31 December 2012

Catatan Akhir Tahun 2012

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2012.Seperti biasa hari ini saya membuka sebuah buku catatan yang saya beri nama Catatan Akhir Tahun. Buku ini memang saya tulis panjang lebar setiap akhir tahun, dan setiap bulan paling tidak satu kali saya membaca buku ini supaya termotivasi untuk mengejar target tahunan. Setiap tahun saya membuat target, tapi tidak sudah pasti tidak semua target itu bisa saya penuhi dalam setahun. Pernah ada kejadian, target yang saya canangkan baru bisa terwujud beberapa tahun setelahnya. Bahkan saya sendiri nyaris tak mengingat target yang saya tulis tersebut kalau saja saya tidak iseng membaca target-target yang pernah saya tulis di buku Catatan Akhir Tahun tersebut.

Akhir tahun 2011 lalu saya menulis banyak sekali hal-hal yang ingin saya raih sepanjang tahun 2012. Beberapa diantaranya bisa saya wujudkan, sementara sisanya nyaris mendekati apa yang saya harapkan atau bahkan gagal sama sekali. Salah satu target yang saya canangkan di buku Catatan Akhir Tahun 2011 lalu adalah saya ingin update blog saya minimal 10 kali dalam sebulan. Artinya minimal sepanjang tahun 2012 ini kalian akan menemui 120 postingan terbaru dari saya. Memang target itu itu tidak tercapai, tapi saya puas karena target yang saya canangkan berhasil membuat saya menulis sebanyak 100 kali sepanjang tahun ini. Tentu ini bukan pencapaian yang mudah. Karena itu meskipun targetnya tidak tercapai, tapi saya puas paling tidak 3/4 nya sudah berhasil saya laksanakan.

Hari ini saya kembali menulis di buku Catatan Akhir Tahun. Sejumlah target dan hal-hal yang ingin saya capai sepanjang tahun 2013 mulai saya tuliskan sejak pertengahan bulan Desember lalu. Saya percaya apa yang saya tulis ini bukan untuk mempersulit hidup saya, tapi justru membuat hidup saya lebih punya arah. Saya sadar tidak semua yang saya tulis ini bisa terwujud tahun depan, tapi setidaknya saya berani bermimpi. Karena berani bermimpi akan membuat saya berani untuk mewujudkan impian tersebut. Selamat tinggal tahun 2012 dan selamat datang tahun 2013. Semoga hidup yang lebih baik akan menyertai kita semua. Aamiin...

23 December 2012

Desember Tahun Ini...

Desember tahun ini adalah bulan dimana waktu 24 jam sehari itu terasa kurang. Setiap hari saya membuat list apa yang harus dikerjakan termasuk didalamnya update cerita terbaru di blog ini. Begitu banyak cerita yang ingin saya bagi yang akhirnya menjadi basi karena tak jua sempat saya tuliskan. Bahkan menulis draft untuk diposting secara terjadwal pun tak sempat. Target 100 posting tahun ini yang tinggal 2 atau 3 kali lagi pun entah kenapa rasanya semakin sulit untuk saya kejar. Saya bahkan melewatkan begitu banyak cerita dan kejadian di timeline social media. Kejadian dimana teman-teman saya di bully fans berat seorang artis atau kejadian lainnya dimana saya juga melewatkan hari dimana semua orang ngomongin kiamat. Pekerjaan kantor saya benar-benar menyita waktu saya belakangan ini. Saya bahkan sudah hampir 4 bulan tidak pulang ke Palembang. Baru tersadar setelah saya melewati satu hari dan merasakan rindu yang teramat sangat kepada keluarga dan rumah di Palembang. Tapi apa daya saya baru bisa pulang pada akhir Januari saat adik saya menikah nanti. 

