30 August 2005

Lina

Saya biasa memanggilnya Lina, nama lengkapnya saya tidak pernah tahu. Lina adalah seorang juru parkir di salah satu kawasan perbelanjaan di kota Palembang. "Seneng bae" (suka aja), begitulah jawaban yang pernah keluar dari bibirnya ketika saya bertanya kenapa dia memilih pekerjaan menjadi seorang juru parkir. Saya sudah sering melihatnya jauh-jauh hari sebelum saya mengenal dirinya. Perkenalan saya dengannya juga tidak jauh-jauh dari masalah parkir. Suatu ketika saya benar-benar diburu-buru waktu hingga tidak sadar telah memberikan dia uang Rp.20.000 baru yang sepintas nyaris sama dengan uang pecahan Rp.1.000,-. Saat saya kembali ke kawasan perbelanjaan itu beberapa hari kemudian, dia langsung menghampiri dan memberitahu saya kejadian itu. "Mangkonyo kak, laen kali jingok-jingok dukin kalo nak ngenjuk duit parkir tu" (makanya kak, lain kali lihat-lihat dulu kalo mau kasih uang parkir), begitulah dia memberi saya nasehat saat itu. Dari situ saya mengetahui namanya, wilayah dimana dia tinggal, serta beberapa orang teman-teman seprofesinya. Sebagai rasa terima kasih, saya pun memberikan separuh dari uang yang di kembalikan Lina tadi. Lagipula saya sudah tidak ingat lagi dengan uang itu. Hehehehe...

Begitulah asal muasal persahabatan saya dengan Lina dan teman-temannya. Setiap kali saya berkunjung ke kawasan perbelanjaan itu, pasti saya menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol dengannya atau temannya yang lain. Dan saya selalu mendapatkan bonus bebas biaya parkir dari mereka. Banyak yang bisa saya dapatkan dari obrolan dengan teman-teman saya itu. Saya jadi tahu bahwa meskipun hanya jadi juru parkir, sebuah profesi yang seringkali tidak anggap banyak orang tetapi mereka menjalankannya dengan senang hati. Mereka bilang daripada merampok, mencopet atau mengemis lebih baik mereka menjadi juru parkir. Kenapa saya menulis cerita tentang Lina ?? Karena beberapa hari yang lalu dia mengetakan kepada saya bahwa dia akan menikah dengan pemuda pilihannya. Dia mengundang saya untuk menghadiri pesta pernikahannya. Kalo kakak ado waktu dan idak ngeraso malu punyo kawan cak aku, dateng bae ke rumah aku. Dak usah ngenjuk macem-macem, kakak galak dateng be la jadi kado besak buat aku. Saya tersenyum dan berjanji akan menghadiri pernikahannya. Lina, selamat menempuh hidup baru semoga rukun selalu dengan suami dan di karuniai anak-anak yang berbakti pada orang tuanya. Amien...

22 August 2005

5 Wanita Terakhir Di Hati Goiq

Yang jelas ini wanita-wanita yang pernah singgah di hatinya Goiq, dan ini ngga termasuk ibu dan adik perempuan saya. Karena posisi ibu dan adik perempuan di hati saya adalah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat keberadaannya.

1.Fitria Kartika

Image hosted by Photobucket.com

Punya nama panggilan Tya, dia adalah sosok yang sudah singgah di hati saya sejak masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Cinta saya padanya bisa di katakan lucu dan unik. Saya jatuh cinta padanya setiap tahun. Susah di jelaskan secara pasti kenapa bisa begitu. Umur kami hanya berbeda satu tahun, tetapi dia tidak mau memanggil saya dengan sebutan Arie, Aiq, Pitax atau Goiq seperti orang-orang lain memanggil saya. Selalu ada embel-embel Kakak sebelum dia memanggil saya. Betapa santunnya dia… Saya juga punya julukan khusus untuk dia, yaitu Putri Rimba. Lagu yang tepat untuk menggambarkan persaan saya padanya adalah Andai Ia Tahu nya Kahitna.

