23 April 2005

Balada Kotoran Burung


Orang-orang dulu suka bilang kalau kepala kita di berakin sama burung, itu adalah pertanda yang baik. Kita di ramalkan akan mendapatkan rezeki tak terduga atau mungkin kabar menggembirakan. Padahal di lihat dari sudut manapun rasanya tidak ada hubungan antara kotoran burung dengan rezeki ataupun kabar gembira. Yang ada kalau kepala kita di berakin sama burung, cuma bau dan malu yang jelas kita dapet.

Hari kamis kemarin, saya menemani sepupu saya membeli tekwan. Dan tiba-tiba saya mendapatkan kado spesial di kepala saya. Apalagi kalau bukan kotoran burung walet yang sedang beterbangan di angkasa. Rupanya tempat kami membeli tekwan adalah daerah tempat orang memelihara burung walet. Saat saya ceritakan kepada teman-teman saya, tanggapan senada pun menghampiri saya. Mereka bilang saya akan mendapatkan rezeki nomplok. "Di berakin burung aja sudah pertanda bagus, apalagi yang berakin kepala loe adalah burung walet. Burung pembawa hoki yang harga sarangnya bisa mencapai jutaan rupiah." Begitulah tanggapan teman-teman saya saat itu. Dan sayapun hanya bisa mengamieni ucapan mereka.

Dan tadi siang, saya mendapatkan telpon yang memang sedang saya tunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan telpon dari perusahaan leasing dimana saya sudah mengikuti banyak tes beberapa minggu yang lalu. Saya di minta datang saat itu juga. Ternyata saya di nyatakan sebagai pelamar dengan nilai test tertinggi dari sekitar 30 pelamar. Dan mereka akan mengirimkan aplikasi lamaran beserta nilai test saya ke kantor pusat mereka di Jakarta. Dengan kata lain, saya tinggal menunggu tanggal untuk bekerja di perusahaan tersebut. Alhamdulillah... Dan ketika berita bahagia itu saya sampaikan kepada teman-teman saya, mereka langsung menghubung-hubungkannya dengan peristiwa kotoran burung hari kamis kemarin itu. Percayakah saya ??? Sebagai seorang yang menggunakan rasio dalam berpikir, tentu saja saya tidak percaya. Ini adalah rezeki dari Allah dan tentu saja berkat kerja keras saya selama ini. Kotoran burung itu ?? Ahhh tetap saja sebuah musibah kecil untuk saya...

18 April 2005

Cerita Di Balik Persami

Pertama-tama saya mo bilang terima kasih banyak untuk ucapan selamat ulang tahun yang saya terima dari teman-teman tercinta, terima kasih atas doa-doa yang kalian panjatkan untuk saya, serta harapan-harapan kalian untuk saya agar saya menjadi goiq yang lebih baik dari goiq yang sekarang. Insya Allah saya akan berjuang untuk menjadi lebih baik dari sekarang...

Seperti yang sudah saya tulis dalam postingan lalu, saya mengikuti perkemahan di hari sabtu malam minggu bersama teman-teman pencinta alam di daerah Talang Kelapa. Rencana kami malam itu adalah pelantikan 3 anggota muda putri Gersipala Ganesha. Saya tiba di lokasi bersama rekan-rekan seangkatan saya, dimana saat itu cuaca sedang gerimis dan tenda sudah berdiri. Tak lama berselang hujan pun turun cukup deras.Tentu saja hujan yang tidak di undang ini memporak-porandakan susunan acara yang sudah di konsep sebelumnya. Saya dan rekan-rekan yang kebetulan tidak membawa baju ganti, dengan sangat terpaksa berteduh di dalam tenda. Sementara anggota intern Gersipala Ganesha dengan di bantu para alumni yang kebetulan membawa baju ganti melanjutkan acara di dalam hutan. Ternyata berteduh di dalam tenda tidaklah senyaman yang kami kira. Rupanya teman-teman anggota intern saat mendirikan tenda lupa membuat parit di sekeliling tenda, sehingga tak lama berselang seisi tenda sudah menjadi genangan air. kami pun terpaksa jongkok di dalam tenda. Kaki-kaki pun mulai mengkerut karena cuaca malam itu lumayan dingin. Akhirnya kami pun memutuskan untuk pindah tenda.Kebetulan ada sebuah tenda yang masih kering, dimana di dalamnya ada kompor, gitar, dan makanan. Rupanya ini base camp logistik panitia. Kamipun berteduh di sana, dan untuk mengusir rasa dingin kami memasak air untuk membuat kopi dan mie instan serta bernyayi dengan di iringi gitar. Kami menyanyikan lagu-lagu kenangan saat masih duduk di bangku SMA dulu seperti lagu Kirana, Seputih Melati, Mahameru, Balikin nya Slank, Burung Gereja, dan lain-lain. Paling tidak benar-benar membantu kami melawan rasa dingin malam itu.

