28 October 2005

Saya Hanya Lelaki Biasa

Saya hanyalah seorang laki-laki biasa. Yang terkadang suka membanggakan diri sendiri, tapi terkadang malah tidak percaya diri. Suka mengkritik orang lain, tetapi terkadang tidak terima di kritik orang. Paling senang memuja diri sendiri, meskipun sadar sepenuhnya tidak sehebat itu.

Saya mengaku tidak punya rahasia dalam hidup, meskipun saya sendiri tidak pernah tahu batasan dari kata rahasia. Saya juga selalu menampilkan hidup penuh keceriaan, walaupun banyak sandiwara di dalamnya. Saya juga benci orang munafik meskipun diri sendiri menyadari sepenuhnya bahwa saya juga sebenarnya semunafik orang-orang.

Tidak terlalu suka di puji padahal hidung mengembang setengah mati setiap kali mendengar kata pujian. Selalu berusaha untuk jujur meskipun nyaris setiap kata yang terucap dari bibir ini adalah kebohongan. Selalu tersenyum dan senang melihat keberhasilan orang lain, tetapi tidak pernah untuk berusaha untuk mengikuti kesuksesan mereka dengan dalih bukan rejeki saya.

Tidak suka dibilang banci padahal sadar sepenuhnya saya memang banci, pengecut, looser. Selalu ingin dibilang berani padahal sebenarnya mati lampu pun selalu berteriak. Selalu ingin di bilang kuat padahal sadar benar fisik saya memang tidak kuat dan tidak akan pernah kuat !!!

Hidup seperti apa yang saya jalani sekarang ?? Saya bahkan tidak mengenali diri sendiri. Haruskah saya dikasihani dan mengasihani diri sendiri ?? Saya hanya lelaki biasa, bukan lelaki luar biasa !!!

24 October 2005

Thks Semua

Dalam kesendirian , dalam kehampaan , dalam kekosongan jiwa . Setidaknya saya masih harus bersyukur karena mempunyai kalian...

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com

15 October 2005

Siapa Yang Mau Nikah ???

Saya memang lagi pusing
Pusing mikirin soal gedung
Pusing mikirin undangan dan souvenir
Pusing mikirin acara

Saya juga merasa jenuh
Jenuh dengan pertanyaan basi orang-orang
Jenuh dengan kesibukan yang tiada akhir
Jenuh dengan segala tetek bengek

Tapi saya...
Tidak pernah bilang mau menikah
Tidak pernah bilang mau bertunangan
Tidak pernah bilang mau kumpul kebo
Lebih-lebih nikah sejenis

Saya capek
Saya stress
Saya letih
Karena saya...
Ketua Panitia Reuni Akbar SMA Negeri 3 Palembang !!!

13 October 2005

Sebelum Hari H Itu Tiba...

Stress. Satu kata itu benar-benar mampu mewakili diri kami saat ini. Stress karena mempersiapkan detik-detik menjelang hari H itu. Beberapa hari ini kami selalu pergi pagi dan pulang nyaris mendekati pagi. Mencari gedung berkapasitas luas yang akan kami gunakan beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri nanti bukan perkara yang mudah. Tau sendiri kan, orang berlomba-lomba mencari berkah untuk menikah di bulan Syawal. Sebenarnya sempat terbersit niat kami untuk mundur dan menunda semua ini. Tetapi kami benar-benar di hadapkan pada kondisi yang dilematis, sekarang atau tidak sama sekali. Maka kami pun bersikeras juga untuk meneruskan semua ini. Undangan sudah di design, tapi tidak mungkin untuk di cetak karena tempat yang belum fix. Sementara souvenir yang kami design secara khusus sudah di pesan dan akan selesai sebelum hari H. Bagusnya untuk urusan acara sudah kami limpahkan kepada pihak Event Organizer, sehingga kami tidak perlu di pusingkan dengan urusan tetek bengek panggung beserta dekorasinya, pengisi acara, sound system dan sebagainya. Kami hanya membeberkan konsep acara yang kami inginkan kepada mereka.

