29 March 2005

Saya Pulang !!!

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Maaf sudah menunggu lama. Saya sudah kembali dari pendakian hari Minggu lalu. Untuk saat ini saya posting foto-foto nya dulu. Ceritanya menyusul, karena jari tangan saya sedang sakit gara-gara terluka di sana.

22 March 2005

Mohon Doa Restu

Buat semua pembaca setia blog saya, saya mohon doa restu kalian semua karena pada hari Kamis tanggal 25 Maret mendatang saya akan melangsungkan akad nikah melakukan pendakian ke Gunung Dempo. Pendakian ke Gunung Dempo kali ini sebenarnya adalah yang ketiga kalinya untuk saya. Tetapi yang jadi persoalan disini, terakhir kali saya melakukan pendakian ke sana adalah 7 tahun yang lalu, tepatnya saat saya masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Kali ini rencananya saya akan mendaki bersama 10 orang teman-teman saya, 2 di antaranya wanita. Pendakian kali ini lebih bersifat reuni, karena kami ber-enam sama-sama sudah lama sekali tidak melakukan pendakian. Karena itulah kami telah merencanakan segala sesuatunya sejak 2 minggu yang lalu. Mulai dari urusan uang transport, latihan fisik dan benda-benda keperluan yang harus kami bawa seperti jaket, tenda, , sleeping bag, nesting, kompor paraffin, senter, korek api, dan sebagainya.

Karena nantinya ada 2 orang wanita di tim kami, tentunya kami sebagai laki-laki akan lebih sering membawa carryl sepanjang pendakian. Belum lagi rintangan-rintangan yang akan kami temui di sana. Karena itulah saya memohon doa restu kepada kalian semua, semoga pendakian saya kali ini berjalan lancar dan mohon di hindarkan dari segala macam bencana. Saya berjanji, sekembalinya dari sana akan bawakan oleh-oleh liputan secara detail perjalanan kami beserta foto-foto tentunya. Terima kasih atas doa restunya...

21 March 2005

Penampilan

"Iq, perasaan gw loe tambah item deh. Muka loe itu tuch... Ihhh, udah berminyak, jerawat di mana-mana dan noda-noda hitam bekas jerawat. Ini lagi lengan loe, udah hitam terbakar begini, mengelupas dimana-mana lagi. Makanya kalo bawa motor tuh pake jaket dan sarung tangan dong. Trus ngga ada salahnya kan pake sun block dan pelembab. Belum lagi perut loe meleber kemana-mana. Diet donk !!! Biar cowo, loe juga harus jaga penampilan. Hari gini penampilan itu penting Iq"

Begitulah kritik habis-habisan yang saya dapatkan dari seorang sahabat saya beberapa hari yang lalu. Apa iya sih penampilan itu penting ? Saya selama ini bukan orang yang terlalu pusing ngurusin penampilan fisik saya. Paling jauh saya membasmi jerawat dengan maskeran. Bukannya genit, tapi jerawat di muka saya khususnya jerawat yang besar-besar terkadang suka membuat kepala jadi pusing. Makanya terkadang saya getol banget membasmi jerawat dengan berbagai cara, termasuklah itu maskeran. Kalo urusan pakaian, selama semua masih matching dan warnanya ngga tabrakan bagi saya sudah cukup. Trus satu lagi yang penting, ngga pakai parfum bukanlah suatu masalah besar, tapi bau badan... jangan sampe !!! Makanya saya selalu bawa benda yang bernama Rexona Roll On For Men kemanapun saya pergi. Tapi ternyata apa yang sudah saya lakukan masih saja kurang di mata teman-teman saya. Sebenarnya kalau yang mengkritik saya adalah seorang wanita, mungkin saya bakalan malu besar. Tapi yang kritik saya ini cowok loh. Hohoho... Agak aneh dan bikin bulu kuduk merinding.

