21 July 2007

Lagi Sedih

Memang baru 6 minggu usiamu. Wujudmu pun belum bisa kami lihat. Tapi kau ada di hati kami. Membuat angan kami tak henti memikirkanmu. Kau hadir bersama keajaiban kecil mu. Tapi kini keajaiban kecil itu sirna seiring kepergianmu. Menyisakan kepedihan di hati kami semua. Maafkan kami yang mungkin telah membebani kehadiranmu dengan sejuta harapan yang semestinya belum perlu kau dapatkan. Kau kini tlah pergi. Tapi 6 minggu terakhir ini adalah saat-saat yang indah dalam hidup kami. Karena kau dan keajaiban kecilmu memberikan kami pelajaran yang sangat berharga. Selamat jalan sayangku... Kembalilah kepada sang pencipta bersama kesucian jiwamu yang tak terjamah.

18 July 2007

Oplet

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Di Palembang hampir semua jenis kendaraan umum ada disini. Mulai dari kendaraan umum di darat seperti becak, ojek, bus kota, angkot, bajaj sampe angkutan umum di sungai seperti speed boat dan bus air. Tapi mungkin kendaraan terfavorit di kota Palembang ini adalah oplet. Yah di beberapa tempat di Indonesia, oplet mungkin bukan nama yang asing. Tapi di tempat lainnya mungkin banyak mengkerutkan dahi mendengar kata oplet. Bahkan masih banyak yang berasumsi kalo oplet itu kendaraan antik yang sudah tidak beroperasi lagi.

Sejak saya kecil oplet ini memang sudah jadi sahabat setia saya. Tepatnya sejak saya SD saya sudah berani bepergian keliling kota dengan menggunakan oplet ini. Nah sewaktu saya duduk di bangku SMP dan SMA yang lokasinya lumayan jauh dari rumah, oplet seolah menjadi bagian dari hidup saya yang tak terpisahkan. Oplet di Palembang pun tidak rapuh termakan usia, karena selalu mengikuti perkembangan zaman. Tidak ada tuh oplet yang beroperasi di Palembang yang masih menggunakan kendaraan zaman dulu. Semuanya mengunakan kendaraan terbaru yang tentu saja di modifikasi sehingga tetap mengikuti pakem oplet itu sendiri.

Yang saya katakan pakem dari oplet itu sendiri antara lain pintunya harus tiga untuk penumpang. Satu di depan untuk penumpang yang ingin duduk di sebelah supir, satu di tengah untuk penumpang yang ingin duduk di barisan tengah dan satu pintu di belakang. Yang kedua jendelanya ada 8 buah dan khusus penumpang yang duduk di barisan tengah dan belakang jendelanya biasanya terbuat dari kayu yang sewaktu hujan tinggal di angkat dengan menggunakan tangan, lalu ada sekurang-kurangnya 2 sampai dengan 4 buah bel yang di pasang di sela-sela jendela. Bel ini tentu saja untuk memberitahu supir bila ada penumpang yang ingin berhenti. Pakem yang saya sebutkan di atas tentu saja tidak ada aturan baku yang mengaturnya, karena itu bisa saja ada beberapa oplet yang tidak mengikuti pakem. Hanya sebagian besar oplet di Palembang mengikuti pakem tersebut.

Oh ya, satu hal yang lupa saya ceritakan, untuk mengenali jurusan dari oplet-oplet tersebut kita hanya perlu membedakan warnanya saja. Oplet berwarna kuning seperti poto di atas untuk jurusan Sekip, oplet berwarna merah untuk jurusan km.5 , oplet warna hijau untuk jurusan lemabang, oplet warna biru untuk jurusan bukit dan sebagainya. Satu hal lagi, sampai hari ini tempat duduk favorit saya kalau naik oplet adalah di bagian tengah paling kanan sebelah jendela. Pengen tau kenapa ??? karena saya suka ngelamun di sana dan yang jelas bebas dari gangguan orang-orang yang mau keluar. Hohohoho....