Hujan berhenti kira-kira menjelang pukul 1 pagi. Saat itu acara pelantikan pun kami mulai. Tiga anggota muda putri resmi di lantik menjadi anggota Gersipala Ganesha Angkatan 15 menyusul 16 rekan-rekannya yang telah terlebih dahulu dilantik di Gunung Dempo. Setelah itu acara selamatanpun di mulai. Nasi Goreng dan Sate Ayam pun ludes dalam sekejap.Dalam hati saya bersyukur karena ancaman saya sehari sebelumnya supaya tidak ada acara siraman pake telor, sagu, air comberan dan sebagainya untuk saya dan teman-teman yang berulang tahun di bulan April ternyata di patuhi. Setelah itu kami mulai mencari tempat yang kering untuk beristirahat. Para anggota alumni menempati tenda logistik tempat kami berteduh tadi. Seperti biasanya kalau para alumni sudah berkumpul, pasti ada acara becanda bareng mengenang masa-masa lalu. Dan memang acara seperti itu yang sangat saya sukai jika berkumpul dengan teman-teman Gersipala Ganesha. Ahhh.. pokoknya malam yang dingin itu benar-benar indah bagi saya. Berkumpul bersama teman-teman adalah salah satu hal yang sangat menyenangkan bagi saya. Orang lain boleh datang dan pergi, tetapi sahabat sejati tetap selalu ada di hati. Saya setuju itu !!!

Nb : Ucapan terima kasih spesial buat Rico, Feby, Eza n Fahri yang sudah bela-belain beli 2 botol Aqua dan dengan suksesnya menyiramkan kepada saya di Palembang Square. Kado kalian paling gilaaaaaaaaaaaaa !!!

16 April 2005

1/4 Abad Bernafas

Hari ini tanggal 16 April 2005, genap 25 tahun usia saya. Artinya sudah 1/4 abad saya bernafas di dunia ini. Anehnya jika setahun lalu saat saya menginjak usia 24, saya merasa diri saya sangat tua. Tetapi tidak demikian halnya saat ini. Saya justru merasa usia saya masih sangat muda. Saya merasa menjadi manusia baru. Dan saya merasa tahun inilah saat yang tepat bagi saya untuk menuai semua planning yang telah yang telah saya susun tahun-tahun silam. Tahun yang tepat untuk memulai karier, tahun yang tepat untuk menyelesaikan kuliah S1, dan ehmmm, mungkin ini juga tahun yang tepat untuk mencari seorang pendamping hidup *sambil buka buku pendaftaran calon istri* .

Saya memang masih muda, masih pantas untuk bersenang-senang, masih layak untuk gila-gilaan. Tetapi semua menang sudah mulai harus di batasi, karena banyak yang jauh lebih penting daripada itu semua. Tapi menghilangkan sifat narsis, jayus, bloon, sok teu, bawel, dan sifat-sifat buruk lainnya kayanya terlalu sayang. Hahaha, karena Goiq tanpa itu semua bukanlah Goiq ! Terakhir saya mo ngucapin buat semua teman-teman saya yang sudah mengirimkan ucapan selamat ulang tahun baik itu melalui pos, sms , testimonial friendster, email, maupun shout box di blog saya. Walaupun ada beberapa dari kalian yang mungkin dengan sangat terpaksa mengirimkan ucapan selamat karena beberapa hari sebelumnya telah saya ancam dan saya wanti-wanti *ngakak sambil guling-guling* . Saya si Goiq, hari ini sudah baru berusia 25 tahun !!!

14 April 2005

Jangan Pukul Rata Donk !!!

Buat yang rajin mengikuti perkembangan berita tentang selebriti Indonesia, tentu udah tahu gosip apa yang sedang panas-panasnya di bicarakan publik beberapa hari terakhir ini. Apalagi kalo bukan soal pengakuan Hughes tentang kekerasan yang di terimanya dari sang suami Avin. Hughes bilang kalo Avin selama ini menjadikan dirinya sapi perahan untuk mencari uang sementara Hughes sendiri tidak pernah merasakan jerih payah keringatnya. Di tambah lagi sifat Avin yang semaunya sendiri, egois, emosian, dan segala macam kejelekan Avin.