Disetiap waktu senggang yang mulai langka dijumpai, saya selalu memikirkan bagaimana caranya supaya bisa pulang. Setiap pagi sehabis bangun tidur dan setiap malam sebelum tidur saya selalu berpikir untuk pulang. Rindu sekali mendengar omelan ibu dan ayah saya. Pernah suatu saat didalam bus saya sebagku dengan bapak-bapak yang wangi parfumnya sama persis dengan wangi parfum ayah saya, Duh Gusti... Saya rindu sekali, tapi tetap tidak bisa pulang sampai Januari nanti. Dan akhirnya keajaiban itu muncul... Dalam sebuah meeting rutin suatu sore beberapa hari lalu, kami akan disebar ke beberapa daerah untuk meeting dengan klien. Nama saya disebut untuk meeting di wilayah Lampung dan Palembang. Biasanya saya selalu iri dengan teman yang mendapat tugas di Makassar dan Manado karena saya ingin sekali mendapat tugas meeting disana. Tapi kali ini berbeda, saya tidak perduli tugas didaerah lain. Saya menerima dengan senang hati dinas di Lampung dan di Palembang. Saya ingin pulang... Saya kangen rumah, kangen ibu dan ayah saya... Marahi saya yah kalau saya pulang nanti. Marahi saya yang jarang telpon kerumah, marahi saya yang selalu asyik dengan pekerjaan, marahi saya yang terus betah menyendiri... Marahilah.. Saya sudah rindu... 

11 December 2012

Menginap Di The Jayakarta Daira Hotel Palembang

Sebenarnya tulisan di blog kali ini bukan catatan perjalanan yang baru saya lakukan, melainkan catatan mudik lebaran beberapa bulan lalu yang belum sempat saya posting. Jadi ceritanya saya punya voucher hotel yang belum saya gunakan dan sudah mendekati tanggal kadaluarsa. Akan tetapi mengingat kota Palembang adalah kampung halaman saya dan saya pulang dalam rangka mudik lebaran, tentunya pulang kerumah adalah hal yang paling ingin saya lakukan. Tetapi setelah dipikir ulang, bila saya sudah menginjakkan kaki dirumah dan sudah berkumpul bersama keluarga, sudah pasti nantinya saya akan malas untuk menginap di hotel. Sementara setelah saya cek schedule, saya tidak akan pulang ke Palembang sampai Januari mendatang. Sedangkan voucher hotel ini habis masa berlakunya pada bulan Desember 2012. Jadilah saya putuskan menggunakan voucher hotel ini dahulu sesampainya saya di Palembang dan baru memutuskan untuk pulang kerumah.

Sebagai anak Palembang yang sedari dulu senang menginap di hotel untuk mencari inspirasi atau mendapat suasana baru yang berbeda, menginap di The Jayakarta Daira Hotel Palembang ini bukan kali pertama untuk saya meskipun memang tidak terlalu sering menginap disini. Hanya saja karena dulu saya baru sekedar suka menginap di hotel dan belum suka membuat review, maka saya sama sekali tidak punya dokumentasi hotel ini. Pada saat saya datang kembali setelah sekian lama tidak menginap disini, saya merasa suasananya sama sekali tidak berubah. Yang berbeda hanya pernak-pernik Idul Fitri yang cukup ramai menghiasi hotel ini. Sedikit info, Jayakarta Daira Hotel Palembang ini adalah hotel berbintang 4 yang berada diruas jalan utama kota Palembang, tidak mengherankan bila rates hotel ini terbilang cukup tinggi. 

Untuk ukuran hotel bintang 4, beberapa bagian dari hotel ini terlalu biasa menurut saya. Tapi saya masih bisa maklum mengingat hotel ini sudah eksis lebih kurang sejak tahun 2004. Bila beberapa tahun lalu saya selalu terkagum-kagum bila bisa menginap disini, sekarang saya mungkin hanya bisa bilang lumayan oke. Secara kenyamanan sih saya masih mendapatkannya disini. Tapi mungkin beberapa bagian perlu sedikit pembaharuan. Seperti TV dikamar, memang masih bagus sih. Tapi sekarang kan sudah musimnya TV layar datar. Rumah saya yang sederhana saja TV nya sudah layar datar semua kok. Selebihnya semua masih oke-oke saja. 

Kamar mandinya berukuran sedang dengan bathtub didalamnya. Toiletries lumayan banyak dan air panas nya berfungsi dengan baik. Jadi semangat buat mandi.. Hahahahaha...