Belum lagi tuntutan untuk selalu tersenyum ramah dalam menghadapi pertanyaan orang-orang yang sebenarnya selalu sama dan berulang-ulang. Sangat membosankan untuk menjawab pertanyaan kapan, dimana , kok mendadak , atau apa kalian sudah pikirkan masak-masak ?? Walaupun mayoritas mendukung niat mulia kami ini. Kami sengaja memilih untuk menyelenggarakan acara ini beberapa hari setelah hari Raya Idul Fitri agar teman-teman kami yang berada di luar Palembang dapat menghadirinya. Karena itulah kami menyibukkan diri karena kami ingin acara ini tidak saja berkesan untuk kami sendiri tetapi untuk semua undangan yang akan hadir nanti.

Untuk semua teman-teman blogger. Saya minta satu hal kepada kalain semua. Mohon doa restunya...

08 October 2005

Jadi Kepengen Kangen Neh ...

Saya seringkali menjadikan sebuah lagu untuk menggambarkan teman-teman, pacar, mantan pacar atau orang-orang dan situasi tertentu yang pernah saya alami. Tidak sembarang lagu bisa membentuk image seseorang di benak saya. Seperti kemarin misalnya, saya sedang memilih lagu-lagu di komputer saya. Tiba-tiba saya melihat list lagu Lara Hati nya Katon Bagaskara. Begitu musik di mainkan, lagu itu langsung membentuk image seorang Heru Herdiana. Heru itu teman kost saya beberapa tahun silam. Untuk melengkapinya, saya masukkan lagu Tegar nya Rossa. Saya jadi benar-benar bernostalgia mengingat persahabatan kami di Ghost kost. Secara lirik sebenarnya ngga ada yang bisa menggambarkan indahnya persahabatan kita, tetapi saya ingat benar bagaimana Heru selalu menyanyikan lagu itu di kamarnya, di kamar mandi, di ruang tengah, atau dalam perjalanan ke kampus. Saya yang tadinya tidak suka kedua lagi itu, sampai bela-belain beli kasetnya. Wong promosinya gencar banget di kost-kost an. Dan kedua kaset itu sudah bisa di pastikan nasibnya. Selalu di pinjem penghuni kamar sebelah. Dan itu bikin saya jadi kangen pengen ketemu Heru untuk menjitak kepalanya dan meminta lagi kaset Katon Bagaskara saya. Lo di mana sih Ru sekarang ??? *sentimentil mode on*. Udin, Amat, Agus 1 (Abangnya Udin), Agus 2 (bang kumis), Sondang, Mas Mo, Arly, Putri, Mbak Jely dan Mas Agus aja ngga bikin gw kangen-kangen banget. Huhuhu. Bego lo *nampol Heru*

Atau saat saya memutar lagu-lagu di album Slank 7. Mulai dari Balikin, April, Bim-Bim Jangan Menangis dan Kupu-Kupu Liar. Semua sangat jelas membentuk sosok hitam manis Hendra Indrianto alias Ipunk. Ipunk adalah teman sekelas saya di kelas 3 SMU. Masih inget banget gimana Ipunk yang mengaku seorang Slankers ini menyanyikan semua lagu-lagu Slank di album 7 dengan suara yang selalu di paksa-paksain mirip Kaka Slank saat pelajaran kosong atau saat jam istirahat. Begitu juga waktu kita pendakian ke Gunung Kaba di Bengkulu. Tiada perjalanan tanpa lagu-lagu Slank 7 yang keluar dari mulutnya. Pernah juga saya melihatnya menitikkan air mata waktu menyanyikan lagu Bim-Bim Jangan Menangis. Kalo ngga salah waktu itu dia lagi ribut sama cewe nya. Saya juga masih menyimpan sebuah tulisan tangannya di sebuah kertas yang berisikan pesan-pesan dari teman-teman terdekat saya menjelang kelulusan SMU. Disitu Ipunk menulis : Eh, gua ngga banyak bull shit oke ! But you must be your self. Oke !! Palembang, 28 April 1998. Pipis Piss Ipunk. Setamat SMU, Ipunk pindah ke Padang. Dan sejak itulah kita putus kontak. Lagi-lagi saya harus bertanya dalam hati. Apa kabar lo Punk ?? Masihkah lo jadi seorang Slankers seperti dulu ?? Selepas Album 7 sudah banyak loh albun Slank yang lain. Gyahahaha..Hikz.

