat jarang lagi membawa mereka jalan-jalan keliling kota. Saya sudah memutuskan untuk kembali kepada cinta sejati saya Topaz, motor Tiger tercinta yang akhir-akhir lebih banyak nganggur di garasi. Dipikir-pikir seribu kali tetap saja lebih irit membawa motor ketimbang membawa mobil. Jadi tekad saya sudah benar-benar bulat untuk rujuk dengan Topaz.

Nb : Sebelumnya makasih banget buat Chupriit Art yang sudah men design kan header Blog saya. Juga buat Didats atas background biru nya.

26 September 2005

Lagi-Lagi Bersenang-Senang

Image hosted by Photobucket.com

Akhir pekan kemarin lagi-lagi saya habiskan untuk bersenang-senang. Saya benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik selama menjalani proses cuti memikirkan skripsi. Dimulai dari hari Sabtu. Sebenarnya hari Sabtu saya sedang tidak punya acara untuk ngeluyur seperti biasanya. Secara memang sudah tanggal tua dimana uang di dompet sudah tinggal cukup untuk makan doang, saya juga tidak membuat janji dengan siapa-siapa hari itu. Hingga tiba-tiba saudara "kembar" saya Oppie bak orang yang lagi kesambet mengajak saya untuk makan siang bareng dimana dia akan mentraktir semuanya *melongo mode on*. Tapi dia mengajukan satu syarat dimana saya harus mengajak pacar atau teman cewe karena dia akan pergi bersama pacarnya. Rupanya Oppie tidak mau saya menjadi kambing conge. Huhuhu... Lo emang my best twin dah. Pilihan tepat jatuh pada sebuah nama cantik Reni Indah Sari. Sayapun langsung menelponnya dan kebetulan dia juga menyambut ajakan saya itu. Dia meminta saya menjemputnya di kampus.

Image hosted by Photobucket.com

Sebenarnya siang itu, Oppie juga mengajak sepupu saya Dony. Tetapi karena Dony sedang tidak punya pasangan sore itu berhubung Sekar sang juwita hati sedang berkotek di radio alias siaran, maka Dony pun memutuskan batal ikutan nimbrung. Jadilah kami dua bersaudara dobel date bareng. Sebagai bandar siang itu, Oppie memilih Volcano's Cafe sebagai tujuan untuk memanjakan perut kami yang sudah keroncongan. Mumpung di traktir, saya pun memesan dengan suka-suka. Hahahaha... Selesai makan, Oppie meminta saya mengambil alih kemudi mobil. Jadilah saya dan Reni duduk di depan sementara Oppie dan cewenya bermesum ria di belakang. Gantian katanya... Kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan terlebih dahulu menghabiskan sore yang indah. Kami jalan-jalan melihat lokasi Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II yang akan di resmikan Presiden SBY tanggal 27 September besok, juga melihat persiapan Pameran Teknologi Tepat Guna di kawasan Benteng Kuto Besak yang juga akan di buka oleh Presiden.

Hari Minggu jadwal saya lumayan padat. Pagi-pagi sekali saya harus menjemput Reni di rumahnya karena dia menjadi panitia di sebuah acara senam sehat yang di sponsori oleh Indosat.Walaupun saya benar-benar mengantuk pagi itu karena semalaman tidur saya di ganggu Dony yang nginep di kamar saya untuk bemain game Championship Manager (CM), tapi demi Reni saya bela-belain lah *minta cun sama Reni*. Sebenarnya sehabis mengantar Reni saya mau menjemput Umar yang akan mengikuti perlombaan balita fotogenik di Hotel Swarna Dwipa jam 8 pagi, tapi ternyata pagi itu Umar badannya panas. Padahal dia masih ngotot mau ikutan lomba itu. Tapi akhirnya saya dan Rini berhasil membujuk Umar. Saya tidak mau di bilang meng eksploitasi anak meskipun Umar nya sendiri yang maksa ikut. Bagi saya kesehatan Umar tetap nomor satu, toh lomba sejenis ini juga kerap di adakan di kota Palembang. Hanya saja lain kali mungkin saya tidak akan memberitahu Umar kalau dia akan ikut lomba. Saya berpikir sakitnya Umar mungkin karena dia stress atau juga mungkin terlalu semangat ingin mengikuti perlombaan ini. Apalagi kata Rini semalaman Umar mengigau minta di foto. Maafin Oom Goiq yah Mar.

22 September 2005

Sedekah Ruah

Image hosted by Photobucket.com

Semalam di rumah saya di adakan sedekah ruah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Setahu saya, sudah sejak kecil acara seperti ini di adakan oleh keluarga kami. Persiapan acara ini sudah berlangsung sejak satu minggu sebelumnya. Saya dan ibu sudah memikirkan jauh-jauh hari menu apa saja yang akan di sajikan sebagai hidangannya, hingga kami sepakat untuk menghadirkan nasi minyak, ayam goreng tepung, bistik daging, gado-gado serta acar kedondong. Saya sampai menelpon beberapa teman untuk meminta bantuan tenaga mereka untuk memindahkan kursi ruang tengah , memasang meja prasmanan, menggelar hambal, serta menyiapkan sound system. Tentu akan sangat merepotkan jika pekerjaan sebanyak itu harus di kerjakan oleh saya sendiri. Untungnya beberapa teman seperi Chuprit, Becek, Kanibal dan Adi menyatakan kesanggupan mereka untuk membantu. Thanks guys...

