26 April 2012

Jam Tangan Baru

Masih ingat kan postingan saya bulan lalu sewaktu saya menghadiri launching Jam tangan Revel ? Ternyata postingan singkat saya di acara tersebut berhasil menjadi salah satu pemenang lomba blog yang diadakan pada saat acara berlangsung. Waah, jarang-jarang loh saya bisa seberuntung ini. Soalnya selama ini kalau saya ikutan lomba, saya tidak pernah berharap lebih selain untuk meramaikan kompetisi saja. Kalaupun menang bagi saya hanya sekedar bonus. Sama halnya saat diumumkan sebagai salah satu pemenang, saya hanya bisa mengucap syukur. 

Dua hari yang lalu, hadiah yang dijanjikan tiba dengan selamat dikantor saya. Tapi karena kebetulan disaat yang sama saya sedang tidak masuk kantor karena sakit, maka saya baru bisa melihat hadiah tersebut kemarin. Paket itu pun saya buka dan setelah semua bungkus terbuka maka tersisalah kotak ini.

Dan saat kotak itu dibuka ternyata isinya adalah sebuah jam tangan Revel. Yang membuat saya terkejut adalah jam tangan yang diberikan merupakan Durable Series yang sangat sesuai dengan karakter saya seperti yang saya tuliskan dalam postingan blog untuk lomba tersebut. Senangnya jadi dua kali lipat. Hahahahaha...

Beberapa teman yang tertarik langsung menawar jam tangan baru ini untuk mereka beli. Hanya saja, saya sudah memutuskan untuk memakai sendiri jam tangan ini. Karena sudah cukup  lama saya tidak mengenakan jam tangan karena seringkali teledor yang mengakibatkan jam tangan saya hilang. Mudah-mudahan saya bisa menjaga dengan baik jam tangan hadiah dari Revel ini. Terima kasih Revel dan juga Komunitas Blogger Depok yang sudah mengundang saya di acara launching Revel tempo hari...

24 April 2012

Review Putri Duyung Ancol



Awal bulan yang lalu, saya dan rekan-rekan promotion label membuat acara untuk menjamu rekan-rekan Music Director radio seluruh Indonesia yang datang ke Jakarta dalam acara tahunan National Radio Day. Setiap tahun kami membuat acara ditempat yang berbeda. Kalau tahun lalu kami membuat acara dengan semilir angin pegunungan di Gunung Mas Puncak, maka tahun ini kami memilih membuat acara dipinggir pantai. Setelah melakukan serangkaian survey, Putri Duyung Ancol terpilih sebagai tempat untuk melaksanakan acara tahun ini. Sayapun tidak melewatkan kesempatan untuk membuat review Putri Duyung Ancol ini. 

Saya dan panita acara lainnya menginap di cottage yang berbentuk unik dan berada di pinggir pantai. Tempat kami menginap ini dipakai sebagai basecamp selama acara berlangsung dan malamnya dipakai oleh panitia yang sudah terlalu lelah untuk kembali kerumah masing-masing. 


Begitu membuka pintu dari teras depan, kita akan disambut dengan ruang tamu dengan sofa berukuran besar dan sebuah LCD TV. Ruang tamunya cukup besar menurut saya, dan sangat berguna sekali pada saat acara berlangsung untuk melakukan meeting darurat atau koordinasi antar divisi. Dibelakang ruang tamu ada meja makan dan dapur berukuran kecil.

Di cottage yang kami tempati terdapat 2 kamar tidur. Satu kamar tidur berada di lantai bawah dengan 2 tempat tidur kecil, sedangkan satu tempat tidur lagi berada dilantai atas dengan satu tempat tidur berukuran besar. Malam itu saya dan panitia pria menempati lantai atas ini sebagai tempat kami melepas lelah, sedangkan panitia perempuan tidur dikamar bagian bawah. Entah karena faktor terlalu lelah atau memang tempat tidurnya yang sangat nyaman, saya merasa malam itu tidur saya sangat lelap meskipun dilantai bawah beberapa rekan saya cukup ribut menyaksikan pertandingan sepakbola. Yang kurang menurut saya adalah tidak ada TV di kamar lantai atas, sehingga bila ingin menonton harus turun keruang tamu dibawah.