2.Femmy Karima

Image hosted by Photobucket.com

Kenal Femmy saat dia meninggalkan jejak di SB blog saya. Femmy adalah penyiar radio anak muda di Palembang. Tapi bukan karena statusnya yang penyiar itu yang bikin saya jatuh cinta dengannya. Saya hanya butuh tiga kali pertemuan dengannya sebelum menyatakan apa yang ada di hati saya. Dan ternyata saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kami pun mengklaim diri sebagai pasangan gila. Punya dress code SU (Sok Uiiimut) kalo mo ngedate ke mall. Punya lagu kebangsaan berdua You Make My World So Colourfull nya Daniel Sahuleka yang nyaris di putar setiap kali Femmy siaran. Saya selalu bilang padanya kalo secara fisik dia ngga cantik, tapi kepinteran dia dan cara dia berbaur dengan teman-teman saya membuatnya terlihat sangat cantik di mata saya. Tetapi ternyata semua hanya berlangsung 2 bulan saja. Ada hal-hal yang tidak bisa mempersatukan kami lagi. Kami putus di warnet tempat kami biasa ngedate. Kata putus pun tidak pernah terlontar dari bibir kami, hanya sebuah kesepakatan bersama untuk merubah status kami di Friendster yang semula tertulis In a Relationship menjadi Single. Sejujurnya dalam hati saya berkata, akan sangat sulit menemukan wanita seperti Femmy.

3.Dina Desty Kurnia Sari

Image hosted by Photobucket.com

Dina ini adalah teman sekelas saya di kampus. Bermula dari niat saya mencari teman-teman perempuan di kampus. Bukan untuk di kecengi atau di jadikan pacar, tapi untuk teman curhat dan pinjem catatan menjelang ujian. Terpilihlah Dina dan teman-temannya yang lain. Ternyata teman dekat saya Dedy menyukainya dan minta bantuan saya untuk mendekatkan dirinya dengan Dina. Tetapi kenyataannya saya justru mengenal sisi lain Dina yang ternyata sangat saya suka di bandingkan dengan kesehariannya di kampus. Hingga akhirnya saya harus mengakui bahwa saya telah jatuh cinta padanya. Dan ternyata saya tidak bertepuk sebelah tangan. Tetapi dengan terjalinnya tali kasih antara saya dan Dina berarti saya telah mengkhianati sahabat saya sendiri. Hubungan kami terjalin tanpa seorang pun yang tahu, karena kami tidak ingin melukai perasaan Dedy meskipun kami telah melakukannya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang hubungan saya dengan Dina, karena semuanya hanya terjalin selama 3 minggu saja.

4. Wita Nidiesta

Image hosted by Photobucket.com

Wita juga teman satu fakultas di Unsri, bedanya saya jurusan manajemen sedangkan dia jurusan akuntansi. Kita sering banget jalan bareng temen-temen yang lain. Sungai Gerong, maen bilyard di Ramayana, dugem di Lemon (alm), nyoblos bareng di Mariana saat Pemilu tahun lalu, kongkow di GOR, dan hampir setiap sudut kota Palembang ini sudah saya jelajahi bersamanya. Foto di atas di ambil di kamar saya pukul 01.00 pagi saat kami melewati malam pergantian tahun bersama teman-teman yang lain di rumah saya.Wajar kan kalau perasaan di hati saya berubah seiring semakin rutinnya frekuensi pertemuan kami. Wita juga penyiar radio di tempat yang sama seperti Femmy. Tapi entah kenapa saya selalu ragu untuk mengungkapkan perasaan saya kepadanya. Saya merasa jurang perbedaan di antara kami sangat lebar. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah jawaban pasti kenapa saya tidak pernah mengungkapkan perasaan saya kepadanya, karena saya tidak pernah benar-benar mencintainya. Teman-teman saya mengatakan bahwa lagu Pecundang Sejati nya Dygta pas banget untuk menggambarkan apa yang terjadi antara saya dan Wita.

