30 January 2012

Bersenandung di Pulau Tidung

Setelah Trip Ujung Genteng yang saya dapatkan dari Diskon Gokil bulan Desember lalu, iseng-iseng saya buka kembali halaman web promo diskonan tersebut. Siapa tahu saya kembali menemukan paket trip dengan harga murah. Dan ternyata saya beruntung, web tersebut sedang menawarkan paket promo trip ke Pulau Tidung dengan harga Rp.300.000,- all in. Menurut teman saya yang sudah biasa ke Pulau Tidung, harga paket itu sih sebenarnya standar saja. Tapi karena memang belum pernah plesiran ke Pulau Tidung, maka sayapun memutuskan untuk mengambil paket tersebut. Dan ternyata sepupu saya dan beberapa temannya pun tertarik untuk ikut berwisata ke Pulau Tidung. Jadilah saya memesan paket yang ditawarkan dari web Diskon Gokil untuk 7 orang lagi....






Sabtu pagi kemarin, sekitar pukul 6 pagi, kami berdelapan sudah berkumpul di Pelabuhan Muara Angke. Gadis-gadis yang saya kawal langsung jejeritan mencium bau amis ikan disekitar pelabuhan. Suasana di pelabuhan pagi itu sudah ramai dengan orang-orang yang membawa ransel dan koper yang sepertinya akan menyebrang menuju pulau-pulau eksotis di Kepulauan Seribu. Beberapa dari kerumunan tersebut bisa jadi adalah orang-orang yang akan satu kapal dan mengikuti trip yang sama dengan kami. Setelah bertemu dengan Mas Abu dari Juragan Tidung, kamipun langsung memasuki kapal yang akan membawa kami berlayar menuju Pulau Tidung. Tidak ada tempat duduk diatas kapal, atau dengan kata lain semua penumpang harus duduk lesehan sampai tiba di Tidung. Cuaca pagi itu sangat cerah dengan semburat kemerahan menghiasi langit Jakarta. Tepat pukul 7 pagi, kapal mulai bergerak meninggalkan pelabuhan Muara Angke. Dengan jarak tempuh 2,5 jam perjalanan, maka kami bisa melakukan banyak hal didalam kapal. Bisa tidur, main kartu, membaca buku atau asyik mahsyuk dengan gadget masing-masing.




Tepat pukul 9.30 kami merapat di Pelabuhan Pulau Tidung. Sebuah gerbang masuk Bertuliskan Tidung "Keep It Clean" menyambut kami. Seperti biasalah, bernarsis ria dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah puas berfoto-foto, kami langsung digiring menuju pondokan tempat menginap. Karena rombongan yang saya bawa berjumlah 8 orang, maka kami ditempatkan dalam satu pondok tersendiri dan tidak bercampur dengan kelompok lain. Bagi gadis-gadis yang saya bawa, hal tersebut sangat menyenangkan. Tapi buat saya hal itu kurang menyenangkan karena hal tersebut berarti peluang untuk berkenalan dengan orang-orang yang belum pernah saya kenal akan menipis. Untuk pondokannya sendiri terdapat 2 kamar didalamnya dan terdapat 2 kamar mandi. Para gadis tidur di 2 kamar tersebut, sedangkan saya tidur dikasur yang disediakan di ruang tamu. Didalam kamar tersedia pendingin ruangan, sedangkan diruang tamu hanya tersedia kipas angin saja.






Pukul 13.00, kami dibawa menuju perairan disekitar Pulau Pesona untuk snorkeling. Disitu saya baru tahu bahwa kami satu rombongan dengan 8 orang lainnya. Dari Pulau Tidung kami menggunakan kapal kecil dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Lokasi tempat kami snorkeling adalah tempat yang sangat menyenangkan. Arus ombaknya tidak deras dan dari atas kapal kita bisa melihat keindahan dasar lautnya. Satu persatu rombongan yang berada dikapal menceburkan diri kedalam laut.