Menurut saya kalau seorang laki-laki cuma sibuk mengurusi penampilan fisik semata, apa tidak kelewatan ? Tidak terlalu genitkah ? Lagipula buat apa punya wajah dan penampilan yang rupawan tapi ngga punya kemampuan ? Tapi ketika hal itu saya katakan kepada teman yang mengkritik saya tadi, dia malah menjawab enteng " mendingan ngga punya kemampuan tapi punya penampilan yang bagus, daripada sudah jelek, penampilan acak kadul dan tidak punya kemampuan pula. Paling tidak kita masih punya sesuatu yang bisa di banggakan." Hahahaha... Sayapun cuma bisa ketawa. Bukan menyindir saya kan bro ??

19 March 2005

Septika Sherliyani

Dia adalah mantan pacar saya ketika masih duduk di kelas 2 SMA. Waktu itu kita sama-sama duduk di kelas yang sama. Yang saya suka dari dia adalah sifatnya yang perhatian, badannya yang mungil, kulitnya yang hitam manis, rambutnya yang panjang dan sering di kuncir dua, dan pembawaannya yang ceria. Kami berpacaran memang hanya 4 bulan, dan kemudian putus ketika naik kelas dan berbeda kelas. Sherley (begitulah dia di panggil) adalah salah satu di antara sekian banyaknya pacar saya yang tidak pernah saya cium baik itu pipinya, keningnya maupun bibirnya. Karena jujur saja, saat itu saya belum kenal yang begitu-begituan. Saya masih seorang goiq yang bau kencur dalam urusan percintaan. Untuk sekedar di ketahui, Sherley adalah pacar saya yang ketiga. Dan masih bisa di kategorikan sebagai cinta monyet.

Tapi ada satu peristiwa yang membuat saya mau tidak mau dan suka tidak suka harus selalu mengingatnya. Saat saya mengutarakan semua perasaan cinta di dalam hati saya padanya, dia tidak menjawabnya dengan kata-kata. Hanya sebuah senyuman yang dia berikan, tapi setelah itu kami jadi benar-benar dekat layaknya orang yang berpacaran. Saya berasumsi saat itu bahwa diam berarti setuju, dan asumsi saya saat itu juga di dukung oleh teman-teman saya dan teman-teman Sherley sendiri. Bahwa perasaan cinta tidak harus di ucapkan dengan kata-kata. Yang menjadi masalah adalah ketika saya akan memutuskannya, saat itu tanpa saya sangka dan tanpa saya duga Sherley berkata pada saya bahwa 4 bulan kebersamaan kami itu bukanlah hubungan percintaan. Itu dia perkuat dengan tidak adanya pernyataan cinta dan sayang yang keluar dari bibirnya selama 4 bulan kebersamaan kami itu. Woow, untuk pertama kalinya saya sangat terkejut dengan sikapnya. Tapi saya pikir, bukankah suatu hal yang bagus jika dia tidak pernah menganggap kami berpacaran. Saya malah berpikir dia akan menangis meraung-raung meminta saya jangan memutuskannya. Hahahaha.

Setelah itu hubungan kami menjelma menjadi suatu hubungan persahabatan. Sifatnya yang perhatian itu masih di tunjukkan kepada saya bahkan hingga saat ini. Setelah kami lulus dan kemudian saya pindah ke Jakarta, kami masih rajin berkirim surat. Tapi setelah saya beberapa kali pindah tempat kos, saya mulai malas membalas suratnya. Lagipula berkirim surat hanya menghabiskan uang bulanan saya yang memang sedikit itu. Tetapi Sherley tidak pernah absen mengirimkan kartu ucapan Selamat Idul Fitri dan kartu ucapan Selamat Ulang Tahun yang dia kirimkan kepada saya. Saat saya liburan ke Palembang pun kami sempat beberapa kali bertemu. Dia bahkan masih ingat bahwa saya sangat suka sama ayam. Dia memberikan kado patung ayam jago yang masih saya simpan sampai sekarang. Sherley memang perhatian, saya benar-benar tersanjung dengan semua perhatian-perhatiannya. Dia tidak pernah lupa mengabari saya tentang apapun juga.

