25 February 2005

S P G

Semua anak-anak muda Palembang sudah pasti tahu kalau di kawasan Ilir Barat Permai terdapat dua tempat perbelanjaan ternama yaitu Hero dan Ramayana. Semua juga sudah pada tahu kalo di depan pusat perbelanjaan itu banyak sekali pedagang gorengan di sana. Menariknya, ternyata gerobak-gerobak gorengan itu di jaga oleh para gadis-gadis ABG. Dan yang lebih menarik lagi, dalam menjajakan gorengan para gadis-gadis tersebut berdandan dan mengenakan pakaian yang modis ( saya malas bilang sexy ). Ada yang berdandan ala kadarnya, ada yang dandan menor, ada yang tampil modis dan tidak sedikit yang ancur abis. Anak-anak Palembang menjuluki gadis-gadis tersebut dengan sebutan Sales Pisang Goreng. Kenapa Sales Pisang Goreng ?? Karena saat mereka menjajakan dagangannya, mereka hanya menawarkan pisang goreng saja kepada pelanggan. Baru setelah ada yang membeli, mereka menawarkan gorengan yang lain seperti tahu bunting (tahu isi), singkong goreng, bakwan dan sebagainya.

Mereka menjajakan dagangan dengan cara melambai-lambaikan tangan kepada para pengemudi mobil dan motor yang lewat. Tidak jarang mereka menggunakan daya tarik mereka seperti mengerlingkan mata. Dan setelah calon pembeli di dapat, mereka semakin gencar merayu terutama kepada pembeli laki-laki supaya membeli dalam jumlah yang banyak.Dan jika kita membeli banyak terkadang kita mendapatkan service tambahan seperti sedikit obrolan ringan dan suapan mesra pisang goreng dari mereka. Sebagai salah satu konsumen tidak tetap, kadang-kadang timbul keisengan saya sebagai laki-laki untuk sekedar bertanya nama, alamat dan nomor telepon. Ada di antara mereka yang tidak segan-segan memberi tahu nama dan no teleponnya, tapi ada juga yang tidak bersedia. Tapi dari nomor-nomor yang saya dapatkan itu, tidak ada satupun yang pernah saya hubungi. Hahaha. Namanya juga iseng. Terus terang saya tidak tahu motif dari para Sales Pisang Goreng dalam menjalankan rutinitas mereka, apakah pyur hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dari menjajakan gorengan atau hanya sebagai kedok dari suatu bisnis prostitusi terselubung. Beberapa teman saya yang merupakan konsumen sangat tetap mengatakan bahwa sebagian besar dari para Sales Pisang Goreng tersebut bisa "dipakai". Tetapi setelah jam kerja mereka sebagai Sales Pisang Goreng berakhir tentunya.

Saya tidak tahu harus berkata apa menyikapi kontroversi ini, karena sebagai seorang laki-laki terkadang saya juga bisa khilaf. Bukan khilaf untuk memgencani mereka, tapi khilaf karena tak tahan godaan mereka yang memanggil-memanggil untuk membeli gorengan, dan setelah itu membuat suatu kekhilafan baru dengan balik menggoda mereka, bertanya nama dan nomor telepon serta meminta mereka untuk menyuapi pisang goreng ke mulut saya. Saya juga melihat dengan adanya para Sales Pisang Goreng ini, dagangan para penjual gorengan yang sebenarnya ini selalu laris manis. Padahal rasa dari gorengan yang mereka jual sangat biasa-biasa saja, malah terkadang sangat jauh dari kata enak. Saya pernah membeli pisang goreng yang pisangnya masih mentah, atau membeli bakwan yang di dalamnya sudah kehitam-hitaman. Jadi dengan kata lain, ramainya para pembeli di sana bukan karena rasa dari gorengan yang di jual, tetapi karena kemolekan para gadis penjajanya. Saya pernah berpikir, seandainya para penjual gorengan yang mempunyai ide untuk mempekerjakan para gadis-gadis untuk menjajakan dagangan mereka mengikuti mata kuliah manajemen pemasaran, tentulah mereka akan mendapatkan nilai A+. Hahaha...

24 February 2005

C O N A X

Heiitssss, pasti pikiran jorok lagi kan ??? Huhuhu. Ini masih nyambung kok dengan postingan saya sebelumnya. Setelah kepergian Lily, salah satu hamster saya beberapa hari yang lalu. Coco sang pasangan mendadak bermuram durja, makan tidak enak tidur tiada lelap *backsound lagu dangdut*. Saya yang rencananya akan membelikan hamster betina baru pada awal bulan nanti, terpaksa bela-belain minta kirimin uang sama ibu saya yang sedang berada di Jakarta. Dipikir-pikir, daripada Coco mendadak punya niatan pengen nyusul si Lily ke alam sana, kan mendingan saya cariin jodoh yang baru buat dia.

Dan kemaren siang, saya pun mewujudkan niatan mulia saya untuk memilihkan jodoh buat Coco. Dan terpilihlah seekor hamster betina cantik, yang walaupun ukuran body nya sedikit lebih besar dari Coco tapi menurut saya adalah jodoh ideal untuk Coco. Dan saya pun telah menyiapkan sebuah nama yang cantik pula untuknya, Naxia . Dan panggilan untuk mereka berdua tetep simpel aja kok, cukup panggil Conax *ngakak*. Dan bener aja, begitu mereka di campur langsung aja pada cium-ciuman. Ckckckc, dasar hamster. Mudah-mudahan dengan ukuran badan yang lebih besar, Naxia dapat melahirkan anak-anak yang sehat-sehat. Soalnya saya udah ngga sabaran pengen ngeliat bayi-bayi hamster lahir dan tumbuh di rumah ini. Selamat bergabung di keluarga kami Naxia.

23 February 2005

Pisah Ranjang Ala Ayah Dan Ibu Saya

Kali ini ibu saya sudah tidak pulang ke Palembang satu bulan lebih, artinya sudah satu bulan lebih pula ayah dan ibu saya pisah ranjang. Dan tampaknya mereka menikmati kesendirian mereka masing-masing sebagai de lajangs. Ibu saya tampaknya asyik-asyik saja dengan bisnis dan kegiatan belanjanya di Jakarta sana, sedangkan ayah saya juga tampak menikmati kehidupannya dengan teman-temannya, mulai dari teman yang alim, duda keren, sampai si playboy bau tanah. Dan kegiatan ayah saya bersama para teman-temannya itu juga beragam. Ketika bersama temannya yang alim, maka ayah saya bisa di pastikan pergi ke acara pengajian atau ceramah agama, jika bersama si duda keren maka kegiatannya sudah pasti kumpul di rumah ngobrol-ngobrol sampai larut malam, sedangkan bila bersama si playboy bau tanah, maka ayah saya bisa di pastikan pergi ke tempat yang rada nyeleneh, seperti kemarin saya melihat karcis parkir Palembang Square dan nota pijat refleksi di dalam mobil. Padahal kalau ibu saya ada di rumah, ayah nyaris tidak pernah bepergian ke tempat itu. Kalau badannya pegal pun paling-paling ayah memanggil tukang urut langganan dan pijat di rumah. Tapi saya tidak pernah mengkhawatirkan ayah saya, saya mengenali ayah saya seumur hidup. Ayah bukan tipikal laki-laki penyeleweng. Bahkan dari dulu ayah selalu jujur pada ibu saya jika ada perempuan-perempuan yang menggodanya.