Setelah puas bersnorkeling, kamipun dibawa ke Pulau Payung untuk beristirahat sejenak. Pulau Payung adalah pulau yang indah dan ditumbuhi sejenis pohon cemara di pinggirannya. Airnya berwarna kehijauan dan sangat mengundang birahi untuk mengabadikan diri berpose disana. Saya sendiri membuat beberapa foto levitasi, mulai dari foto levitasi loncat loncat ala anak pantai sampai foto levitasi unyu. Hahahahahaha... Sebenarnya setelah snorkeling dan mengeksplore pulau payung, kami seharusnya melihat sunset dari atas jembatan cinta. Tetapi karena sore itu langit sangat mendung, maka kamipun mengurungkan rencana tersebut. Malamnya kami BBQ di pinggir pantai. Hembusan angin yang sangat dingin sungguh sangat membangkitkan selera makan. Semua makanan yang dibakar ludes dan menyisakan piring-piring yang berserakan. Alhamdulillah sangat kenyang...




Paginya kami bersepeda menyusuri jalan-jalan diperkampungan Pulau Tidung. Sangat menyegarkan sekali... Sayang sekali pagi itu cuaca kembali berawan sehingga kamipun tidak bisa melihat sunrise. Tapi semilir angin pagi di Pulau Tidung menerbangkan kekecewaan itu. Kami mengayuh sepeda kami sampai gerbang jembatan Cinta dan kembali foto beramai-ramai disana.





Inilah Jembatan Cinta yang terkenal itu. Saya tidak tahu pasti kenapa dinamakan Jembatan Cinta. Mungkin karena anak tangganya yang berwarna pink maka dinamakan begitu. Yang jelas beredar sebuah mitos yang mengatakan bahwa jika kita melompat dari atas jembatan cinta ini, maka kita akan dipertemukan dengan seseorang yang kita cintai. Mitos ini sebenarnya membuat saya galau untuk melompat juga. Tapi mengingat mitos hanyalah mitos, maka sayapun mengurungkan niat itu. Hahahahaha... Lalu sayapun menyusuri jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung dengan Pulau Tidung Kecil. Sepanjang perjalanan saya tak henti-hentinya bersenandung. Saya tidak tahu kenapa, tapi yang jelas suasana yang menyenangkan ini membuat hati senang dan saya pun berdendang...





Setelah puas menyusuri Pulau Tidung Kecil, kamipun kembali ke Pulau Tidung Besar. Suasana semakin ramai dengan orang-orang yang mengitari Jembatan Cinta. Terlihat pula pasangan yang sedang mengabadikan foto prewedding mereka diatas Jembatan Cinta. Di Pulau Tidung ada banyak pilihan hiburan air yang bisa kita pilih. Misalnya main jet ski dan banana boat. Untuk main banana boat kita dikenakan tarif Rp.35.000 per orang. Karena persediaan baju bersih sudah habis, saya memilih tidak ikutan para gadis yang ingin main banana boat. Saya pun memilih beristirahat di gazebo yang tersedia dipinggiran pantai.

Setelahnya kami kembali ke pondokan untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta. Ahh liburan yang meskipun singkat, tapi sangat menyenangkan buat saya. Insya Allah saya akan kembali lagi untuk menyusuri pulau-pulau eksotis lainnya di Kepulauan Seribu...

25 January 2012

Asyiknya Naik Aeroline

Bulan Juli lalu, saya dan rekan sekantor seperti kesambet dengan membuat trip dadakan ke Kuala Lumpur dan Singapura. Kenapa seperti kesambet ? Karena kami nekat berlibur disaat musim liburan sekolah dimana semua harga tiket dan hotel menjadi lebih mahal daripada biasanya. Selain semua biaya menjadi lebih mahal, diperparah lagi dengan trip yang kami jalani seperti tidak punya tujuan. Kami hanya punya tiket CGK - KUL - CGK dan harus kami manfaatkan semampunya. Salah satunya adalah dengan mampir ke Singapura melalui jalur darat. Ada banyak jenis bus yang melayani lintas dua negara ini. Salah satunya adalah Aeroline yang kami gunakan ketika hendak kembali ke Kuala Lumpur.



Awalnya bus yang satu ini bukanlah pilihan saya dan rekan saya untuk kembali ke Kuala Lumpur. Kami mencari bus lain yang harganya jauh lebih murah tapi tetap nyaman seperti bus yang kami tumpangi menuju Singapura sebelumnya. Tetapi sayangnya bus tujuan ke Kuala Lumpur hari itu tidak ada yang kosong. Padahal kami sudah mendatangi terminal tempat menjual tiket. Seat yang masih tersisa hanya beberapa rute diluar Kuala Lumpur. Karena tidak ingin mengambil resiko, maka kamipun memilih untuk mencari-cari di internet. Dan kami berhasil menemukan website Aeroline yang beralamat di Harbour Front. Sesampainya disana, ternyata hanya tersisa 2 seat untuk keberangkatan pukul 5 sore seharga SGD 50 atau lebih kurang Rp.300.000,- . Sangat mahal kalau dibandingkan dengan harga tiket bus yang kami naiki dari Kuala Lumpur. Tapi karena amunisi masih cukup banyak dan kami mulai merasa malas untuk hunting tiket lagi maka kamipun memutuskan untuk membeli tiket Aeroline menuju Kula Lumpur.