Kamar mandinya cukup bersih dan peralatan mandi yang disediakan pengelola cottage juga cukup lengkap, hanya saja untuk ruangan besar dengan 2 kamar tidur tapi hanya memiliki satu kamar mandi merupakan masalah tersendiri. Kami harus antri mandi cukup panjang, apalagi ketika antri dibelakang rekan-rekan perempuan yang mandinya cukup lama. Hahahahahaha... 

Sarapan pagi juga terasa sangat menyenangkan karena kami harus berjalan menyusuri jalan setapak dipinggir pantai dengan angin yang berhembus sejuk untuk menuju ke Nyiur Resto & Cafe. Pagi itu tersedia beberapa pilihan menu yang walaupun tidak terlalu banyak variasi tapi rasanya lezat menurut lidah saya. Dan tidak ketinggalan untuk memesan omelette favorit saya. Yummy...

Tidak jauh dari lobby dan Nyiur Resto terdapat sebuah kolam renang yang bentuknya menyerupai perahu dan langsung menjorok kelaut. Pemandangannya juga sangat indah dan cukuplah sebagai sarana refreshing melepas kepenatan dari aktifitas sehari-hari. Buat yang memilih untuk tidak berenang, berfoto-foto disekitar kolam renang ini sepertinya wajib untuk dilakukan. 

Meskipun beberapa cottage merupakan bangunan lama, tapi tidak mengurangi kenyamanan saya menginap di Putri Duyung Ancol. Para petugas Putri Duyung pun cukup cekatan mengakomodir kebutuhan kami disana. Menginap di Putri Duyung Ancol menurut saya dapat menghadirkan suasana yang berbeda meskipun masih berada di sekitar Jakarta. Cocok untuk keluarga yang akan menghabiskan akhir pekannya dan cocok pula untuk perusahaan yang akan mengadakan acara disini seperti yang saya dan teman-teman saya lakukan.   Untuk rates Putri Duyung Ancol ini bervariasi mulai dari Rp.850.000 sampai dengan Rp.3.500.000 untuk weekday dan mulai dari Rp.1.500.000 sampai dengan Rp.6.000.000 untuk weekend. Kalau tertarik untuk menginap atau membuat acara disini langsung saja datang ke :

Jl.Lodan Timur No.7 Jakarta 14430
Telp. 021-2601680, 6405302 

21 April 2012

Review Film Mama Cake

Sebagai seseorang yang bekerja di balik layar industri hiburan, terkadang saya memiliki beberapa keuntungan tersendiri. Misalkan bisa tahu lagu yang akan dikeluarkan seorang artis atau band sebelum dilemparkan ke pasaran. Demikian pula halnya dengan film, saya bisa menonton film-film terbaru bahkan saat film tersebut masih dalam keadaan belum sempurna. Salah satu film yang bisa saya tonton meskipun masih cukup lama akan tayang di bioskop tanah air adalah film yang berjudul Mama Cake.

Film bergenre drama komedi ini merupakan besutan sutradara Anggi Umbara yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai sutradara music video dari para seniman musik tanah air. Berkisah tentang perjalanan singkat 3 sahabat berbeda karakter yakni Raka (diperankan oleh Ananda Omesh), Willy (diperankan oleh Boy Williams) dan Rio (diperankan oleh Ari Dagink) menuju kota Bandung untuk membeli brownies Mama Cake yang merupakan permintaan dari nenek Raka (diperankan oleh Hj.Nani Wijaya) yang sedang sakit keras. Mereke bertiga berangkat ke Bandung dalam kondisi kurang tidur setelah sebelumnya merayakan pesta ulang tahun pacarnya Willy yang bernama Loly. Jarak Jakarta - Bandung yang sebenarnya tidak terlalu jauh menjadi penuh dengan cerita dan konflik yang mereka temui sepanjang perjalanan hanya untuk memburu brownies Mama Cake. 

Jarang sekali saya menemukan film Indonesia dengan cerita yang kuat dan membuat saya betah duduk berlama-lama untuk terus menyaksikan adegan demi adegan yang tersaji sampai akhir cerita. Film ini benar-benar menghibur sekaligus kaya akan pesan moral. Dialog-dialog yang tersaji pun merupakan keseharian dari kehidupan kita. Ditambah banyak sekali animasi yang membuat film ini menjadi berbeda dari film kebanyakan. Banyak istilah-istilah yang akan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal, salah satunya adalah istilah padat merayap tanpa harapan yang disingkat pamer paha. 