Bukan masalah rumah tangga mereka yang ingin saya bahas disini. Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar saya tidak perduli, karena itu urusan pribadi mereka sendiri. Tetapi yang ingin saya bahas disini justru tanggapan orang tentang Avin yang notabene adalah orang Palembang dan akhirnya membawa-bawa nama Palembang juga. Seperti tangapan beberapa teman yang bukan orang Palembang atau berdasarkan cerita teman-teman adik saya yang bekerja di Jakarta, mereka mengeluarkan pernyataan seperti ini, " Dasar orang Palembang, maunya enak sendiri aja !". Nah kalimat seperti itu yang sangat saya tidak suka ! Kalo mereka bilang ' " Dasar Avin, maunya enak sendiri !" kan ceritanya lain. kenapa sih harus membawa-bawa nama Palembang ? Sebagai orang Palembang saya bisa saja seperti Anwar Fuady yang membela Avin, tetapi saya pakai rasio disini, lagipula itu urusan rumah tangga mereka. Biarlah mereka yang menyelesaikan sendiri. Mereka nikah dulu kan ngga pake acara di suruh-suruh, biarlah mereka juga yang mengakhiri pernikahan mereka dengan caranya sendiri. Kembali ke soal nama Palembang yang di bawa-bawa tadi, saya cuma berharap jangan memukul orang Palembang sama rata. kalaupun memang benar sifat Avin seperti itu, sama sekali tidak ada kaitannya dengan sifat orang Palembang keseluruhan. Orang Palembang memang punya watak yang keras, tetapi tidak semuanya. Sama saja seperti yang kita tahu kalau sebagian orang Jawa itu halus, tapi apa semuanya seperti itu ?? Tidak kan ?? Semua kembali tergantung pada pribadi dan pembentukan karakter pribadi itu sendiri.Jadi tolonglah, jangan terlalu berlebihan dalam menanggapi suatu masalah yang sebenarnya malah bukan masalah yang kita hadapi.

11 April 2005

5 Hari Lagi

Masih 5 hari lagi menuju tanggal 16 April. Kalau di tanya apa yang saya persiapkan untuk menyambut tanggal 16 April nanti. Jawabannya tidak ada ! Saya tidak menyelenggarakan pesta dan tidak ada planning makan-makan baik bersama keluarga maupun teman-teman saya. Tapi yang jelas, tanggal 16 April nanti saya bersama teman-teman Pencinta Alam akan mengadakan Persami di daerah Talang Kelapa. Mungkin di sana saya akan merenung dan meleburkan diri saya dengan alam.

Dan karena si Goiq yang kalian kenal ini adalah makhluk tanpa basi-basi serta tidak tahu malu,. maka dari itu saya memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada teman-teman pembaca setia blog saya yang ingin berbagi kebahagiaan dengan saya, bisa telpon atau kirim sms ke handphone saya di nomor 0711-7005558. Atau mungkin ada yang ingin mengirimkan kartu ucapan kepada saya ? Masih sempet kok, masih 5 hari lagi ini... Kirim saja ke Jalan Angkatan 66 No.9A / 762 Komp. Kehakiman Palembang 30127. Semua kiriman apapun bentuknya akan saya terima dengan senang hati. Tapi maaf saya tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun dan tidak menerima paket virus Trojan serta bom waktu *ngakak*. Ini serius loh, bukan basa-basi. Gyahaha...

NB : Sebenernya leot baru ini mo saya pasang tepat tanggal 16 April nanti, tetapi berhubung udah ngga sabar. Yah beginilah, masih berantakan sih. Nanti pasti saya perbaiki lagi.

07 April 2005

Menunggu Memang Menyebalkan

Saat ini saya sedang menunggu hasil tes saya di salah satu perusahaan multi finance. Saya sudah melalui beberapa tahapan tes, termasuklah di dalamnya psiko tes. Saingan pun sudah hanya tinggal seorang lagi. Jika di terima, artinya saya sudah tidak berstatus pengangguran lagi. Artinya saya sudah memiliki penghasilan sendiri, tidak tergantung pada orang tua lagi, bisa membiayai kuliah saya sendiri, bisa menabung, malah mungkin mulai merencanakan persiapan untuk pernikahan. Ahhh menyenangkan rasanya jika semua itu jadi kenyataan. Tetapi jika saya pikir benar-benar, ternyata semua tidaklah seindah yang saya bayangkan. Jika saya di terima bekerja, kuliah saya yang sudah memasuki tahap akhir otomatis pasti terganggu, artinya kemungkinan besar cita-cita saya meriah gelar Sarjana Ekonomi hampir pasti tertunda. Kenapa demikian ? Yang saya tahu dari teman saya yang bekerja di perusahaan tersebut, setiap hari dia harus pulang kantor jam 19.00 malam. Sementara jadwal kuliah saya mulai dari pukul 16.00 dan Pukul 18.30. Artinya semester ini di pastikan ada 2 mata kuliah yang di pastikan mengulang, karena saya tidak mungkin untuk izin pulang lebih awal setiap hari Selasa dan Jumat. Apalagi status saya yang pegawai baru, alangkah tidak etisnya bila terlalu sering izin.

