30 July 2005

Untuk Seseorang Di Seberang Lautan

Untuk seseorang di seberang lautan yang sudah menemani saya, mengisi hari-hari liburan saya dengan keceriaan dan jokes-jokes segarnya. Saya mau bilang, saat ini saya kangen sama kamu... Tanpa kamu mungkin liburan saya hanya berupa ritual pertemuan dengan teman-teman lama dan teman-teman baru. Tanpa kamu mungkin saya akan pulang dengan berjuta makian dan penyesalan dalam hati. Dan tanpa kamu mungkin tidak ada yang tersisa dalam memory saya. Terima kasih telah menghadirkan senyum dan tawa di bibir saya... saya cuma ingin kamu tahu, saya sayang kamu... saya tahu mungkin kamu akan tertawa membaca semua ini, karena kamu tahu persis saya bukanlah orang yang romantis meskipun sudah berkali-kali mencoba untuk itu... Tapi saya tahu satu hal... kamu terharu kan ??? *narsis mode on* .Udah ngaku ajaaaaaa.....

28 July 2005

Anak Mami...

Pernahkah kalian mendapat julukan anak mami hanya karena kalian sering bertemu dengan teman-teman baik itu di jalan, di mall, di pasar, atau di tempat-tempat ramai lainnya saat sedang bersama ibu kalian ?? Begitu malunya akan julukan anak mami itu hingga mencium kening dan pipi ibu kita sendiri atau memijat tangan dan kakinya pun kita merasa malu ?? Saya rasa tidak sedikit orang yang mengalaminya... Dan alhamdulillah, saya selalu mengabaikan celoteh orang-orang yang menjuluki saya anak mami. Saya cukup berbahagia punya emak yang bisa saya ajak jalan, membantu saya memilihkan baju-baju atau menemani beliau belanja keperluan bulanan rumah meskipun saya adalah seorang lelaki. Saya menganggap orang-orang tersebut sirik melihat betapa akrabnya hubungan saya dengan emak saya, sementara mereka pribadi tidak bisa merasakan kehangatan seperti itu. Hahahaha...

Sebenarnya jika kita menelaah lebih dalam, apa sih yang salah jika seorang pria yang mulai beranjak dewasa atau katakanlah pria dewasa menemani ibu mereka jalan atau berbelanja ?? Saya rasa tidak ada yang salah. Teman saya pernah bertanya kepada saya apakah saya tidak malu berjalan dengan ibu saya di tengah keramaian dan bertemu dengan teman-teman lainnya ?? Saya hanya berkata dengan bijak kepada teman saya.. Kenapa harus malu berjalan dengan orang yang sudah bersusah payah mengandung kita selama 9 bulan, dimana dalam 9 bulan itu ibu harus merasakan tidak enaknya mual-mual dan muntah-muntah saat ngidam atau betapa tidak nyamannya saat perutnya mulai membesar. Hingga perjuangan hidup mati saat akan melahirkan kita. Dan saat kita lahir ibu dengan sukacita menyambut kita walaupun beliau tahu itu bukanlah akhir dari perjuangan selama 9 bulan mengandung. Ibu harus rela jam tidurnya terganggu oleh tangisan kita di malam hari entah kita lapar atau buang air. Atau betapa cemasnya beliau saat kita sakit hingga badan sendiri pun tidak sempat di urus. Ibu hanya ingin yang terbaik untuk kita. Lalu kini setelah kita merasa cukup mampu untuk melakukan apa-apa sendiri, dengan pongahnya kita berkata malu untuk sekedar menemani beliau jalan-jalan, atau sekedar mencium kening dan memijat tangan dan kaki tuanya... Astaghfirullah...

Tahukah kalian ?? Di usia senjanya, ibu tidak pernah berhenti berdoa setiap hari untuk kebahagiaan anak-anaknya. Beliau selalu memohonkan agar kita di berikan kebahagiaan dan di jauhkan dari segala musibah. Ibu tetap ingin yang terbaik untuk anak-anaknya meskipun tangan dan kaki tuanya sudah tidak bisa melakukan apa-apa untuk membahagiakan kita. Ibu juga tidak pernah meminta kita untuk membalas apa yang sudah beliau berikan pada kita. Untuk kalian yang pernah merasa malu, saya hanya ingin mengingatkan... Datanglah pada ibu kalian, cium tangannya dan minta maaflah kepada beliau. Percayalah... Pintu maaf seorang ibu selalu terbuka untuk anak-anaknya.

24 July 2005

Dan Liburpun Usai...