Karena saya menginap di bulan puasa, otomatis sarapan juga berlangsung saat sahur tiba. Karena menginap di hotel, saya lupa menghidupkan weker untuk sahur. Untungnya saya masih sempat terbangun hanya sekitar 15 menit sebelum waktu Imsyak tiba sehingga saya sangat terburu-buru menuju Archipelago Coffee Shop untuk bersantap sahur. Karena terburu buru itulah saya jadi tidak bisa bersantai untuk foto-foto sarapan sahur saya pagi itu. Tapi rasa sarapan sahurnya lumayan lezat kok.

Sebelum check out, saya menyempatkan diri mampir ke kolam renang. Seingat saya beberapa kali saya menginap disini, saya belum pernah singgah di kolam renangnya. Tembok kolam renangnya yang berwarna kuning itu entah kenapa sepertinya masalah banget buat saya. Apa saya yang salah yah ?? Dengan ditutup tembok setinggi itu otomatis hanya tembok kuning itu yang terlihat disekitar kolam renang ini. Saya pun memutuskan untuk segera kembali kekamar untuk check out.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, secara kenyamanan sih saya masih mendapatkannya di hotel berbintang 4 ini. Apalagi hotel yang berada di jalan utama kota Palembang ini tentunya akan memudahkan untuk mencari kendaraan umum seperti opelet, bus kota, bus Trans Musi dan taksi. Juga sangat memudahkan untuk menuju tempat-tempat tujuan lainnya di kota Palembang. Dan bila teman-teman ada rencana berkunjung ke Palembang dan ingin menginap di hotel ini silahkan langsung menghubungi :

Jl.Jend.Sudirman No.153 Palembang
T : 0711 365222
F : 0711 364222
E : palembang@jayakartahotelsresorts.com

19 November 2012

Makan Di Bebek Tepi Sawah Kuta

Suatu malam dalam rangka perjalanan liburan ke Bali, sahabat saya Erli mengajak saya makan malam bersama. Karena kebetulan memang tidak ada acara malam, maka dengan senang saya iyakan tawaran tersebut. Awalnya Erli ingin mengajak saya makan disuatu tempat yang saya lupa namanya, tapi ternyata tempat tersebut sudah tutup karena sold out. Akhirnya kami merapat ke Krisna Wisata Kuliner yang terletak di Jala Raya Tuban. Ada beberapa pilihan tempat makan yang sepertinya semua mantab untuk dicoba. Akan tetapi Erli menarik langkah saya ke lantai atas kesebuah restoran bernama Bebek Tepi Sawah.

Menurut Erli, Bebek Tepi sawah ini adalah resto terkenal dikawasan Ubud. Hanya saja Bebek Tepi sawah yang berada di Ubud letaknya benar-benar berada ditepi sawah yang hijau sedangkan cabangnya yang berada di Kuta ini benar-benar seperti restoran kebanyakan dengan interior yang cantik dan dilengkapi dengan patung-patung dan lukisan cantik yang dipajang di berbagai sudut ruangan. Walaupun tidak berada ditepi sawah seperti namanya, tapi saya tidak merasa kecewa datang kesini. 

Ada banyak menu yang tersedia dalam buku menu, tapi yang paling favorit disini dan tentu saja menjadi pilihan utama orang-orang yang datang kesini adalah Bebek Crispy. Awalnya saya tidak tahu kalau bebek crispy merupakan menu primadona disini. Buktinya ketika pertama kali saya memesan bebek panggang, sahabat saya Erli dan waiter yang sedang mencatat menu langsung kompak teriak "hah". Setelah saya tanya kenapa, barulah saya diberi penjelasan kalau pilihan utama orang yang datang kesini biasanya adalah bebek crisspy. Baiklah, giliran saya yang kepo mencoba makanan yang katanya enak ini. Untuk setengah potong bebek crispy harganya adalah Rp. 87.500,- sedangkan yang berukuran lebih kecil harganya sebesar Rp.67.000,-. Agak mahal memang, tapi karena penasaran dengan rasanya saya sudah tidak perduli dengan harga. Bebeknya tersaji dalam piring dengan nasi putih, sayur kacang panjang dan lalapan timun dan wortel. Rasanya ? Juaraaaa... Bebeknya benar-benar crisspy dan bumbu-bumbu nya sangat meresap. Benar-benar tidak ada rasa anyir yang sering timbul bila makan bebek.  Dalam wadah terpisah disajikan 3 jenis sambal. Saya hanya tahu sambal matah yang posisinya ditengah karena ini merupakan favorit saya. Sementara bila ingin rasa yang lebih pedas, silahkan mencoba sambal cabe rawit yang berada dibagian kiri. Buat saya pribadi sih, bebek crispy ini paling enak dimakan dengan sambal matah. Paduan yang sempurna versi saya...

