27 February 2012

Review Graha Sriwijaya Hotel Palembang

Hari Jumat yang lalu saya dan Goliath Band berkunjung ke kampung halaman saya Palembang untuk syuting acara Grebek Nusantara yang kebetulan mengambil lokasi di kota Palembang. Pesawat yang kami tumpangi sempat mengalami delay selama lebih kurang 2 jam. Kami baru mendarat di kota Palembang sekitar pukul 17.00 WIB dan setelahnya langsung dibawa menuju hotel tempat kami menginap.


Malam itu seluruh rombongan diinapkan di Graha Sriwijaya Hotel yang terletak di kompleks Sriwijaya Sport Center. Berbagai fasilitas tersedia di kompleks ini mulai dari fasilitas olahraga dan kesehatan seperti kolam renang, gym, tempat pijat dan spa, hingga restoran.




Walaupun saya orang Palembang, tapi saya belum pernah masuk apalagi menginap di Graha Sriwijaya Hotel ini. Menurut perkiraan saya, hotel ini adalah hotel bintang 2. Lobby nya tidak terlalu besar tapi saya suka dengan sofa empuk yang berada di lobby. Petugas di meja resepsionis pun sangat ramah menyambut dan menjawab pertanyaan kami. Secara keseluruhan interior di sekitar lobby cukup baik, hanya saya akuarium yang berada ditengah-tengah menurut saya terlalu kosong. Mungkin lebih baik bila akuariumnya diisi dengan batu-batu dan hiasan-hiasan lainnya.






Kamar tidur di Graha Sriwijaya Hotel ini menurut saya cukup baik meskipun sangat minimalis. Kasurnya empuk dan ada TV LCD dengan channel-channel TV yang gambarnya cukup baik. Untuk hotel berbintang 2, adanya bunga segar dalam vas menjadi nilai tambah tersendiri. Hanya saja kamar mandi nya terlalu biasa seperti kamar mandi di rumah tinggal pada umumnya. Tapi bukan sebuah masalah besar bagi saya.


Ruang makan berada disebelah meja resepsionis dengan kursi dan meja yang tertata dengan rapi. Menu makanan yang disajikan juga cukup lezat. Sayangnya saya tidak sempat mendokumentasikan makanan yang saya makan karena BB saya sedang restart dan perut saya tidak mau menunggu selama itu. Hahahahahahaha...

Jadi kalau sedang ke Palembang dan ingin mendapatkan tempat penginapan di tengah kota dengan harga yang relatif murah, silahkan datang ke :

Graha Sriwijaya Hotel
Jalan Merdeka no. 9 Palembang
Telp. 0711- 373338

23 February 2012

Dirgahayu Gersipala GANESHA

Hari ini tanggal 23 Februari 2012 adalah ulang tahun organisasi pencinta alam yang saya ikuti sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Organisasi itu bernama Gerakan Siswa Pencinta Alam atau Gersipala GANESHA.



Jujur, awalnya saya tidak tahu apa itu pencinta alam. Saya pikir organisasi ini adalah organisasi yang fokus pada masalah kebersihan sekolah. Ternyata saya salah besar. Bahkan untuk menyandang status sebagai anggota, saya dan rekan-rekan satu angkatan harus melalui sebuah pendidikan semi militer bernama Diklatsar atau Pendidikan dan Latihan Dasar selama beberapa pekan. Dalam Diklatsar inilah saya ditempa menjadi manusia yang kuat dan tahan banting. Bagaimana cara bertahan hidup dialam bebas, belajar tali menali, navigasi dan yang paling penting adalah semangat kebersamaan. Karena kerasnya pelatihan yang harus kami ikuti setiap minggu, membuat jumlah calon anggota berguguran minggu demi minggu. Tapi saya terus bertahan hingga akhirnya saya dinyatakan lulus sebagai anggota angkatan V.



Saat rekan-rekan seangkatan saya sudah beberapa kali melakukan pendakian selang beberapa saat setelah dilantik menjadi anggota, saya harus menunggu satu tahun atau tepatnya saat saya menjadi panitia Diklatsar untuk angkatan VI. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena larangan kedua orang tua saya. Bahkan untuk melakukan pendakian perdana itupun saya terpaksa berbohong kepada orang tua. Saya katakan kepada mereka kalau saya akan mengikuti study tour yang diadakan oleh sekolah. Untungnya mereka percaya. Tapi setelah pulang dari pendakian saya langsung mengatakan yang sejujurnya sembari meminta maaf kepada mereka. Dan alhamdulillah, setelah kejadian itu saya tidak terlalu sulit mendapatkan izin untuk pendakian saya selanjutnya.