Alasan yang kedua adalah perusahaan ini adalah perusahaan swasta asing yang memiliki banyak cabang di banyak propinsi dan kabupaten di Indonesia. Artinya ada kemungkinan saya akan di tempatkan di salah satu cabang-cabang mereka di luar kota. Jujur, saya tidak siap bila harus di tempatkan di luar kota. Bukannya saya manja, tetapi dahulu salah satu alasan saya pulang kembali ke Palembang adalah untuk menjaga kedua orang tua saya. Saya tidak akan merasa nyaman bekerja bila harus meninggalkan kedua orang tua saya. Kalau untuk sehari dua hari mungkin tidak jadi masalah. Lah kalau saya harus sampe pake acara kost-kostan lagi, saya ngga sanggup. Makanya saya bingung berat menunggu hasil tes kali ini. Dan yang membuat saya bingung justru kalau di terima. Kalau di tolak sih paling saya cuma bakal bilang, "ah... masih banyak perusahaan lain". Lain cerita kalau saya di tempatkan di dalam kota. Huhuhu... kalo itu sih susah untuk di tolak. Huahuahua.. Dan saya pun cuma bisa berkata dalam hati , " selamat berdebar-debar Iq"

04 April 2005

Hamster Kecil

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

Sekarang mereka telah menjadi hamster seutuhnya... Namanya Toink, Otonk, Kojeq, Empil, Togel. dari mereka berlima cuma satu yang betina, yaitu si empil. Sekarang mereka tinggal berempat, soalnya si Toink udah di minta sama seorang temen, dan beberapa hari ke depan di Togel juga akan saya berikan pada seorang sepupu saya. jadi tinggal OKE plus Naxia sang bunda tentunya...

Saya Juga Punya Hak !!!

Hari Sabtu kemarin saya pergi ke warnet untuk posting blog terbaru. Kebetulan saat itu keadaan di warnet dalam keadaan ramai. Saya sempat antri beberapa saat sebelum akhirnya mendapatkan tempat di VIP room. Selama ini saya memang terbiasa main di ruangan VIP, karena meskipun harga sewa perjamnya lebih mahal daripada di tempat standar, tetapi akses internet yang saya dapatkan memang sebanding dengan harganya. Dan saya tidak merasa rugi walaupun harus mengeluarkan kocek lebih. Kebetulan selama ini saya adalah pelanggan tetap warnet ini. Warnet ini mempunyai 3 ruangan, yaitu ruangan standar untuk bermain internet, ruangan standar untuk bermain games, dan ruangan VIP untuk bermain internet dan games.

Hari Sabtu kemaren itu, saya ke warnet dalam keadaan yang kurang fit karena malamnya saya habis begadang bersama teman-teman. Tapi karena saya merasa sudah lama tidak ngeblog, maka saya putuskan untuk memposting stock tulisan yang sudah lama saya tulis. Ketika saya akhirnya mendapatkan tempat di ruangan VIP, ternyata aksesnya saat itu tidak secepat biasa alias sedang ngelag. Tapi saya pikir selama masih bisa membuka blog saya dan blog teman-teman yang lain, tidak ada yang harus di permasalahkan bukan ? Selama saya asyik dengan kegiatan browsing, saya seringkali mendengar keluhan dari para user warnet lainnya yang ternyata sedang bermain games Ragnarok Online ( RO ). Tetapi yang bikin telinga saya panas adalah saat seorang di antara mereka mengeluarkan statement kalau akses jadi ngelag gara-gara banyak yang browsing dan di perparah dengan statement berikutnya kalau di ruang VIP adalah tempat bermain games dan bukan untuk browsing. Saya spontan naik pitam dan menghampiri si Congor Besar ( CB ).