Makan malam berdua sahabat saya ditambah dengan minum orange juice mengharuskan saya membayar sebesar Rp.219.000. Lumayan mahal sih, tapi buat rasa yang enak ini memang tidak rugi membayar sebesar itu. Dan akhirnya saya jadi tahu kenapa bebek crispy merupakan menu primadona di resto Bebek Tepi Sawah ini. Yang sedang ke Bali tapi mungkin kebetulan tidak sempat ke Ubud, bolehlah singgah di Bebek Tepi Resto yang berada di Kuta ini. Langsung saja datang ke :

Jalan Raya Tuban
E : tepisawahrestaurant@yahoo.com

15 November 2012

Menginap Di Q Hotel Kuta - Bali

Seperti yang saya tulis pada postingan sebelumnya, tadinya saya sudah berencana menginap di salah satu hotel budget yang berlokasi di Kuta. Nyaris booking via website sebenarnya , hingga akhirnya sepupu saya memberikan voucher untuk menginap 2 malam di Q Hotel Kuta dengan kompensasi saya menuliskan review nya di blog ini. Deal dong yah... Jadilah saya terbang ke Bali dalam kondisi baru beberapa hari keluar dari rumah sakit karena gejala tipes. Dan ini menjadikan perjalanan pertama saya dengan embel-embel sakit. Hahahahaha..

Q Hotel ini adalah hotel yang benar-benar baru dibuka. Tidak heran 2 orang supir yang menjemput saya di airport dan supir yang akan mengantar saya berkeliling Bali semuanya nyasar di Quest Hotel. Hahahahaha... Untungnya kedua hotel ini tidak terlalu jauh jaraknya. Lokasi hotel ini cukup strategis, hanya 200 meter dari mall Galeria. Plus dapet bonus disebrangnya ada ATM BCA dan beberapa ATM bank lain, lalu ada juga restoran Padang dan mini market 24 jam yang banyak dijumpai di Bali. Ditambah lagi ada beberapa Factory Outlet brand ternama disebrang hotel yang sungguh membuat mupeng untuk menggesekkan kartu kredit. 

Pintu masuk hotel berada disamping gedung. Lobby dan meja resepsionisnya terlihat simple dan sederhana. Tidak ada AC diruangan lobby, oleh karena itu tidak ada kaca ataupun tembok yang menghalangi angin keluar masuk bagian dalam hotel. Sofanya cukup banyak dan sangat nyaman. Walaupun hotel budget, tapi jumlah sofa disini bahkan lebih banyak dan lebih nyaman daripada beberapa hotel berbintang yang pernah saya datangi. Pelayanan di meja resepsionis juga sangat cepat. Saya tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kunci kamar saya. 

