28 March 2006

Berbeda Itu Indah

Beberapa bulan yang lalu saat menghadiri pertunangan seorang sahabat, saya melontarkan sebuah pertanyaan kepada mereka berdua secara terpisah. Apa yang membuat mereka yakin untuk bertunangan dan segera mengakhiri masa lajang dalam beberapa bulan ke depan ? Ternyata meskipun saya mengajukan pertanyaan itu kepada mereka secara terpisah, tetapi jawaban yang saya terima sama persis. Alasan paling mendasarnya adalah karena cinta dan banyaknya kesamaan-kesamaan antara mereka berdua. Kesamaan ?? Hmmm... Dulu saya juga selalu berpikir untuk mencari pasangan yang punya banyak kesamaan dengan saya. Tetapi dalam perjalanannya, ternyata pemikiran saya itu tidak sepenuhnya benar.

Punya banyak persamaan itu memang enak. Tetapi itu hanya pada awalnya saja. Hidup ini tidak selamanya sama kan ? Wong manusia saja tidak ada yang sama meskipun mereka kembar identik atau kembar siam sekalipun. Kenapa saya membicarakan masalah perbedaan ini ? Karena jujur saja, saya cukup sedih menyaksikan orang-orang zaman sekarang yang kurang bisa menerima perbedaan. Sebagai contoh, kenapa orang yang pro atau orang yang kontra dengan RUU APP selalu berjalan sendiri-sendiri? Yang Pro berkumpul sendiri, berdemo sendiri serta meyuarakan aspirasinya sendiri menuntut segera di sahkannya RUU APP begitu pula sebaliknya yang kontra. Semua merasa dirinya paling benar. Yang pro bilang RUU APP sangat menguntungkan dan dapat memperbaiki moral bangsa. Sementara yang kontra bilang RUU APP sangat merugikan dan melecehkan kaum perempuan serta mendiskreditkan suku atau golongan tertentu. Mungkin kedua golongan itu masing-masing ada benarnya dan juga masing-masing tidak luput dari kekhilafan. Sekarang yang jadi masalah, kenapa mereka tidak mau duduk dalam satu forum dan membahasnya bersama ??? Disadari atau tidak sebenarnya mereka tetap punya persamaan meskipun dengan pola pemikiran yang berbeda. Mereka sama-sama menginginkan yang terbaik untuk bangsa ini meskipun yang satu pro dan yang satu kontra. Sekarang tinggal mereka saja yang mau atau tidak memadukan perbedaan yang ada di antara mereka menjadi sebuah kesepakatan bersama yang indah.

Saya pikir jika pernikahan di jalankan dengan konsep menerima serta memadukan perbedaan di antara dua individu tersebut, tentu akan sangat baik dan mungkin saja akan menurunkan angka perceraian yang terjadi. Saya banyak bertanya kepada beberapa orang teman, tetangga atau kenalan yang sudah atau pernah mengalami perceraian dalam rumah tangganya. Kebanyakan alasan mereka bercerai karena sudah tidak ada persamaan lagi antara keduanya. Sebenarnya bukan tidak ada persamaan lagi karena memang dari awalnya mereka adalah individu yang berbeda. Kesamaan-kesamaan yang mereka rasakan pada awal membina hubungan itu menurut saya hanya kesamaan-kesamaan semu yang tidak layak untuk di jadikan pondasi dalam sebuah hubungan. Ingatlah bahwa manusia itu berubah ! Mungkin yang tadinya banyak kesamaan akhirnya justru malah berbeda sama sekali seiring berjalannya waktu. Coba dari awal menikah masing-masing sudah menyadari bahwa mereka sebenarnya adalah dua pribadi yang memang berbeda dan siap untuk menerima perbedaan pada diri pasangannya masing-masing. Saya pikir belum terlambat untuk merubah pola pemikiran kita. Bukan berarti adanya kesamaan itu tidak penting. Tetapi jangan persamaan-persamaan itu di jadikan patokan atau tolak ukur cocok atau tidaknya kita dengan pasangan. Jadi saya pikir sudah selayaknya kita ucapkan selamat tinggal pada kalimat : Kayanya gw cocok deh sama dia, soalnya kita berdua tuh banyak banget persamaan. Mulai dari sifat, hoby, sampe hal-hal yang ngga penting. Klop banget deh.

