26 December 2011

Review : The Aryaduta Hotel Palembang

Awal Desember lalu, saya pulang kampung untuk menghadiri pernikahan sepupu saya Dony dan istrinya Manda. Karena resepsi pernikahan akan diselenggarakan di Ballroom The Aryaduta Hotel Palembang, maka ayah saya memutuskan menginapkan seluruh anggota keluarga kami dihotel yang sama. Jadi persiapan sebelum acara akan dimulai dari hotel ini dan setelah acara resepsi berlangsung pun tinggal naik kekamar dan langsung tidur. Saya sih teriak setuju paling keras dengan rencana menginap 2 malam dihotel ini, asaaaal... tidak ikutan patungan buat bayar kamar hotel yang cukup mahal ini. Hahahaha... Lagipula kan bisa sekalian bikin review hotel diblog seperti kebiasaan saya akhir-akhir ini.




Saya masih ingat bahwa hotel ini dibangun sekitar tahun 2003 dan mulai beroperasi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional di Palembang tahun 2004 lalu. Pada awalnya hotel berbintang 5 pertama di Palembang ini bernama Aston Hotel Palembang. Hanya saja beberapa tahun kemudian manajemennya diambil alih oleh The Aryaduta Hotel hingga sekarang. Hotel ini memiliki 17 lantai yang terdiri dari berbagai macam type kamar dan sejumlah fasilitas lainnya seperti restoran, lounge dan ballroom.





Kita harus naik tangga dan tersedia pula ekskalator untuk menuju lobby hotel dan resepsionis. Lobby hotel ini cukup besar dan luas dengan penempatan sofa yang bagus di beberapa sudut. Saya suka sofanya yang empuk dan juga interior di lobby hotel ini. Terasa mewahnya... Resepsionis hotel pun sangat ramah melayani para tamu yang akan menginap, check out ataupun bertanya seputar fasilitas hotel. Sebuah kesan pertama yang tentu saja sangat menyenangkan...






Lorong menuju kamar di The Aryaduta Hotel Palembang ini tidak memanjang seperti kebanyakan hotel yang pernah saya inapi sebelumnya, melainkan memutar. Untuk ukuran hotel bintang 5, kamar yang saya tempati termasuk kategori sangat biasa. Sangat biasa dari segi interior dan furniture nya. Meskipun kelas kamar yang saya tempati merupakan kelas kamar paling standar, tapi saya pernah menemukan interior yang jauh lebih wah dihotel lain dengan kelas yang sama dan bintangnya dibawah The Aryaduta Hotel Palembang ini. Bahkan TV yang ada dikamar pun belum menggunakan LCD TV. Mudah-mudahan kedepannya ada perubahan yang dilakukan oleh pihak manajemen hotel. Tapi saya tetap suka dengan kasur empuknya. Shower dikamar mandi pun juga maksimal semprotannya. Entah kenapa saya selalu suka dengan kamar mandi hotel yang semprotan showernya kuat, karena membuat mandi saya terasa lebih bersih.






Sarapan pagi di The Kitchen dimulai pukul 05.30 pagi. Pada hari pertama menginap, kami menjadi tamu hotel pertama yang sarapan, karena kami harus berangkat sepagi mungkin untuk persiapan akad nikah di rumah mempelai wanita. Tempat makannya cukup luas dan menyediakan pilihan makanan yang lumayan komplit. Seperti biasa saya selalu minta dibuatkan omelette di egg corner. Untungnya sarapan paling pagi adalah seperti makan di rumah sendiri. Tidak ada orang lain yang berlalu lalang dan tidak ada antrian di egg corner seperti biasanya. Rasa makanan yang disajikan pun sangat lezat menurut saya.




Setelah selesai resepsi pernikahan, barulah dihari kedua menginap saya bisa menjelajah beberapa sudut di The Aryaduta Hotel Palembang. Tujuan pertama saya adalah kolam renang. Kolam renangnya cukup besar dan memiliki warna air yang sangat menggugah untuk sesegera mungkin menceburkan diri di airnya. Disini juga terdapat jacuzzi yang bisa dipakai beramai ramai. Tetapi karena pagi itu cuaca sedang gerimis, saya mengurungkan diri untuk main air disana. Lalu sempat foto-foto di The Lounge yang berada di samping lobby, lounge nya cukup nyaman sepertinya. Saya tidak sempat mampir karena sudah ditunggu oleh sepupu-sepupu saya yang minta ditemani beli oleh-oleh.