Lain lagi dengan cerita lagu Kuingin nya Titi DJ dan Selalu Untuk Selamanya Fatur. Tadinya saya tidak terlalu suka dengan kedua lagu di atas. Tapi gara-gara terlalu terburu-buru yang mengakibatkan salah membawa kaset rekaman, lagu ini akhirnya benar-benar menjadi sejarah dalam hidup saya. Karena lagu ini menjadi saksi pendakian perdana saya di Gunung Dempo. Kedua lagu ini menemani saya mulai dari kaki gunung sampai sepanjang perjalanan menuju puncak. Lagu yang juga akan selalu mengingatkan saya tentang sosok Lia Balqis, Devi Rianto, Amri Budiman, Risdiyanto dan Yus Hendri yang menjadi rekan satu tim saya selama pendakian perdana kami. Kedua lagu ini tetap setia berada di list lagu favorit saya sampai detik ini. Hi guyz... Kapan neh pendakian bareng lagi ??

Jatuh cinta ??? Sampai detik ini lagu cinta yang masih bikin jantung saya merinding dan bulu kuduk saya berdetak kencang cuma lagu Cinta nya Paramitha Rusady. Entah kenapa lagu itu dulu selalu terdengar di televisi atau radio saat saya sedang mengintip pembantu tetangga sebelah di rumah tante saya di Rawamangun. Whaaaatt ?? Pembantu ??? Ho oh *ngangguk bego*. Pembantu juga manusia kan ?? Lagipula waktu pertama kali ngeliat dia, saya pikir dia itu anak gadis pemilik rumah sebelah. Saya juga tahunya dia pembantu yah dari pembantu di rumah tante saya itu. Tapi itu ngga menyurutkan langkah saya untuk tetep pedekate. Wong dia itu muanis buanget kok. Dari lantai 2, saya bisa melihat-lihat aktifitas si seksy, begitu julukan saya untuk dia. Jujur saya sudah lupa siapa namanya, cuma 2 kali bertegur sapa saat kebetulan sama-sama beli sate di dekat rumah, ngga sempet menyatakan perasaan karena dia keburu berhenti dari pekerjaannya.Tapi tiap kali denger lagu ini, saya jadi inget kegiatan mengintip itu. Gimana ngga bikin jantungan, kalo ketauan kan malu abeeeesss... Tapi saya kok mendadak jadi kangen juga yah sama si seksy ??

Nah itu baru segelintir memori saya tentang lagu. Lagipula itu baru lagu-lagu Indonesia. Belom lagu-lagu barat, Mandarin dan Korea. Kalau semua di jabarin rasanya saya bisa bikin sebuah novel berjudul Meong ( Memory Of Song). Gyahahaha. Ada yang samaan kisahnya dengan saya ??