Postingan ini saya persembahkan untuk sahabat saya yang beberapa hari kedepan akan mengarungi bahtera rumah tangga. Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga samara dan jadikan perbedaan yang ada sebagai warna dalam kehidupan rumah tangga kalian. Perbedaan itu indah loh...

23 March 2006

Narsis Sepanjang Palembang - Jakarta - Bandung

Akhirnya sampai lagi di bumi Palembang tercinta setelah beberapa hari melanglang buana keliling kota. Sayangnya jadwal saya kemarin itu benar-benar padat sehingga nyaris tidak ada waktu untuk mengunjungi teman-teman blog yang berada di bandung dan jakarta. Padahal kepengen.. hiks. Insya Allah jika lain kali saya melakukan perjalanan lagi, saya ingin meluangkan waktu untuk bertemu teman-teman semua.

Image hosting by Photobucket
Image hosting by Photobucket

Kenarsisan berawal dari pelabuhan Bakauheni menuju pelabuhan Merak

Image hosting by Photobucket
Image hosting by Photobucket

Wisuda Dony di Sekolah Tinggi Pariwisata bandung jadi salah satu alasan untuk bernarsis ria di sana. Hohohoho...

Image hosting by Photobucket

Cemi, sepupu saya yang masih duduk di kelas 2 SMA rupanya sudah tertular virus kenarsisan dari para sepupu-sepupunya.

Image hosting by Photobucket

Di sela-sela acara wisuda, adik dan sepupu saya masih sempet-sempetnya ber foto bersama. huhuhuhu..bener-bener keluarga yang narsis.

Image hosting by Photobucket

Bangun tidur ?? Sudah jelas langsung foto-foto bersama. Gyahahaha...

Image hosting by Photobucket

Foto di depan hotel kayanya sudah di rencanakan jauh-jauh hari sebelum berangkat.

Image hosting by Photobucket

Belanja tapa berfoto ??? Ngga lengkap laaaahh...

Image hosting by Photobucket

Ketemuan sama Ari Pratiwi di asrama UI beberapa jam sebelum pulang ke Palembang. Ternyata 5 tahun tak bersua, kami masih tetap setia jadi himagifo (himpunan mahasiswa gila foto)

Image hosting by Photobucket

Kak Ayi dan Ade Otong yang sama-sama narsis... Di kamera saya ada 70 foto ade saya yang narsis ini... ckckckc

Image hosting by Photobucket

Dalam perjalanan dari Merak menuju Bakauheni

Image hosting by Photobucket

Sampe juga di Pelabuhan bakauheni Lampung....

12 March 2006

Cinta Pada Pandangan Pertama

Perhatian : Postingan ini panjang bangeeeettt. Mendingan siapin cemilan dulu sebelum membacanya. Hehehehe

Selama ini saya ngga terlalu yakin sama cinta pada pandangan pertama. Saya berpikir tidak mungkin bisa cinta pada seseorang dalam satu kali pandangan. Tapi saya juga ngga berani bilang tidak percaya 100 %. Takut kejadian sama diri sendiri dan terpaksa menjilat ludah sendiri. Hehehehe. Dan kemarin hal itu benar-benar saya alami dalam sebuah pelatihan di PT. PUSRI Palembang. Mata itu begitu bening laksana air dalam perigi ketika pandangan kami beradu untuk pertama kalinya. Sebuah senyuman mengembang dari bibirnya ketika menyadari bahwa kami telah sekian lama saling menatap. Selama sesi pertama pelatihan itu, entah berapa puluh kali saya curi-curi pandang ke arahnya. Saya tidak bisa memfokuskan pikiran saya pada pelatihan yang tengah berlangsung saat itu. Ahhh... ingin sekali saya berkenalan dengannya, meskipun saya sudah tahu namanya dari ID peserta pelatihan.