Terlepas dari beberapa kekurangan yang saya tuliskan tadi, saya puas menginap dihotel ini. Kalau tidak puas kok sepertinya keterlaluan yah. Sudah menginap gratis masih tidak puas juga. Hahahahaha... Kalau teman-teman tertarik menginap di The Aryaduta Hotel Palembang, langsung saja datang ke :

25 December 2011

Nonton Musikal Laskar Pelangi di Dufan

Hari Jumat tanggal 23 Desember 2011 yang lalu saya menghadiri undangan Press Conference di Dunia Fantasi seputar acara akhir tahun yang akan diadakan oleh Ancol Taman Impian. Press Conference ini dimulai lebih kurang pukul 14.30 dihadiri oleh para pewarta berita dari berbagai media termasuk para blogger.




Menjelang Tahun Baru 2012 ini Ancol Taman Impian akan mengadakan sejumlah acara di unit rekreasi seperti Dunia Fantasi yang akan mengadakan pertunjukan Musikal Laskar Pelangi mulai tanggal 24 Desember 2011 sampai 7 Januari 2012 dan juga film animasi terbaru Dufan yaitu Dufan Defender Live Show di Panggung Maksima. Jangan lewatkan pula beragam permainan air yang dikemas dalam Water Carnaval di Atlantis Water Adventure mulai tanggal 25 Desember hingga 1 Januari 2012. Di Ocean Dream Samudera kita dapat menyaksikan Russian Underwater Show yang telah dimulai dari tanggal 17 Desember lalu sampai tanggal 15 januari 2012 nanti. Sepanjang kawasan pantai Ancol yang dibagi menjadi 3 area mulai dari Pantai Festival, Pantai Indah, Beach Pool hingga Pantai Carnival juga akan menyajikan acara yang spektakuler mulai tanggal 25 Desember hingga 1 januari 2012, salah satunya adalah aksi spektakuler Limbad di Pantai Festival pada tanggal 31 Desember 2011. Dalam program bertajuk Publicity Stunt Limbad Manusia Beton, kita bisa menyaksikan pengecoran hampir sekujur tubuh Limbad dengan semen mulai pukul 11.00 hingga pukul 23.30.

Semarak malam pergantian tahun di Ancol taman Impian juga akan dimeriahkan panggung konser musik bertajuk Back To the Beach 2011 di Pantai Carnaval yang akan dimeriahkan oleh Vidi Aldiano, Ungu, Wali, Cherry Belle, Dragon Boyz dll. Dan akan ada pesta kembang api bertajuk Sea Side Fire Works pada detik-detik pergantian tahun. Pesta kembang api ini akan berada di 4 titik yaitu Pantai Indah, Dermaga Putri Duyung, Dermaga beach Pool dan pantai Carnival. Diperkirakan 601.000 orang akan mengunjungi Ancol Taman Impian pada tanggal 31 Desember hingga 1 Januari 2012. Sementara pihak Ancol sendiri menyediakan 8 area parkir yang masing-masing area dapat menampung 10 ribu kendaraan. Jadi buat yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun di Ancol, lebih baik googling dulu atau mungkin bertanya kepada pihak Ancol seputar parkir kendaraan, dan lain sebagainya.




Dan yang paling saya tunggu dari acara Press Conference sore itu adalah menyaksikan pertunjukan Musikal Laskar Pelangi. Seperti yang sudah kita ketahui, Musikal Laskar Pelangi ini merupakan rantai kesuksesan yang fenomenal dari novel Andrea Hirata. Dari sebuah novel best seller, kemudian berlanjut ke Film Laskar Pelangi yang sukses dan berlanjut kesebuah karya musikal. Nama-nama besar seperti Mira Lesmana, Riri Riza, Erwin Gutawa, Jay Subyakto, Toto Arto dan Hartati berada dibalik layar Musikal Laskar Pelangi ini. Pertunjukan Musikal Laskar Pelangi di Dunia Fantasi merupakan pertunjukan keempat dihadapan publik. Pertunjukan pertama dan kedua berlangsung pada bulan Desember 2010 dan pertengahan tahun 2011 di Taman Ismail Marzuki, dan pertunjukan ketiga mereka berlangsung di di Esplanade Singapura awal Oktober 2011 lalu.