06 October 2005

Cerita Batal Puasa

Saya mulai berpuasa pertama kali saat duduk di bangku kelas 2 SD, tetapi di puasa pertama itu saya sudah sanggup mengerjakannya satu hari penuh. Memang tidak sampai satu bulan penuh saya sanggup berpuasa seharian. Tapi paling tidak selama bulan Ramadhan saat itu tidak ada hari yang terlewati tanpa melakukan puasa. Saya masih ingat, walaupun tidak sanggup berpuasa penuh saya selalu menunggu sampai jam 1 siang untuk berbuka. Walaupun terkadang ibu memaksa saya untuk berbuka pukul 12, tetapi saya tetap ngotot untuk berbuka jam 1 siang karena saya ingin puasa saya lebih dari setengah hari. Sebagai imbalan atas puasa yang saya lakukan, ibu selalu membuat kue-kue dan minuman segar yang uenak rasanya pada saat kami berbuka. Dan ayah selalu berjanji akan membelikan baju baru dan uang tunai untuk setiap puasa yang saya lakukan satu hari penuh. Ini nih cikal bakal yang bikin si Goiq jadi makhluk matre. Hehehehe...

Kelas 3 SD saya sudah sanggup berpuasa sebulan penuh. Walaupun sangat berat, tetapi saya berhasil menjalankannya. Untuk ukuran anak usia 9 tahun yang paling suka berlari-lari dan melompat-lompat kesana-kesini tentu saja musuh terbesar saat puasa tiba adalah rasa haus. Apalagi ayah dan ibu selalu mengajarkan kepada kami bahwa puasa tidak boleh di jadikan alasan untuk bermalas-malasan sepanjang hari. Justru mereka menganjurkan kepada kami berempat untuk tetap beraktifitas seperti biasanya meskipun kadarnya yang sedikit di kurangi agar tidak terlalu menguras energi. Oh ya sedikit catatan, sehabis bedug Subuh berkumandang saya dan saudara-saudara yang lain biasanya jogging keliling kota bersama-sama sampai jam 6 lewat. Hal ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun di kota Palembang dimana semua orang berkumpul beramai-ramai di bundaran Mesjid Agung. Hal itu benar-benar kami lakukan satu bulan penuh selama Ramadhan berlangsung. Tetapi meskipun begitu banyak aktifitas yang di jalani, saya tidak pernah berusaha mencuri-curi untuk minum saat puasa. Kalaupun kerongkongan sudah benar-benar kering, paling-paling saya berusaha untuk tidur. Dan puasa 100% itu terus bertahan sampai saya kelas 2 SMP.

Karena NEM saya yang bagus saat lulus SD, ayah menyekolahkan saya di SMP yang mayoritas siswanya non muslim. Sekolah itu terkenal karena metode pendidikannya yang bagus dan disiplinnya yang sangat ketat di bandingkan dengan sekolah negeri. Tiap kelasnya mungkin hanya ada 3 sampai 4 orang siswa yang muslim dari 50 siswa perkelasnya. Teman-teman yang non muslim sangat menghormati kami yang sedang berpuasa saat ramadhan tiba. Meskipun pelajaran olahraga tetap di adakan saat Ramadhan, tetapi kita-kita yang berpuasa mendapat dispensasi untuk tidak mengikutinya. Tetapi di kelas 2 SMP, saya dan teman-teman yang muslim nekat untuk tetap mengikuti kegiatan olahraga. Maklum bawaan hormon yang sedang meledak-ledak. Semua merasa paling kuat dan paling jago. Dan akhirnya kami benar-benar tidak kuat untuk meneruskan puasa karena rasa haus yang teramat sangat. Kami pun memutuskan untuk batal bersama di kantin. Banggakah saya ?? Huhuhu. Malu sih iya, belum lagi perasaan menyesal yang teramat sangat. Trus ?? Karena saat itu saya sudah kenal dengan kata bohong, yah berbohong itulah satu-satunya jalan keluar. Pulang ke rumah tetep pura-pura masih puasa. Hahahaha. Dasar badung !!!