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Acara sendiri berlangsung sejak bedug adzan maghrib berkumadang yang langsung di ikuti dengan sholat maghrib berjamaah. Tidak kurang 100 orang tamu yang meliputi rombongan pengajian di mesjid dekat rumah saya, para tetangga serta para sanak famili datang di rumah kami semalam. Lalu acara di lanjutkan dengan pembacaan surat yasin serta ceramah agama dan di akhiri dengan santap malam berjamaah. Para sepupu-sepupu saya yang ganteng dan cantik juga turut serta menghadiri acara tadi malam. Dan yang sangat menyebalkan mereka datang dengan pasangannya masing-masing. Arrrghhhhh.... Hanya sepupu saya Ella yang malam itu tidak di dampingi sang arjuna. Lalu untuk mengusir rasa benci melihat kemesuman para sepupu-sepupu lain, saya dan Ella pun memutuskan untuk berduet menyanyikan banyak lagu. Ternyata duet kami mulai mendapat respon yang negatif dari para sepupu lain. Gelas-gelas plastik pun berterbangan ke arah kami, tetapi itu tidak menyurutkan niat kami untuk terus bernyanyi. Siapa tahu ada beberapa tamu yang kebetulan masih ngobrol dengan ayah saya yang tertarik dengan duet kami lalu berniat mengorbitkan kami menjadi penyanyi terkenal. Hohohoho *ngayal setinggi langit*

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Ujung-ujungnya acara sedekah ruah yang telah berakhir itu berganti menjadi acara nyanyi dan joget bersama. Hingga tiba-tiba terbersit ide gila untuk mendaftar di acara Keluarga Bintang. Hahahaha. Ternyata keluarga kami benar-benar keluarga yang suka menghayal setinggi langit. Dan acara gila itu berakhir sudah ketika sebuah teriakan menggema ke arah kami. "Alangke jahat suaro kamu tu !!!" (alangkah jeleknya suara kalian itu !). Kami berdua pun tersadar dari mimpi indah dan akhirnya menyadari betapa buruknya suara kami.

19 September 2005

Catatan Akhir Pekan

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Hari Sabtu dan Minggu kembali saya habiskan bersama teman-teman Gersipala Ganesha guna mengikuti serangkaian acara pelantikan anggota baru angkatan XV. Acara persami malam itu antara lain caraka malam dan dokrin cinta organisasi. Satu hal yang tidak ketinggalan jika acara perkemahan berlangsung yaitu acara api unggun.

Image hosted by Photobucket.com

Image hosted by Photobucket.com

Minggu paginya saya dan beberapa teman memutuskan untuk pulang guna menghadiri acara pernikahan. Tanpa tidur semenitpun saya langsung mandi dan berpakaian rapi lalu langsung ngacir menjemput Yamin dan Rini. Ibu saya pun hanya geleng-geleng kepala. Kami tidak lupa mengajak Umar, keponakan Rini yang berumur 4 tahun yang sangat akrab dengan kami. Umar punya salah satu sifat yang sama persis dengan oom goiq nya, yaitu lemah terhadap kamera (baca : banci poto). Biar lagi ngambeg begimanapun, pasti akan langsung tersenyum dan pasang gaya bila bertemu kamera. Hahahaha...

Image hosted by Photobucket.com

Pulang kondangan, saya menyempatkan diri bermain adu cepat nyusun puzzle sponge bob dengan Umar. Walaupun baru berusia 4 tahun, ternyata saya kalah cepat dari Umar dalam menyusun puzzle. Memang keponakan oom goiq pinter abeess. Setelah itu kami kembali ke lokasi perkemahan untuk mengikuti upacara pelantikan anggota baru Gersipala Ganesha angkatan XV. Tahun ini anggota baru di dominasi oleh para wanita. Saya jadi memutar otak seribu kali, sebenarnya para wanita yang tambah kuat atau para pria yang semakin lemah dan manja yah ?? Selepas pelantikan saya dan beberapa teman melancong ke PTC Mall menghabiskan malam Senen yang indah bersama-sama. Rasa lelah benar-benar tidak saya rasakan bila sedang bersama teman-teman tercinta. Malam itu kami kembali mengucapkan ikrar kebersamaan yang pernah kami ucapkan saat SMA dulu. 7 tahun sudah kita lulus SMA, kita masih bersama sampai saat ini dan Insya Allah akan selalu bersama.