Hingga tadi pagi saya di bangunkan ayah dari tidur karena ada telepon. Ternyata adiknya Sherley yang menelpon saya. Dia memberi sebuah kabar duka yang sangat mengejutkan, bahwa kemarin Sherley telah berpulang ke Rahmatullah karena gagal ginjal. Saya hanya terpana dan kemudian melafazkan Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Bahkan dia tidak lupa untuk mengabari saya tentang kepergiannya. Sher, saya benar-benar kehilangan seorang sahabat seperti kamu. Saya akan sangat kehilangan perhatian-perhatian dari kamu. Selamat jalan Sher, semoga kamu mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT. Amien

Nb : Dalam dua bulan terakhir ini saya sudah kehilangan dua orang teman sekelas saya di bangku kelas 2.11 SMA Negeri 3 Palembang, saya baru mengetahui kalau sahabat saya yang juga sahabat Sherley yang bernama Haruman Lega Kesuma juga telah mendahului kita semua. Sekali lagi saya melafazkan Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Semoga kalian berdua mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Amien

18 March 2005

Kebersamaan Itu Masih Ada (Dats Judul Loe Gwe Contek)

Seperti yang sering saya ceritakan sebelumnya, saya mempunya sahabat-sahabat karib di kampus. Tapi dari sejak liburan panjang semester lalu hingga sampai semester ini telah berjalan satu bulan, kita sudah mulai jarang bisa berkumpul sama-sama lagi. Ini di karenakan teman-teman saya yang sudah menjadi pegawai kantoran dan jadwal kuliah kita yang berbeda. Tidak ada lagi kumpul-kumpul dan begadang bareng tiap week end, sudah mulai jarang telpon dan sms ria kecuali menelpon dan sms tentang jadwal kuliah, tidak ada lagi curhat-curhatan bareng dan saya paling kehilangan kegilaan-kegilaan yang sering kita lakukan bersama.

Tadi malam setelah mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa, kebetulan saya bertemu dengan Aan, Siduy n Adjie. Karena jalan pulang kita yang satu arah, kami pun berjalan beriringan dengan sepeda motor kami masing-masing. Hingga kemudian kami tiba di perempatan GOR Bumi Sriwijaya. Entah siapa yang memulai, tahu-tahu kami berempat sudah sepakat untuk berbelok dan makan di GOR. Di sana kami bercerita-cerita seperti dulu dan betapa kami sangat merindukan saat-saat seperti ini. Benar kata Didats, kebersamaan itu masih tetep ada. Dan semua juga masih tetap gila seperti dulu. Ternyata menjadi pegawai kantoran tidak melunturkan kegilaan mereka. Mau tahu kegilaan apa yang kami sepakati bersama tadi malam ?? Kami sepakat mo ikutan audisi AFI 2005 di Novotel hari Sabtu besok. Huahuahuahuahua... Jangan lupa nonton di Indosiar yah, siapa tahu wajah saya bakal muncul di sana biarpun cuma satu detik.

17 March 2005

Bayi Hamster = BELAGU

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Saya mo cerita tentang bayi-bayi nya Naxia yang sekarang udah berumur 12 hari. Sekarang tubuh mereka sudah mulai di tumbuhi bulu-bulu halus yang berwarna putih, tapi matanya masih belum membuka. Naga-naganya semua anak-anaknya Naxia bakalan ngikutin jejak nyokapnya berwarna coklat krem. Paling ngga begitulah prediksi saya. Tapi terus terang saja, bayi-bayi hamster menurut saya adalah bayi-bayi paling belagu yang pernah saya lihat di bandungkan dengan bayi-bayi binatang lain.. Kenapa saya bilang paling belagu ?? Gimana ngga belagu, mata mereka saja belum membuka alias masih buta (otomatis), tapi sok teu banget pada keluar dari sarang dan berjalan-jalan kesana kesini. Tinggalah si Naxia kerepotan menggigit mereka satu per satu kembali ke sarang. Dasar belagu, tetep aja mereka jalan-jalan lagi. Akhirnya si Naxia capek sendiri dan ngebiarin aja anak-anaknya pada jalan-jalan. Tapi ujung-ujungnya,si Naxia mau ngga mau dan suka ngga suka harus kembali menggigit anak-anaknya kembali ke sarang. Gimana ngga, yang di luar sarang pada tereak-tereak minta susu, sementara gimana mo balik ke sarang kalo ngeliat aja belom bisa. Huhuhu, dan saya ngga bisa berbuat apa-apa karena berdasarkan yang saya baca di buku, bayi hamster berumur kurang dari 3 minggu belum boleh kena bau manusia.