Saya mungkin tidak sesering rekan-rekan saya untuk urusan pendakian. Selama 3 tahun duduk dibangku SMA, saya tercatat hanya melakukan pendakian ke Gunung Dermpo, Bukit Kaba dan Gunung Kerinci. Alhamdulillah itu sudah cukup membuat saya menjadi penggila traveling hingga saat ini.





Meskipun tahun terus berlalu dan umur semakin berkurang, kebersamaan diantara kami akan selalu abadi. Tidak hanya teman-teman satu angkatan, melainkan seluruh angkatan. Karena status keanggotan kami yang seumur hidup itulah yang membuat kami akan selalu terus bersama. Selain itu kami menyadari, Gersipala GANESHA sedikit banyak membentuk kepribadian kami masing-masing. Tidak akan saya menjadi seperti sekarang ini jika tidak pernah bergabung di Gersipala GANESHA. Dirgahayu ke-20 tahun Gersipala GANESHA ku. Salam Lestari !!!

21 February 2012

Sehari Bersama Gadis-Gadis Cabe

Bulan Januari 2012, kantor saya merilis girls band terbaru kami yang bernama Chilli Girls. Mereka terdiri dari Geo, Icha, Cantika, Rara dan Beby. Single perdana mereka bertajuk Miring-Miring Gak Penting. Berikut adalah video clip dari Chilli Girls :



Dalam rangka mempromosikan single perdana mereka, maka kami selaku team promosi Chilli Girls mengadakan interview via telephone dengan beberapa radio di seluruh Indonesia. Interview tersebut berlangsung di kantor saya mulai dari pukul 10.00 sampai dengan pukul 18.00.








Gadis-gadis cabe, begitulah saya memanggil mereka karena mulut mereka yang tidak berhenti berceloteh. Ada saja pola tingkah mereka selama proses interview berlangsung. Dari yang semula jaim sewaktu masih pagi, lantas semakin menggila ketika hari semakin sore. Lihat saja pola tingkah mereka selagi interview berlangsung. Ada yang kepang-kepangan rambut, ada yang sambil dandan, dan ada yang sambil joget-joget. Luar biasa heboh... Senang sekali bisa menghabiskan hari itu melihat kekompakan Chilli Girls. Mudah-mudahan kesuksesan akan menyertai mereka di industri musik tanah air. Aamiin...

20 February 2012

Melanglang Di Kota Padang

Sebagai orang yang punya motto penggila jalan-jalan, pecinta makan enak dan penyuka keindahan, mendapat tawaran dinas ke kota Padang adalah hal yang sangat tidak boleh di tolak.  Meskipun hanya untuk perjalanan dinas, tapi saya sangat antusias mempersiapkan keberangkatan saya kesini.



Pukul 5.45 pagi saya sudah tiba di Soekarno Hatta International Airport. Tadinya saya pikir teman-teman saya belum tiba disana dan saya akan menunggu mereka sembari sarapan pagi di Red Corner. Tapi ternyata mereka sudah tiba dan sedang mengantri untuk check in tiket. Jadilah saya terbang tanpa sarapan terlebih dahulu seperti biasanya. Pagi itu kami terbang bersama Batavia Air. Untungnya pula saya mendapat tempat duduk tepat disebelah jendela, jadi saya bisa menikmati pemandangan di airport dan selama penerbangan. Tepat pukul 7.30, pesawat yang kami tumpangi terbang menuju kota Padang.




Lebih kurang pukul 9 pagi, kami mendarat dengan selamat di Minangkabau International Airport. Cuaca pagi itu di kota Padang sangat cerah. Tujuan pertama kami setibanya di Padang adalah sarapan pagi. Setelah itu langsung menuju hotel dan bersiap-siap untuk bekerja. Beginilah tidak enaknya dinas keluar kota, yang dipikirkan pertama kali pastilah pekerjaan dulu. Tapi saya tetap mengatur siasat supaya tetap bisa melanglang buana di kota Padang. Hahahaha...