Image hosted by Photobucket.com

16 September 2005

Hangatnya Persahabatan

Image hosted by Photobucket.com
Teman-Teman MIRC #Palembang Dal.Net

Iq, kita kok udah kaya orang kenal bertahun-tahun yah ?? Padahal ketemu juga baru sekali dua kali. Kata-kata itu seringkali saya dengar dari teman-teman baru saya. Entah itu teman chatting, teman blog, maupun teman-teman yang benar-benar baru berkenalan dengan saya entah itu di bus, di angkot, di kampus dan berbagai tempat lainnya. Sebenernya bukan cuma yang sudah ketemu saja yang sering ngomong begitu, yang belum bertemu pun tidak sedikit yang ngomong begitu. Kenapa yah ?? Saya juga ngga ngerti. Mungkin udah dari sononya kalo saya orangnya asyik. Eiiitssss... jangan pada sirik *ngelirik Shofa n Imey*, di larang protes *melotot ke Firman n Agus*, n di larang muntah *nunjuk ke Didats, Golda n Gita*.

Image hosted by Photobucket.com
Judi Online

Sebenernya hal itu jadi mungkin karena saya selalu menjadi diri sendiri, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Sosok seorang goiq yang tengil, jayus, narsis, cerewet, banci poto, dan segudang kejelekan lainnya yang seringkali saya tampilkan baik itu dalam cerita saya diblog maupun dalam obrolan di chatting bukan cuma sekedar rekayasa atau sekedar pemanis cerita semata. Saya di dunia aslinya mah memang begitu. Tanya aja sama yang sudah ketemu sama saya. Kalaupun saya jaim, itu juga karena belum ketemu celah buat menunjukkan sejatinya saya. Dari dunia maya, banyak sekali manusia-manusia yang kemudian menjelma menjadi sahabat-sahabat di dunia nyata, pernah juga mengalami cinta lokasi, bahkan mendapatkan seorang adik. Jika di tanya kenapa saya suka sekali berteman dengan banyak orang bahkan hingga orang-orang yang tidak jelas yang berada di dunia maya. Mungkin karena dari dulu saya suka sekali mengamati dan mereka-reka sifat seseorang baik dari tulisannya, suaranya, gaya bicaranya, gerak-geriknya maupun sorot matanya.

Image hosted by Photobucket.com
Teman-teman Game Online Kurusetra DR 29:29

Ngomong-ngomong, hoby mengamati sifat orang lain itu hoby yang bagus apa buruk yah ?? Mungkin ini juga salah satu hal yang menyebabkan saya kuliah di jurusan manajemen sumber daya manusia. Saya suka sekali dengan keragaman sifat seseorang. Misalnya Shofa yang imut-imut tiba-tiba berubah 360 derajat menjadi amit-amit saat saya iseng berpura-pura tidak melihatnya (saking kecilnya), atau betapa seorang Didats itu adalah orang yang konsisten dengan janji yang sudah di buat, saking konsistennya sampai ketiduran dan membuat saya tawaf keliling Blok M Plaza sebelum akhirnya bertemu juga di Pizza Hut. Awww *di sambit Golda pake mouse*, lalu Imey yang terlihat cantiq, cerewet, dan bawel dalam cerita-ceritanya di blog ternyata aslinya lebih parah 3 kali lipat, atau Jejes, Phie, Tuteh, serta bunda vi3 yang seringkali saya telpon tengah malam buta cuma karena saya pengen denger suara dan sifat mereka saat bangun tidur. Phie suaranya waktu bangun tidur asli bikin saya horny karena mendesah-desah ga keruan, Jejes walaupun bangun tidur tetep bisa di ajak ngomong jorok, Tuteh yang demen banget begadang, di telpon jam 1 pagi waktu Palembang yang artinya jam 2 pagi waktu Ende ternyata masih seger buger bahkan masih tega-teganya nyuruh saya nyanyi, lalu Bunda Vi3 yang tetep konsen menyimak kata-kata saya meskipun saya tahu dia capek berat. Hahahaha. Juga teman-teman lain yang seringkali sambit-sambitan di Shout Box.

Image hosted by Photobucket.com
Temen-Temen Blogger

Tapi tanpa saya sadari, justru dari kebiasaan suka memperhatikan sifat orang lain itulah yang membuat saya mengenali teman-teman saya lebih dalam. Kebiasaan ingin tahu yang membuat saya mengirim sms iseng tengah malam cuma untuk sekedar menganggu tidur orang, menelpon dengan maksud ingin tahu karakter suaranya, atau sekedar memberi info kepada teman-teman jika saya rasa perlu. Yang jika di tinjau dari segi materi benar-benar menguras pulsa hape ayah saya (karena hape saya jarang ada pulsanya) dan pemborosan uang bulanan untuk akses internet. Tapi dari sisi yang lain saya mendapatkan sesuatu yang tidak bisa di nilai dengan materi. Itu adalah kehangatan sebuah persahabatan...