Saat coffe break pukul 10 pagi, meja saya tepat berhadapan dengan meja yang di dudukinya bersama teman-temannya. Dan untuk kesekian kalinya saya curi-curi pandang ke arahnya. Tanpa saya sangka dan saya duga, saat melirik kepadanya ternyata saya berhasil menangkap basah lirikan matanya yang sedang tertuju pada saya. Untuk kedua kalinya kami beradu pandang, dan kali ini saya berinisiatif tersenyum kepadanya. Dia pun membalas senyuman saya. Wiiiiihhh, senyumnya dua kali lipat lebih manis daripada yang tadi. Hahahahaha... Kok saya jadi deg-degan yah ?? Ingin rasanya datang ke mejanya lalu berkenalan dengannya. Tapi saya malu dengan teman-temannya. Kalo dia duduk sendirian mungkin sudah sedari tadi saya menghampirinya. Dan tidak ada perkembangan berarti hingga sesi coffe break tiba.

Sesi kedua pelatihan saya sudah tidak tahu lagi apa yang di bicarakan oleh instruktur. Perhatian saya hanya tertuju kepadanya. Dan kali ini dia berhasil menangkap basah tatapan mata saya kepadanya. Lah wong kepala saya memang sedari tadi sudah tidak menghadap ke depan, melainkan menghadap ke kiri saya dimana dia duduk dengan manis bersama teman-temannya. Suhu ruangan yang sangat dingin membuat saya kebelet ingin buang air kecil. Saya pun keluar ruangan pelatihan. Setelah selesai ternyata saya tidak ingin terburu-buru masuk kembali. Saya mencoba mengumpulkan kembali pikiran saya yang melayang-layang karena dia. Caranya ?? Merokok... Hehehehe. Batang rokok yang kedua sudah tinggal setengahnya ketika pintu ruang pelatihan terbuka. Saya menoleh melihat siapa yang keluar dari sana. Ternyata ??? Dia... Dia melihat saya merokok, menghampiri saya, tersenyum lalu bertanya dimana letak toilet. Saya pun memberitahu letak toilet secara singkat padanya. Setelah dia keluar dari toilet, tanpa saya duga tiba-tiba dia duduk di sebelah saya. Lalu kami pun bercakap-cakap :

Dia : Di dalam dingin banget yeah ??
Goiq : Iya dingin banget... *sambil ngerokok*
Dia : Padahal aku udah pake jaket segini tebel, tapi masih kedinginan juga.
Goiq : Hehehehe... *sambil senyam-senyum*
Dia : kamu kalo senyum gitu kaya anak kecil
Goiq : hah ?? Masa sih ?? Bukannya kaya kakek-kakek ??
Dia : *ketawa kecil* Garing ah...
Goiq : Mau masuk sekarang ??
Dia : Bentar lagi ah...
Goiq : *pengen terbang ke awan*


Lalu kami bercakap hal-hal ngga penting sebelum memutuskan masuk ke dalam ruangan pelatihan. dan sepanjang sesi dua itu kepala saya rasanya bertaburan kue, permen, bunga, coklat. Hehehehe... Saat makan siang, saya sudah tidak sungkan menegurnya meskipun tidak duduk satu meja. Ahhh..pokoknya saya merasa tidak menyesal mengikuti pelatihan ini. Saat sesi 3 berlangsung saya sudah jauh lebih konsentrasi meskipun sesekali masih mencuri-curi pandang ke arahnya. Saat coffe break seusai sesi 3, kami kembali bercakap-cakap, mulai dari hal yang tidak penting sampai hal-hal yang berbau prinsip.