Sebenernarnya tidak ada yang saya khawatirkan dari kedua orang tua saya saat ini. Mereka sudah terbiasa pisah ranjang selama ini. Cuma saya rada kurang suka dengan omongan teman-teman saya. Mereka bilang tidak sepatutnya seorang istri berpisah lama-lama dengan suaminya. Kalau tidak keduanya, pasti salah satu akan tergoda nantinya. Dan setiap kali mereka melontarkan pernyataan itu, saya balik melontarkan guyon kalau orang tua saya udah mo sidang gugatan cerai *sungkem sama ayah dan ibu* . Kalau dari saya pribadi memang jelas ada yang kurang kalau ibu tidak berada di rumah. Tidak ada yang cerewet sama saya, tidak ada yang harus saya temani kalau ibu mau belanja, tidak ada yang saya pamiti kalau saya akan pergi keluar rumah, tidak ada tips harian dari ibu, tidak ada yang menyuruh saya beli lauk kalau ibu malas masak, atau tidak ada acara makan-makan di luar bersama. Bu, cepat pulang. Anakmu kangen nich...

21 February 2005

Goiq Juga Manusia

Saya pernah berantem sama ayah dan ibu saya
Di era demokrasi keluarga itu hal yang lumrah kan ?
Saya pernah nyolong duit ayah saya di dompetnya
Kok masih wajar yah ?
Salah ayah sendiri suka pelit sama anak
Saya pernah nampol mulut abang saya
Yah maaf...
Salah lo sendiri kalo ngomong ngasal
Temen-temen bilang bibir saya monyong
Saya bales bilang
Tapi ngga kaya bibir lo yang suka ngatain orang
Guru saya pernah bilang
Sebenernya Arie ngga bodoh, cuyma kurang tekun
Bilang aja males pak ! Susah amat ngomongnya...
Plaaaakkk *suara pukulan*
Waktu SMA saya sering minggat dari kelas
Buat latihan kalo kelak jadi narapidana *ngakak*
Saya tidak pernah di ajari sex education sama ayah dan ibu
Orang mereka taunya cuma praktek doank

Huhuhu... itu semua pernah saya pikirkan dan saya katakan zaman-zamannya saya masih SMA dulu, bayangkan betapa nakalnya saya saat itu. Tapi nakal-nakalnya saya masih tau batasan kok. Emang lagi umurnya kata orang. Dan bener aja, seiring bertambahnya usia, saya semakin tahu apa yang saya lakukan dulu itu bener-bener gila. Saya ngga bisa ngerem perkataan, ngerem perbuatan dan ngerem pikiran. Istilah suka-suka gwe itu bener-bener berlaku untuk saya. Tapi kadang-kadang kangen juga sama kenakalan masa lalu itu. Mungkin suatu saat saya pengen melakukannya lagi. Hahaha... Masih pantes ngga yah ?

Sebuah Berita Duka

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Belum genap satu bulan saya memelihara Coco dan Lily, rupanya takdir berkehendak lain. Allah memanggil salah satu dari mereka kembali ke pangkuan-Nya. Kemaren sore Lily telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Saya sendiri tidak tahu persis penyebab kematiannya, karena seingat saya pagi harinya Lily masih aktif bermain di atas rodanya. Sebelum saya pergi dari rumah, saya juga tidak lupa memberikan mereka makanan seperti biasanya. Saya hanya menduga Lily mengalami kesulitan dalam proses melahirkan, karena memang seharusnya dia sudah melahirkan sejak kemarin. Dan kini dia berpulang bersama bayi-bayi di dalam perutnya yang bahkan belum sempat ia lahirkan. Saya sedih, tapi tidak bisa berkata apa-apa. Ini sudah takdir.

Lily, saya minta maaf sepenuh hati jika selama kamu tinggal bersama saya, saya tidak bisa memberikan kamu yang terbaik. Saya tidak bisa memberikan kamu makanan yang terbaik, karena kemampuan keuangan saya yang hanya mampu membeli makanan hamster kelas dua. Saya tidak bisa memberikan kandang yang terbaik, karena kemampuan saya yang hanya mampu membelikan aquarium sebagai kandang kalian. Saya juga tidak bisa rutin membawa kalian ke dokter hewan, karena dokter hewan disini mahal sekali biayanya. Tapi saya percaya, kamu tahu saya selalu memberikan perhatian yang terbaik kepada kalian. Saya tidak pernah sekalipun lupa memberikan makanan kepada kalian, saya tidak lupa menutup kandang kalian di malam hari supaya tidak di masuki kucing atau tikus, saya juga tidak pernah lalai mengganti serbuk kayu di kandang kalian supaya kalian bisa tetap nyaman berada di kandang, dan seminggu sekali saya mencuci kandang kalian supaya tidak bau. Selamat jalan Lily, saya tahu kamu akan jauh lebih bahagia berada di sana.

Saya memakamkan Lily di belakang rumah dekat kolam ikan dan tempat yang jarang di lalui penghuni rumah saya. Beristirahatlah dengan damai Ly, saya janji akan memberikan seorang teman baru untuk Coco, supaya dia tidak kesepian.

18 February 2005

Jalan-Jalan



Kemarin saya pergi jalan-jalan bersama seorang teman. Istimewanya karena hari itu saya sendiri yang mengemudikan mobil. Mungkin tidak ada yang istimewa bagi kalian yang sehari-harinya sudah terbiasa menyetir mobil sendiri, tapi tidak bagi saya. Sebenarnya sudah bertahun-tahun yang lalu saya belajar menyetir mobil, dan sayapun sudah dapat di kategorikan bisa membawa sendiri. Hanya saja, sebuah insiden terjadi dimana saya menabrak seorang anak kecil dan melihatnya harus terbaring bersimbah darah di aspal. Anak kecil itu ternyata memiliki nyali yang besar untuk terus bertahan hidup, sedangkan saya benar-benar kehilangan nyali untuk menyetir mobil lagi.