Setelah satu bulan lebih saya menghabiskan masa liburan di kampung halaman bunda sekaligus dalam rangka mencari bahan-bahan untuk persiapan skripsi saya, kini sudah waktunya saya kembali ke kota saya tercinta... Terima kasih untuk semua sambutan hangat yang saya terima. Jakarta akan selalu menjadi kota kedua di hati saya setelah Palembang... Saya juga mohon maaf kepada teman-teman atas semua kesalahan yang saya buat selama liburan ini... Harus di akui iklim liburan membuat saya menjadi gokil, narsis, dan gila 2 kali lipat daripada biasanya... Hahahaha. Sekedar informasi saya pulang hari Selasa naik Adam Air pukul 16.45, kalo ada yang mo ngasih oleh-oleh untuk saya dengan senang hati saya terima. Hahahahaha... Sampai ketemu lagi di lain waktu dan gelombang kesempatan yang berbeda... Sampai Jumpaaaaaa...

Update :

Barusan di telpon sama Adam Air kalo flight jam 16.45 besok di alihkan menjadi pukul 07.15 pagi. Huhauahuaa...

22 July 2005

Gathering...

Sebelumnya mo ketawa dulu ah... Sejak saya liburan di Jakarta entah udah kali yang keberapa saya ikutan gathering. Baik bersama teman-teman blog maupun bersama teman-teman chatting. Dan anehnya saya sulit sekali mengucapkan kata tidak untuk sebuah ajakan gathering ini. Walaupun saya tidak kenal siapa-siapa ataupun harus jalan sendirian dengan menempuh jarak yang jauh seperti gathering minggu lalu di Bogor, tapi kaki ini tetep aja maksa melangkahkan kaki untuk ikutan gathering... Saya mencoba berpikir dan menganalisa tindak tanduk dan prilaku saya dengan otak lemot yang saya miliki ini. Tapi saya tidak menemukan sebuah jawaban pasti tentang alasan ataupun kenikmatan yang saya dapatkan dari sebuah gathering ?? Otak lemot saya hanya mengeluarkan output berisikan kata-kata bahwa saya ikut gathering karena :

1. Saya suka
2. Saya ingin bertemu orang-orang yang selama ini hanya saya kenal melalui tulisan-tulisan mereka di blog ataupun di chatting dan membandingkan mereka apakah sesuai dengan yang saya bayangkan selama ini atau tidak
3. Hanya sekedar melampiaskan kekesalan saya tentang tulisan-tulisan dan foto-foto gathering yang saya baca dan lihat melalui blog-blog teman-teman yang lain.
4. Siapa tau dari gathering ini saya akan menemukan belahan jiwa yang selama ini saya tunggu. Alasan terakhir ini sekaligus menjawab pertanyaan saudari Golda *ngakak*

Yang jelas semua alasan tersebut memang benar. Dari dulu saya memang suka sekali bertemu orang-orang baru yang belum saya kenal. Kalau orang-orang dulu pernah bilang bahwa banyak anak banyak rezeki, saya malah punya prinsip sendiri bahwa banyak teman banyak rezeki. Buktinya beberapa kali saya ikutan gathering, ujung-ujungnya saya di traktir makan *ngelirik didats*. Lagipula saya percaya benar bahwa setiap manusia memiliki manfaat yang dia miliki sejak dia lahir untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain. Tapi intinya alasan nomor 2 lah yang paling tepat mewakili kenapa saya suka ikutan gathering. Alasan nomor 3 sudah saya coret sejak pertama kali saya ikutan gathering. Karena sekarang tidak ada lagi kekesalan kalo saya ngeliat foto-foto atau cerita tentang gathering lagi. Sementara alasan nomor 4 saya pikir sesuatu yang sangat normal kan... Jodoh itu kita dapatkan kalo di cari. Kalo cuma duduk diem-diem aja di rumah kapan nemunya... Yah ngga Gold ??? *di sambit Golda*