Kamar hotel ini berukuran kecil dan cukup sempit. Tidak heran bila tidak ada kursi disini, karena sudah pasti akan membuat kamar kecil ini akan bertambah sempit. Hanya ada 2 buah lampu dikamar type deluxe yang saya tempati ini, satu lampu berada tepat diatas tempat tidur dan lampu lainnya berada didalam kamar mandi. Tapi buat saya yang menghabiskan banyak waktu diluar kamar hotel, ini sudah lebih dari cukup. Dua botol air mineral disediakan gratis setiap hari. Lalu ada pesawat telepon loh didalam kamar, biasanya hotel budget kan jarang yang menyediakan pesawat telepon didalam kamar. Lalu ada pula safety deposit box berukuran kecil. Selain itu juga tersedia kulkas kecil didalam kamar seperti dihotel berbintang walaupun dalam kondisi kosong. Setidaknya saya bisa menyimpan botol air mineral didalam kulkas sehingga saat saya pulang kehotel saya bisa minum air dingin yang segar... TV LCD berukuran kecil tersedia didalam kamar menyajikan channel-channel dalam dan luar negeri dengan kualitas gambar yang lumayan baik. Salah satu hiburan yang bisa menemani saya didalam kamar walaupun sesaat sebelum tidur. Fasilitas didalam kamar ini bolehlah untuk ukuran hotel budget.

Sama seperti ruangan kamarnya, kamar mandinyapun juga berukuran kecil. Tapi masih ada hotel lain yang kamar mandinya jauh lebih kecil daripada disini. Disediakan sabun dan shampoo cair disamping shower. Air panas berfungsi tapi tidak panas betul. Di Bali rasanya tidak perlu air panas juga kali yah untuk membasuh badan yang sudah keringetan dan menghitam. Saya malah lebih enjoy mandi dengan air dingin disini. 

Tempat sarapan pagi berada di restoran lantai dasar yang berada disamping meja resepsionis. Restoran dengan open kitchen ini tidak terlalu besar tapi penataan kursi-kursinya membuatnya terkesan lega dan nyaman. Jangan berharap kita bisa memilih banyak menu makanan disini. Saat saya sarapan hanya tersedia nasi goreng, mie goreng, omelette dan kerupuk. Untuk minumannya bisa memilih teh, kopi atau air mineral. Chef akan memasak makanan yang baru bila makanan yang tersaji sudah mulai habis. Saya senang sekali mengambil tempat dekat meja prasmanan karena bisa sambil melihat aktivitas didalam dapur. Rasa makanan yang disajikan pun lezat. 

Selesai sarapan saya naik ke roof top. Rencananya disini akan ada bar untuk ngobrol sambil minum-minum. Hanya saja bar nya belum beroperasi. Jadi kita baru bisa duduk-duduk saja menikmati semilir angin disini. Walaupun tidak ada kolam renang, tapi semilir angin disini asyik juga dinikmati seorang diri maupun bersama teman-teman. 

Sangat menyenangkan menginap disini. Kita bisa memilih tipe kamar yang sesuai dengan kebutuhan dan budget pastinya. Sekedar informasi, opening rates yang Q Hotel tawarkan sesuai dengan spanduk besar yang terpajang didepan hotel adalah Rp.289.000,- ++ . Jadi kalau ada rencana ke Bali dan mungkin tertarik menginap disini, silahkan datang dan hubungi ke :

Jl. By Pass Ngurah Rai No. 38. Kuta - Bali
+62 361 766690 
+62 361 751575
info@qhotelbali.com

11 November 2012

Liburan Murah Meriah Ke Bali

Bulan Juni lalu saya mendapat sebuah email harga tiket promosi Air Asia ke beberapa tujuan. Saya mencoba melihat harga tiket ke Bali untuk penerbangan bulan November. Dan ternyata harganya cukup murah. Hanya Rp.190.000 sekali jalan. Pulang pergi tentunya hanya menghabiskan Rp.380.000,- . Harga tiket standar sejumlah maskapai sekali jalanpun belum tentu bisa dapat semurah itu. Saya jadi dilema apakah akan membeli atau tidak tiket tersebut. Sebagai pekerja dunia hiburan, semua tanggal punya kemungkinan untuk jadi lampu merah mendapatkan cuti. Tapi setelah saya pikir ulang, lebih baik saya beli saja. Masalah nanti terpakai atau tidak biarlah jadi urusan belakang saja. Maka sayapun membeli tiket tersebut.