Mulai tanggal 24 Desember hingga tanggal 7 Januari 2012 nanti, Musikal Laskar Pelangi akan menggelar pertunjukan setiap hari di Rama Shinta Hall, Dunia Fantasi. Dimana pada hari Senin sampai Jumat akan ada satu kali pertunjukan pada pukul 14.00-15.00, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu akan ada dua kali pertunjukan, yaitu pukul 14.00-15.00 dan pukul 16.00-17.00. Perbedaan dengan pertunjukan Musikal Laskar Pelangi sebelumnya adalah durasi yang lebih pendek daripada sebelumnya. Kalau pada pertunjukan sebelumnya berdurasi 2 jam lebih, maka selama tampil di Dunia Fantasi Musikal Laskar Pelangi hanya berdurasi lebih kurang 1 jam saja. Karena itulah pertunjukan di Dufan ini bertajuk Musikal Laskar Pelangi Highlights.





Karena belum pernah menonton pertunjukan-pertunjukan sebelumnya, saya sangat antusias sekali untuk menonton Musikal Laskar Pelangi. Sempat kecewa juga mendengar ada pengurangan durasi dari 2 jam menjadi 1 jam. Takutnya malah mengurangi kualitas cerita secara keseluruhan. Tapi ternyata saya salah besar, pertunjukan Musikal Laskar pelangi yang saya tonton tetap luar biasa keren. Mulai dari properti pertunjukan hingga akting, koreografi dan nyanyian para pemainnya. Sama sekali tidak membosankan meskipun saya sudah pernah menonton filmnya. Pastinya sangat direkomendasikan buat yang belum pernah nonton maupun yang sudah pernah nonton sebelumnya. Dan ingat, pertunjukan Musikal Laskar pelangi di Dufan ini tidak berlangsung seterusnya, karena hanya akan ada mulai tanggal 24 Desember hingga tanggal 7 Januari 2012 saja...




Di acara Press Conference ini kita juga mendapatkan goodie bag yang berisi boneka Dufie dan kaos Musikal Laskar pelangi Highlights. Bonekanya saya kasih untuk keponakan saya Sarah dan kaosnya bisa saya pakai sendiri. Terima kasih yah Ancol Taman Impian dan mbak Ajengkol yang sudah mengundang saya...

20 December 2011

Trip Ujung Genteng

Bulan November lalu saya iseng-iseng membuka produk-produk diskonan di website Diskon Gokil. Sebuah tawaran trip ke Ujung Genteng benar-benar menarik perhatian saya. Lantas sayapun mengajak teman-teman kantor saya untuk ikut serta juga dalam trip ini, tapi ternyata tidak ada yang berminat sama sekali. Karena ingin sekali pergi kesana, sayapun nekat membeli voucher trip Ujung Genteng meskipun tidak ada rekan seperjalanan yang saya kenal. Prinsip saya mah, nanti dalam trip ini pasti saya akan banyak bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru. Dengan mengucap Bismillah, sayapun membeli paket perjalanan ke Ujung Genteng di tanggal 16 - 18 Desember 2011.



Buat yang belum tahu, Ujung Genteng adalah wilayah pesisir pantai di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Dari Jakarta, kita bisa mencapai Ujung Genteng dengan menggunakan mobil selama lebih kurang 7 jam perjalanan. Saya sendiri minta dijemput di Citraland Mall, untuk kemudian berkumpul dengan peserta yang lain di Botani Square Bogor. Dari Bogor kemudian kita memulai perjalanan menuju Ujung Genteng pada pukul 00.00 WIB. Sepanjang perjalanan saya lebih memilih untuk tidur, mengingat besok paginya saya akan langsung memulai trip sepanjang hari.