Dan kini setelah bertahun-tahun kemudian, saya merasa tidak ada gunanya terus menyiksa diri dalam trauma berkepanjangan. Ketakutan saya sungguh sangat tidak beralasan. Maka sayapun memutuskan untuk memberanikan diri mengulang semua dari nol lagi. Saya mendaftar kursus menyetir mobil lagi. Belajar dari awal lagi dimana letak rem, gas dan kopling, belajar mengatur posisi kopling dan gas supaya mesin tidak mati mendadak, belajar menggunakan feeling dalam menyetir dan belajar untuk melupakan trauma masa lalu yang mendadak muncul kembali saat saya duduk di depan kemudi. Saya tahu belum sepenuhnya pulih dari trauma, saya hanya berani membawa mobil dengan kecepatan 40 - 50 km/jam saja. Tak heran saya banyak mendapatkan klakson dari pengemudi lainnya. Tapi bagi saya, yang penting saya berani untuk mecoba lagi. Jika saya sudah terbiasa, saya pasti akan kembali membawa mobil dengan kecepatan normal lagi. Dan tidak lupa dengan kehati-hatian super ekstra tentunya. Saya tidak mau trauma menyetir mobil lagi untuk kedua kalinya.

Ada Apa Dengan Mimpi ?

Saya bukanlah tipikal orang yang percaya kepada sebuah mimpi, walaupun kadang kala ada beberapa mimpi yang benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Salah satunya adalah saya pernah bermimpi memelihara sepasang hamster yang saya beri nama coco dan lily yang saya panggil coli, padahal sebelumnya saya sama sekali tidak punya niat sama sekali untuk memelihara hamster karena saya berpikir hanya akan membuang-membuang waktu saya. Tetapi nyatanya, ketika menemani sepupu saya Doni membelikan hamster untuk sang pacar, sayapun tergoda untuk membeli juga. Sayapun memberi nama hamster saya coco dan lily seperti yang saya alami dalam mimpi. Sebenernya ini mimpi yang jadi kenyataan apa saya yang membuat mimpi jadi nyata yah ??? Hehehehe....

Kenapa kali ini saya begitu menggebu-gebu ngomongin soal mimpi? Soalnya sudah tiga malam berturut-turut saya bermimpi tentang seorang wanita. Bukan mimpi ber doggy style ria atau mimpi yang bikin saya jadi harus mandi wajib pagi harinya. Mimpi saya sebenarnya ngga aneh-aneh, saya bertemu dengan seorang wanita dan dia cuma bilang, "saya sayang kamu dan sayalah yang kamu cari selama ini". Tiga malam berturut-turut saya mendengar kalimat yang sama. Dan anehnya saya selalu terbangun setiap habis memimpikannya. Saya tidak tahu siapa dia dan siapa namanya, tapi saya bisa merasakan kehadirannya di hati saya. Saya masih ingat ketika saya mencium keningnya, merasakan wangi tubuhnya seolah semua nyata. Dan saya bermpimpi tentang dia justru ketika saya menyerah untuk mencari sosok seorang wanita yang saya cari selama ini. Sosok yang saya tidak tahu wujudnya, tapi mampu membuat hati saya berkata "bukan dia yang kamu cari" pada wanita-wanita yang saya pacari. Dan tiga malam ini, sosok tanpa wujud di hati saya itu menjelma dalam mimpi.

Saya masih goiq yang dulu, tidak percaya pada mimpi. Tapi sosok di dalam mimpi itu, mampu membuat saya yakin bahwa memang dia yang saya cari selama ini. Saya tidak akan memaksa diri saya untuk mencarinya karena saya percaya jika memang dia nyata di dunia ini dan jika memang dia wanita yang saya cari untuk mendampingi hidup saya, maka kami akan bersatu. Dan sampai detik ini saya cuma bisa berasumsi bahwa mimpi itu hadir hanya untuk menyenangkan hati saya saja. Ternyata mimpi pun bisa membuat saya jadi senang....

14 February 2005

Dulu dan Sekarang



Dulu kita berempat suka banget ribut, suka berantem, rebutan mainan, saling ganggu, saling ledek, tapi ngga ada rasa dendam. Umur kita cuma berbeda satu sampai dua tahun, tapi tetap saja siapa yang lebih muda harus memanggil kakak kepada yang lebih tua.



Sekarang kita udah sama-sama dewasa, udah ngerti arti hidup, udah kenal sama cinta, udah tau nyari duit itu susah. Tapi aku kangen sama masa-masa kecil indah kita dulu. Kita sekarang sudah hidup di dunia masing-masing, merencanakan masa depan masing-masing, dan mulai belajar untuk lepas dari orang tua.






Dari kecil ternyata saya sudah jadi banci poto, ngga bisa liat kamera pasti langsung pasang gaya dan senyum oncak (begitu teman-teman saya menjuluki senyum saya yang khas)




Ternyata sekarang pun masih tetap sama, malah bertambah parah.

Valentine's Day

Hari ini tanggal 14 Februari. Seluruh umat di dunia merayakan apa yang dinamakan hari Valentine termasuk di Indonesia. Palembang, kota di mana saya tinggalpun tak mau ketinggalan gaungnya dalam perayaan Valentine, di mana-mana terdapat spanduk perayaan Valentine yang di adakan oleh hotel-hotel berbintang, stasiun radio anak muda, dan sebagainya. Belum lagi perayaan-perayaan valentine yang di gelar oleh para pejabat dan anak-anak pejabat. Satu minggu terakhir ini semua pada berlomba-lomba berkicau tentang rencana Valentine masing-masing.

Bagaimana dengan si Goiq ?? Wah wah, terus terang saya bukan orang yang pro dengan Valentine tapi saya juga tidak kontra. Saya mah asal kalian senang yah saya juga senang. Syukur-syukur kalau di kasih tiket gratisan buat acara valentine di tempat-tempat bergengsi, saya mah ngga nolak. Tapi kalo untuk urusan kasih bunga, coklat atau tukeran kado, saya mah mikir-mikir dulu. Kenapa saya tidak terlalu pro dengan acara seperti ini ? Saya pernah bertanya dengan beberapa orang teman akan makna Valentine, dan mayoritas jawaban mereka adalah velentine merupakan hari di mana kita mencurahkan rasa sayang baik terhadap pacar, terhadap orang tua dan terhadap sesama. Saya cuma bilang... Ooo, hari untuk menunjukkan kasih sayang toh... Dalam hati saya berpikir, miskin sekali yah orang-orang ini yang cuma menunjukkan kasih sayang dan cinta terhadap sesama cuma satu kali dalam setahun. Dan yang sangat saya sesalkan adalah banyak di antara mereka yang memanfaatkan hari kasih sayang sebagai pembenaran untuk melakukan hubungan seks pra nikah. Hari kasih sayang sih boleh-boleh aja, tapi kalo ujung-ujungnya jadi "kasih donk sayang", mendingan ngga usah sekalian deh. Lagian yang namanya kasih sayang itu menurut saya ngga melulu harus di ungkapin dengan kata-kata, dengan memberi bunga, coklat, kado atau jalan-jalan. Kasih sayang itu menurut saya cuma bisa di ungkapin dengan perbuatan. Ketika saya mencium tangan ibu saya sebelum saya pergi dari rumah, itu sudah menunjukkan kalau saya sayang padanya. Atau ketika saya mencium kening ibu pada hari ulang tahunnya, saya rasa ibu manapun beranggapan bahwa ciuman seorang anak merupakan kado terindah di hari ulang tahunnya. Kalau sama pacar ?? Yah asal masih dalam batas kewajaran sih yah ngga apa-apa.