Tapi bagusnya saya tetap tidak membiasakan diri untuk seenaknya membatalkan puasa. Buktinya setelah kejadian di kelas 2 SMP itu, puasa saya kembali menyentuh rekor 100%. Bahkan di bangku SMA dimana rintangan-rintangan yang saya alami memang lumayan berat mulai dari ajakan-ajakan sesat seperti ajakan batal bersama di kantin, ajakan nonton bokep massal, ajakan ngedate bareng pacar, bahkan tidak sedikit yang ngajak jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan dengan seenak udelnya makan empek-empek di pinggir jalan serta dengan begitu tidak tahu malunya menawari saya ikutan makan, sampe yang sifatnya benar-benar tidak disengaja seperti ngga sengaja minum (itu mah rejeki), ngga sengaja liat gambar bokep di kamar temen, atau ngga sengaja liat orang cipokan sambil grepe-grepe di TV luar negeri, semua tidak sampai mempengaruhi puasa saya. Yang jelas rasa haus bukan lagi musuh utama saya dalam menjalankan ibadah puasa saat di bangku SMA. Musuh utama saya saat itu justru teman-teman yang menyesatkan. Sampe sempat berpikir dalam hati, kok punya teman ada tanduknya semua seh ???

Selama rentan waktu 5 tahun di Jakarta, hanya pada dua tahun pertama saja puasa saya bisa mencapai 100%. Selebihnya, bisa di pastikan batal satu hari. Dan batalnya puasa saya bukan karena padatnya aktifitas saya di kampus, tetapi selalu pada saat dalam perjalanan mudik lebaran. Sedikit catatan, selama 5 tahun merantau di Jakarta saya selalu mudik menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta.Waktu itu mana ada tiket pesawat murah menuju ke Palembang seperti sekarang dimana harga tiket pesawat termurah ada yang Rp.150.000 dan yang lainnya berkisar 200 sampai 300 ribuan, dulu semuanya di atas setengah jeti. Dan menempuh perjalanan jauh itu ternyata cukup berpengaruh terhadap puasa saya. Saat saya memutusakan kembali ke kota Palembang tahun 2003 lalu, ternyata lagi-lagi tetap tidak bisa berpuasa satu bulan penuh. Dua tahun lalu itu saya sakit sampai tidak bisa bangun dari tenpat tidur selama 3 hari. Dan selama itulah saya juga tidak bisa menjalankan kewajiban saya. Jangan di kira kalau saya tidak berpuasa trus saya bisa makan sepuasnya seenak udel. Orang lagi sakit mana nafsu makan. Hehehehe. Dan tahun lalu lagi-lagi puasa saya jebol sehari karena manajemen waktu yang tidak baik. Memaksakan diri terlalu sibuk dengan aktifitas sosial di bulan ramadhan, dan ternyata harus mengorbankan satu hari puasa saya.

Kalau di hitung-hitung sudah 5 tahun terakhir ini puasa saya jebol terus. Arrgghhhhh. Saya cerita begini bukan untuk bangga-banggaan. Sebenernya justru malu banget cerita soal ini. Nanti di kira mencari pembenaran atas kesalahan yang saya lakukan sendiri. Padahal sebenarnya hanya untuk sekedar bahan perenungan diri semata. Umur sudah 25 tahun tapi kok puasanya kalah terus. Hehehe. Saya juga berharap puasa Ramadhan tahun ini banyak yang bisa saya dapatkan daripada hanya sekedar menahan rasa lapar, haus serta hawa nafsu semata. Insya Allah...

Nb : Bagi yang merasa terganggu dengan misscall saya pagi-pagi buta, saya minta maaf dan silahkan komplain disini. Hehehehe. Membangunkan orang sahur itu juga ibadah loh. Saya kan tidak mungkin datang ke rumah teman-teman semua satu persatu untuk membangunkan kalian. Jadi saya hanya bisa membangunkan lewat misscall di hape kalian masing-masing. Mumpung hape saya masih ada pulsa. Hehehehe. Buat yang pengen di bangunkan juga via misscall mesra di pagi hari, silahkan tinggalkan no hape. Layanan ini gratis alias tidak di pungut biaya satu rupiah pun loh dan juga tidak perlu di bales via sms *promosi mode on*.