5.Imay Sri Mulyani

Image hosted by Photobucket.com

Saya dan teman-teman yang lain biasa memanggilnya Imey. Kenal melalui media yang bernama blog. Sama-sama punya pengalaman dengan istilah Blogger Love waktu saya masih bersama Femmy yang seorang blogger dan dia juga bersama pacarnya yang juga seorang blogger juga. Lalu kisah cinta kita dengan pasangan masing-masing pun berakhir, tetapi persahabatan kita masih terbina dengan baik melalui chatting. Hingga akhirnya takdir mempertemukan saya dengan Imey untuk pertama kalinya di bawah plang Pegadaian Pondok Labu. Dan ceritapun berlanjut antara dua orang cerewet, narsis, banci poto, tukang jalan, tapi baik hati, ramah, tidak sombong dan penyayang binatang ini. Citos pun jadi tempat ngedate favorit kita. Imey yang kalo lagi sayang manggil saya abang, tapi kalo lagi ngambeg manggil saya kutu. Hahahaha. Dan saya yang tetep memanggil dia cantiq. Karena Imey memang cantiq dalam kondisi apapun *gombal mode on*. Dia yang membuat saya merasa berat untuk pulang kembali ke Palembang, tetapi membuat saya menjadi sangat bersemangat untuk secepatnya menyelesaikan skripsi saya untuk selekasnya kembali ke Jakarta. Pas banget dengan lagu Pergi Untuk Kembali nya Ello yang sangat Imey suka, tapi saya ngga. Huhuhu. Biarpun liriknya pas banget menggambarkan kondisi kita saat ini, tapi saya tetep ngga suka Ello. Gimana kalo lagunya kita ganti aja cantiq?? Bagaimanapun, apapun, dan tidak tahu sampai kapan (ngeri kualat kalo ngomong kapanpun) dia tetap Imey, seseorang di seberang lautan yang kini bersemayam di hati saya...

19 August 2005

Untuk Pria Yang Paling Saya Cintai...

Image hosted by Photobucket.com

Hari ini tepat 59 tahun silam dia di lahirkan. Karena lahir satu tahun lebih dua hari setelah Negara kita merdeka, dia di beri nama Muhammad Merdeka oleh kedua orang tuanya. Saya tidak tahu banyak tentang cerita masa kecil dan masa remajanya, karena dia bukan orang yang suka berbagi cerita. Pembawaan seriusnya saya tahu pasti dia dapatkan dari ayahandanya yang seorang perwira. Saya pernah mendengar bahwa dia di gembleng sangat keras oleh ayahnya. Tidak suka bercanda, tidak pernah mengungkapkan perasaannya secara berlebihan kepada orang lain, dan selalu menyimpan semua masalahnya sendiri. Dia juga punya prinsip yang sangat saya benci. Menurutnya tidak ada teman abadi di dunia ini karena yang ada hanya kepentingan abadi. Saya tahu pengalamanlah yang membentuk prinsipnya itu. Tetapi dia tidak akan pernah bisa menanamkan prinsipnya itu kepada saya. Dia orang yang sangat keras kepala dan tidak bisa di ajak kompromi. Di balik semua sifat kerasnya yang sejujurnya tidak terlalu saya suka itu, dia juga ternyata punya sifat nakal. Saya masih ingat bulan puasa dua tahun silam dia pernah mengajak saya batal bersama. Hahahaha. Dia bilang dia tahan tidak makan dan minum seharian, tetapi paling tidak tahan godaan merokok. Saya sendiri tidak pernah berani melarangnya merokok, bukan karena saya takut atau karena tidak sayang padanya. Saya pernah melihatnya hidup tanpa rokok, dan dia bagaikan mayat hidup yang tidak bergairah. Sejak itu saya tidak pernah melarangnya merokok.

Walaupun saya seringkali membuatnya marah besar dengan argument-argumen saya yang sama sekali tidak masuk akal dan pikirannya. Atau beberapa kali dia pernah memukul saya dengan tangannya, saya tidak pernah berpikir untuk melaporkannya ke komnas HAM. Karena saya tidak pernah sanggup membencinya dan karena dia satu-satunya pria yang mencintai ibu saya apa adanya. Tidak pernah terbersit di benaknya untuk membagi cinta dengan perempuan lain, meskipun saya tahu dia bisa saja melakukannya. Di dalam hatinya hanya terpatri nama ibu saya. Dan saya benar-benar kagum karenanya. Selain itu saya juga tahu di lubuk hatinya yang paling dalam dia mencintai saya dengan segenap jiwa dan raganya, hanya saja dia lebih suka menunjukkannya dengan omelan dan sindiran. Jika di tanya siapa yang paling sayang padanya di dunia ini, saya mungkin akan dengan bangga mengacungkan tangan. Dia adalah laki-laki yang paling saya cintai di muka bumi ini. Dia adalah Bapak Muhammad Merdeka... ayah saya.