Dan kalaupun tahun lalu saya memberikan sebuah kado untuk seorang wanita, jujur aja bukan karena latah. Tapi tahun lalu itu saya pengen nembak cewe, cuma waktunya aja yang ngepas dengan hari Valentine. Toh tetep aja kencannya ngga berhasil. Hehehe. Tapi sekali lagi, saya ngga anti sama perayaan Valentine. Cuma saya lebih suka kalau semua orang di dunia ini berbagi kasih sayang tidak cuma satu hari dalam setahun. Kalau semangat valentine bisa di terapkan setiap hari, bukankah akan jauh lebih baik... Ya ndak ??

11 February 2005

Kebahagiaan Abadi

Saya sering kali berpikir dan bertanya-tanya dalam hati. Apakah sebenarnya kebahagiaan itu ? Dulu saya berpikir, bahwa kebahagiaan itu akan di dapatkan bila segala yang saya inginkan terpenuhi. Tapi hati nurani saya tidak dapat memungkiri suatu hal, bahwa tidak semua yang kita inginkan dalam hidup ini akan terwujud. Salah satunya di karenakan sifat alamiah manusia yang tidak pernah puas. Tercapainya suatu keinginan adalah awal hadirnya keinginan yang lain.

Lantas sayapun kembali bertanya-tanya, apakah hakikat dan wujud konkrit dari kebahagiaan itu ? Dan sayapun kembali menemukan suatu kesimpulan sementara. Bahwa kebahagiaan akan saya dapatkan apabila saya dapat hidup dengan tenang dan damai di muka bumi ini. Tetapi kembali hati kecil saya membantahnya, hidup tenang tidak selalu identik dengan kebahagiaan. Kita bisa saja berpura-pura menjalani hidup dengan tenang dan menyimpan rapat-rapat semua masalah dan beban yang ada. Tapi tetap saja tidak melulu ada kebahagiaan di dalamnya.

Dan sampai detik ini saya belum menemukan arti sebuah kebahagiaan. Saya hanya tahu bahwa saya akan bahagia apabila melihat orang lain bahagia. Khususnya kebahagiaan dua orang yang paling berarti di muka bumi ini, ayah dan ibu saya. Saya tidak akan pernah bahagia hidup di dunia ini, meskipun saya di karuniakan harta dan keluarga yang sakinah tapi ternyata saya tidak mampu untuk membahagiakan kedua orang tua saya. Kebahagiaan merekalah yang sesungguhnya adalah kebahagiaan saya yang abadi. Dan maafkanlah saya yang sampai detik ini belum mampu memberikan kebahagiaan kepada kalian berdua ayah dan ibu. Dua manusia yang menyebabkan saya terlahir kedunia ini. Walaupun terkadang saya tidak mengerti kalian atau sebaliknya kalian tidak mengerti keinginan-keinginan saya, hingga tak jarang kita cekcok, perang mulut, dan saling sindir.Tapi jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, sayalah manusia yang paling mencintai kalian berdua. Cinta yang Insya Allah kekal sepanjang masa.

Gelang Pendidikan

Teman-teman yang sering main ke rumah saya pastilah sudah hapal bahwa sehari-harinya di rumah, saya lebih suka memakai boxer. Artinya mereka sudah hapal persis berapa jumlah bulu kaki saya yang tumbuhnya jarang-jarang itu, atau tanpa melihat pun mereka sudah tahu dimana letak luka-luka jahitan di kaki saya, mereka mungkin juga sudah muak melihat betapa seksy nya betis saya, dan tidak ketinggalan pula melihat sebuah benda yang melingkar di pergelangan kaki kanan saya, tepatnya sebuah gelang kaki yang saya ikat dengan menggunakan simpul nelayan. Tapi tidak banyak yang tahu makna yang terkandung di dalam gelang tersebut. Gelang ini sudah melingkar di pergelangan kaki saya sejak saya lulus SMU, artinya sampai saat ini gelang itu sudah menemani hari-hari saya selama 6 tahun.

Gelang kaki ini saya namakan gelang pendidikan. Dari pertama saya pasangkan di pergelangan kaki kanan belum pernah saya lepas sedetikpun. Artinya gelang ini selalu menemani saya saat mandi, tidur, buang air kecil maupun buang air besar dan semua kegiatan yang saya lakukan. Kenapa saya beri nama gelang pendidikan ?. Karena saya pernah bersumpah pada diri saya sendiri untuk tidak akan melepas gelang ini sampai saya memperoleh gelar S1. Gelang ini akan selalu menjadi motivasi saya untuk meraih gelar S1. Saya tidak pernah ambil pusing terhadap omongan orang tentang gelang di kaki saya ini. Kenapa saya pilih untuk memasang di kaki ? Karena setiap mandi pagi saya pasti selalu menyikat pergelangan kaki, dan dengan melihat gelang ini artinya setiap pagi saya akan termotivasi untuk meraih gelar S1. Selain itu ketika pertama kali saya memasangkan gelang ini, saya berpikir jika lulus jenjang D3 dan saya di terima bekerja, artinya saya harus melepas gelang ini. Sedangkan jika dipasang kaki, tentu tidak perlu harus di lepas-lepas karena gelang ini secara otomatis dapat tertutup oleh celana panjang dan kaos kaki. Dan ternyata pemikiran saya itu terbukti, sebelum saya lulus D3 saya di terima bekerja dan saya benar-benar tidak perlu melepas gelang ini meskipun saya bekerja.

Saya tahu akan tiba saatnya bagi saya untuk melepas gelang yang telah menemani saya selama 6 tahun terakhir ini. Tapi saya ingin bila saat itu tiba nanti, saya akan melepas nya dengan rasa bangga, karena gelang ini telah menjadi bagian dari perjuangan saya meraih gelar kesarjanaan ini. Siapa tahu setelah gelang pendidikan ini saya lepas, saya akan memasang gelang lainnya yang akan menjadi simbol motivasi saya dalam hal yang lain, jodoh misalnya. Dan saya juga berjanji untuk menyimpan gelang ini dimana kelak akan saya ceritakan pada anak-anak saya. Siapa tahu di antara mereka nanti ada yang terinspirasi untuk mengikuti jejak ayahnya. Insya Allah.

Laki-Laki Menangis ??Kenapa Tidak ??