Saat baru tiba di Padang, saya teringat untuk menghubungi teman saya Uda Rian dari Komunitas Blogger Sumatera Barat Palanta yang saya kenal sebelumnya dalam acara ASEAN Blogger di Bali bulan Desember lalu. Karena tidak punya no HP nya, maka saya pun menghubungi Rian via mention di Twitter yang ternyata baru di reply beberapa jam kemudian. Rian berjanji akan menemui saya meskipun saya harus curi-curi waktu disela pekerjaan. Setelahnya kami melanjutkan ngopi-ngopi ganteng disebuah cafe tidak jauh dari Sushi FM. Obrolan seru pun berlanjut hingga wakhirnya Rian harus pamit karena besok paginya ada ujian komprehensif tertulis di kampus. Terima kasih yah Rian karena sudah meluangkan waktu buat kopdar singkat.

Masjid Raya
Pantai Purus

Jembatan Siti Nurbaya

Paginya saya mendapat sebuah mention dari uda Hafiz yang sering membantu pekerjaan saya di kantor. Saya hampir lupa kalau sejak menikah, Uda Hafiz berdomisili di kota Padang bersama istrinya. Sayapun langsung menodong uda Hafiz untuk mengajak saya keliling kota pagi itu. Dimulai dari Mesjid Raya yang masih dalam proses finisihing tapi sudah terlihat kemegahannya. Dilanjutkan dengan mengunjungi Pantai Purus yang cukup ramai dengan orang-orang yang berolahraga sampai sekedar duduk-duduk menikmati udara pagi dipinggir pantai. Dan jalan-jalan pagi itu kami tutup dengan mengunjungi Jembatan Siti Nurbaya.



Jalan-jalan tanpa wisata kuliner seperti kurang lengkap rasanya. Diantara semua makanan yang saya makan selama berada di Kota Padang, dua diantaranya bolehlah untuk saya rekomendasikan di blog ini. Yang pertama adalah Soto Simpang Karya yang menurut saya rasanya nendang banget. Yang membuat Soto Simpang Karya ini begitu special adalah isi didalam soto yang crunchy. Harganya pun sangat bersahabat dengan kantong. Saya hanya mengeluarkan Rp.17.000,- saja untuk seporsi soto dengan nasi ditambah satu gelas agar-agar dan minum air putih. Habis makan soto yang panas, kemudian kita menyantap es durian khas Padang yang maknyus banget. Es durian ini disajikan dengan isinya yang ramai. Saking ramainya saya sampai lupa apa saja yang ada didalamnya, karena fokus saya saat itu hanya menghabiskannya... Hahahahahaha



Puas jalan-jalan dan wisata kuliner, saya dan rombongan berkeliling mencari oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta. Nyaris semua toko oleh-oleh kami singgahi. Lihat saja tumpukan dus berisi oleh-oleh yang kami bawa. Butuh satu trolley khusus untuk mengangkut oleh-oleh ini. Hahahahaha... Saya sendiri tadinya tidak berniat untuk membeli oleh-oleh. Tapi ternyata rezeki tidak kemana, saya dibelikan satu kotak berisi macam-macam keripik. Terima kasih yaaaah...



Puas berburu oleh-oleh, kami harus segera menuju airport untuk kembali ke Jakarta. Meskipun tripnya sangat singkat, tapi saya senang bisa datang ke Padang. Karena ada banyak makanan enak disini, ada banyak tempat yang harus saya singgahi, dan ada banyak keindahan yang belum tertangkap oleh mata dan kamera saya. Mudah-mudahan saya bisa segera datang ke Padang lagi.. Aamiin


17 February 2012

Nikmatnya Sotoji

Tadi pagi sebuah paket sempat membuat geger kantor saya. Paket tersebut ditujukan kepada Goiq, sebuah nama yang sama sekali tidak familiar dikantor saya. Paket tersebut akhirnya dibuka oleh resepsionis kantor saya, dan setelahnya dia menelpon semua divisi untuk menanyakan satu persatu apakah ada yang merasa sebagai penerima dari paket tersebut. Ketika tiba pada divisi saya, kebetulan yang mengangkat adalah Okto , rekan saya yang juga seorang blogger dan tahu bahwa nama Goiq itu adalah nickname saya didunia maya. Lalu saya segera mengambil paket tersebut dimeja resepsionis kantor. Para resepsionis tidak lupa meminta maaf karena telah lancang membuka paket tersebut tanpa izin.