Beda banget kan sama bayi-bayi binatang lain. Bayi kucing aja sebelum bisa melek masih betah-betahnya tidur di sarang. Sudah melek aja masih belum berani keluar jauh-jauh tanpa induknya.Bayi anjing sama aja. Anak ayam, senakal-nakalnya tetep aja ga berani jauh-jauh dari induknya. Gitu juga anak burung, keluar sarang kalo udah waktunya belajar terbang. Nah ini, masih buta belagu. Saya cuma bisa ketawa gemas ngeliat pola tingkah bayi-bayi hamster ini. Tapi mo di apain lagi, selama mereka sehat-sehat saja, saya sih senang-senang saja ! Oh ya, saya sudah menyiapkan nama yang lucu untuk mereka. Tapi belum bisa saya beri tahukan sekarang. Lah, bayi-bayi hamster itu saja bentuk dan warnanya masih sama semua. Tunggu beberapa hari lagi yah...

14 March 2005

Saya Sibuk !!!

Saya sibuk...
Itulah faktanya !
Terlalu sibuk dengan jadwal tidur saya
Teralu sibuk ngomel dengan jadwal kuliah
Terlalu sibuk buat persiapan naik gunung
Terlalu sibuk memantau perkembangan bayi hamster
Terlalu sibuk dengan penyakit dalam tubuh saya
Terlalu sibuk dengan aktifitas tidak jelas

Tapi saya benar-benar sibuk
Walaupun saya tidak tahu...
Saya ini sibuk untuk apa ?
Apa yang saya dapatkan dari kesibukan ini ?
Dan mengapa saya selalu sibuk ?
Yang jelas...
Saya sibuk !!!

10 March 2005

Rahasia

Image hosted by Photobucket.com

Saya adalah orang yang paling tidak bisa menyimpan sesuatu di dalam hati. Saya lebih suka untuk berbagi bersama beberapa orang teman untuk menanyakan pendapat dan solusi dari mereka. Selain itu dengan berbagi kepada teman-teman, ada perasaan lega di hati karena beban saya sedikit berkurang. Tetapi sering kali pada kenyataannya, apa yang saya ungkapkan ke teman-teman saya langsung menyebar ke khalayak ramai. Dalam sekejap, semua orang tahu apa yang menjadi masalah saya. Dan menurut saya itu sangat menyebalkan.

Ketika saya bercerita kepada teman-teman yang saya percaya, saya tidak pernah berkata "jangan bilang sama siapa-siapa yah?". Karena saya pikir sebagai teman dekat, mereka tentu sudah tahu hal-hal mana yang bisa untuk mereka ceritakan kepada orang lain lagi dan mana yang tidak. Selain itu justru dengan adanya embel-embel "jangan bilang siapa-siapa", teman saya pasti akan bercerita kepada temannya dan temannya lagi juga dengan embel-embel "jangan bilang siapa-siapa". Tetapi pada kenyataannya, baik itu hal yang sifatnya sangat rahasia maupun yang tidak, cepat atau lambat semua orang pasti akan tahu rahasia saya. Hari gini tampaknya adalah hal yang lumrah untuk menceritakan aib dan rahasia orang lain kepada khalayak ramai. Pernah suatu saat saya berbagi cerita dengan pacar saya saat itu tentang seorang teman satu kelas kami. Dan ironisnya, keesokan harinya orang tersebut sudah tahu apa yang saya ceritakan justru dari mulut pacar saya sendiri plus tambahan sebuah pesan, "jangan bilang lagi sama pacar kamu kalo aku yang kasih tahu". Lah jadi bingung kan ??