Selamat ulang tahun yah, maafkan anakmu yang pada tahun ini kembali belum bisa memenuhi harapan-harapanmu... Saya berdoa selalu untuk kesehatanmu, dan jika Allah mengizinkan saya ingin ayah melihat saya bersanding di pelaminan dan menggendong cucu ayah kelak. Insya Allah...

16 August 2005

Jangan Tanyakan Kenapa Saya Mencintaimu !!!

Ini saya temukan di Bulletin Board Friendster saya. Yang jelas menguatkan pendapat saya selama ini bahwa ketika saya mencintai seseorang saya tidak memerlukan alasan kenapa saya mencintainya.Dan ini berlaku untuk setiap orang tanpa memandang gender.

Wanita:Mengapa kamu menyukai saya? Mengapa kamu mencintai saya?
Pria:Saya tidak dapat menjelaskannya alasannya...tetapi saya sungguh menyukai engkau

Wanita:Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya,bagaimana kamu dapat
berkata kamu menyukai saya? bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?
Pria:Saya sungguh tidak tau alasannya,tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.

Wanita:Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya. Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!
Pria:Ok ok!!!! Hmm karena kamu cantik, karena suaramu enak didengar, karena kamu penuh perhatian,karena kamu mengasihi, karena kamu bijaksana,karena senyummu,karena setiap gerakkanmu.


Sayangnya,beberapa hari kemudian,sang wanita mengalami kecelakaan dan mangalami koma.Sang pria kemudian menaruh surat disisinya, dan isinya sebagai berikut:

Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu...
sekarang dapatkah kamu berbicara?
Tidak
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu...
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena senyummu,karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu.
Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Jika cinta memerlukan alasan seperti sekarang...
Maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai engkau lagi.

Apakah cinta memerlukan alasan? TIDAK!
Oleh karena itu,
saya masih tetap mencintaimu
dan Cinta tidak memerlukan alasan.


Ketika mencintai seseorang jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kamu lakukan. Menyesallah terhadap,apa yang tidak pernah kamu tidak lakukan.

Jika Tuhan membawa engkau kepada cinta...
Dia,akan memampukan engkau untuk bisa mengatasinya...

Kondangan

Saya tidak ingat persis sejak kapan tepatnya saya suka sekali datang ke kondangan, baik itu acara pernikahan atau selamatan. Yang jelas dalam satu bulan saya mesti menghadiri kondangan, baik itu memenuhi undangan yang memang di tujukan untuk saya pribadi maupun sekedar mewakili ayah saya. Jika memenuhi undangan yang memang di tujukan untuk saya pribadi, saya tidak perduli tempat dimana acara itu di langsungkan. Mau di gubug yang kumuh, di pinggir kali, di rumah atau di hotel berbintang. Insya Allah pasti saya hadiri. Tetapi jika mewakili ayah saya, saya cendrung memilih tempat kondangan di hotel ataupun gedung serbaguna, karena saya di pastikan aman dari serbuan pertanyaan para famili yang menanyakan kemana ayah saya.

Walaupun hoby kondangan mungkin masih dapat di kategorikan hoby yang langka, tetapi saya tetap tebal muka. Dan bagusnya belum ada yang menjuluki saya raja kondangan. Hohohoho *ketawa girang* . Mau tahu rahasia kecil kenapa saya hoby datang kondangan ??? Tujuan utama yang pertama yaitu menyenangkan orang yang sudah bersusah payah mengundang saya. Tujuan kedua mengenyangkan perut, tujuan ketiga tebar-tebar pesona (teteeepp), dan terakhir yang agak-agak memalukan. Ehhm..ehhmm.. Saya suka bertanya-tanya kepada panitia kondangan dimana mesen pelaminannya, dimana mesen kateringnya, berapa budget pestanya, berapa budget sewa gedungnya, dan pertanyaan-pertanyaan ngga penting lainnya. Jika orang yang saya tanya malah balik bertanya untuk apa saya menanyakan semua itu. Saya selalu menjawab simple... untuk pesta kawinan saya tahun depan . Hahahahaha... *iler ngocor*

12 August 2005

Penyakit Saat Nyusun Skripsi

Ini bukan meniru-niru Golda loh, tapi ini sekedar apa yang saya rasakan selama menjalani proses kehamilan menyusun skripsi.