Sejumlah nama tenar seperti Dinda Kanya Dewi, Didi Petet, Rudi Salam, Candil, Bagus Netral dan beberapa nama lainnya  hadir  dan memberi warna dalam film ini. Meskipun kemunculan mereka hanya satu atau dua scene saja, tapi karakter yang mereka perankan  melengkapi fiilm ini secara keseluruhan. Cukup untuk membuat saya berjanji harus nonton lagi di bioskop bila film ini sudah tayang nanti. Buat yang penasaran seperti apa film terbaru anak negeri yang akan hadir di bioskop beberapa bulan kedepan, silahkan lihat trailernya dan pastikan untuk menonton film ini saat tayang nanti....


19 April 2012

Makan Di Imperial Kitchen Pejaten Village

Beberapa hari yang lalu, teman sekantor yang bernama Ryna yang juga merangkap partner saya berburu makanan lezat mengajak saya makan malam di Pejaten Village. Karena dari awal Ryna sudah merekomendasikan tempat makan pilihannya, maka kami tidak perlu repot berkeliling untuk mencari resto yang akan kami singgahi malam itu untuk bergoyang lidah. Jadilah begitu tiba di Pejaten Village, kami langsung menuju lantai 2 untuk menuju sebuah resto bernama Imperial Kitchen.

Resto ini tidak terlalu luas ukurannya, diisi dengan meja dan kursi-kursi yang terbuat dari kayu didalamnya. Setelah saya perhatikan lagi, tidak hanya meja dan kursi yang terbuat dari kayu, tapi nyaris semua tempat di resto ini bernuansa kayu. Saat kami datang malam itu, Resto dalam keadaan tidak terlalu ramai sehingga kami bisa memilih meja yang kami inginkan. Kita bisa melihat kesibukan para juru masak menyiapkan pesanan para pengunjung di dapur yang terbuka. 

Sebagai pembuka, Ryna memesan tim pangsit jamur dan siew may. Pangsit jamurnya lezat begitupula dengan siew may nya. Benar-benar pembuka yang pas sebelum menu utama saya datang. Harganya juga cukup murah. Untuk tim pangsit jamurnya seharga Rp.11.900,- sedangkan siew may nya seharga Rp.13.900,-

Untuk makan beratnya, saya memilih mie dengan bebek panggang. Waaah ini benar-benar lezat loh. Perpaduan mie dengan bumbunya begitu menggoda, begitupun dengan bebek panggang yang menurut saya sangat lezat dan empuk ketika dimakan. Satu porsi mie dengan bebek panggang ini seharga Rp.28.900,-. 

Satu lagi menu yang saya pesan adalah Bakpau Telur Asin. Tadinya saya pikir saya akan mendapatkan bakpau dengan isi yang asin karena merupakan olahan dari telur asin dengan bahan-bahan lainnya. Ternyata saya salah, isiannya sama sekali tidak asin melainkan manis. Rasanya jadi seperti makan bakpau isi selai srikaya. Enak sih, tapi saya maunya yang asin. Hahahahaha... Bakpau Telur Asin ini dihargai senilai Rp.12.900,- .

Sebenarnya masih banyak menu lainnya yang ada di buku menu Imperial Kitchen ini, tapi karena kami hanya datang berdua. Menu yang kami pesan diatas sudah membuat perut kami berdua terasa penuh sesak. Saya jadi ingin datang lagi dan mencoba beberapa menu lain yang sepertinya juga tidak kalah menggoda. Selain di Pejaten Village, Imperial Kitchen juga membuka gerainya dibeberapa tempat lain seperti di Mall Serang, Cibubur Junction, Kuningan City, Citos, dan Supermall Karawaci. Nyobain yuk...

16 April 2012

Kartu Pos Dari Jepang

Tadi pagi satpam dikantor mengantarkan sebuah kiriman pos ke ruangan saya. Awalnya saya pikir itu adalah surat-surat dari klien yang sudah seharusnya saya terima dalam minggu-minggu ini. Ternyata saya salah, yang diantarkan oleh satpam adalah sebuah kartu pos. Saya tidak perlu berpikir lama untuk mengetahui siapa pengirim kartu pos berwarna keemasan ini. Karena kartu pos ini memang sudah saya tunggu kedatangannya. Hanya saja saya tidak menyangka akan tiba tepat dihari ini...