Kami memasuki wilayah Ujung Genteng sekitar pukul 6 pagi dan tujuan pertama kami adalah "tanah lot" Amanda Ratu. Sayang pagi itu cuaca dalam keadaan gerimis, sehingga kami tidak bisa melihat sunrise. Amanda Ratu sebenarnya adalah salah satu penginapan berbentuk villa yang terdapat di Ujung Genteng. Tetapi karena ada pemandangan Tanah Lot ini, maka kawasan Amanda Ratu didatangi oleh banyak pengunjung. Setelah puas berfoto-foto dibawah gerimis, kami melanjutkan perjalanan kepenginapan. Rombongan kami menginap di Pondok Hexa. Satu pondok terdapat 2 kamar yang bisa dihuni oleh 8 orang. Saya sendiri cukup beruntung bisa satu pondokan dengan sahabat-sahabat baru yang ternyata sudah punya jam terbang berpetualang kebanyak tempat di Indonesia dan luar negeri.




Setelah mandi dan sarapan, kamipun segera melanjutkan perjalanan mengeksplorasi pesisir Ujung Genteng. Mulai dari pojok Ujung Genteng yang harus melewati tempat pelelangan ikan, bengkel perahu-perahu nelayan, lalu melewati jalan tanah yang dikelilingi hutan dan semak belukar hingga akhirnya kita sampai sebuah pantai dan ada tenda biru yang katanya adalah tenda peramal. Benar atau tidaknya saya tidak tahu karena saya lebih fokus berfoto-foto di pantai. Selanjutnya kita kembali melanjutkan perjalanan menuju dermaga lama Ujung Genteng. Dermaga ini dalam kondisi hancur. Hanya tersisa puing-puingnya saja. Dalam kondisi surut, kita bisa menuju puing dermaga dengan mudah. Tetapi karena saya dan rombongan datang dalam kondisi sedang pasang, maka perlu berhati-hati untuk mencapai puing-puing dermaga. Salah satu caranya dengan bergandengan tangan beramai ramai, dengan konsekuensi jatuh satu maka semua yang berpegangan akan jatuh semua tercebur. Tapi kalaupun jatuh tidak usah takut tenggelam karena airnya sama sekali tidak dalam. Menurut informasi yang saya dapatkan dari tour guide kami, dermaga ini akan dibangun kembali sehingga kapal-kapal bisa merapat disini.




Selanjutnya kami beristirahat sejenak sembari makan siang di sebuah rumah makan berbentuk pondokan yang menghadap ke pantai. Angin yang semilir membuat perut ini lapar sekali. Apalagi makanan yang dihidangkan juga sangat lezat. Saya sampai nambah dua kali dan menghabiskan tumis kangkung yang rasanya sangat lezat. Hahahaha... Setelah makan siang kami diajak menuju pantai Cibuaya. Disini kami diperbolehkan untuk berenang. Saya sendiri lebih suka berfoto-foto disini. Saya kurang suka pantainya karena pasirnya kasar dan dipenuhi semacam kerang-kerang kecil sebesar butiran beras dan jagung.





Tujuan selanjutnya adalah menuju Pantai Pangumbahan. Pantai ini merupakan kawasan konservasi penyu hijau. Di gerbang masuk terdapat sebuah gedung dengan patung penyu hijau berukuran besar. Selain itu papan informasi mengenai penyu hijau juga banyak dijumpai disini. Menuju pantai Pangumbahan saya melihat gundukan-gundukan seperti kuburan bernisan yang dipagari. Saya langsung menebak kalau gundukan ini berisi telur-telur penyu yang dipindahkan dan ditanam disini hingga menetas. Papan seperti nisan bertuliskan tanggal telur ditanam dan perkiraan telur menetas.