Saya dan teman saya mendapat tempat duduk paling belakang. Posisi paling menyenangkan karena bisa menurunkan posisi tempat duduk tanpa harus menganggu penumpang lain dibelakang. Ransel kitapun bisa diletakkan dibelakang tempat duduk yang masih menyisakan tempat cukup luas, dengan demikian kaki bisa selonjoran dengan leluasa. Didalam bus ini terdapat LCD TV yang memutar beberapa film sepanjang perjalanan. Juga terdapat banyak pilihan musik yang bisa didengar melalui headset yang dibagikan beberapa saat setelah bus berjalan.



Kalau kita dalam perjalanan jauh biasanya pasti sangat khawatir bakal mati gaya karena gadget andalan lowbat dan tidak ada colokan. Untungnya hal itu tidak terjadi diatas bus Aeroline ini. Karena disetiap tempat duduk disediakan colokan yang membuat handphone saya selalu bernyawa sepanjang perjalanan. Inilah hal kecil yang berarti besar bagi penggila social media seperti saya. Dua jempol buat Aeroline...





Sempat terjadi kemacetan sangat panjang ketika akan memasuki kantor imigrasi Malaysia sore itu. Makan malam yang semestinya dibagikan setelah mengurus dokumen masuk di kantor imigrasi Malaysia akhirnya dibagikan diperbatasan antara Singapura dan Malaysia. Kami mendapat makan malam Chicken Rice yang sangat lezat. Setelah semua penumpang mendapatkan cap di paspor masing-masing dari kantor imigrasi Malaysia, perjalanan dilanjutkan kembali dan kali ini mbak pramugari membagikan kami buah-buahan dan menanyakan pilihan minuman untuk para penumpang. Saya memilih coklat panas untuk diseruput didalam bus yang AC nya sangat dingin ini. Setelah minuman dibagikan, cahaya lampu dikabin diredupkan dan bus pun melaju kencang menuju Kuala Lumpur.

Perjalanan bersama Aeroline ini tentu saja merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Dapat menghapus trauma kami yang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Singapura ditinggal bus yang kami tumpangi karena paspor yang sempat tertahan. Saya jadi berpikir, kalau bepergian bersama Aeroline saja sudah sangat menyenangkan, bagaimana yah kalau bepergian naik bus yang ada fasilitas wifi dan personal TV disetiap seat nya ? Hmmm.. mungkin suatu saat akan saya coba juga asal harganya masih masuk akal. Hahahahahaha....

24 January 2012

Sewindu Blog Goiq



Tidak percaya rasanya saya sudah melewati delapan tahun ini dengan menumpahkan semua perasaan saya di blog ini. Betapa saya terbahak-bahak ketika membaca tulisan-tulisan awal di blog ini. Sama halnya ketika 8 tahun yang lalu saya tertawa terbahak-bahak saat membaca catatan harian saya sewaktu SMA. Bedanya, 8 tahun yang lalu saya bisa hanya tertawa sendiri karena catatan harian SMA saya tentu saja adalah catatan yang sifatnya sangat rahasia. Tapi sekarang semua pembaca di blog saya ini bisa tertawa bersama membuka halaman pertama ketika saya pertama kali saya mulai menulis disini. Dan tentu saja tulisan pertama saya sampai saat ini sudah sangat jauh berbeda. Tahun-tahun yang berlalu ini juga telah merubah saya dari ABG unyu-unyu menjadi seorang pria dewasa. Yang tidak berubah adalah blog saya masih tetap menjadi blog gado-gado. Saya tidak mau membatasi diri saya untuk menuliskan apa yang yang ingin saya tulis dan apa yang ingin saya bagi. Biarlah cap blog gado-gado itu akan selamanya melekat di blog ini sampai kapanpun...