Dia : Kamu suka F1 juga ?? Jagoin siapa ?
Goiq : JB donk...
Dia : Hah ?? Kok samaan yah ??
Goiq : Waaahhh.. toss dulu donk *nyodorin telapak tangan*
Dia : *membalas toss*
Goiq : Waahh... kita banyak banget persamaan yah
Dia : Iya neh... Pasti cocok kalo pacaran...
Goiq : *kaget* hah ?? kamu ngomong apa tadi ?? *belagak ngga denger*
Dia : Mmmm..mmm..Aku tadi nanya kamu sudah punya pacar belom ??
Goiq : *hening*


Sejujurnya saya sangat tersentak dengan pertanyaannya itu. saya kan sudah punya pacar... Kok sedari tadi saya malah ngga inget dengan pacar saya yang jutsru sangat antusias nyuruh saya ikutan pelatihan ini. Tapi kok di saat seperti ini, dia jadi berasa ngga penting. Dia jadi serasa bukan siapa-siapa di hati saya hanya karena seseorang yang belum saya kenal 12 jam. Padahal tadi pagi dia masih seorang ratu di hati saya. Lamunan saya terhenti ketika dia mencubit saya.

Dia : Kok diem aja...
Goiq : Ngga kok, aku lagi mikirin pacar aku
Dia : Ohhh..sudah punya pacar yah ?
Goiq : Iya...
Dia : Pasti dia beruntung banget yah punya cowo kaya kamu.
Goiq : Tentu donk *narsis mode on*
Dia : Dia marah ngga kalo kita temenan ?
Goiq : Ngga lah... dia pengertian kok. Ehhh..emang kita temenan ?? kayanya belom kenalan deh...
Dia : Iihhhhh jahaaaaattt *sambil nyubit lengan*


Pelatihan sore itu selesai. Sejujurnya saya menikmati perasaan sesaat saya dengannya. saya pikir dia pun begitu. Kami saling bertukar nomor hp dan berjanji untuk saling mengabari. Dia mungkin lebih baik daripada pacar saya. Tetapi kalau saya selalu ingin mencari yang lebih, mungkin kelak suatu saat saya juga akan meninggalkannya... (Terinspirasi dari kata-katanya Agus dalam film Jomblo)

02 March 2006

Nonton Sepakbola

Kemaren sore saya bersama seorang sepupu nonton pertandingan sepakbola Liga Djarum antara Sriwijaya FC VS PSDS. Ini adalah kali pertama saya menyaksikan pertandingan kandang Sriwijaya FC. Meskipun saya adalah seorang pendukung Sriwijaya FC, tetapi saya tidak pernah menyaksikan pertandingan kandangnya dan tidak punya segala macam atribut Sriwijaya FC. Hehehe... Tiket masuk menonton pertandingan itu harganya bervariasi, mulai dari yang termurah Rp.5.000 sampe yang termahal Rp.45.000. Saya menduga yang harganya 5.000 itu pasti yang duduk di tribun utara dan selatan yang lokasinya membelakangi gawang. Maka saya dan sepupu pun memutuskan untuk memilih tempat di tribun timur yang harga tiketnya Rp.10.000,sedangkan di tribun barat harga tiketnya Rp.20.000 ke atas. Baru saja memutuskan untuk membeli tiket, tiba-tiba sepupu saya di beritahu temannya bahwa sebentar lagi gerbang menuju tribun timur akan di jebol. Artinya saya bisa menyaksikan pertandingan secara langsung tanpa bayar alias gratis. Hohohoho... Tapi tunggu punya tunggu ternyata gerbangnya tak kunjung di jebol massa pendukung Sriwijaya FC, sementara pertandingan sudah berjalan 10 menit. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli tiket sambil menggerutu pada sepupu saya. Kesal karena sudah lama menunggu tapi pagarnya tidak kunjung di jebol. Tahu begitu kan dari tadi aja beli tiketnya dan ga pake acara ketinggalan pertandingan sampe 10 menit.Kekesalan saya semakin bertambah setelah masuk gerbang pemeriksaan tiket dan ternyata gerbang di sebelah di jebol massa. Huhuhuhu... mereka bisa masuk gratisan.