Ternyata isi paket tersebut adalah sampel Sotoji atau Soto Jamur Instan yang saya pesan. Waaah baru dipesan kemarin, ternyata hari ini sudah tiba. Tadinya saya berpikir akan menerima sampel Sotoji ini paling tidak awal pekan depan. Saya memberikan satu bungkus untuk Okto sebagai tanda terima kasih karena telah memberitahu saya mengenai kiriman ini. Akhirnya untuk pertama kali saya memegang bungkus Sotoji yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan didunia maya. Meskipun produk baru, kemasan Sotoji ini menurut saya sangat menjual dan siap bersaing dengan produk-produk sejenis.



Sebelum mulai memasak, seperti biasa saya harus memastikan bahwa Sotoji benar-benar aman untuk saya konsumsi. Alhamdulillah, ternyata Sotoji sudah terdaftar di Departemen Kesehatan, sudah memiliki tanda halal dari Majelis Ulama Indonesia dan tentu saja belum kadaluarsa. Setelah pengecekan selesai, maka waktunya Chef Goiq untuk turun kedapur...



Pertama-tama kita buka kemasan Sotoji, dan tidak lupa untuk membaca petunjuk cara memasaknya. Lalu rebus air dalam panci secukupnya dengan api sedang.




Setelah air mulai mendidih, langkah selanjutnya adalah memasukkan jamur yang diikuti dengan memasukkan sohun kedalam panci. Lalu biarkan selama 1 menit hingga sohun terasa sudah lembut.



Setelah sohun menjadi lembut, maka Sotoji sudah bisa dipindahkan kedalam mangkok dan jangan lupa untuk memasukkan bumbu, minyak dan bubuk cabe kering. Kalau memasak mie instan kuah, biasanya saya tidak memasukkan kuahnya terlalu banyak kedalam mangkok karena rasanya akan menjadi hambar. Untuk Sotoji rupanya saya harus memasukkan kuah lebih banyak supaya rasa kuahnya tidak terlalu asam. Secara keseluruhan, saya suka sekali dengan kesegaran kuahnya dan juga rasa jamurnya yang mirip sekali seperti rasa daging ayam suir. Sangat cocok untuk lauk nasi bagi pekerja kantoran seperti saya yang terkadang suka malas memasak makan malam setelah beraktifitas seharian.



Intinya saya puas dengan Sotoji. Kelezatan yang berhembus dari dunia maya tidak sekedar omong kosong belaka. Tapi ada beberapa poin yang mungkin akan saya tambahkan supaya Sotoji bisa menjadi lebih baik :

1. Kemasan yang berisi minyak sepertinya merembes. Saya tidak tahu apakah takaran minyaknya memang seperti yang saya foto, atau berkurang karena rembesan tersebut. Ketika saya menulis ini,saya baru memasak sampel yang pertama, jadi saya belum bisa membandingkan apakah sampel yang kedua juga mengalami hal yang sama. Tapi menurut saya, akan jauh lebih baik bila kemasan yang berisi minyak tetap terlihat kering tanpa rembesan.

2. Saya suka potongan kecil yang memudahkan kita untuk membuka kemasan Sotoji. Saya juga menemukan potongan kecil ini pada kemasan yang berisi jamur. Tapi saya tidak menemukannya pada kemasan yang berisi bumbu, bubuk cabe dan minyak. Mungkin tidak terlalu merepotkan buat kita yang berada dirumah, karena bisa memotongnya dengan pisau dapur. Tapi hal kecil ini akan cukup menyulitkan bila kebetulan kita memasak ditempat yang mungkin tidak tersedia gunting atau pisau.

3. Saya suka bawang goreng. Menurut saya makanan akan terasa lebih lezat bila saya taburi bawang goreng. Walaupun ini hanya asumsi pribadi, mungkin bila Sotoji ditambahkan bawang goreng dalam kemasannya, akan membuat Sotoji menjadi lebih sempurna.

Buat teman-teman yang ingin merasakan kelezatan seperti yang saya rasakan, silahkan pesan di website Sotoji . Di website itupula, teman-teman bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Sotoji. Selamat menikmati kelezatan cita rasa baru dalam kemasan Sotoji....