Sedih rasanya ketika melihat blog teman-teman lama tumbang satu demi satu. Padahal beberapa tahun lalu kita masih sering sahut-sahutan di blog masing-masing. Tapi saya berusaha memaklumi hal itu karena sayapun pernah berpikir akan mengakhiri karir saya sebagai blogger 2 tahun lalu. Tapi keinginan untuk terus menulis sepertinya tidak bisa saya bendung hingga akhirnya saya memutuskan kembali dengan semangat yang sama persis ketika pertama kali saya ngeblog tahun 2004 lalu. Mudah-mudahan semangat ini akan tetap menyala sampai seterusnya... Walaupun blog ini tidak banyak menginspirasi, walaupun blog ini tidak pernah bagi-bagi awards, walaupun blog ini cuma blog cupu, walaupun blog ini tidak menghasilkan rupiah apalagi dollar, dan walaupun saya bukan penulis yang baik, tapi saya ingin selamanya tetap menulis disini dan berbagi apapun yang ingin saya bagi... Karena Goiq blogger dan ini blog Goiq !!!

22 January 2012

"Diculik" Ke Pulau Tangkil

Dalam sebuah perjalanan dinas ke Lampung, saya mengalami kekosongan jadwal dikarenakan salah satu band saya yang berasal dari Lampung minta dikosongkan waktu satu hari untuk berkumpul bersama keluarga mereka. Nah saya yang bukan orang Lampung kan bingung harus ngapain, jadilah saya BBM beberapa teman-teman radio untuk "menculik" saya dari hotel dan membawa saya kemanapun hari itu. Permintaan itupun disambut dua rekan saya Vandy dan Gilang. Maka jadilah hari itu saya pasrahkan diri untuk dibawa ke tempat-tempat wisata di Lampung. Nah salah satu tujuan kami hari itu adalah Pantai Mutun.




Hari itu cuaca di Lampung sangat panas, tidak mengherankan banyak orang datang ke Pantai Mutun untuk berenang. Saking penuhnya rasanya tidak ada tempat yang kosong untuk sekedar mengambil foto-foto yang bagus. Semua foto yang diambil teman saya Gilang selalu dihiasi dengan keramaian orang-orang yang sedang berenang atau sekedar bermain air. Dipantai ini ada seluncuran yang biasanya kita jumpai di water boom atau kolam renang. Bedanya, kalau kita meluncur disini, jatuhnya langsung di air laut yang asin. Hahahahaha...




Teman-teman saya menawari untuk menyebrang ke Pulau Tangkil yang lebih sepi dan pasir pantainya lebih halus. Dari Pantai Mutun banyak perahu yang bisa disewa untuk menuju Pulau Tangkil. Kalau saya tidak salah, kami hanya membayar sekitar Rp.10.000,- per orang. Jarak yang harus ditempuh untuk menuju ke Pulau Tangkil hanya sekitar 10 menit saja dari Pantai Mutun. Maka menyebranglah kami menuju ke Pulau Tangkil. Meskipun tidak memakan waktu yang lama, tapi saya sangat menikmati perjalanannya karena pemandangan yang indah. Saya sampai sering melihat kearah laut, siapa tahu bisa melihat ikan-ikan dibawah laut. Norak yaaah...





Inilah Pulau Tangkil. Pulau ini tidak terlalu luas dan memiliki pasir yang berwarna putih halus. Untuk masuk ke Pulau Tangkil kita akan dikenakan retribusi sebesar Rp.3.000,- . Saat saya datang kesana, tidak terlalu banyak orang sehingga saya bisa leluasa mengambil foto narsis tanpa ada orang berlalu lalang atau berenang dibelakang saya. Hahahahaha... Sayangnya pada waktu saya kesana, dipinggir pantai ada beberapa sampah yang terseret oleh ombak seperti plastik dan kayu-kayu. Dipinggir pantai terdapat beberapa pondokan yang disewakan untuk sekedar duduk-duduk atau makan siang. Karena kami tidak terlalu lama berada disana, maka kami memutuskan berteduh dibawah pohon saja.




Di Pulau Tangkil ada banyak pilihan kegiatan yang bisa kita lakukan seperti snorkeling, main banana boat atau berenang-renang dipinggir pantai. Untuk yang narsis seperti saya yah silahkan saja mengabadikan foto diri sebanyak-banyaknya karena pemandangannya memang sangat indah. Ada sebuah dermaga kayu yang bisa dipakai untuk melihat ikan-ikan kecil yang berenang dibawahnya. Tapi dermaga ini tidak bisa dipakai untuk foto levitasi karena kayu-kayunya yang saya pikir tidak akan kuat menahan bobot tubuh kita berlompatan.