Sekarang saya tidak tahu lagi harus percaya pada siapa untuk membagi beban di hati saya. Saya memang masih punya teman yang benar-benar masih bisa saya pegang mulutnya. Tapi jumlahnya hanya 2 orang, sementara saya harus mendengarkan sedikitnya pendapat dari 5 orang yang berbeda untuk membantu memecahkan masalah saya. Sedangkan saya paling tidak bisa bercerita kepada teman-teman tentang suatu masalah seolah-olah itu masalah orang lain. Saya lebih suka jujur bahwa itu murni masalah saya, sehingga mereka juga akan sepenuh hati mendengarkan dan membantu memecahkan masalah tersebut. Tampaknya saat ini, kita sudah bisa memasang iklan yang bunyinya seperti ini : DICARI !!! ORANG YANG BISA DI PERCAYA !!!

08 March 2005

Surprise

Image hosted by Photobucket.com

Kalo melihat gambar di atas, pasti banyak yang salah sangka. Teman-teman saya banyak yang mengira kalo foto di atas adalah adalah foto anak burung di dalam sarangnya. Salah besar sodara-sodara. Foto itu adalah gambar anak-anaknya Naxia yang lahir malam minggu kemaren. Akhirnya bayi-bayi hamster lahir juga di rumah saya. Anak-anaknya Naxia ada 5 ekor, semuanya tampak lengket satu sama lain, belum ada bulu dan matanya belum terbuka. Sepintas persis sekali seperti anak burung yang baru menetas. Naxia juga termasuk ibu yang sayang pada anak-anaknya. Kalau berdasarkan yang saya baca di buku bahwa induk hamster akan memakan anak-anaknya bila suasana terlalu berisik atau terlalu sering di lihat, tidak demikian halnya dengan Naxia. Jika saya melihat sarangnya, dia dengan senang hati akan memamerkan anak-anaknya kepada saya. Jumlah anak-anaknya pun sampai hari ketiga ini masih utuh. Tidak ada satupun yang di makannya. Sampai hari ketiga ini saya belum memberikan mereka nama, karena semuanya masih tampak sama satu sama lain. Mungkin kalau nanti bulu-bulunya sudah mulai tumbuh dan sudah bisa di bedakan satu dengan yang lain, saya pasti akan menamai mereka. Yah mudah-mudahan saja kelima bayi hamster ini dapat terus tumbuh sampai dewasa kelak. Selamat datang di rumah kami bayi-bayi hamster.

Image hosted by Photobucket.com

07 March 2005

Minggu Penuh Petualangan

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Sebelumnya saya minta maaf kepada pengunjung setia blog saya, karena sudah beberapa hari ini saya tidak sempat untuk up date blog. Ini karena satu minggu terakhir ini saya benar-benar di sibukkan dengan jadwal kuliah yang masih carut marut, di tambah lagi karena kesibukan saya membantu adik-adik di Gerakan Siswa Pencinta Alam (Gersipala) Ganesha SMA Negeri 3 Palembang. Hari Minggu kemaren organisasi yang saya ikuti sejak SMU hingga detik ini saya masih aktif di dalamnya, mengadakan Lomba Lintas Halang Rintang (LLHR). Acaranya sendiri di ikuti oleh 45 tim, dimana satu tim terdiri dari 4 orang personel.

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Saya sendiri mengaku-aku diri sebagai seksi dokumentasi acara. Tidak tanggung-tanggung saya membawa handy cam dan digicam saya untuk mendokumentasikan acara tersebut. Satu hal yang paling saya suka jika Gersipala Ganesha mengadakan acara adalah karena berkumpulnya para alumni atau dengan kata lain terjadi suatu reuni kecil. Dalam lomba tersebut, peserta harus melewati berbagai rintangan seperti berjalan kaki dari SMA 3 menuju pos-pos di wilayah Macan Lindungan yang jaraknya berkilo-kilo meter, merayap di atas Lumpur, memanjat jaring, melintasi rawa, dan menyebrangi sungai. Gaya berpakaian para peserta sendiri sangat beragam, ada yang berpakaian ala petualang sejati, ada yang berpakaian ala ABG masa kini lengkap dengan kaos ketat dan sepatu baletnya, ada yang satu tim berjilbab semua, dan tidak sedikit peserta satu tim yang memakai pakaian seragam. Cuaca kota Palembang yang panas terik kemarin itu benar-benar sangat menyiksa, bukan saja bagi para peserta LLHR tetapi juga bagi kami para panitia. Saya yang pada dasarnya sudah hitam, kemarin merasa bertambah hitam. Kulit saya benar-benar terbakar kemarin itu. Belum lagi di tambah keringat yang mengucur deras. Dan bau-bau badan pun bertebaran tanpa pandang kompromi. Yang menyenangkan dari lomba LLHR tahun ini adalah, banyaknya cewe-cewe cantik nan modis yang ikut serta, sehingga menimbulkan keceriaan tersendiri bagi kami para panitia. Mau lebih jelas ??? Liat aja fotonya...