Bagi kebanyakan laki-laki, menangis merupakan hal yang tabu untuk di lakukan. Saya tidak tahu persis sejak kapan hal tersebut mulai berlaku. Yang jelas saya masih sangat ingat ketika kecil dulu, ayah dan ibu selalu melarang anak laki-lakinya untuk menangis. Semakin kami besar larangan itu semakin gencar kami dengar. Ketika jatuh dari sepeda dan lutut saya berdarah karenanya, sayapun menangis karena tak kuasa menahan rasa sakit dari luka tersebut. Bukannya belaian lembut seorang ibu yang saya dapatkan ketika mengadu, malahan omelan yang lumayan pedas di telinga yang saya dapatkan. Ibu saya malah berkata,"luka begitu aja pake acara nangis segala, mau jadi bencong yah ?". Dan saya pun terpaksa berhenti menangis karena saya tidak mau di panggil bencong. Ayah dan ibu saya selalu menggunakan istilah bencong untuk menjuluki anak laki-laki yang cengeng. Dan menurut kami, julukan bencong itu adalah aib besar. Maka kami pun terpaksa berhenti menangis daripada mendapatkan julukan bencong.

Saat ini di usia saya yang tergolong dewasa, saya masih sering mendengar orang tua yang memarahi anak laki-lakinya yang menangis. Dan istilah bencong itu masih juga kerap terdengar untuk menjuluki anak laki-laki yang cengeng. Huhuhu... rupanya yang satu ini belum juga berubah dari zaman ke zaman. Bagaimana dengan saya sendiri ??? Jujur saja, saya masih suka menangis sampai sekarang. Tapi air mata saya itu bukan untuk konsumsi publik. Saya hanya menangis di dalam kamar dan tidak menjadikan menangis sebagai suatu kebutuhan pokok. Julukan bencong itupun sudah tidak mempan lagi untuk saya. Kenapa harus malu kalau menangis. Toh saya juga menangis sendirian, ngga ada yang tahu dan ngga ada yang lihat.Cuma saya dan Allah saja yang tahu. Toh Allah sampe detik ini ngga pernah menegur saya gara-gara saya suka menangis sendirian di kamar, apalagi ngatain saya bencong. Lagipula, saya merasa dengan menangis semua beban yang saya rasa di hati bisa hilang dalam sekejap. Dan saya juga punya prinsip, hanya boleh menangisi suatu masalah satu kali saja. Jadi tidak ada istilah bagi saya untuk menangisi masalah yang sama dua kali.

Menurut saya menangis itu jauh lebih baik daripada menyimpan semua beban di dalam hati. Bisa stress tuh.Saya sendiri setelah puas menangis semaleman, besoknya pikiran akan jauh lebih tenang untuk menghadapi masalah tersebut. Bukankah pikiran yang tenang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah ? Tapi kalau saya pikir-pikir lagi, kasihan juga yah para bencong kalau mereka selalu di jadikan label atas kecengengan seorang laki-laki. Padahal saya pernah menyaksikan sebuah tayangan di televisi yang menampilkan kehidupan para waria, dimana salah seorang dari mereka mengeluarkan statement yang membantah bahwa mereka adalah kaum yang lemah dan cengeng serta lari dari kenyataan hidup. Waria itu bilang, kalau mereka cengeng dan hanya meratapi nasib, mereka tidak akan survive sampai detik ini. Dia juga berkata bahwa air mata tidak akan mengenyangkan perut mereka. Nah loh, apa masih pantes para waria atau bencong (begitu ibu saya menyebut mereka) menjadi simbol kecengengan seorang laki-laki ? Faktanya, saya pernah membaca sebuah buku yang menyatakan bahwa menangis akan membantu membuang kotoran-kotoran yang terdapat di mata. Jadi ?? Semua tergantung dari sudut mana anda memandang.

10 February 2005

Long Week End

Bagi seorang pengangguran seperti saya, tanggal merah ataupun tidak semuanya tetap terasa seperti tanggal merah. Bedanya kalau tanggal merah, saya bisa lebih leluasa untuk tidur seharian di dalam kamar. Karena semua penghuni rumah melakukan hal yang sama. Paling tidak, saya tidak mendengar ketokan pintu di pagi hari seperti hari-hari kerja biasanya. Dimana ayah saya membangunkan saya dengan berbagai alaasan. Mulai dari menyemirkan sepatu beliau, membelikan beliau sarapan, membukakan pagar, atau minta di carikan kaca mata dan gunting kuku. dan semuanya berubah 180 derajat jika tanggal merah tiba. Pukul 9 pagi kadang-kadang masih terdengar suara ngorok nya ayah saya yang sangat dahsyat.

Tetapi jauh-jauh hari sebelum dua tanggal merah di pertengahan minggu ini, saya sudah menyiapkan rencana untuk melahap beberapa buku, baik yang saya beli sendiri akhir bulan lalu, maupun beberapa buku yang saya pinjam dari beberapa teman. Adapun buku yang sudah saya masukkan list untuk di baca adalah : Gege Mengejar Cinta (Adhitya Mulya), Kok Putusin Gue? (Ninit Yunita), Lelaki Terindah (Andrei Aksana), 10 Arrggghhhh (Melly), Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion (Syahmedi Dean). Dan satu hari di Tahun Baru Imlek saya berhasil menuntaskan membaca 4 buku di atas, sementara buku LSDLF rencananya akan saya lahap hari ini. Dua buku karya sepasang suami istri Aditya Mulya dan Ninit Yunita mampu membuat saya seperti orang gila yang ketawa cekikikan sendirian. Buat kalian-kalian yang lagi suntuk, dua buku ini layak di baca untuk mengadirkan keceriaan sendiri di hati anda yang sedang gundah. Dan saya juga baru membaca di milis kalau buku Gege mengejar Cinta akan di film kan. Ngga sabar rasanya melihat orang-orang gila di dalam cerita tersebut dapat saya lihat secara kasat mata. Mengenai buku Lelaki Terindah nya Andrei Akasana, saya cuma bisa bilang wooww. Rasanya ini novel percintaan sesama jenis pertama yang saya baca. Buat menambah wawasan tentang dunia percintaan sesama jenis, novel ini memang layak untuk di baca. Dan sedikit catatan buat kalian-kalian yang ragu dengan orientasi seksual nya, jika anda tidak mau terperosok saya tidak menganjurkan untuk membacanya, tapi jika memang mau tahu, mau melihat gimana beratnya perjuangan cinta pesangan sesama jenis atau bahkan mau terjun di dalamnya. silahkan di baca... mengenai bukunya Melly, saya melihat sesuatu yang unik dari cerita-ceritanya. Mungkin kalo beberapa tema ceritanya lebih dewasa, akan terlihat lebih baik. Tapi bukunya Melly oke kok buat di baca.