04 October 2005

Posting Makanan Sebelum Puasa

Image hosted by Photobucket.com

Sebenernya sedikit kurang etis posting makanan menjelang bulan puasa tiba. Tetapi lebih tidak etis lagi kalau saya memposting ini saat benar-benar telah memasuki bulan Ramadhan. Jadi hitung-hitung menyegarkan mata semua orang sebelum kita benar-benar menjalankan ibadah puasa. Ceritanya kemarin saya kembali berkutat dengan makhluk yang bernama skripsi. Sedikit catatan, jika sedang konsen mengerjakan skripsi di dalam kamar maka saya akan lupa keluar kamar, lupa makan dan lupa pada dunia. Hehehe. Hingga lebih kurang pada pukul 4 sore, ibu mengetuk kamar dan ternyata membawakan saya sepiring agar-agar manis dengan selasih dan segelas es buah segar. Huaaaaa. Tak lupa ibu mengingatkan saya untuk sholat dan makan nasi sehabis ini. Ibu juga mengatakan bahwa di meja makan ada kiriman rendang dan empek-empek dari Tante Ume. Huhuhu.. benar-benar menggiurkan *laper mode on*. Saya pun bergegas menghabiskan agar-agar dan es buah lalu sholat ashar. Sehabis sholat saya langsung menuju meja makan untuk makan siang yang sudah kesorean. Ternyata ibu khawatir juga melihat saya yang betah seharian mengurung diri di dalam kamar. Terima kasih atas perhatiannya yah bunda .

01 October 2005

Nasi Minyak Lagi

Image hosted by Photobucket.com

Hari Sabtu, tepat di saat pemerintah menaikkan harga BBM kami sekeluarga merayakannya dengan acara makan-makan di rumah. Ibu saya memasak nasi minyak, bistik daging, perkedel kentang, kering tempe, dan acar. Mungkin keluarga kami ini sudah tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk menyambut kenaikan harga BBM ini. Mau demo ?? Rasanya sudah banyak orang yang melakukannya. Mau marah ?? Lah kok semua orang rasanya sudah pada marah. Mau nangis ?? Rasanya malah makin bodoh dan buang-buang energi saja, Presiden saja sudah nyuruh kita buat menghemat energi kok. Intinya BBM tetap naik geto loh !!! Maka kami sekeluarga pun membuat hal yang berbeda dari yang sudah di lakukan orang lain, yaitu menggelar acara makan-makan sekeluarga. Hayo... keluarga mana di Indonesia ini yang menggelar acara makan-makan untuk merayakan kenaikan BBM ??? Hahahaha.

Orang lain mungkin akan menuduh keluarga kami sebagai keluarga yang tidak peka, tidak memikirkan nasib orang banyak, atau bahkan tidak perduli dengan yang di alami bangsa ini. Salah besar bung !!! Hanya saja seperti yang pernah saya tulis diblog ini saat kenaikan harga BBM beberapa bulan yang lalu, percuma juga kita marah, demo besar-besaran, sedih, nangis dan sebagainya untuk mewujudkan rasa kesal kita terhadap naiknya harga BBM. BBM tetap saja naik. Titik !!!! Jadi mendingan kita makan-makan sekaluarga kan ??? Perut kenyang dan otak jadi bisa berpikir jernih untuk menyongsong hari esok yang pasti akan semakin sulit.

Oh ya, dalam beberapa hari kedepan kita segenap umat muslim di seluruh penjuru dunia akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Sebelumnya Goiq mau minta maaf lahir dan batin kepada teman-teman semua apabila selama ini ada kata-kata dan perbuatan Goiq yang kurang berkenan di hati teman-teman semua. mari kati sambut ramadhan dengan hati yang bersih dan tanpa dendam. Marhabban ya Ramadhan...