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Kemaren saya juga sempat jeprat-jepret kamera untuk dapetin foto-foto yang menurut saya bagus untuk di lihat. Tapi di antara beberapa foto yang saya dapatkan, saya paling suka dengan yang satu ini. Judul foto ini simple aja : Langitpun kan kutantang...

Image hosted by Photobucket.com

04 March 2005

Gosip

Adalah hal yang alamiah apabila seseorang melihat, mendengar atau membaca sesuatu lantas kemudian mengeluarkan komentar yang beragam. Buktinya di blog saya dan blog teman-teman yang lain selalu di sediakan tempat khusus untuk berkomentar atas isi postingan. Semua orang mempunyai sudut pandang sendiri dalam mengomentari sesuatu. Saya pikir selama mereka berkomentar pada tempatnya, semua tidak akan menjadi masalah, baik untuk mereka sendiri maupun objek yang mereka komentari. Tetapi kembali lagi pada sifat alamiah seorang manusia yang selalu ingin tahu, selalu sok tahu dan selalu merasa paling tahu tentang sesuatu, maka mulailah beredar komentar-komentar yang tidak pada tempatnya, yang saat ini dikenal orang dengan sebagai gosip. Saya sendiri walaupun bukan berasal dari kalangan selebriti, ternyata tidak luput juga dari yang namanya gosip. Tidak tanggung-tanggung sejak SD saya sudah di gosipkan macam-macam, baik oleh tetangga maupun teman-teman sekolah.

Sewaktu SD dan SMP, teman-teman saya mayoritas adalah kaum hawa. Saya lebih senang bermain dengan mereka daripada dengan teman-teman laki-laki. Bukannya saya tidak pernah sama sekali bermain dengan teman laki-laki, saya masih punya waktu untuk bermain sepeda atau bermain bola dengan teman laki-laki. Tetapi tidak sebanyak waktu saya bermain dengan teman perempuan. Kenapa demikian ? Saya dari dulu lebih suka bermain dengan teman-teman perempuan karena bermain dengan mereka membuat saya jadi lebih pinter. Kenapa ngga pinter kalau mainnya sekolah-sekolahan atau main cerdas cermat. Dan buktinya, sewaktu SD saya selalu masuk peringkat 3 besar di kelas.Tapi ternyata kedekatan saya dengan teman-teman perempuan malah membuat saya di gosipkan macam-macam. Saya di juluki banci oleh teman-teman laki-laki dan tetangga-tetangga saya. Penilaian mereka ternyata hanya berdasarkan pergaulan saya dan bukan karena prestasi saya di sekolah. Saya sempat sangat marah dengan julukan yang demikian itu. Tapi ibu berkata pada saya, jika saya marah dengan olokan itu artinya saya benar-benar seperti yang mereka katakan. Dan sejak itu saya tutup telinga dengan semua olokan dari teman-teman dan tetangga saya. Dan olokan-olokan masih berlangsung sampai saya SMP.

Memasuki bangku SMA, saya gerah juga dengan omongan miring tentang diri saya. Maka sayapun memutuskan untuk introspeksi diri dan bertekad untuk merubah total semua julukan itu. Tidak tanggung-tanggung saya masuk organisasi pencinta alam, yang punya label negatif dari para guru dan siswa sebagai organisasinya para anak nakal alias begundal sekolahan. Dan ternyata, saya sanggup bertahan dari pendidikan dan latihan dasar untuk kemudian di kukuhkan menjadi anggota. Menjadi anggota pencinta alam merupakan suatu prestise tersendiri untuk saya, karena tidak semua teman-teman sanggup untuk melaui tes mental dan fisik dalam pendidikan menjadi anggota pencinta alam tersebut. Dan sejak itu, tidak ada lagi julukan banci yang melekat dalam diri saya. Kesibukan saya di organisasi menyebabkan saya sering tidak pulang ke rumah, mulai ketularan untuk bolos sekolah di tambah lagi pergaulan saya dengan teman-teman di organisasi yang notabene premannya sekolah membuat julukan begundal mampir dalam diri saya. Bahkan saya sempat di tuduh perusak anak orang, gara-gara saya mengajak adik kelas nonton bokep di rumah. Lah orang dia yang maksa ngajak nonton sampe memohon-mohon segala, saya kan ngga tega nolaknya.