Paling tidak satu hari kemaren, saya tidak mengalami gangguan sedikitpun untuk menuntaskan buku-buku tersebut. Saya memang harus menyediakan waktu khusus untuk membaca buku seperti ini. Saya paling tidak bisa memenggal-menggal untuk membaca buku-buku seperti novel, karena karena selain kurang seru menurut saya buku itu adalah satu kesatuan yang utuh dari kata per kata, kalimat per kalimat, halaman per halaman, dan bab per bab. Mungkin kalau cerita kumpulan cerpen seperti bukunya Melly saya masih bisa untuk memenggalnya. Soalnya tidak ada satu kesatuan cerita antara bab per bab. Oh ya terakhir saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1426 H.

08 February 2005

Si Goiq Di Mata Kerabat Dan Sahabat

Lagi ngga tau mo ngetik apa, soalnya CPU sampe detik ini belom sampe di kamar tercinta. Biasanya kalo posting buat blog pasti ngetiknya malem, ngga siang bolong kaya sekarang. Jadi saya mo pastein testimonial dari temen-temen saya di friendster. paling ngga kalian bisa sedikit punya bayangan tentang gimana si goiq sebenernya.

Otong (Adek tercintah sejak 4 tahun silam)
Kakak gw sejak 3 taon yang lalu,baek,gokil,ramah,manja kaya anak kecil padahal udah bau tanah,suka meluk (god i hate ur hug hehe),jarang mandi,suka nganggu anak kecil,dan tidak suka menabung hehehe.Tapi i must admit,dia ini sodara terbaik yang bisa lo punya,through thick and thin,thanks for this years bro,cepet nikah ya !

Posman (Temen Kuliah Di UI)
Yg gw tau ttg arie, dia itu anak yg sombong. Ampe2 ninggalin kita di Depok dg tiba2. Tiada perpisahan lagi. Langsung aja cabut ke Palembang. Gimana sih! Bilannya sih mau cuti kuliah, taunya.. kecantol ama awewe Unsri. SO, dia sekarang jauh dari kita di UI. Sedih bgt sih, gak ada wong kita lagi di Krim. Tp, ya udah deh.. asal di senang disana, saya pun senang disini. Btw, bisa2nya sih kita ketemuan di Depok. Bener kata nenek gw, dunia cuma selebar daun kolor eh, kelor. Melalui friendster ini, gw tau kalo ternyata doi anak yg doyan...berpose. Mau bikin VCD KamarMandi 2 emangnya, ri?

Riska (Mantan Rekan Seprofesi)
Hmmm.... Arie Gilo...He's the one of an attractive man I've ever known:P. Orangnya sok asik, sok gaul, sok gaya, sok keren, dan belagu hihihihi. But the rest of that arie itu hmmm hmmm kalo bokek suka teriak² biar dipinjemin duit, abis itu suka pasang muka melas ke gw kalo belom makan dengan maksud minta di traktir tapi lebih dari itu dia orangnya LUCU, KOCAK dan KONAK ehh salahh...yaa pokoknya begitulah arie...buat dia aku ini temen cewek nya yg paling baik, paling ngerti dia dan penuh perhatian hihhi.. tul kan rie:P.

Femmy (Mantan Pacar)
Aiq tuh enak diajak ngobrol, orangnya open-minded dan punya wawasan yang luas. Sifat baeknya cuma itu deh kaya'nya. Sisanya: Aiq itu NARSIS sejati, nyebelin, SU (sok uimut), sok teu dan tengil setengah mati. Tambahan lagi: Aiq tuh 'prince of thieves'. Slaen berhasil 'curi' hati Femz, juga 'curi2' kesempatan dalam kesempitan, dia juga 'curi' --- *blushing* Hahaha. Bottom line: Dia orang gila dalam hati Femz yang dah bikin Femz bahagia. He makes my world so colorful... Luv ya, Aiq...

Roderick (Temen SMP)
Arie"pitaq" Ardiansyah......udah kenal dari SMP, deket2x ama dia pas sekelas waktu kls 3....(ga beda ama testi lo), anaknya rame(terlalu rame....)ramah, ada tutur kata...and kayanya loyal ya....tulisannya jago!!!baca aja blog-nya. dulu doi sering diledekin ama anak2x....(gw ga termasuk ya 'rie)kasian deh...tapi dasar anaknya kuat n keras kepala, he found his own way to prove everything that those people talked behind him was wrong....very nice-straight chap n lucky for those who has won his heart....good luck for your journalistic career dude!!!juz KEEP IT REAL!!!!

Pipit (Temen Chatting n Blog)
Pitax...*kalem* :P Ni tipe co *masih cowok kan lu?* yang paling gue rindukan sepanjang masa karena “kebebasannya”. Mo ngapain, kapan, dimana, suka2 dia aja. Terbukti kan dari foto2 bugilna di blog wekakaka. Eh gue pengen bilang yeh, rahasiyah niiiy *tadinyaaa siii*...Pitax tuw melankolis sebenerna ahauhauhaua puaasss juga guee Taaax *jepret pake gelang karet*. Ngga nyangka kan? Elu elu pada taunya dia narsis, gila, dan jadi anggota PHU (Persatuan Homo Undernet) kan? Pokona, Pitax tuw melankolis, sensitif, kurang ajar *ngakak*. Gue punya bukti2nya dah pokona, dalam bentuk pv-an irc and sms kikikiki. Buat Pitax...gue pernah kek elu, jd gue ngerti, itu tuuw yg kita omongin di irc tp putus gr2 gue off duluan, inget kan? Kadang kita yg disalahin Tax, sementara mereka ngga tauk apa2. Pokona yg terbaik ajalah buat semua pihak :) *testi semi curhat* LOL

Sekar (Pacarnya Dony -sepupu saya-)
K aik,,,,Apa Yach???!!satU haL yang sekaR suKa daRi dIa, AdlAh mau Jdi "TONG SAMPAH". koQ gitu??? iya Nech,tiAp rIbut sMa doNy paSti suka cUrhatNya sama Maz Yang aTU ni.daN cuRhat2 yang LaEn juga dech.seJauh ini KeNal SamA ka Aik bAeK laH.taPi gaK taHu Kalo' tar.muDh2n aJa Gak,K. :-p

Lita (Sepupu)
kak aik tuh tipe mahluk yang "kakak bgt".cause aku ga punya saudara yang bisa diajak curhat jdlah k aik tuh tong sampah yang buesarr buat diisi, example...........pas kemaren wkt aku brantem ma ela,cuma dialah seorang yang bisa diajak berbagi penyesalan karena da marahin ela,,but,,dengan nyebelinnya dia bilang "ta' penghuni terakhir dah mulai sudah ye",,,tut..tut..tut.hari gini di begituin BETE,,,,,thats all