Nb : Denger-denger hari Sabtu besok ada Gathering lagi di Food Court Plasa Senayan jam 11 siang. Hehehehe... Ikutan yookkk *noel-noel Imey*. Paling ngga bakalan jadi gathering terakhir sebelum saya kembali ke Palembang hari Senin atau Selasa besok. Sebenernya saya masih ingin berlama-lama liburan di sini, lagipula liburan saya masih tersisa 3 minggu lagi. Tapi yang punya rumah udah menginsyaratkan saya harus angkat koper. Mungkin gara-gara saya makannya banyak, pulang malem terus malah kadang-kadang ngga pulang tanpa memberi kabar. Jadilah saya di usir secara tidak menyenangkan *sungkem sama ayah*. Becandaaaa.... Yang punya rumah kan ayah saya sendiri. hahaha... Mungkin beliau udah kangen sama ulah anaknya yang satu ini, makanya saya di suruh pulang. Ngga ada goiq...ga rameeee *ngabur*. Oke yah, saya kabulkan permintaanmu... Saya juga udah kangen kok sama Palembang, bukan sama ayah *durhaka mode on*, udah kangen sama Topaz n Taruna BG 11 ND, kangen sama sepupu-sepupu gila, kangen sama hamster-hamster saya. Oke Palembang...saya pulang !!! tapi tetep... Gathering dulu besok *ngabur*

Tks buat temen gw Rangga Utama Putra yang udah bikinin header di atas. Tuh...nama lo udah gw tempel *ngakak trus ngabur*

20 July 2005

Perubahan...

Masih ingat dengan konsep perubahan yang dulu di gadang-gadangkan oleh Bapak Presiden (yang terhormat) kita SBY dan Bapak Wapres Yusuf Kalla dulu ?? Sebuah konsep yang terdengar sangat indah untuk di dengar dan di bayangkan. Dan kini... perubahan itu sudah mulai saya pribadi rasakan... Tapi bukan perubahan ke arah yang baik, melainkan ke arah sebuah kehancuran...

Krisis BBM dimana-mana mengakibatkan pemerintah menerapkan kebijakan penghematan secara besar-besaran. Jam siaran Televisi dan radio di seluruh pelosok tanah air di batasi. Dan yang jelas, saya sebagai sahabat karib insomnia sangat kehilangan teman yang sangat di andalkan mengusir kejemuan sembari menunggu kantuk datang. Dan saya yakin, walaupun pemerintah mengatakan hanya 10% warga saja yang menikmati siaran televisi ataupun radio di malam hari. Tetap saja jumlahnya tidak bisa di katakan sedikit. Woowww, selama saya hidup saya belum pernah merasakan adanya pembatasan seperti ini. Tidak tahu kalo zaman-zaman masih perang dulu. Bukankah ini berarti hak saya sebagai warga negara untuk mendapatkan informasi (walaupun sebenarnya lebih banyak ke hiburannya) juga di batasi oleh negara ??? Inikah perubahan yang di gadang-gadangkan itu ?? Apakah agenda penghematan ini dulu masuk dalam kampanye perubahanmu wahai bapak presiden ?? Rasanya saya tidak pernah mendengarnya...

Keadaan ini di perparah pula oleh sikap para wakil rakyat yang katanya mewakili seluruh rakyat, menampung aspirasi rakyat, dan sebagainya yang ternyata malah dengan entengnya meminta kenaikan gaji (baca : uang kehormatan) nyaris 100%. Tidakkah mereka berpikir bahwa gaji mereka yang sudah 28 juta itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupi 2 istri dan 7 anak ?? Sementara banyak rakyat yang hanya hidup dari puluhan ribu rupiah perhari masih bisa bertahan hidup dan menyekolahkan anak walaupun masih harus pinjam kiri kanan.Tidakkah para wakil rakyat itu berkaca ?? Kenapa mereka tidak melakukan suatu kesadaran bersama dengan memotong gaji mereka masing-masing 3 juta perbulan untuk membantu rakyat sebagai wujud keperdulian mereka ?? Bukankah gaji 25 juta perbulan masih sangat layak ?? Saya pribadi pun tidak pernah bermimpi mempunyai gaji sebesar itu sebulan. Mana janji kampanyemu wahai wakil rakyat ?? Omong kosong !!!

Saya setuju kita harus berhemat, tapi tidak dengan cara seperti ini... Hari ini bapak presiden bisa mengurangi jam siaran televisi dan radio di tanah air, apakah tidak mungkin besok atau lusa bapak presiden akan menggilir jatah listrik di setiap propinsi di tanah air ini ?? Saya tahu merubah negara sebesar Indonesia ke arah yang lebih baik bukanlah pekerjaan yang mudah untuk di lakukan. Saya malah pernah mendengar bahwa kita perlu untuk mundur 2 langkah untuk maju 10 langkah. Apakah kita sedang tahap untuk mundur 2 langkah ini ??? Saya tidak tahu... Tapi yang jelas sebagai seorang warga, saya menuntut realisasi perubahan itu !!! Saya mau perubahan !!!