Pantai Pangumbahan ini sangat menyenangkan, karena memiliki tekstur pasir yang halus dan ombak yang cukup deras. Sangat menyenangkan berenang disini, sekedar bermain-main air dipinggir pantai, berjemur atau bahkan bermain bola. Acara yang paling saya tunggu disini adalah melepas tukik kelaut. Jadi anak-anak penyu atau biasa disebut tukik yang telah menetas disimpan dulu beberapa saat ditempat khusus sebelum dilepaskan kelaut. Biasanya tukik dilepaskan sore hari sekitar pukul 17.30. Kami berbaris di pinggir pantai dan masing-masing memegang seekor tukik untuk dilepas. Sore itu sekitar 800 tukik dilepas kelautan. Saya sendiri memutuskan untuk memberi nama tukik yang saya pegang sama dengan nama panggilan saya. Goiq... Saya bisikkan kepada Goiq kecil agar dia bisa bertahan hidup dan kelak akan kembali ke Pantai Pangumbahan untuk berkembang biak. Lalu saya lepas Goiq kecil dari pegangan tangan saya dan dia segera menyusul teman-temannya berjalan menuju lautan lepas.

Setelah melepas tukik kelautan, kamipun kembali ke penginapan untuk mandi dan makan malam. Selesai makan malam, kami kembali lagi ke Pantai Pangumbahan untuk melihat penyu bertelur. Dan saya sangat beruntung karena malam itu bisa melihat seekor penyu hijau yang menurut bapak penjaga konservasi yang menemani kami malam itu sudah berusia sekitar 25 tahun. Penyu itu ukurannya sangat besar, dan memerlukan waktu yang cukup lama dari kemunculannya di bibir pantai, lalu berjalan menuju tengah-tengah pantai untuk membuat lubang dan bertelur. Karena penyu tidak menyukai cahaya yang terang, maka kami dilarang untuk mengambil gambar dengan menggunakan blitz. Karena jika ada cahaya dapat membuat penyu kembali kelaut dan mecari tempat lain untuk bertelur. Setelah melihat penyu bertelur, kami kembali penginapan untuk beristirahat.





Pagi harinya setelah selesai mandi dan sarapan, kami langsung check out dari penginapan dan tujuan hari ini adalah menuju air terjun Cikaso. Untuk menuju air terjun Cikaso kami harus menempuh perjalanan lebih kurang 45 menit. Dan untuk menuju air terjunnya, kami harus menaiki kapal motor seperti ketek yang berada di Palembang. Sayangnya karena sedang musim penghujan, air terjunnya berwarna kecoklatan karena bercampur dengan lumpur. Padahal menurut cerita teman-teman saya yang sudah pernah datang kesini, kalau tidak musim penghujan, air nya bening dan sangat menyenangkan berenang disana. Mau bagaimana lagi, inilah resiko jika melakukan perjalanan pada musim penghujan. Jadi terima nasib sajalah. Hahahahaha... Curug Cikaso adalah tempat terakhir yang kami datangi dalam trip singkat ini. Setelahnya kamipun bersiap melanjutkan perjalanan menuju Jakarta kembali... Saya pribadi cukup puas dengan perjalanan kali ini. Puas karena bisa mengunjungi tempat yang yang belum pernah saya datangi, dan puas juga karena bisa bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki hobi yang sama. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa kembali untuk menikmati kembali pesona Ujung Genteng...

19 December 2011

Bali dan Pesonanya

Bali... Kalau menyebut nama itu kita langsung membayangkan sebuah tempat yang indah dengan pantai-pantai yang eksotis, adat dan budaya yang masih dijunjung tinggi, dan juga tempat-tempat wisata yang sangat banyak jumlahnya sehingga rasanya tidak akan mampu kita datangi semuanya hanya dengan berlibur di akhir pekan saja. Berlibur ke Bali adalah satu impian terbesar saya yang akhirnya bisa saya wujudkan ditahun 2011 ini. Yah.. saya baru bisa menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Pulau Dewata setelah saya berumur 31 tahun. Sedangkan impian untuk pergi ke Bali sudah tertanam sejak saya duduk di bangku SMP. Tapi setidaknya saya jauh lebih beruntung dibandingkan beberapa teman-teman saya yang bahkan sampai saat ini belum pernah ke Bali. Dan lebih beruntung lagi karena tahun ini bisa 2 kali pergi ke Bali gratisan. Yang pertama di bulan Juni lalu saat saya mendampingi artis saya The Fly, promo di sejumlah radio serta perform di Bali dan yang terakhir bulan November lalu saat menghadiri undangan ASEAN Blogger Conference.