Saya mengikuti sebuah program bernama Dear Friend tahap 2 yang diadakan oleh Ivan Prakasa , seorang blogger yang saat ini sedang menuntut ilmu di Jepang. Dalam program Dear Friend, Ivan akan mengirimkan beberapa buah kartu pos khas Jepang untuk para blogger yang berkomentar dalam program tersebut. Ivan mengelompokkan penerima kartu pos menjadi 4 level. Karena saya baru mendaftarkan diri di tahap 2 ini, maka semestinya saya masuk di level 0 yang tidak mendapatkan privilege apapun. Artinya Ivan akan memilihkan sendiri kartu pos yang tersedia untuk para peserta di level 0 ini. 


Saat itu saya hanya meminta sebuah tulisan selamat ulang tahun dalam bahasa Jepang sebagai isi dari kartu pos yang akan dikirimkan oleh Ivan untuk saya. Siapa sangka ternyata Ivan malah memilihkan saya sebuah kartu pos yang berbeda dari yang ditawarkannya di program Dear Friend tahap 2, ditambah lagi Ivan juga membubuhkan perangko special Dragon BallZ. Wah kalau begini ceritanya, berarti saya sudah menjadi peserta level 3 dong. Hahahahaha. Dan seperti yang saya tulis sebelumnya, kartu pos ini tiba di kantor saya tadi pagi, tanggal 16 April yang bertepatan dengan hari ulang tahun saya yang ke-32. 

Dalam pesan yang dituliskannya, Ivan berharap semoga kartu pos yang dikirimkannya bisa sampai tepat tanggal 16 April. Ternyata harapannya benar-benar terkabul. Semoga pesan ulang tahun yang dituliskannya dalam bahasa Jepang sesuai permintaan saya juga dapat terkabul. Kartu pos dari Ivan ini adalah satu-satunya hadiah yang saya terima di ulang tahun saya kali ini. Rencana awal untuk meminta kiriman kartu pos dari rekan-rekan supaya kartu pos dari Ivan ini ada pendampingnya, ternyata tidak jadi saya realisasikan karena faktor kesibukan. Tapi terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah mengirimkan doa dan harapan dipergantian usia saya tahun ini melalui SMS, BBM, Facebook dan Twitter. Mudah-mudahan dapat mencambuk saya untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Aamiin...

15 April 2012

Jakabaring Sport City Sebagai Icon Pariwisata Kota Palembang

Foto berasal dari kamera Lia
Beberapa bulan sebelum pelaksanaan SEA Games bulan November lalu, semua mata tertuju pada sebuah tempat yang berada di kota Palembang yang bernama Jakabaring. Karena disanalah salah satu tempat penyelenggaraan event olahraga akbar negara-negara Asia Tenggara selain kota Jakarta. Beberapa bulan menjelang pelaksanaan SEA Games, beberapa venue yang akan digunakan masih dalam proses finishing.  Belum lagi dengan pemberitaan kasus korupsi wisma atlet yang sudah menjadi isu nasional. Dan diperparah dengan pemberitaan media nasional saat itu yang meragukan kesiapan Palembang sebagai tuan rumah. Tapi untungnya kerja keras pemerintah Propinsi Sumatera Selatan membuahkan hasil, meskipun banyak hal-hal yang kurang sempurna tapi pelaksanaan SEA Games bulan November 2011 lalu menyisakan banyak kesan dihati para atlit, official dan masyarakat yang menyaksikannya.
Goliath Band berpose di Gelora Sriwijaya The Stadium
Ary Goliath berpose didepan Wisma Atlet
Pasca penyelenggaraan SEA Games, saya berpikir kalau keberadaan Jakabaring Sport City pastilah akan menjadi sebuah tempat yang terlupakan dan tidak terawat. Saat saya mengunjungi Palembang bersama sahabat-sahabat Goliath Band, mereka antusias sekali mengajak saya mengunjungi Jakabaring Sport City. Bahwa ternyata Opening dan Closing SEA Games memberi kesan mendalam dihati mereka sampai mereka bertekad kalau mengunjungi Palembang harus berfoto di Jakabaring Sport City. 