Dedy Minten (Temen SMA n Pencinta Alam)
arie ni adalah salah satu fans g waktu di sma....he9x :p upss sorry ntar si ari marah....ni dia temen g yg paling aktif+baek waktu ngegebet si echi, masih inget men waktu si echi mo brangkat ke linggau, ni anak yg manasin g biar nganter ke stasiun plus minjemin g duit beli coklat buat dikasih ke echi...(mpe skarang g lupa trima kaseh ma lo....ARIGATHO GOJAIMAS buat duitnya), ari tu orangnya sangaaaaaaaaaaat baek skali,ngakunya saingan dia waktu ngegebet si echi padahal g ga mrasa disaingi soalnya g yakin dpet.....he9x bercanda coy, anaknya lucu (saking lucunya jd gemes pengen nampar ni anak...HUAK..HA..HA..HA..HA!!), temen yang enak klo diajak crita dan diskusi (apalagi klo crita "esek-esek" paling antusias banget...),playboy abis (jgn marah coy ni kata harly n the gank lho :p)....pokoknya yg namanya ari tu temen yg keren,funky, gaul abis...(ri g dpt apa nih muji lo??)...woii men kapan kito barengan diksar lg,kabari aku ye....salam lestari....he9x

Iin alias Mince (Adek Kandung)
hueheuh, mance...mance...., banyak gayo nian kau neh. kak aik tu panggilan di rumahnyo mance.... soalnyo dio galak maeni rambut aku, jadi kupanggil bae dio mance, kekekek. mance tu sok gayo, genit nian men jingok kamera. tapi dio tu sikok2nyo wong di keluargo aku yang paling baek, hueheuheu, hidup mance, jangn sampe kalah samo joni n rudi ye.

Hendri (Adek Kelas di SMA)
mang arie ini adalah sosok seorang germo sejati,hahahahaha...............tapi biar begitu dia orang yang baek hati,walau kadang rada gila,tapi orang yg bisa diajak curhat.huh.....cepet kawin gek keno langkah aku samo otong

07 February 2005

Menjelang Seperempat Abad

Bulan April nanti saya genap berusia seperempat abad, dan di usia yang bisa di bilang sudah cukup matang ini saya malah masih berkelakuan seperti ABG, setidaknya begitu kata orang-orang di sekitar saya.

Saya masih suka pakai tas ransel, sementara teman-teman saya sudah mulai meningalkannya. Mereka lebih suka memakai tas ala pegawai-pegawai kantoran. Padahal banyak yang sebenernya belum punya pekerjaan.Pada dasarnya saya bawa tas ransel bukannya buat bergaya. Tas ransel saya malah dari pertama di beli dua tahun lalu sampai sekarang belum pernah yang namanya di cuci. saya pakai ransel karena kebetulan saya tipikal orang yang kalau bepergian suka ngga inget pulang, jadi di dalam tas saya selalu tersedia yang namanya sikat gigi, handuk kecil, baju dan cd ganti. Selain itu tidak lupa tersedia satu atau dua buku bacaan yang saya baca di kala sedang menunggu ataupun sedang bosan. Bisa dibayangkan jika semua barang itu ada di dalam tas ala pegawai kantoran yang di selempangkan di pundak... Berat man !!!

Saya lebih suka memakai kaos yang ngepas di badan serta celana jeans dan sendal jepit daripada memakai kaos berkerah, celana dasar dan sendal kulit ala pria-pria esmud. Bukannya ngga mau make, tapi lucu aja geto loh. Saya ngerasa kaya om-om. Padahal saya emang udah jadi om-om beneran *ngakak*. Kalo di pikir-pikir saya toh bukan esmud, ngapapin juga berpenampilan ala esmud ?

Teman-teman saya bilang kalau saya adalah orang yang malas, suka menghambur-hamburkan uang orang tua, dan tidak punya pemikiran untuk masa depan. Huhuhu... Itu adalah pemikiran yang sangat keliru, karena di saat teman-teman saya baru mulai merancang masa depannya sekarang, saya sudah jauh-jauh hari sebelumnya merancang masa depan itu. Di saat mereka masih senang berhura-hura menghabiskan masa sekolah dan kuliah yang indah, justru saya sudah memikirkan mo jadi apa saya kelak, bahkan saya sudah mempersiapkan pola untuk mendidik anak-anak saya. Dan saya juga bukan anak tidak tahu diri yang sampe umur segini masih teriak-teriak sama bapaknya minta duit segini dan hari ini juga harus ada. Huh.. salah besar. Jika anda mau tahu berapa jumlah uang bulanan saya yang saya terima dari bapak saya. Cuma 200 ribu rupiah ! dan itu pun tidak saya dapatkan sekaligus, melainkan dua minggu sekali. Kalaupun saya bisa beli baju, celana, sendal dan tetek bengek lainnya tanpa harus meminta uang tambahan, itu pinter-pinternya saya saja :P

Ada seorang kampus saya yang baru mendapatkan pekerjaan selalu bercerita betapa capeknya bekerja, sampe sabtu dan minggu pun harus istirahat di rumah supaya senin nya bisa fresh. Dan dia menasehati saya supaya menghargai waktu, supaya menghargai orang tua yang capek membanting tulang untuk mendapatkan nafkah karena dia baru tahu betapa bekerja itu sangat melelahkan. Huhuhu.. makasih sarannya bro, tapi menurut saya, kamu terlalu berlebihan. Dan itu sangat menyebalkan ! Mulut kamu selalu berceloteh tentang capeknya kerja, susahnya mencari uang dan bla bla bla lainnya. Kamu menjadikan kerja sebagai pembenaran untuk tidak bisa kumpul sama teman-teman, untuk membanggakan diri kamu lebih dari yang lain, untuk sebebasnya menyindir temen-temen kamu yang belum kerja. Memang sih itu urusanmu sendiri. tapi percayalah... Cepet atau lambat, kamu bakal kehilangan temen. Dan satu hal yang perlu kamu tahu, saat kamu masih sibuk-sibuknya dengan urusan kuliahmu, saya sudah terlebih dahulu banting tulang buat diri saya sendiri. saya sudah tau gimana capeknya kerja, saya sudah tahu nyari duit itu susah. Kerjaan saya dulu lebih berat dari kerjaan kamu sekarang ini, karena saya dulu terkadang mesti begadang sampe pagi untuk mendapatkan uang yang ngga seberapa besar. Tapi saya nga menjadikan itu sebuah alasan untuk tidak berkumpul sama temen-temen, saya bisa dugem bareng temen-temen, masih bisa nginep n begadang bareng. Dan saya juga tidak menjadikan pekerjaan saya sebuah alat untuk membanggakan diri sendiri, karena saya tahu di atas langit masih ada langit. masih banyak yang jauh lebih baik daripada saya.