Kepopuleran Bali sebagai tempat wisata sudah tidak diragukan lagi. Setiap tahunnya lebih dari 2 juta orang turis mancanegara datang ke Bali untuk melakukan berbagai aktifitas di Pulau Dewata. Sehingga tidak heran apabila banyak sekali maskapai asing yang membuka rute penerbangan langsung ke Bali. Hal ini juga dimanfaatkan oleh maskapai Garuda Indonesia yang telah membuka penerbangan langsung dari Bali ke negara-negara yang penduduknya sering berlibur ke Bali seperti Australia dan Jepang. Demikian pula untuk penerbangan domestik menuju Bali, Garuda telah menyediakan beragam pilihan rute flight setiap harinya. Yang kurang adalah harga tiket Garuda yang dirasa masih cukup mahal. Saya pikir Garuda Indonesia harus lebih sering mengadakan promo tiket murah supaya semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa pergi ke Bali. Agak janggal rasanya melihat jutaan turis mancanegara berkunjung ke Bali, sementara masih banyak masyarakat Indonesia yang bahkan tidak berani bermimpi untuk jalan-jalan ke Bali. Padahal pemerintah berencana mengembangkan bandara Ngurah Rai sebagai gerbang masuk menuju Bali menjadi lebih baik dan lebih besar dibandingkan sekarang.






Perpaduan unsur tradisional dan modern membuat Bali selalu menjadi tempat yang tidak pernah membosankan untuk disinggahi. Rasanya hampir semua yang kita inginkan dari sebuah liburan bisa kita dapatkan di Bali. Mau surfing, berenang di pantai atau sekedar berjemur ? Bali menyediakan banyak pantai yang mendukung aktifitas tersebut. Suka belanja atau perawatan tubuh ? Sepertinya Bali memang surganya. Ingin mendalami kebudayaan Bali mulai dari tarian sampai seni pahat ? Rasanya ada banyak sekali tempat untuk itu. Melihat hasil karya seniman ? banyak sekali gallery dan museum yang bisa kita datangi. Wisata kuliner ? Mulai dari tongkrongan kaki lima sampai kelas hotel bintang lima ada di Bali. Atau ingin membuat acara kantor, meeting, dan konfrensi seperti acara ASEAN Blogger Conference yang saya ikuti tempo hari ? Semua sangat memungkinkan untuk digelar di Bali.




Tidaklah mengherankan kalau Bali merupakan salah satu aset bangsa yang sangat berharga. Masyarakat Indonesia pun sudah membuktikan kecintaan dan rasa memiliki mereka terhadap Bali. Masih ingat bukan setelah kejadian Bom Bali tahun 2002 ? Saat itu jumlah wisatawan mancanegara menurun drastis. Tetapi masyarakat Indonesia tetap setia berkunjung ke Bali dan menceritakan kepada dunia bahwa Bali aman untuk dikunjungi hingga akhirnya pariwisata di Bali kembali pulih seperti sedia kala. Semoga keadaan damai di Bali terus berlangsung sampai kapanpun, dan Bali tetap akan mempesona dunia sekarang dan seterusnya. Lantas bagaimana dengan saya sendiri ? Sudah puaskah saya dengan 2 kali perjalanan ke Bali ? Saya dengan tegas bilang belum ! Saya masih ingin dan selalu ingin mengunjungi Bali. Karena ada banyak tempat di Bali yang belum saya kunjungi. Jadi, nantikan kunjungan saya ke Bali untuk kali ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Karena saya cinta Bali dan tidak akan pernah bosan untuk berkunjung ke Bali...

11 December 2011

Review Film : Happy Feet 2

Masih inget dengan Mumble, seekor penguin emperor yang tidak bisa bernyanyi seperti kawanannya yang lain tapi justru malah bisa ngedance dengan menggunakan kakinya ? Mumble yang terusir dari kawanannya karena gerakan kakinya tersebut dianggap sebagai biang kesialan atas kesulitan para penguin mendapatkan ikan dilautan. Yup, itu adalah kisah Mumble dalam film animasi Happy Feet, salah satu film yang sangat saya suka ketika rilis tahun 2006 lalu. Saking sukanya, saya bahkan mengkoleksi DVD nya, sehingga bisa saya tonton kapanpun saya mau. Diakhir tahun 2011 ini, Warner Bros kembali merilis sekuel film ini bertajuk Happy Feet 2.