1.Ngga tahu tanggal, bulan dan jam secara persis.

Ini percakapan dua hari silam antara saya dan salah seorang kakak.
Kakak : Iq aku pinjem motornya yah
Goiq : Jangan, aku mo ke kampus bentar lagi
Kakak : *garuk-garuk kepala* Tapi ini udah mo jam 12 malem loh
Goiq : Whaaaaaaaattt ???


2.Komputer adalah belahan jiwa

Rasanya bener-bener ngga rela meninggalkan meja computer walaupun hanya sebentar. Bukan apa-apa sih, takut aja kalo mendadak semua kata-kata yang berbaris indah di otak mendadak hilang cuma gara-gara harus buang air, makan, atau menerima telpon. Malah pernah beberapa kali ketiduran di meja computer. Yang ada paginya badan pegel-pegel. Boys n girls, don't try this at home !!!


3.Teman = Monster

Setelah kedatangan Yudha di hari pertama saya menyusun skripsi, saya mewanti-wanti seluruh penghuni rumah untuk mengatakan bahwa saya tidak berada ditempat kepada siapapun yang datang mencari saya kerumah . Mungkin terlihat agak berlebihan dan tidak berperikemanusiaan, tetapi skripsi adalah prioritas uatama saya saat ini.


4.Telepon dan Handphone = Musuh

Selama beberapa hari ini saya benar-benar anti menerima telpon. Sebagai bukti, saya hampir tidak pernah mengaktifkan handphone saya sepanjang saya sedang konsentrasi penuh mengetik skripsi. Malah telpon rumah yang notabene berada di depan kamar saya pun ikut-ikutan kena imbasnya. Telpon saya cabut karena suaranya berisik. Sebenarnya bukan karena berisik atau takut hilang konsentrasi, tetapi saya adalah makhluk yang mudah tergoda dan terbujuk rayuan para monster. Karena para monster biasanya selalu menelpon dan sms saya untuk mengajak bersenang-senang.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa saya jadi begini atau begitu meng agung-agungkan skripsi. Sebenarnya bukan begitu. Saya hanya ingin memastikan bahwa skripsi saya akan selesai semester ini yang artinya saya akan sidang dan wisuda semester ini juga. Saya sudah bertekad sejak awal masuk kuliah, bahwa saya akan selesai dalam 2,5 tahun. Dan artinya, semester ini adalah semester terakhir saya kuliah di Universitas Sriwijaya. Saya tidak ingin gara-gara kuliah berlarut-larut saya terus membebani ayah saya. Dan untuk itu saya harus...Semangaaaaaaaaaaaat !!!

08 August 2005

Goiq...Kamu Bisa !!!

Image hosted by Photobucket.com

Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi *nyanyi*. Hari Sabtu pagi menjelang siang si Goiq bangun dengan penuh nafsu birahi semangat menggebu-gebu dengan satu tekad untuk menyelesaikan skrispi Bab I dan Bab II. Rupanya saya sedikit terpengaruh dengan keberhasilan Golda yang yang sudah merampungkan skrispinya. Sebelumnya saya telah mewanti-wanti seluruh penghuni rumah untuk tidak mendekat ataupun membuat gaduh di area kamar saya dalam radius 1 meter kecuali dalam keadaan darurat seperti kebakaran, gempa bumi, dan banjir. Saya juga telah menempelkan kertas peringatan di meja telpon yang isinya bahwa saya tidak berminat menerima telpon dari siapapun.