Sebenarnya banyak sekali pulau-pulau lain yang menurut teman saya wajib saya datangi bila berkunjung ke Lampung. Akan tetapi butuh waktu yang lebih lama untuk datang ke pulau-pulau tersebut. Mungkin lain kali saya akan menyempatkan diri datang ke Lampung lagi khusus untuk menyinggahi pantai-pantai dan pulau-pulau eksotis lainnya.

18 January 2012

Asuransi Kesehatan

Ketika masuk hari pertama bekerja dikantor yang sekarang, saya disibukkan dengan isi formulir ini dan itu juga fotocopy ini dan itu. Salah satu hasil mengisi formulir tersebut adalah sebuah kartu bernama asuransi kesehatan. Jujur, awalnya saya sama sekali tidak terlalu antusias dengan kartu yang satu ini. Mengingat pengalaman kerja sebelumnya tidak pernah mendapatkan fasilitas yang satu ini, dan saya pun termasuk orang yang jarang sakit parah. Paling hanya sekedar flu dan meriang disko doang. Ternyata oh ternyata, awal tahun 2012 ini saya diberikan sebuah sentilan yang cukup membuka mata saya betapa bermanfaatnya fasilitas dari kantor saya yang satu ini...



Dua hari sebelum memasuki tahun 2012, tanpa ada angin dan hujan tahu-tahu saya merasakan sakit yang saya pikir cukup serius dan tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Nyeri dibagian perut bawah sebelah kiri. Tadinya saya pikir ini hanya gejala maag biasa, tapi saya ingat biasanya nyeri sakit maag tidak seperti ini rasanya. Saya coba abaikan saja rasa sakit ini sambil berharap kalau sakitnya akan hilang dengan sendirinya. Ternyata saya salah, semakin hari nyerinya semakin menjadi. Saya coba googling di internet gejala-gejala sakit yang saya rasakan dan hasilnya malah penyakit-penyakit yang mengerikan yang membuat saya lemas sendiri. Karena tidak ingin berlarut-larut dalam ketidakpastian, maka sayapun memeriksakan diri kerumah sakit. Sayapun sudah memikirkan besarnya biaya yang harus saya keluarkan jika ternyata hasil googling sebelumnya ternyata benar adanya. Pastinya puluhan juta akan saya keluarkan. Ketika saya mendaftarkan ke dokter spesialis urologi dirumah sakit tersebut, tiba-tiba saya teringat dengan kartu asuransi kesehatan yang diberikan oleh kantor saya. Dan ternyata rumah sakit yang saya datangi sudah bekerjasama dengan asuransi kesehatan yang saya miliki.



Dokter mengatakan saya menderita infeksi yang bisa disembuhkan hanya dengan obat. Tapi untuk memastikannya dokter meminta saya melakukan sebuah pemeriksaan medis. Pertemuan pertama dengan dokter dan menebus resep obat hari itu berharga sekitar Rp.600.000,- . Dan alhamdulillah semua tercover oleh asuransi. Demikian pula ketika pemeriksaan medis hari berikutnya yang memakan biaya cukup mahal, semua bisa dicover oleh asuransi. Total biaya yang harusnya saya keluarkan untuk bolak-balik kedokter, obat dan pemeriksaan medis tersebut hampir mendekati 2 juta rupiah. Dan saya hanya mengeluarkan uang tunai Rp.15.000,- saja untuk biaya administrasi pembuatan kartu berobat di rumah sakit tersebut. Setelah dinyatakan sembuh dari infeksi oleh dokter, beberapa hari yang lalu kulit tangan dan kaki saya mendadak dipenuhi bentolan merah dan terasa gatal. Saya curiga kalau saya menderita alergi makanan tertentu. Maka sayapun kembali mengunjungi rumah sakit untuk berobat. Biaya berobat untuk alergi itu hampir berkisar 400 ribu rupiah. Dan kembali saya bersyukur karena tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun karena ditanggung oleh asuransi. Bayangkan apabila kantor saya tidak memberikan fasilitas asuransi kesehatan ini ? Tentunya saya harus merogoh kocek yang tidak sedikit untuk mengobati penyakit yang hinggap ditubuh saya awal tahun ini.