18 July 2005

Gathering Minggu

Ini Foto-foto kita waktu gathering hari Minggu kemarin di Kebun raya Bogor.

Image hosted by Photobucket.com

Makan-makan (kebanyakan sih cuma mesen minum doang) di Cafe de Daunan

Image hosted by Photobucket.com

Goiq - Bunda Vi3 - Tiwi - Syahrani - Gage

Image hosted by Photobucket.com

Ibu-ibu pada ngegosip ria...

Image hosted by Photobucket.com

Ayah Rani dan Izqa
Image hosted by Photobucket.com

Si Cantik Aiko

Image hosted by Photobucket.com

Rai n Mbak Shendy

Image hosted by Photobucket.com

Goiq n Rani

Di Gathering itu juga ada Mbak Rieke ( Emaknya Dipta ), Mbak Anita (mamanya Aiko), Uni Erfi dan Mas Arief (mama n papanya Izqa),Clodi n ehm..ehmm.., Mba Syl beserta dua putri cantiknya. Mohon maaf yah buat buat yang belum kesebut namanya. Masih ada yang belum kesebut ??

17 July 2005

Gathering Sabtu

Image hosted by Photobucket.com

Pagi-pagi buta udah bangun, siap-siap mo ikutan gathering blogger di Mall Taman Anggrek. Dandan yang cakep n kudu wangi soalnya saya mo jemput Imey. Walaupun sudah cukup lama kenal via blog n chatting di YM, tapi ini pertama kalinya saya ketemu sama makhluk yang bernama Imey ini yang konon kabarnya terkenal cantik. Dan ternyata sodara-sodara, setelah ketemu sama dia...ternyata Imey memang cantik *gubrag*. Perjalanan mo berlanjut dari Pondok Labu menuju Mall Taman Anggrek via Lebak Bulus.

Image hosted by Photobucket.com

Sampe di Taman Anggrek, ternyata belom ada satupun blogger yang dateng. So...terpaksa saya dan Imey menghabiskan waktu luang sambil berfoto-foto ria.Bagusnya Imey pun ternyata seorang banci poto seperti layaknya saya. Jadilah berbagai pose kami lakukan untuk mendapatkan gambar yang aktual, tajam dan terpercaya *sungkem sama crew liputan 6 karena udah minjem motonya*. Kemudian seiring berjalannya waktu, satu persatu hidung para blogger mulai nampak (cuma hidungnya doang loh). Di mulai dari Shofa (tapi ngga keliatan saking kecilnya), Iks dan adiknya, lalu Randi, kemudian Elzan (Thuns) yang begitu datang langsung main kejer-kejeran sama Imey dan terakhir Nada yang dateng bersama suami tercinta.

Image hosted by Photobucket.com

Setelah yakin tidak ada makhluk yang akan datang lagi, maka tujuan selanjutnya adalah membahagiakan cacing-cacing di dalam perut yang sudah bernyanyi acapela minta di beri makan. Tapi dari sekian banyaknya tempat makan yang ada di MTA itu, satu pertanyaan besar yang ada di benak saya... Kenapa harus makan di KFC ??? Tapi pertanyaan tinggal pertanyaan. Karena semua kaki melangkah menuju KFC, saya pun mengikuti kaki-kaki lainnya yang dengan semangat 45 sudah menuju kesana. Dan makan-makan pun di mulai. Setelah makan-makan. Hohohoho... sudah bisa di tebak. Foto-fotolah.

Image hosted by Photobucket.com

MTA yang luas itu benar-benar menyediakan lokasi-lokasi untuk berfoto yang sangat indah. Dengan cahaya remang-remang, hasil foto akan terlihat sangat romantik. Hanya saja benar-benar harus tahan malu untuk berfoto di tengah hiruk pikuk pengunjung lainnya. Tips dari saya : ngapain mesti malu ??? Kenal juga ngga dengan orang-orang itu, besok juga belom tentu ketemu lagi sama mereka. So... ngga ada alasan buat malu !!!

Image hosted by Photobucket.com

Akhirnya kita berpisah dari MTA. Karena saat itu masih terang benderang, maka saya dan Imey pun memutuskan untuk nongkrong di Citos sembari menunggu malam. Dan di sana kita janjian ketemu sama Prass. Hmm... Gathering kecil nih *ngakak*. Sempet Foto-foto juga di sana. Ya ampuuunn... kalo kamera saya bisa muntah, mungkin dia udah mabok sedari tadi ngeliat gaya tengil saya dan Imey. Dan akhirnya kita pun sepakat berpisah jam 7 malem lewat banyak. Seiring dengan terucapnya sebuah janji... Bahwa kita akan bertemu lagi *ketawa girang*

Image hosted by Photobucket.com

09 July 2005

Di Traktir Didats !!!

