18 February 2005

Jalan-Jalan



Kemarin saya pergi jalan-jalan bersama seorang teman. Istimewanya karena hari itu saya sendiri yang mengemudikan mobil. Mungkin tidak ada yang istimewa bagi kalian yang sehari-harinya sudah terbiasa menyetir mobil sendiri, tapi tidak bagi saya. Sebenarnya sudah bertahun-tahun yang lalu saya belajar menyetir mobil, dan sayapun sudah dapat di kategorikan bisa membawa sendiri. Hanya saja, sebuah insiden terjadi dimana saya menabrak seorang anak kecil dan melihatnya harus terbaring bersimbah darah di aspal. Anak kecil itu ternyata memiliki nyali yang besar untuk terus bertahan hidup, sedangkan saya benar-benar kehilangan nyali untuk menyetir mobil lagi.

Dan kini setelah bertahun-tahun kemudian, saya merasa tidak ada gunanya terus menyiksa diri dalam trauma berkepanjangan. Ketakutan saya sungguh sangat tidak beralasan. Maka sayapun memutuskan untuk memberanikan diri mengulang semua dari nol lagi. Saya mendaftar kursus menyetir mobil lagi. Belajar dari awal lagi dimana letak rem, gas dan kopling, belajar mengatur posisi kopling dan gas supaya mesin tidak mati mendadak, belajar menggunakan feeling dalam menyetir dan belajar untuk melupakan trauma masa lalu yang mendadak muncul kembali saat saya duduk di depan kemudi. Saya tahu belum sepenuhnya pulih dari trauma, saya hanya berani membawa mobil dengan kecepatan 40 - 50 km/jam saja. Tak heran saya banyak mendapatkan klakson dari pengemudi lainnya. Tapi bagi saya, yang penting saya berani untuk mecoba lagi. Jika saya sudah terbiasa, saya pasti akan kembali membawa mobil dengan kecepatan normal lagi. Dan tidak lupa dengan kehati-hatian super ekstra tentunya. Saya tidak mau trauma menyetir mobil lagi untuk kedua kalinya.

Ada Apa Dengan Mimpi ?

Saya bukanlah tipikal orang yang percaya kepada sebuah mimpi, walaupun kadang kala ada beberapa mimpi yang benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Salah satunya adalah saya pernah bermimpi memelihara sepasang hamster yang saya beri nama coco dan lily yang saya panggil coli, padahal sebelumnya saya sama sekali tidak punya niat sama sekali untuk memelihara hamster karena saya berpikir hanya akan membuang-membuang waktu saya. Tetapi nyatanya, ketika menemani sepupu saya Doni membelikan hamster untuk sang pacar, sayapun tergoda untuk membeli juga. Sayapun memberi nama hamster saya coco dan lily seperti yang saya alami dalam mimpi. Sebenernya ini mimpi yang jadi kenyataan apa saya yang membuat mimpi jadi nyata yah ??? Hehehehe....

Kenapa kali ini saya begitu menggebu-gebu ngomongin soal mimpi? Soalnya sudah tiga malam berturut-turut saya bermimpi tentang seorang wanita. Bukan mimpi ber doggy style ria atau mimpi yang bikin saya jadi harus mandi wajib pagi harinya. Mimpi saya sebenarnya ngga aneh-aneh, saya bertemu dengan seorang wanita dan dia cuma bilang, "saya sayang kamu dan sayalah yang kamu cari selama ini". Tiga malam berturut-turut saya mendengar kalimat yang sama. Dan anehnya saya selalu terbangun setiap habis memimpikannya. Saya tidak tahu siapa dia dan siapa namanya, tapi saya bisa merasakan kehadirannya di hati saya. Saya masih ingat ketika saya mencium keningnya, merasakan wangi tubuhnya seolah semua nyata. Dan saya bermpimpi tentang dia justru ketika saya menyerah untuk mencari sosok seorang wanita yang saya cari selama ini. Sosok yang saya tidak tahu wujudnya, tapi mampu membuat hati saya berkata "bukan dia yang kamu cari" pada wanita-wanita yang saya pacari. Dan tiga malam ini, sosok tanpa wujud di hati saya itu menjelma dalam mimpi.

Saya masih goiq yang dulu, tidak percaya pada mimpi. Tapi sosok di dalam mimpi itu, mampu membuat saya yakin bahwa memang dia yang saya cari selama ini. Saya tidak akan memaksa diri saya untuk mencarinya karena saya percaya jika memang dia nyata di dunia ini dan jika memang dia wanita yang saya cari untuk mendampingi hidup saya, maka kami akan bersatu. Dan sampai detik ini saya cuma bisa berasumsi bahwa mimpi itu hadir hanya untuk menyenangkan hati saya saja. Ternyata mimpi pun bisa membuat saya jadi senang....