Dari rentetan penyakit yang datang mendera diawal tahun 2012 ini, mata saya akhirnya terbuka betapa bergunanya kartu kecil saya ini. Sayapun membongkar arsip-arsip saya dan kembali mempelajari mengenai manfaat tanggungan yang saya dapatkan dari asuransi yang merupakan fasilitas kantor saya. Ternyata asuransi kesehatan yang diberikan oleh kantor untuk para karyawannya termasuk kategori lumayan bagus. Mulai dari biaya rawat jalan, obat-obatan, rawat inap sampai beberapa tindakan medis termasuk operasi bisa ditanggung sesuai dengan plafon yang tertera disurat yang saya terima. Sayapun mencari tahu lebih dalam apa saja yang bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan ini dan apa saja yang tidak ditanggung. Dengan demikian saya tahu dengan detail dan bisa mempersiapkan segala kemungkinan bila sakit kembali menghinggapi tubuh saya. Yang jelas sakit diawal tahun ini benar-benar membuat saya sadar bahwa jika sudah sakit, maka menjadi sehat itu mahal sekali harganya. Jadi jagalah kesehatan sebisa mungkin !

16 January 2012

Fakta Seputar Blog dan Kopdar Dunia Maya

Delapan tahun mungkin bukan waktu yang panjang, tapi juga bukan waktu yang singkat. Banyak yang terjadi dan berubah disekitar kita. Ada beberapa fakta seputar blog dan kopdar yang akan saya bahas dan masih merupakan postingan menjelang sewindu usia blog saya ini...

1. Orang Yang Meracuni Saya Untuk Ngeblog


Nama aslinya adalah Ferdiansyah, orang memanggilnya Fey atau Otong. Tapi saya biasa memanggilnya Blatung. Dia adalah adik angkat saya yang kenal didunia maya. Tepatnya di MIRC #Palembang Dal.Net. Saya mengenalnya sekitar tahun 2001. Waktu itu dia masih berstatus pelajar SMA Negeri di Palembang yang juga satu almamater dengan saya. Ketika tamat SMA, dia dan keluarganya pindah ke Jakarta dan melanjutkan kuliah di Binus. Maka semakin dekatlah saya dengannya. Saya mengenalkan Jakarta kepadanya dengan imbalan, saya mendapat sebuah tempat sebagai salah satu anggota keluarganya, mengingat Blatung ini adalah anak tunggal. Pada tahun 2003, saya memutuskan pulang kembali ke Palembang dan melanjutkan kuliah disana. Dalam sebuah liburan semester, Blatung mengenalkan saya dengan Blog nya yang sekarang sudah tiada. Blatung menjelaskan bahwa dengan blog, saya akan punya sebuah diary online yang bisa dibaca oleh orang lain. Menarik juga mengingat sebelumnya saya hanya mengenal catatan harian yang saya tulis dibuku dan hanya konsumsi saya pribadi. Maka tanggal 24 Januari 2004, resmilah saya membuat sebuah blog yang waktu beralamat di http://gwe-banget.blogspot.com. Saat ini Blatung sudah tidak ngeblog lagi, karena dia sudah mendapatkan permaisuri hatinya dan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya di Amrik sana...

2. Dari Unyu-Unyu menjadi Om-Om Senang


Pada waktu pertama ngeblog, saya baru berusia 23 tahun. Masih jadi seseorang yang suka hura-hura, suka senang-senang dan lain sebagainya. Tidak heran postingan saya diawal ngeblog dulu tidak jauh seputar cinta, keluhan-keluhan dan cerita-cerita alay lainnya. Sekarang pun sebenarnya masih suka begitu, tapi mungkin tidak sesering dulu. Waktu pertama ngeblog saya masih kurus, berat badan saya mungkin cuma berkisar 63 kg. Bandingkan dengan sekarang yang sudah 78 kg. Makanya tidak heran kalau selama 8 tahun ini saya menjelma menjadi sosok om-om senang. Hahahahaha