Lain lagi saat saya memasuki masa-masa perkuliahan.Saat kuliah di D3, saya juga tercatat sebagai anggota senat mahasiswa divisi pelayanan mahasiswa. Dampaknya saya harus berbaur dengan seluruh teman-teman satu jurusan baik yang satu angkatan, kakak tingkat, adik tingkat juga rekan-rekan pengurus senat mahasiswa dari jurusan lain. Bisa di tebak, saya pun menjadi sosok yang familiar bagi mahasiswa mahasiswi di jurusan saya selain ketua senat tentunya. Tentu saja saya juga dekat dengan para mahasiswi yang cantik-cantik itu. Jalan bareng, nonton bareng dan nongkrong bareng teman-teman mahasiswi udah jadi rutinitas setiap minggunya.Karena seringnya saya berjalan dengan pasangan yang berganti-ganti, saya pun di gosipkan adalah seorang playboy. Parahnya lagi ternyata saya juga di gosipkan bispak alias bisa di pakai alias GGL (Gigolo Gitu Loh). Saya pun cuma bisa tersenyum miris.

Dan sekarang, dimana saya melanjutkan kuliah di Palembang. Saya nyaris tidak punya teman-teman perempuan. Saya punya teman-teman karib yang kesemuanya adalah laki-laki. Begitu akrabnya, sampai mereka sering menginap di rumah saya dan sebaliknya. Tetapi ternyata berteman dengan laki-laki juga tidak membuat kita luput dari gosip. Saya malah di gosipkan gay bersama teman-teman saya. Gosip baru mereda setelah saya menunjukkan pada teman-teman saya, bahwa kami masing-masing punya pacar.

Omongan orang memang ngga pernah ada habisnya. Kalau semuanya di masukin ke hati, mungkin tiap hari saya udah nampolin anak orang yang berkomentar miring tentang saya. Tapi faktanya, saya selalu tersenyum bila di gosipkan macam-macam. Artinya teman-teman begitu memperhatikan saya. Paling tidak begitulah yang ada di benak saya untuk menyenangkan diri sendiri. Lah kalau mereka ngga ngegosipin saya, artinya mereka kan ngga perhatian sama saya. Betul kan ?? Saya kan jadi bener-bener ngerasain gimana rasanya jadi selebritis yang di gosipin, walaupun itu hanya sekedar jadi selebritis kampus. Hahaha

01 March 2005

Kapal Pecah



Rasanya hampir semua kamar cowo memiliki persamaan satu dengan yang lain. Nyaris semua anti dengan kata bersih dan teratur. Demikian pula halnya dengan kamar saya tercinta. Semua serba tidak teratur. Kalaupun kemudian saya merasa tidak nyaman dengan keadaan kamar saya yang berantakan dan memutuskan untuk membersihkan dan mengembalikan semua ke tempatnya masing-masing, PERCAYALAH .... itu hanya berlaku satu atau dua hari saja. Dan setelah itu, kamar saya akan kembali berantakan seperti semula.




Salah satu tempat paling berantakan yang ada di kamar saya dan paling nyata untuk di lihat adalah meja komputer yang merangkap meja belajar saya. Saya sudah mewanti-wanti kepada semua orang di rumah, bahwa apapun boleh di bersihkan dan di sentuh di kamar saya kecuali meja komputer. Dulu sebelum saya mengeluarkan peraturan khusus untuk wilayah meja komputer ini, salah seorang pembantu pernah membersihkan meja komputer, membuatnya menjadi rapi, mengelap yang kotor dan berdebu menjadi mengkilap termasuklah cd-cd saya di bersihkannya dengan lap basah. Dan saya pun hanya bisa terpana menyaksikannya. Sedangkan di rumah saya ada suatu peraturan yang melarang keras untuk memarahi pembantu, karena ibu saya pernah mengeluarkan maklumat bahwa pembantu juga manusia dan harus di perlakukan sebagai anggota keluarga. Kalau ada salah maka tegurlah baik-baik. dan sayapun hanya bisa tersenyum miris menghadapi kenyataan itu.