Goiq : *noel-noel si CB*
CB : *nengok ke arah saya*
Goiq : Kamu barusan bilang apa ?
CB : Bilang apa ? *balik nanya*
Goiq : Kamu bilang ini bukan tempat browsing ?
CB : Eh... Iya ? *mulai pucat*
Goiq : Kamu anak sekolahan kan ?
CB : Iya
Goiq : Kamu baca ngga tulisan di pintu masuk ?
CB : Ngga *sambil geleng-geleng*
Goiq : Baca gih sana !!! *membentak*
CB : *menuju pintu*
Goiq : Apa tulisannya ?? *menghardik*
CB : VIP Room untuk Internet & Games *pucat pasi*
Goiq : Lain kali hati-hati kalo ngomong !!!
CB : Maaf bang, saya baru pertama main disini !
Goiq : Huh *melengos dan pergi*

Saya ngga perduli dia baru pertama kali atau udah berkali-kali main ke sana. Tapi yang jelas saya dan dia sama-sama punya hak yang sama untuk memakai komputer di sana. Jumlah yang dia bayar ngga beda dengan yang saya bayar. Saya ngga pernah mempersoalkan dia main games dengan volume speaker sekencang mungkin. Tapi kenapa dia sewot dan menyalahkan akses internet yang ngelag kepada user yang sedang browsing ?? Lagipula saya ngga bakalan lancang main di VIP Room kalau ngga ada tulisan untuk browsing dan games. Saya menghardik bukan untuk gaya-gayaan atau karena saya merasa lebih tua. Tidak ! Saya hanya ingin memberi dia sedikit pelajaran. Bahwa hati-hati dengan mulut di tempat umum. Kalau pengen akses kenceng kenapa ngga maen di rumah sendiri aja ! Udah tau tempat umum, yah terima kondisi donk !!!

NB : Spesial untuk orang yang saya hardik hari itu, saya minta maaf bila kata-kata saya hari itu tidak berkenan di hati kamu ! Tapi percayalah, saya tidak punya jahat. Jujur, saya juga salah karena terpancing emosi saat itu !!! Jadi maafkanlah saya yah, seperti saya yang juga sudah memaafkan kamu !

01 April 2005

Saya Benci April Mop

Hari ini tanggal 1 April, di mana umat di seluruh dunia mengenal istilah April Mop. Saya sendiri sudah kenal dengan April Mop sejak duduk di kelas 1 SMP. Sampai saat ini saya tidak paham benar definisi April Mop secara pasti. Yang saya tahu, di hari ini semua orang boleh melakukan kejahilan apapun dan yang di jahili tidak boleh marah.

Selama duduk di bangku SMP sayapun sering menjahili teman saya dan kebalikannya. Tapi semua masih masuk kategori dalam batas kewajaran, seperti membohongi teman kalu hari ini ada ulangan mendadak. Hingga suatu hari saat saya duduk di kelas 3 SMA, seorang teman tergopoh-gopoh memberitahu saya kalau ayah saya kena serangan jantung dan di larikan ke ruang ICU Rumah Sakit RK Charitas. Tanpa pikir panjang lagi, sayapun lalu minggat dari sekolah dan segera menuju ke rumah sakit tersebut. Di sana ternyata saya tidak menemukan nama ayah saya maupun keluarga saya. Lalu saya pun menelpon ke rumah untuk meminta konfirmasi ibu saya. Ternyata ibu saya ada di rumah, dan mengatakan kalau semua baik-baik saja dan ayah masih berada di rumah. Lalu saya pun memutuskan untuk kembali ke sekolah untuk meminta penjelasan teman saya tadi.

Sesampainya di sekolah, bertepatan dengan waktu istirahat. Saya melihat teman saya tadi dan meminta penjelasan darinya. Dia menjawab dengan senyam-senyum sambil mengingatkan saya kalau ini tanggal 1 April, artinya saya tidak boleh marah atas kejahilannya tadi. Spontan saya mencak-mencak sambil nunjuk-nunjuk dia, "Loe boleh ngejailin gwe dengan apapun, gwe ga bakalan marah. Tapi jangan nyawa bokap gw loe jadiin mainan. Gw ga suka dan itu angat tidak lucu !!! Persetan dengan April Mop !!! Dan satu hal, mulai hari ini anggap aja loe ngga pernah kenal sama gw. Titik !!!" Huhuhu.. Kalau dipikir-pikir apa yang saya lakukan pada teman saya itu sebenernya agak kelewatan juga, tapi masih untung cuma kata-kata yang keluar dari mulut saya. Padahal tadinya saya udah niat banget pengen nampol mulutnya. Dan sejak saat itu, saya tidak pernah lagi bertegur sapa dengan dia. Beberapa kali dia mencoba meminta maaf dengan saya, maupun mengirimi saya surat melalui teman saya yang lain. Tapi hal itu tidak merubah apapun. Saya sudah memaafkan kejahilannya pada 1 April 1998 silam, tapi biarlah sikap saya kepadanya tetap begini. Paling tidak setiap tahun dia akan teringat bila ingin melakukan kejahilan yang aneh-aneh lagi.