3. Blog Yang Menginspirasi



Salah satu blog yang sangat menginspirasi saya adalah blognya kang Luigi Pralangga , seorang blogger yang bekerja sebagai pembawa misi perdamaian PBB di negara konflik. Saya mulai membaca blognya kang Luigi ketika beliau masih bertugas di Monrovia. Mungkin semua orang selalu berpikir bekerja sebagai duta perdamaian di negara konflik adalah pekerjaan edan. Tidak semua punya nyali untuk dapat menjadi seperti itu. Tapi semua terasa berbeda apabila kita membaca blognya kang Luigi. Membuka mata saya bahwa saya harus banyak bersyukur. Walaupun negara yang saya tinggali ini masih jauh dari sempurna,tapi saya masih bisa merasakan hidup nyaman, makan enak, dan bisa bekerja seperti sekarang dengan gaji yang lebih dari cukup. Senang rasanya bahwa sosok mengagumkan seperti kang Luigi sangat care terhadap para pembaca di blog nya. Saya sendiri sempat mendapat kiriman special berupa kartu pos, kaos dan brosur-brosur UN yang dikirimkan beliau langsung dari Monrovia. Bingkisan special yang masih saya simpan hingga saat ini... Oh ya, sejak sering membaca blog kang Luigi lah, saya memutuskan mengganti sebutan "gwe" menjadi "saya" hingga saat ini. Sedikit informasi, Kang Luigi ini baru saja merilis buku yang bercerita tentang kisah nyata dirinya menjadi seorang pembawa misi perdamaian PBB. Judul bukunya Ondel Ondel Nekat Keliling Dunia. Segera dapatkan ditoko buku terdekat yaaah...

4. Punya Band Dunia Maya


Dengan digagas oleh Tuteh , saya sempat membuat band dunia maya yang bernama Hulk Band. Band ini terdiri dari saya, Tuteh, Kikin, Phie, Jejes, Vi3, Cepeh dan Sapi sang manager. Widiiih kerennya band ini sampe punya manager segala. Hahahahaha... Nah pertanyaannya adalah, dimana kami latihan ?? Tentu saja di base camp kami. Bahkan semua aktifitas Hulk Band selalu di update loh di sini. Tuteh sang creator Hulk Band memang sangat cermat mengamati karakter kami hanya berdasarkan tulisan-tulisan yang kami posting di blog masing-masing. Kami semua seolah benar-benar sudah saling kenal dan menjadi satu dalam sebuah band sungguhan. Tidak heran, kalau saya selalu merindukan teman-teman band dunia maya saya ini.. Berharap suatu ketika kami benar-benar bisa berkumpul bersama didunia nyata dan ngeband sungguhan sesuai posisi kami masing-masing. Mudah-mudahan bisa terwujud suatu saat nanti...

5. Didats Pernah Iri Sama Saya


Masih inget kan sama blogger berkupluk yang punya nama Didats ? Saya pernah kopdar dengannya di Pizza Hut Blok M Plaza sebelum dia bekerja di Kuwait. Senang rasanya bisa bertemu blogger yang masuk kategori gaul ini. Dilihat dari kepopuleran, kualitas postingan blog, dan dari segi manapun mestinya saya yang iri sama Didats. Tapi dalam testimoni di Friendster yang kini sudah almarhum, Didats pernah menyatakan iri dengan pipi saya. Dia ingin punya pipi yang sedikit lebih berisi mengingat badannya yang kurus pada saat itu. Mungkin itu akan jadi kalimat yang disesalinya saat ini, mengingat sekarang sepertinya pipinya sudah jauh melebihi pipi saya. Hahahahahaha

6. Delapan Jam Bandung - Jakarta



Dalam sebuah pelatihan jurnalistik di Bandung bulan Desember tahun 2008 yang lalu, untuk kali pertama saya kopdar dengan Ichanx, sahabat blogger yang sudah cukup lama saya kenal. Sayapun memutuskan diri untuk memisahkan diri dari rombongan pelatihan yang lebih dulu kembali ke Jakarta supaya bisa jalan-jalan keliling bandung dan kopdar dengan rekan-rekan blogger Bandung lainnya. Tadinya saya berniat untuk kembali di Jakarta dengan menggunakan bus atau travel. tapi Ichanx menawarkan untuk barengan ke Jakarta naik motornya. Kamipun memutuskan melewati jalur Puncak yang diprediksi hanya akan memakan waktu selama 4 jam saja tiba di Jakarta. Ternyata oh ternyata, perdiksi tetaplah sebuah prediksi. 4 jam hanya tinggal impian karena kami membutuhkan waktu lebih dari itu untuk tiba di Jakarta. Macet dan hujan bisa jadi adalah biang keroknya. Tapi buat saya, 8 jam perjalanan Bandung - Jakarta itu membuat pantat saya terasa terbakar karena duduk berjam-jam diatas motor. Hahahahahahaha...