10 July 2007

Ki Besi Yang Bikin Shock

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Ki Besi

Jadi ceritanya kemaren saya liputan ke pameran tanaman hias yang di adakan sama departemen pertanian . Acara ini sendiri di adakan dalam rangka turut mensukseskan Pekan Nasional Petani Nelayan Indonesia ( Penas PNI ) ke 12 di Sembawa kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Sejujurnya saya ini bukan tipikal orang yang terlalu suka (baca : cuek ) memperhatikan tanaman hias. Ini terbukti dengan betapa terkagum-kagumnya saya melihat tanaman-tanaman hias yang dipajang dan dijual disana. Tingkah saya di pameran itu persis seperti orang udik. Semua stan saya masuki dan melihat satu demi satu tanaman yang di pajang di situ. Banyak sekali jenis tanaman hias yang cantik-cantik yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Namanya pun masih sangat asing di telinga saya.Dan parahnya lagi, tanaman-tanaman hias yang cantik dan beraneka warna itu ternyata sudah dibudidayakan di Palembang. Huhuhuhuhu... kemana aja yah saya selama ini ?

Nah, diantara sekian banyaknya stan tanaman hias yang ada di sana, saya paling tertarik dengan stan tanaman bonsai. Kebetulan pemilik stan nya pun sangat ramah sehingga saya tertarik untuk mewawancarainya. Padahal saya sudah punya 2 simpanan voice dari pemilik stan yang saya datangi sebelumnya. Sejujurnya saya tidak tahu banyak tentang tanaman bonsai. Sampe kemaren saya cuma tahu tanaman bonsai itu adalah tanaman yang dikerdilkan dan harganya cukup mahal. Dari wawancara dengan pemilik stan tanaman bonsai itu, saya jadi tahu lebih banyak bagaimana tanaman bonsai itu di buat. Ternyata proses pembbonsaian itu sangatlah rumit dan memakan waktu yang tidak sebentar. Wajar aja harganya mahal. Ngomong-ngomong soal mahal tadi, yang ada di benak saya harga tanaman bonsai itu berkisar antara 2 sampai 3 juta. Iseng-iseng saya menunjuk satu tanaman bonsai berlabel Ki Besi dan menanyakan harganya pada mas Anto. Dan jawabannya sungguh membuat saya shock. 35 juta !!!!!

06 July 2007

Bener Ga Yah ???

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Satu garis artinya negatif. Dua garis positif. Tapi garis yang satunya lagi kok samar-samar yah ??? Jadi ????

01 July 2007

Tahta di Sriwijaya FM

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jangan salah dulu ngartiin judul di atas. Ngga ada kok satu orang pun yang punya tahta di radio tempat saya bekerja ini. Meskipun kita punya seorang manager disini, tapi beliau ngga nge bossy kok. Yang saya maksud disini adalah kedatangan grup band Tahta yang sedang naik daun ke Radio Sriwijaya FM. Yup, kemaren malem Tahta bersama Bunga Citra Lestari manggung di Center Stage Novotel Palembang .Nah kami pun berusaha untuk mendatangkan mereka untuk wawancara di radio . Tapi cuma dari Tahta yang menyambut tawaran kami , sedangkan Bunga tidak bisa hadir karena sudah punya rencana wawancara di radio sebelah . Rencana awal Tahta bakal wawancara jam 3 sore , tapi mendadak jadwal terpaksa di undur satu jam atau tepatnya jam 4 sore.

Saya jemput mereka di hotel jam setengah empat sore, lalu langsung meluncur ke radio. Singkat cerita neh, mereka wawancara di radio. Udah bisa di tebak dong, ada gula pasti ada semut. Ada artis pasti banyak yang ngerubutin... Intinya line telpon dan sms penuh terus dengan para fans tahta yang pengen nanya. Pertanyaannyapun ga jauh-jauh dari seputar kehidupan pribadi para personel Tahta yang memang masih daun muda dan memang berwajah ganteng. Hohohoho... Wawancara satu jam itu ngga terasa cepat berlangsung. Tau-tau udah jam 5 aja. Wawancara selesai dan mereka pun langsung kita todong... halaaahh, jangan salah tafsir dulu. Bukan di todong minta duit, tapi di todong minta voice ucapan selamat ulang tahun buat radio Sriwijaya FM. Udah itu apalagi kalo bukan sesi poto-poto... Gyahahahaha (teteeeeepp)

Kelar poto-poto saya mesti nganterin anak-anak Tahta balik ke hotel tempat mereka nginep. Di tengah jalan mereka ngeliat warung empek-empek dan langsung pada ribut minta di anterin... Hahahaha... Di situ anak-anak Tahta sibuk milih-milih empek-empek buat di makan di hotel. Berisik banget... Sebenernya saya pengen ngajakin mereka jalan-jalan keliling Palembang. Tapi kayanya mereka letih banget dan juga sudah mesti check sound di lokasi manggungnya. Jadi.... mesti balik... Hehehehe...