27 September 2008

Musim Lebaran = Musim Maling

Yap, buat temen-temen blogger yang sekiranya akan melakukan ritual mudik lebaran dan meninggalkan rumah dalam kedaan kosong, sebaiknya temen-temen semua mengantisipasi bahaya laten maling sedini mungkin...

Bukan sebuah rahasia lagi, kalu musim mudik acapkali di manfaatkan oleh segelintir orang untuk mencari nafkah terlarang. Caranya dengan masuk ke rumah orang tanpa permisi dan meminjam barang-barang berharga di rumah itu tanpa kita tahu kapan itu barang akan di kembalikan (baca : maling). Nah hal ini sudah terjadi di kediaman orang tua saya di kawasan Lenteng Agung yang di tempati oleh adik saya bersama istrinya. Kemaren, rumah kami di datangi tamu tak di undang itu. Padahal pagar rumah sudah di gembok dengan baik dan di dalam rumah juga sudah di pasang teralis. Tapi jangan sebut tamu kita sebagai maling, kalau mereka tidak punya seribu macam akal untuk bisa masuk ke rumah. Entah bagaimana caranya, si maling sukses membongkar gembok dan membongkar teralis tanpa di ketahui tetangga-tetangga kiri dan kanan di rumah kami.

Adik saya yang kebetulan belum mudik lebaran karena memang masih belum libur hanya terperangah melihat kondisi rumah yang sudah berantakan sepulangnya dari kantor. Semua lemari yang ada di dalam kamar dalam kondisi sudah terburai isinya. Tapi hal itu tidak lantas membuat adik saya panik dan heboh. Adik saya hanya memutuskan untuk lapor ke RT dan RW setempat, yang kemudian kasus kemalingan di rumah kami jadi gosip hangat ibu-ibu se kompleks.

Pun begitu ketika, adik saya menelpon ke rumah untuk memberitahukan kedatangan sang tamu ke rumah. Keluarga tidak lantas menjadi panik. Bahkan saya pribadi hanya bergumam mengasihani sang tamu yang sudah bersusah payah masuk ke dalam rumah. Maling yang tidak beruntung... hahahaha. Kenapa saya mengatakan hal ini ? Karena memang tidak ada yang hilang dari rumah saya. Kecuali isi lemari yang sudah terburai, si maling tidak bisa mengambil benda apapun di rumah saya. Tidak uang tunai, tidak ada emas berlian, tidak ada surat-surat penting kecuali ijazah yang saya rasa sangat tidak berguna untuk si maling. Benda berharga di rumah kami hanya sebuah TV 21 inc model lama dan sebuah komputer lama yang ternyata juga hanya di biarkan saja oleh si maling. Kalaupun di ambil tidak terlalu mebuat hati sakit karna kondisinya yang sudah tidak bagus lagi.

Ternyata ajaran ayah saya yang melarang kami menyimpan uang atau benda berharga di rumah memang terbukti ada hasilnya sejauh ini. Tapi walaupun tidak ada yang hilang, tetap saja ibu masih menggerutu karena harus membeli gembok baru dan memperbaiki teralis yang di rusak si maling. Xixixixix... Yah mudah-mudahan saja kejadian yang menimpa keluarga kami bisa di ambil hikmahnya untuk teman-teman blogger yang akan meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong. Jangan segan meminta tetangga yang tidak mudik untuk sering-sering memantau rumah kita dan jangan sekali-kali meninggalkan barang berharga di dalam rumah yang kosng. Dengan demikian hal-hal yang tidak kita inginkan dapat kita minimalisir. Sekian tips dari saya....

08 September 2008

Lagu Gw Minggu Ini....

Adelaide Sky - Adhitia Sofyan

I need to know what's on your mind
These coffee cups are getting cold
Mind the people passing by
They don't know I'll be leaving soon

I'll fly away tomorrow
To far away
I'll admit a cliché
Things won't be the same without you

I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me

I'll let you know what's on my mind
I wish they've made you portable
Then i'll carry you around and round
I bet you'll look good on me

I'll fly away tomorrow
It's been fun
I'll repeat the cliché
Things won't be the same without you

I've been meaning to call you soon
But we're in different times
You might not be home now
Would you take a message
I'll try to stay awake
And fight your presence in my head

Catatan :

Dengerin lagu ini sambil memandang ke langit dari jendela, di temani secangkir capuccino panas dan menghisap sebatang rokok... Ahhhhh. Mak nyuuuuussss....