Image hosted by Photobucket.com

Dan akhirnya saya pun resmi mengunci pintu kamar saya. Huhuhu, ternyata mengetik skripsi tidak semudah mengetik postingan blog. Semua kata harus di telaah lebih dalam supaya mempersempit ruang gerak dosen untuk mengkritik dan berkomentar saat ujian sidang nanti.Kalaupun ada beberapa point kalimat yang saya buat mengambang, tentu saja dengan harapan supaya sang dosen penguji nantinya menanyakan hal tersebut. Hohoho *tertawa culas*. Dua lembar pertama bisa saya selesaikan dengan baik, hingga terdengar suara ketukan pintu kamar saya. Saya langsung panic karena mengira sesuatu yang darurat sedang terjadi di luar. Ternyata saat saya membuka pintu, tampak sesosok makhluk bernama Yudha yang sangat tidak di harapkan kedatangannya dengan senyam senyum dan tanpa dosa masuk ke kamar saya.

Image hosted by Photobucket.com

Dan karena Si Goiq adalah seorang sahabat yang baik hati terhadap sesama, maka Yudha pun di izinkan masuk. Supaya saya tidak terlalu terganggu, maka saya menyuruh Yudha untuk melihat-lihat foto liburan di dalam digicam saya sembari meneruskan mengetik skripsi. Dan ternyata, memberikan digicam kepada Yudha adalah kesalahan yang sangat fatal. Yudha mulai jeprat jepret seisi kamar, termasuk memotret saya yang sedang sibuk. Akhirnya konsentrasi saya benar-benar buyar memasuki halaman yang ke empat. Dan akhirnya sirnalah niat saya untuk menyelesaikan skripsi Bab I dan Bab II hari ini.

Image hosted by Photobucket.com

Catatan : Sahabat ternyata bisa menjadi monster yang menyeramkan jika datang pada waktu dan tempat yang salah !!!

04 August 2005

Saat Kau Kembali...

Akhirnya kamu kembali juga. Setelah hampir tiga bulan lamanya kita hidup masing-masing dengan kesibukan yang berbeda. Sore ini saat aku kembali ke rumah, ternyata kamu dengan manis telah menantiku di kamar. Dan aku tahu, kamu sudah tidak sabar merasakan belaian jari jemari tanganku. Dan tanpa menunggu lebih lama, aku segera menutup pintu kamarku dan mulai menjelajahi seluruh tubuhmu. Dan seperti biasa kau terdiam seribu bahasa...

Arrrghhhhhhhhhhhh... Sebuah lengkingan panjang keluar dari mulutku. Bukan lengkingan kenikmatan atau kepuasan. Tetapi lengkingan kekesalan. Tiga bulan ini ternyata telah merubah dirimu. Kau bukan dirimu lagiiii...Kau bukan yang dulu lagiii... *nyanyi* Secara fisik kau memang masih sama seperti dulu. Tetapi, dimana kau yang dulu ?? Dimana kau sembunyikan semua memory tentang aku ?? Semua lenyap tak berbekas. Arggghhhhhhhhhh... aku benci kamuuuuu... Komputerku !!!

Nb : Tiga bulan berlalu sejak kau di pinjam ayah untuk keperluan tender nya di kantor. Dan kini semua file-file pribadiku telah lenyap. Arrghhhhhhhhh...

Image hosted by Photobucket.com

02 August 2005

Semua Salah...

Di Indonesia kita memang hanya mengenal dua musim saja, tetapi kita tidak pernah berhenti mengeluh setiap musim berganti. Ketika musim kemarau tiba dimana cuaca menjadi sangat terik, jalan-jalan berdebu, kebakaran yang selalu menghantui perumahan padat dan sebagainya, maka kita mulai mengumpat dan mengeluh seandainya musim hujan segera tiba. Tetapi ketika musim penghujan tiba, ternyata kita juga tidak berhenti mengeluh. Banjir dimana-mana, jalan menjadi becek, cucian tidak kering, anak-anak tidak leluasa bermain, dan keluhan-keluhan lain. Bertahun-tahun sepanjang hidup kita tidak berhenti mengeluh...

Sampai kapan kita akan terus mengeluh ?? Percuma juga kita mengeluh, karena kita hanya manusia yang tidak punya kuasa mengatur cuaca. Jadi saran saya, terimalah apa yang harus kita terima. Mengeluh tidak akan merubah cuaca menjadi seperti yang kita inginkan.