Akhirnya saya sadar kenapa tribun timur harganya lebih murah daripada tribun barat. Ternyata karena tribun timur tempat saya duduk menyaksikan pertandingan posisinya benar-benar berhadapan dengan matahari yang siap-siap terbenam. Panaaaaassss... Tribun timur ternyata juga tempat berkumpulnya para suporter fanatik Sriwijaya Mania yang datang lengkap dengan segala aksesori klub kebanggan kota Palembang ini. Sementara di tribun barat lebih banyak diisi oleh suporter-suporter yang tidak terlalu fanatik. Ini bisa saya lihat dengan mayoritas yang duduk di tribun barat tidak menggunakan aksesori Sriwijaya FC. Duduk dekat dengan para suporter fanatik yang selalu bernyanyi dan meneriakkan yel-yel pembangkit semangat tidak membuat saya terganggu untuk menyaksikan jalannya pertandingan. malah tidak jarang saya ikut-ikutan bernyanyi, berteriak dan berjoget bersama mereka. Hahahaha... Semua nyanyian dan yel-yel yang kami teriakkan membuat tim kebanggaan kami juga bermain lebih semangat. Dan kemenangan Sriwijaya FC atas PSDS 2-0 tanpa balas menjadi kado manis sore itu.

Oh iya, saya juga masih punya hutang sambitan sama Taghyiraholics dan Anca tentang 5 hal aneh tentang Goiq :

1. Goiq, banyak temen-temen yang bilang nama panggilan saya ini aneh, ngga bermutu, ngga jelas, dan apalah yang laennya. Banyak yang ngga tau nama apa sih sebenrnya Goiq ini ?? Okelah, saya jelasin secara singkat. Nama saya Arie, tapi saya punya nama kecil Aik (Biar gaul suka saya tulis Aiq). Waktu kuliah dulu saya bergabung dalam kelompok Gogo. Semua anggotanya akan menyandang nama depan Go di depan nama panggilan mereka. Jadilah Goiq, Gona, Gosaw, Gomir, Gowil dan lain-lain. Hehehehe

2. Saya ini belum pernah menikah apalagi punya anak. Tetapi saya sangat suka dengan dunia anak. Banyak anak teman-teman dan beberapa anak tetangga saya paksa untuk memanggil saya ayah. Saya tidak pernah rela melihat keceriaan dunia anak di ganggu oleh tangan-tangan kotor. Dan menurut teman-teman saya hal itu sangat aneh secara saya belum pernah punya anak.

3. Saya suka makan durian pake nasi. Bukan durian yang sudah di olah menjadi masakan. Tetapi durian yang di buat selai untuk roti. Entah kenapa saya lebih suka makan selai dirian itu dengan nasi. Lagi-lagi saya di bilang aneh. Padahal terbukti tidak pernah terjadi apa-apa dengan diri saya karena makan selai durian pake nasi. Hahahaha. Sam dan Anca, lo mesti coba !!!

4. Saya orang yang suka olahraga petualangan tetapi sekaligus juga orang yang takut ketinggian dan tidak bisa berenang. Padahal olahraga-olahraga yang berbau petualangan banyak berhubungan dengan ketinggian dan air. Gyahahaha... Tapi alhamdulillah, biarpun sampe detik ini masih takut dengan ketinggian dan masih juga tidak bisa berenang saya sudah mendaki beberapa gunung dan pernah mencoba scuba diving.

5. Sudah beberapa tahun ini saya jarang mandi sore/malem. Jadi bisa di bilang, saya hanya mandi satu kali sehari. Ngga tau sih ini bisa di bilang aneh apa ngga. Tapi nyatanya beberapa temen selalu bilang itu aneh dan jorok. Hahahaha..

Hutang sudah terbayar... Tapi mohon maaf, saya ngga bisa nyambit ke orang laen lagi. Jadi habis sampai disini saja.. Hehehehe