Gambar oleh Gilang Kamandanu
Jakabaring Aquatic Stadium
Ternyata rasa pesimis saya mengenai kondisi Jakabaring Sport City pasca pelaksanaan SEA Games salah besar. Kompleks olahraga terbaik di Indonesia ini masih terawat dengan baik. Kebersihan masih terjaga dan taman-taman masih terawat dengan baik. Kotak sampah juga banyak tersedia sehingga tidak sulit untuk membuang sampah. Selain itu niat pemerintah untuk menjadikan Jakabaring Sport City sebagai tempat pembinaan atlet sepertinya sudah mulai terlihat. Beberapa kali saat berkunjung kesana, saya melihat para atlet yang sedang berlatih. Semoga hal ini akan terus berlangsung sehingga atlet Indonesia memiliki daya saing dengan atlet-atlet dari negara lain.

Jakabaring Shooting Range



Yang membuat saya cukup terkejut adalah kondisi di Jakabaring Sport City yang cukup ramai. Banyak sekali orang-orang yang datang dan berkunjung kesana terutama di akhir pekan. Rata-rata mereka mengelilingi satu venue ke venue yang lain untuk berfoto. Beberapa diantaranya terlihat seperti pendatang yang berasal dari luar kota Palembang. Padahal nyaris tidak ada yang bisa mereka lihat selain venue-venue SEA Games dan danau. Saya jadi bertanya-tanya, apa yang membuat orang-orang tertarik sekali berkunjung ke Jakabaring Sport City ? Hingga akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa nilai sejarahnya lah yang membuat orang-orang beramai-ramai mengunjungi tempat ini. Bahwa ditempat ini telah berlangsung event olahraga akbar negara-negara Asia Tenggara dengan opening dan closing yang spektakuler dan juga sukses merebut kembali gelar juara umum yang telah lama tidak kita raih.

Gambar diambil dari Web Tanjung Benoa
Gambar diambil dari Blog Kompor Meledug

Melihat animo masyarakat yang cukup tinggi untuk mengunjungi Jakabaring Sport City, saya pikir kawasan ini sudah pantas disebut sebagai icon baru pariwisata di kota Palembang. Apalagi jika mengingat di Palembang sendiri saat ini bisa dikatakan masih minim sarana rekreasi. Akan tetapi jika hanya mengandalkan venue-venue yang pernah dipakai saat SEA Games, rasanya tidak akan membuat orang betah berlama-lama berada di Jakabaring Sport City. Sudah saatnya Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan dan segenap jajarannya berpikir untuk menjadikan kawasan Jakabaring Sport City ini sebagai kawasan wisata olahraga, dimana para pengunjung bisa berolahraga sekaligus berwisata disini. 

Yang ada dalam benak saya saat ini adalah menambahkan fasilitas cable car atau kereta gantung yang akan membawa pengunjung melihat luasnya kawasan Jakabaring Sport City dari atas. Tentu akan menarik sekali karena di Palembang belum pernah ada sebelumnya. Selanjutnya adalah membuat hiburan air yang menarik. Rasanya sayang sekali melihat danau di kawasan Jakabaring tanpa bisa memanfaatkannya lebih maksimal. Padahal ada banyak ragam hiburan air yang bisa dihadirkan di danau ini seperti banana boat atau mungkin parasailing. Dan beragam hiburan lain yang bisa dihadirkan di kawasan Jakabaring Sport City tanpa harus merusak tema olahraga yang sudah melekat di kawasan ini. Saya pikir bila semua itu dapat dihadirkan, nama besar Jakabaring Sport City tidak akan pernah redup.  

12 April 2012

Review Hotel Grand Zuri Palembang

Penyelenggaraan SEA Games yang berlangsung di kota Palembang bulan Desember lalu benar-benar menimbulkan geliat tersendiri terhadap pembangunan infrastruktur kota. Sejumlah pembangunan fasilitas umum terjadi di kota Palembang sebelum maupun pasca pelaksanaan SEA Games. Salah satunya adalah pembangunan hotel berbintang. Diantara sejumlah hotel yang dibangun untuk persiapan SEA Games, salah satunya yang telah rampung adalah Hotel Grand Zuri Palembang. 