Nb : Saya di usia menjelang 25 tahun, sudah punya rancangan masa depan yang siap saya jalankan. Di saat orang lain masih mereka-mereka mau jadi apa mereka nanti, saya sudah tinggal menjalankan apa yang saya rencanakan dari jauh-jauh hari. Itulah yang membuat saya selalu terlihat santai dan selalu terlihat optimis. Satu sifat dari bapak saya yang saya pelajari sedikit demi sedikit. Jangan sampai masalah apapun mengganggu tidurmu, karena itu membuatmu lebih tua secara fisik esok hari. Sama seperti bapak saya yang kata orang masih terlihat berusia 40 an di usianya sekarang yang hampir mendekati 60 tahun. Sayapun seringkali masih di kira anak SMA atau mahasiswa baru. dan itu artinya resep awet muda bapak saya sudah sukses saya terapkan. Hahahahaha....

05 February 2005

Ulah si Coli

Maaf beribu maaf, sudah beberapa hari saya tidak bisa ngeblo. Bukannya saya sengaja, tapi akses telkomnyet di komputer gwe lagi ngga beres. Dan setelah di selidiki lagi ternyata kesalahan bukan pada pesawat televisi anda jaringan telkomnyetnya melainkan salah komputer gwe yang dogol *sungkem sama mbah telkomnyet*. Dan kemaren komputernya saya bawa ke Bobby Komputer untuk di service, dan terpaksalah saya tidak bisa online. Ini aja bela-belain malam mingguan di warnet. Ada apa di palembang ???

Semenjak saya memelihara COLI (baca postingan sebelumnya), saya punya kesibukan baru di rumah sembari menghabiskan masa liburan kuliah yang membosankan. Saya rajin membaca artikel tentang memelihara hamster dan langsung saya praktekkan. Dua hari pertama COLI yang saya pelihara di kandang kaca (baca : akuarium), saya letakkan di dalam kamar. Saya cuma berpikir saat itu bahwa hamster adalah binatang malam yang sepanjang siang menghabiskan waktu dengan tidur dan aktif di malam hari. Dengan meletakkannya di kamar, saya bisa melihat betapa hyperaktifnya mereka di malam hari. Dua hari pertama memang tidak ada masalah apapun. Tapi memasuki hari ketiga saya mulai merasa dirugikan dengan kehadiran COLI di kamar saya. Di tengah malam saya terbangun dan melihat pemandangan tidak senonoh yang sedang COLI lakukan. Mereka sedang ber doggy style ria alias kawin. K...A...W...I...N !!! Sungguh sangat tidak sopan, mereka kawin di depan mata saya, sementara saya saja yang sudah berumur hampir 25 tahun saja belum pernah melakukannya sekalipun, dan dari hasil hubungan itu yang saya curigai sudah berlangsung sejak malam pertama mereka berada di kamar saya, saya kini melihat perutnya Lily mulai membuncit. Ini dapat saya maklumi mengingat usia kehamilan hamster yang cuma 20 hari. Tapi yang paling parah, kamar saya yang biasanya harum semerbak mendadak kini tercium bau pesing di mana-mana. Padahal setiap hari itu kandang saya bersihkan, dan saya tidak lupa menebar serbuk kayu baru setiap hari. Dan atas dasar itulah saya pun memutuskan untuk memindahkan kerajaan mereka ke belakang dekat akuarium ikan mas koki. Dan masalahpun terpecahkan.

Terlepas dari masalah satu ternyata ada masalah yang lain, palembang dua hari terkahir ini di guyur hujan yang sangat lebat. Dan sudah bisa di tebak. Banjir dimana-mana. Saat saya sedang menuju warnet ini saja, semua jalan keluar dari rumah saya di kepung banjir yang berbeda ketinggiannya. kadang-kadang saya terpaksa memutar arah dan mencari jalan tikus untuk menghindari banjir. Tapi tetap saja harus ada beberapa bagian yang harus saya terabas. Dan bagi pengendara motor seperti saya, menerabas banjir berarti harus siap dengan konsekuensi motor mogok. Tapi untunglah hal tersebut tidak terjadi. setidaknya waktu pergi saya selamat, tidak tahu pas waktunya pulang nanti. Mudah-mudahan banjirnya sudah sedikit surut. Hehehehe



01 February 2005

C O L I

Heiittssss, jangan pada berasumsi negatif yah liat judul di atas, ini sama sekali ngga ada hubungannya dengan seks swalayan alias masturbasi alias coli itu sendiri. Jadi ??? Begini ceritanya... Pagi tadi saya pergi dengan sepupu saya Doni yang ingin membelikan sepasang hamster untuk pacar tercintanya Sekar, maka mulailah kita menjelajah pasar yang biasa menjual binatang-binatang. Tapi ternyata di pasar itu hamster yang ada jumlahnya sangat sedikit dan kualitas nya sangat buruk. Lalu kita pun menuju ke salah satu pet shop yang terkenal di kota Palembang ini. Walaupun kita tahu harga binatang-binatang yang di jual di sana sedikit mahal, tapi paling tidak di sana mutu binatang tersebut sangat terjamin. Dan ternyata saudara-saudara... Yang tadinya berniat membeli hamster itu adalah Dony, ternyata yang paling semangat memilih adalah saya sendiri.Saya pun akhirnya tergoda juga untuk membeli sepasang hamster lokal yang harganya jauh lebih murah daripada hamster impor yang di beli Dony untuk kekasih tercintanya.Soalnya kalo di pikir-pikir beli yang mahal kalo nanti mati, kan sayang duitnya *kikir mode on*. Dan saya pun langsung memutuskan untuk memberi nama pada keduanya. Yang jantan saya Beri nama Coco dan yang betina saya beri nama Lily, kalu memanggil mereka simpel aja. Cukup Coli *ngakak*. Dan saya pun terpaksa merogoh sedikit kocek untuk memesan kandang bagi sepasang hamster yang saya beli tadi. Soalnya membeli kandang jadi harganya jauh lebih mahal. jadi saya dan Dony memutuskan untuk mengupah orang membuat kandang bagi hamster-hamster kami.

Sesampainya di rumah saya dan Dony memberi makan para hasmter. Disini ternyata kekikiran saya tadi sangat berguna. Si Coli yang saya beli ternyata makannya gampang banget. Cukup di kasih irisan wortel dan mereka langsung lahap menyantapnya, sedangkan hamster impor nya Dony kurang suka makan wortel yang kami beri. Cuma memang hamster impor ukuran fisiknya lebih mungil daripada hamster lokal. Dan raut wajahnya hamster impur jauh lebih cute daripada hamster lokal yang punya tampang ketikus-tikusan. Hehehehe...

Sorenya selepas mengurus hamster-hamster, saya, Dony dan kekasihnya Sekar pun menghabiskan malam indah dengan berkeliling-keliling kota palembang. Soalnya ini malam terakhirnya Dony di Palembang sebelum dia bertolak ke Bandung besok pagi. dan kita pun sempat mengabadikan keindahan kota Palembang di waktu malam dengan kamera ponsel nokia 6600.