Image hosted by Photobucket.com

Jujur, saya memang pengen ketemu sama ini anak satu. Makhluk bernama Didats yang selama ini hanya saya kenal lewat tulisan-tulisan di blognya.Dan tadi sore akhirnya saya bisa merealisasikannya. Walaupun sedikit dadakan sehingga saya lupa membawakan oleh-oleh yang saya bawa dari Palembang untuknya. Tapi itu tidak mempengaruhi acara makan-makan yang sudah di janjikan sejak lama... Dan kami pun ngemil pizza berduaan di Blok M Plaza. Tolong jangan berpikiran aneh-aneh dulu... Ini hanya pertemuan pertama dua orang sahabat.

Tidak ada yang aneh dengan pertemuan pertama ini. Kenapa tidak ada yang aneh ?? Karena dia yang saya kenal melalui blognya memang seperti itulah aslinya, demikian pula dengan saya. Hanya saja, Didats ini ternyata malu-malu mau untuk saya foto. Walaupun malu-malu, tapi tak kurang ada 10 buah fotonya tersimpan di memory digicam saya. Hahahaha...

Image hosted by Photobucket.com

Sebenarnya kita berdua tidak terlalu lapar sore itu. tapi entah mengapa pizza ukuran medium ini habis juga masuk dalam perut kita masing-masing ?? Karena pizza nya yang enak atau karena terlibat percakapan yang seru ?? saya tidak tahu ?? Yang jelas pizza nya habis... huehuehuehue

Image hosted by Photobucket.com

Oh ya dats, saya lupa minta maaf. Sebenarnya tadi saya sudah berbohong... Foto-foto yang ada di kamera saya sebenarnya bisa di hapus kok. Caranya sangat mudah lagi. Tapi saya cemas, siapa tahu nanti semua fotonya akan kamu hapus. makanya saya bilang fotonya tidak bisa di hapus. kalo fotonya di hapus, nanti ngga ada bukti ke Gita kan kalo saya habis jalan sama kamu. Hahahaha... Dan sesuai permintaan, saya tidak bocorkan hal-hal yang bisa merusak harkat dan martabat hidup seorang Didats.

04 July 2005

Buat Jole n Aji

Semalam saya berkunjung ke rumah sahabat saya yang ternyata sudah menjadi sepasang pengantin baru, Yuli dan Aji. Mereka menikah satu bulan silam. Akhirnya masa pacaran 6 tahun itu berakhir juga di pelaminan. Saya sendiri tidak bisa menghadiri pernikahan mereka, karena saat itu masih berada di Palembang untuk persiapan ujian semester. Yuli dan Aji adalah teman sekelas saya sewaktu kuliah di Akademi Pimpinan Perusahaan. Tetapi dengan Yuli, saya jauh lebih dekat dan banyak sekali kenangan yang sudah kami lewati bersama. Sebelum Yuli jadian dengan Aji kami seringkali bolos kuliah untuk nonton film terbaru di Graha Cijantung dan Kalibata Mall. Pernah juga sehabis stress mengerjakan ujian Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro, kami langsung kabur ke Dunia Fantasi, Yuli juga yang membantu saya mendapatkan kamar di Ghost Kost, sering membawakan saya makanan ke kost, atau mencoba makanan-makanan baru yang belum pernah kami coba sebelumnya. Setelah Yuli jadian dengan Aji pun kedekatan kita tetap seperti biasanya. Saya seringkali curhat dengan Yuli apabila sedang naksir dengan teman satu kampus atau habis putus cinta. Yuli pun tidak kalah seringnya curhat kepada saya tentang hubungannya dengan Aji.

Hubungan kita mulai renggang setelah lulus kuliah dari APP dan mulai menjalani kesibukan masing-masing. Tetapi saat itu kami masih sering bertegur sapa via telepon. Dan tadi malam, saat saya menelpon Yuli dan Aji, Yuli langsung meminta saya untuk datang ke rumahnya malam itu juga. Hahahaha... karena saya pun kangen berat dengan mereka berdua, maka saya putuskan untuk datang. Ahhh.. terjadi lagi sebuah reuni kecil tadi malam. Buat Yuli dan Aji semoga berbahagia, langgeng selalu dan di karunia putra-putri yang berbakti pada orang tua. Amien. Doakan juga semoga saya cepat menyusul jejak kalian...Insya Allah..