Hari Jumat lalu sepulang kantor, seperti biasa saya segera menuju Pejaten Village untuk menonton film Happy Feet 2 yang memang sudah saya tunggu-tunggu. Seperti biasa pula saya menonton sendirian. Buat saya, ada partner nonton atau tidak bukan perkara besar, yang paling penting adalah saya nonton dan menikmati apa yang saya tonton. Sempat lirik kanan kiri depan belakang, ternyata banyak juga kok yang nonton sendirian. Dan yang saya suka kalau nonton sepulang jam kantor adalah tidak terlalu banyak anak-anak dan remaja yang suka berisik ga jelas. Hahahahaha...



Film Happy Feet 2 bercerita tentang Mumble dan Gloria yang akhirnya menjadi pasangan dan telah memiliki anak bernama Erik. Selain itu ngedance yang tadinya terlarang, sepertinya telah menjadi salah satu ciri khas yang harus dimiliki bangsa penguin emperor. Masalahnya, Erik justru sama sekali tidak bisa ngedance. Ketika Erik memaksakan diri untuk ngedance seperti kawanan penguin lainnya, Erik justru mengalami kejadian yang memalukan dan menjadi bahan tertawaan kawanannya. Hingga akhirnya Erik bersama 2 orang anak penguin lainnya bernama Boadicia dan Atticius mengikuti Ramon, sahabat Mumble yang berlogat Latin dalam cerita Happy Feet I menuju ke Adelie-Land. Ditempat itu Erik dkk bertemu dengan Lovelace yang juga merupakan sahabat Mumble dalam kisah Happy Feet I dan juga seekor "penguin" yang bisa terbang bernama Sven. Erik langsung menjadikan Sven sebagai idolanya. Selain kisah para pengun ini, juga ada kisah 2 ekor krill (sejenis udang) bernama Will dan Bill, dimana Will ingin memisahkan diri dari kerumunannya yang dianggapnya hanya menjadi kasta terendah dalam rantai makanan. Sahabatnya Bill berusaha untuk melindungi dan akhirnya ikut terlibat dalam petualangan mereka yang menegangkan. Isu perubahan iklim global juga turut diangkat dengan terpecahnya pulau-pulau es yang terdapat di antartika dan bertabrakan satu dengan lainnya, yang mengakibatkan kawanan penguin emperor terjebak. Mumble, Erik, dan kawanan lainnya pun bahu membahu membebaskan kawanan penguin emperor yang terjebak tersebut. Mampukah mereka ?



Happy Feet 2 kembali diisi nama-nama beken seperti Elijah Wood yang mengisi suara Mumble, Robin Williams yang mengisi suara Lovelace dan Ramon, lalu ada Hank Azaria sebagai pengisi suara Sven, Pink yang mengisi suara Gloria menggantikan Brittany Murphy pengisi suara sebelumnya yang telah meninggal dunia. Ada pula duet duo sahabat Brad Pitt dan Matt Damon sebagai Will dan Bill. Secara kualitas gambar, tentu saja Happy Feet 2 jauh lebih baik daripada yang pertama. Apalagi Happy Feet 2 ini juga sudah dalam format 3D. Tapi kalau dari segi cerita, entah kenapa saya jauh lebih suka yang pertama. Saya merasa Happy Feet 2 ini terlalu banyak peran yang ditampilkan, sehingga agak membingungkan menurut saya. Tapi pesan moral yang disampaikan sih masih dapat menurut saya. Yang jelas, film ini tetap dapat menjadi tontonan menarik diakhir pekan untuk keluarga. Meskipun film animasi, tapi buat remaja dan dewasa yang ingin menonton pun tidak perlu merasa malu. Karena film ini memang dibuat untuk semua usia. Skor film ini versi saya adalah 7,5 dari 10.

NB : Gambar poster saya ambil dari sini