Beberapa minggu setelah membeli tiket pesawat, saya iseng membuka website Livingsocial. Ternyata disana ada beberapa promo paket liburan di Bali. Mulai dari promo hotel, sewa mobil, sampai promo wisata seru di Bali. Mengingat bahwa saya akan berlibur memasuki musim penghujan, sepertinya yang paling masuk akal untuk saya beli saat itu adalah paket sewa mobil. Maka saya pun membeli paket tersebut seharga Rp.199.000,-

Niat awal sih mau menginap di Tune Hotel Kuta, malah nyaris saja memesan kamar disana via website. Tapi dasar belum jodoh, tiba-tiba sepupu saya menawarkan voucher menginap di Q Hotel Kuta. Sama-sama hotel budget sih, tapi sepertinya ini lebih menarik karena tidak perlu menambah biaya untuk AC, ditambah lagi TV tersedia didalam kamar plus masih dapet sarapan pagi. Sepupu saya hanya menitip review hotel di blog saya ini.. Bungkuuuuss...

Jadi elemen-elemen penting dalam liburan saya sebenarnya sudah siap. Tapi entah kenapa beberapa minggu menjelang keberangkatan, saya justru malah ogah-ogahan untuk berangkat mengingat pekerjaan yang sedang banyak-banyaknya menjelang launching film terbaru kantor saya. Diperparah lagi, saya lupa mengajukan cuti mengingat tanggal keberangkatan saya yang memakai 2 hari kerja. Eeeh, ada bonus pula saya tiba-tiba sakit dan harus dirawat di rumah sakit karena gejala tipes. Lengkap dong alasan saya semakin males-malesan untuk berangkat. Jadi saya sudah memantapkan diri, kalau cuti saya tidak dikabulkan maka saya akan ikhlaskan tiket pesawat. Pastinya saya akan menjual voucher sewa mobil dan voucher hotelnya. H-3 sebelum berangkat dan masih dalam kondisi belum sehat, bos saya bilang kalau cuti saya disetujui dan jangan lupa oleh-olehnya... Tiba-tiba saya amnesia kalau sedang sakit... 

07 November 2012

Makan Di Ayam Bakar Taliwang Lokanada - Kalibata

Kebiasaan saya dan teman-teman kantor bila telah lewat jam kerja tapi kebetulan masih harus berlama-lama dikantor karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan malam harinya adalah mencari makan malam. Tempat tujuan kami biasanya adalah di warung-warung tenda sebrang gerbang masuk Taman Makam Pahlawan Kalibata. Disana banyak sekali pilihan makanan lezat dan pilihannya juga sangat beragam sehingga tidak bosan datang kesana. Salah satu warung tenda yang lumayan sering kami kunjungi adalah Ayam Bakar Taliwang Lokanada. Disini menyediakan beraneka menu khas Lombok dengan cita rasa pedas yang luar biasa. Jadi kalau kalian bukan pecinta pedas, pastikan jangan meminta sambal level paling pedas atau level sedang karena percayalah kalau sambalnya benar-benar sangat pedas. 

Yang paling bikin saya suka makan disini adalah porsinya yang besar. Lihatlah potongan ayam bakarnya. Ayam kampung muda dengan bumbu yang sangat meresap dan potongan yang mantap. Saya bisa menghabiskan satu potong ayam sendirian, sementara teman-teman saya ada yang menghabiskan seporsi untuk berdua. Ayam bakar Taliwang ini disajikan dengan sambal dalam mangkuk kecil terpisah dengan berbagai tingkat kepedasan. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, bila anda bukan pecinta pedas, lebih baik ayam bakarnya tidak usah disiram sambal. 

Selain ayam bakar Taliwang, menu yang biasa saya pesan disini adalah Plecing Kangkung. Plecing kangkung ini adalah kangkung dan tauge yang direbus kemudian disiram dengan sambal plecing. Sambal plecing ini kuat sekali aroma pedas dan terasinya. Begitu memakannya saya merasa seperti naga yang siap menyemburkan api. Rasanya pedas sekali. Bahkan jauh lebih pedas daripada sambal untuk Ayam Bakar Taliwangnya.. Tapi walaupun pedas mulut saya tidak berhenti melahapnya karena memang rasanya enak. 