Tapi di antara semua ketidak teraturan yang terjadi di kamar saya, hanya satu yang membuat ibu saya selalu berkicau. Apalagi kalau bukan tumpukan pakaian yang saya gantung di belakang pintu. Bukannya saya malas atau lupa untuk meletakkan pakaian-pakaian tersebut di tempat cucian, hanya saja pakaian yang saya gantung di belakang pintu adalah pakaian-pakaian yang menurut saya belum terlalu kotor untuk di cuci karena baru saya pakai sebentar. Sedangkan untuk di lipat dan di masukkan kembali ke dalam lemari kok kayanya itu baju udah bau badan kita. Jadi yah lebih baik di gantung saja. Bagusnya, dalam satu hari saya bisa berganti baju sampai tiga kali. Jadi bisa di bayangkan berapa banyak tumpukan pakaian yang tergantung di belakang pintu kamar saya. Saya sadar sepenuhnya bahwa menggantung baju di belakang pintu hanya akan menjadi sarang nyamuk, tapi mo gimana lagi. Hahahaha...

Terkadang saya merasa nyaman dengan kondisi kamar saya yang katanya udah mirip kapal pecah itu. Alasannya sederhana saja. Jika saya mencari suatu benda yang saya perlukan, saya tidak perlu harus mengacak-acak seisi kamar karena semuanya memang sudah berantakan. Coba kalau kamar saya rapi, pasti semuanya akan jadi berantakan. Betul kan ?? Dan saya pikir, tidak laki-laki saja yang punya pemikiran seperti saya. Saya yakin tidak sedikit para cewe yang sependapat dengan pemikiran saya ini. Karena dari hasil pemantauan saya di sejumlah kamar kos teman-teman perempuan saya, saya mendapatkan ruangan yang tidak kalah berantakannya di bandingkan kamar saya.

BBM Naik

Semua juga udah pada tau kalau BBM naik sejak pukul 00.00 tadi, mau di protes gimana juga pemerintah udah kekeh. Kemaren saya di ajakin temen-temen buat ikutan demonstrasi menolak kenaikan BBM, tapi saya masih pikir-pikir. Rasanya kok percuma aja yah, hampir mustahil pemerintah nurunin lagi harga BBM ke asal, itu cuma akan menjatuhkan wibawa mereka. Dan akhirnya, semua juga cuma bisa pasrah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi buntut dari kenaikan BBM. Apalagi kalau bukan harga sembako yang ga mau kalah sama BBM pengen ikut-ikutan naik juga. Yang jelas ongkos angkutan umum juga hampir bisa di pastikan naik, kalo kemaren-kemaren kalo BBM naek biasanya listrik juga naik, tapi ngga tau sekarang. Dan buntut-buntutnya warga yang selama ini hidupnya udah susah, bisa di pastikan akan tambah tercekik lehernya.

Lantas bagaimana dengan saya sendiri ? Sebagai pengemudi motor, saya yang biasanya membelikan minum untuk motor saya hanya Rp.5.000,- , kini di pastikan harus merogoh kocek lebih. Paling tidak 6.500 sekali isi. Sementara uang bulanan hampir bisa di pastikan tidak mengalami kenaikan. Artinya saya yang sebelum ini sudah sangat berhemat, ternyata harus lebih hemat lagi supaya tidak kehabisan uang di tengah bulan berjalan. Lantas sempat terbesit sedikit ide nakal, untuk berdemo menuntut kenaikan uang bulanan pada ayah dan ibu. Apa pantas ?? Seusia saya kan seharusnya sudah punya pekerjaan dan gaji sendiri. Maka urunglah niat berdemo tersebut. Hehehe