05 September 2008

Uniknya Pilkada Sumsel

Yap, tanggal 4 September kemaren, sebagian besar masyarakat Sumatera Selatan telah menggunakan hak pilihnya untuk menentukan siapa yang akan menjadi orang nomor satu di propinsi ini. Dan sore harinya, hasil penghitungan cepat atau quick qount pun sudah bisa di ketahui oleh masyarakt. Tapiiiii, bukan Sumsel kalo lagi-lagi ngga bikin sesuatu yang uniq. Rupanya perolehan suara dua kandidat ini begitu rapatnya, sehingga 3 lembaga survey inipun mendapatkan hasil yang berbeda. Dimana LSI JIP dan LSI mencatat kemenangan pada kubu pasangan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf (Aldy), sementara lembaga Puskaptis justru memenangkan pasangan Syahrial Oesman dan Helmy Yahya (Sohe)masing-masing dengan selisih yang tidak sampai 5%.

Dengan hasil ini sudah jelas bahwa belum final siapa yang akan menduduki posisi sebagai orang nomor satu di propinsi Sumatera Selatan ini. Karena hasil penghitungan manual oleh KPUD Sumatera Selatan baru akan di rilis tanggal 14 September nanti. Artinya kedua pasang calon ini masih punya peluang yang sama kuat untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur. Karena metode penghitungan cepat mempunyai margin error sebesar 1 - 2 %. Hanya saya di surat kabar lokal terbitan hari ini sepertinya kedua kandidat mengklaim bahwa kemenangan adalah milik mereka. Akibatnya masyarakat Sumsel menjadi bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang memenangkan Pilkada Sumsel ini ?

Bahkan menurut berita yang saya baca di koran hari ini, Wakil Presiden dan juru bicara kepresidenan sudah mengucapkan selamat kepada pasangan Aldy untuk kemenangan mereka. Entah dalam kapasitas mereka sebagai pejabat negara atau sebagai petinggi partai. Lah kalau begini caranya, apa fungsinya KPUD ???????

04 September 2008

Puasa

Waaahh sudah sebulan ngga update.. Sudah masuk bulan Ramadhan nih... Hehehehehe... Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa untuk seluruh umat muslim dunia. Semoga puasa tahun ini kita bisa lebih mendapat hidayah untuk menambah keimanan kita sebagai umat Muslim. Amien... Walaupun sudah masuk bulan puasa, mulut saya masih tetep gatel seperti biasanya untuk mengkritik beberapa hal yang saya temui di jalan selama bulan Ramadhan tahun ini.

Yang pertama adalah petasan alias percon... Kenapa juga yah musim ramadhan selalu di ikuti juga dengan musim petasan. Dimana-mana, ngga pagi, siang, sore dan malem. Bunyi petasan membahana di mana-mana. Kalau mereka mennya di lapangan yang jauhnya dari rumah, sih saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Tapi ini dimanapun jadi untuk menyalakan petasan ini. Di pinggir jalan bahkan di mesjid saat berlangsung sholat taraweh. Huh.... Padahal kalo di pikir-pikir, apa sih relevansi bulan puasa dengan petasan ???? Yang kedua, kenapa juga yah tahun ini semakin banyak orang tidak sadar diri. Merokok seenaknya di siang hari. Atau makan di tempat-tempat yang terbuka ? Di tempat tertutup sekalipun beberapa kali saya tidak sengaja melihat, yang lebih dominan di sana justru kaum adam. Hmmmm... kalau yang ini mungkin saja saya berburuk sangka. Bisa saja kan kebetulan yang saya lihat sedang makan adalah masyarakat non muslim ? Secara Palembang memang bukan kota yang seluruhnya berisi masayarakat muslim.

Buat teman-teman yang sering chatting dengan saya via YM, mungkin bebarapa di antara kalin sering bertanya-tanya tentang keisengan saya yang selalu menulis status YM saya dengan kalimat seperti 28 hari lagi lebaran.... Beberapa bahkan pernah menanyakan langsung kepada saya. Begini yah sodara-sodara, saya bisa saja menulis hari kedua puasa, hari ketiga puasa dan seterusnya di status YM. Tapi kalimat itu kurang memotivasi saya dalam banyak hal. Saya lebih suka menulis 28 hari lagi lebaran, karena kalimat itu membuat saya lebih bersemangat dalam banyak hal. Saya lebih termotivasi untuk bekerja lebih giat, karena selalu berpikir lebaran sebentar lagi, sementara banyak sekali hal yang belum saya lakukan di bulan ramadhan ini. Begitu lohhhh...