Menu lain yang biasa menemani santap malam kami disini bisanya adalah terong bakar. Jadi terong yang sudah dibakar kemudian diberi sambal plecing. Rasanya sama pedasnya seperti plecing kangkung. Ya iyalaaah... sambal plecing nya kan sama.. Hahahahaha.. 

Berbahagialah buat teman-teman yang sangat menyukai makanan pedas karena disini adalah tempat kalian berpesta. Tapi buat penyuka pedas yang cemen seperti saya, pilihannya adalah nekat menyantap makanan pedas ini dengan konsekuensi mata mendadak berair dan bibir seolah melepuh atau benar-benar selektif tidak mengambil menu yang ada embel-embel sambalnya. Bila perlu minta sambalnya ditempatkan terpisah supaya kalian yakin mau mencocolnya sedikit-sedikit atau tidak menyentuh sambalnya sama sekali. Oh ya makanan disini harganya juga cukup terjangkau loh. Saya biasa makan bertiga dengan 2 porsi ayam bakar Taliwang, dua porsi plecing kangkung dan seporsi terong bakar ditambah minumannya hanya mengeluarkan total lebih kurang Rp.130.000,- . Lumayan kan ? Jadi kalau kebetulan sore sampai malam sedang melintasi wilayah Kalibata dan bingung mencari tempat makan yang enak, teman-teman boleh mencoba datang kesini. Lain kali saya juga akan coba mereview warung tenda lain yang sering saya singgahi bersama teman-teman kantor saya disini... Mari berburu...

03 November 2012

Bikin Pizza Sederhana

Setiap bulan setelah gajian, seperti biasa saya belanja kebutuhan rumah sepulang kantor. Biasanya sih saya lebih suka belanja bahan makanan untuk diolah menjadi makanan siap makan. Bahan makanan yang saya beli tidak jauh-jauh dari ayam utuh, ikan, daging, lalu sejumlah bumbu dan sayuran segar. Nah pada saat belanja kemarin tiba-tiba saja saya berpikir ingin membuat pizza sendiri. Tapi mengingat saya ini tidak bisa masak, saya pasti tidak akan mampu membuat adonan rotinya. Jadi iseng-iseng saya melihat kebagian bahan makanan beku, siapa tahu saya bisa menemukan adonan roti pizza siap panggang. Dan ternyata saya beruntung saudara-saudara, saya menemukannya dengan harga tidak sampai Rp.20.000,- isi 5 potong roti pizza siap panggang.  Saya memasukkannya kedalam keranjang belanja saya dan setelahnya mulai bergerilya mencari bahan untuk topping nya. Saya memilih jamur shitake, sosis, bawang bombay serta keju, tidak lupa pula membeli saus tomat dan saus sambal. 

Tadinya saya ingin membuat pizza di akhir pekan ini, tapi apa daya saya benar-benar tidak sabar ingin mencoba membuatnya secepat mungkin. Langkah pertama adalah memanaskan oven, lalu menyiapkan loyang dan membiarkan adonan roti pizza yang beku berada dalam suhu ruangan beberapa saat.

Kemudian menyiapkan toppingnya. Mengiris sosis, bawang bombay dan jamur shitake yang sebelumnya sudah dicuci bersih terlebih dahulu. Pada saat menyiapkan topping ini saya baru menyadari kalau saya sama sekali tidak ingat membeli paprika. Tapi hal ini tidak menyurutkan niat saya memanggang pizza malam itu. Dengan bahan yang ada saja saya pikir sudah cukuplah untuk membuat pizza sederhana.

Setelah semua bahan disiapkan, langkah selanjutnya adalah menyusun topping diatas adonan roti. Mulai dari mengoles saos tomat, lalu menyusun bawang bombay, jamur dan sosis diatasnya. Setelah itu diakhiri dengan menaburkan keju. Menurut teman-teman saya, keju yang biasanya digunakan untuk taburan pizza itu adalah keju mozzarela, tapi berhubung harganya cukup mahal maka saya menggantinya dengan keju quick melt. Setelah siap, maka pizza ini bisa dimasukkan kedalam oven.

Dan setelah dipanggang selama lebih kurang 15 menit matanglah pizza pertama saya. Rasanya ?? Enak walaupun rotinya terlalu garing. Hahahahaha... Tapi saya jadi ketagihan mau coba bikin piza yang toppingnya ditumis terlebih dahulu. Kayanya emang enak bikin topping pizza karena bisa dibikin macem-macem isiannya. Walaupun bisa dibilang ngga bisa masak, tapi mencoba membuat makanan sendiri itu ternyata menyenangkan yah ?

31 October 2012

Film Hello Goodbye - Cinta Berlabuh di Korea


Satu lagi film Indonesia akan tayang di penghujung bulan November 2012. Film ini berjudul Hello Goodbye dengan tagline Cinta Berlabuh di Korea. Film Hello Goodbye ini merupakan film garapan sutradara Titien Wattimena dan diproduksi oleh Falcon Pictures. Sejumlah nama beken turut ambil bagian dalam film berdurasi 100 menit ini, diantaranya Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Sapto Soetarjo, Kenes Andari, dan penampilan khusus dari Korea's Prince Of Ballad, Eru. Film ini mengisahkan pertemuan Indah yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan, yang bekerja sebagai staff di cabang KBRI Busan Korea Selatan dengan Abi seorang pelaut asal Indonesia yang mengalami serangan jantung dalam pelayarannya dan terpaksa diturunkan di Busan untuk menjalani perawatan. Sebagai staff KBRI, Indah ditugaskan untuk bertanggung jawab dengan perawatan dan semua keperluan Abi selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Busan. Karakter Indah yang merasa hidupnya monoton bertemu dengan karakter Abi yang tempramental, membuat pertengkaran-pertengkaran sengit tak jarang terjadi diantara keduanya. Dengan mengambil setting kota Busan yang merupakan kota pelabuhan di Korea Selatan, akankah Abi dan Indah akan melabuhkan hati mereka disana ? Tunggu saja jawabannya saat film ini tayang di bioskop mulai tanggal 29 November 2012 nanti yah...

Sebuah kabar gembira bagi dunia perfilman Indonesia ketka Film Hello Goodbye terpilih sebagai Official Selection Busan International Film Festifal 2012 di Busan, Korea Selatan. Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto dan Eru selaku pendukung Film Hello Goodbye berkesempatan hadir dalam Red Carpet festival film termegah di Asia tersebut. Tidak hanya hadir dalam red carpet, Film Hello Goodbye juga melakukan pemutaran perdana (World Premiere) dalam festival tersebut pada tanggal 6, 9 dan 12 Oktober 2012 serta mendapatkan respon yang positif. 


Sebuah film akan terasa lebih lengkap dan sempurna bila didukung soundtrack yang menarik. Film Hello Goodbye juga tidak mau setengah-setengah dalam menggarap soundtrack film. Tidak tanggung-tanggung, Eru yang merupakan solois ballad asal Korea Selatan berduet dengan Atiqah Hasiholan membawakan single Black Glasses yang sudah terkenal di Korea. Selain duet Eru dan Atiqah Hasiholan, solois muda Indonesia yang penuh talenta Ammir juga membawakan sebuah single dengan lirik yang asyik bertajuk I Love You .  


Silahkan lihat Official Trailer Film Hello Goodbye diatas supaya teman-teman bisa punya bayangan lebih terhadap film yang akan tayang di bioskop mulai tanggal 29 November 2012 ini. Untuk informasi dan update seputar film Hello Goodbye, teman-teman bisa lihat di Fanpage Facebook Film Hello Goodbye dan akun Twitter Film Hello Goodbye . Sedikit informasi, setiap hari Senin dan Kamis, akun twitter Film Hello Goodbye mengadakan kuis berhadiah t-shirt, CD OST Film Hello Goodbye, Tiket Gala Premiere dan voucher nonton Film Hello Goodbye di bioskop-bioskop yang memutarkan Film Hello Goodbye. Jadi jangan lewatkan yah kehadiran Film Hello Goodbye di bioskop kesayangan teman-teman mulai tanggal 29 November 2012.