Ketika pertama kali saya tahu adanya pembangunan hotel berbintang di kawasan Jalan Rajawali, saya sempat sedikit heran. Karena Jalan Rajawali, selama ini adalah kawasan pemukiman. Bukankah orang-orang lebih suka memilih hotel yang dekat dengan pusat kota atau keramaian kota ? Tapi saya tepis pemikiran tersebut ketika melihat progres pembangunan hotel ini yang berjalan sangat cepat. Kalau saya tidak salah, kurang dari satu tahun hotel ini telah selesai dibangun dan siap beroperasi melayani para tamu. Maka rasa penasaran yang besar menuntun saya untuk menginap di hotel ini.

Ketika saya melangkahkan kaki masuk kedalam lobby, saya cukup kagum dengan interiornya yang terkesan mewah. Kalau melihat status hotel yang sempat saya baca di media, Hotel Grand Zuri ini adalah hotel berbintang 3 dengan pelayanan sekelas hotel bintang 4. 

Meja resepsionis terlihat lebih bagus dimalam hari. Hanya saja meja resepsionis nya terlihat penuh sekali dengan berbagai piala dan aksesoris lainnya yang diletakkan diatas meja. Padahal kalau piala-piala tersebut diletakkan disebuah rak pajang tersendiri mungkin akan lebih baik dan yang pasti bisa dilihat oleh para tamu yang akan menginap. Petugas resepsionisnya sangat ramah, hanya saja menurut saya pelayanannya agak lama ketika saya akan check in. Mudah-mudahan hal itu bukan sesuatu yang sifatnya rutin. 

Entah kenapa saya kurang suka dengan sofa yang berada di lobby. Terlalu minimalis kalau menurut saya. Saya lebih suka kalau diganti dengan sofa besar yang empuk sehingga menunggu proses check in atau check out pasti akan lebih santai dan menyenangkan.

Hotel ini memiliki koridor yang bersih dan lantainya dilapisi karpet. Pencahayaannya juga tidak terlalu remang-remang. Sehingga kalau kebetulan pulang kemalaman, tidak terlalu horor jalan sendirian di koridor hotel ini. Hahahahaha... Ukiran kayu yang dipajang dengan rapi sepanjang lorong memberikan kesan elegan.

Kamarnya sangat menyenangkan dengan kasur yang empuk, pendingin ruangan yang berfungsi dengan baik, LCD TV dengan saluran tv kabel yang sangat baik gambarnya. Lantai kamar dibalut dengan karpet yang tebal sehingga saya tidak perlu selalu memakai sendal untuk menginjak lantai yang dingin. Selain itu terdapat mini bar yang menyediakan beberapa jenis minuman dan pilihan makanan ringan.

Kamar mandinya berukuran sedang dan tertata dengan baik. Shower pun mengalir dengan deras, sesuatu yang sangat saya suka kalau mandi di hotel. Perlengkapan mandi yang tersedia pun cukup komplit. Betah berlama-lama mandi disini. 

Saya cukup beruntung mendapat kamar dilantai 3 dimana beberapa fasilitas hotel seperti kolam renang, gym dan spa berada dilantai yang sama. Sayapun dengan leluasa menjelajah beberapa fasilitas hotel tersebut. Ada dua kolam renang yang terdapat di Hotel Grand Zuri Palembang. Satu kolam berukuran besar untuk orang dewasa dan satu kolam berukuran kecil yang saya pikir mungkin untuk anak-anak. Hanya ada beberapa kursi malas yang tersedia dipinggir kolam. Fitness Center nya berada tepat disamping kolam renang, dan saya lihat alat-alat nya cukup komplit. Sayangnya saya tidak punya cukup waktu untuk nge-gym disana. Mungkin lain kali bila ada kesempatan menginap lagi.

Foto ini diambil dari website Hotel Grand Zuri 
Setelah menjelajah kolam renang, saya melangkahkan kaki saya ke Zuri Lounge yang berada di lantai 2. Dari lobby hotel bisa menggunakan tangga atau bisa naik lift disamping meja resepsionis. Duduk-duduk di lounge ini sembari menikmati orange juice dan memandang ke arah jalan Rajawali diwaktu sore memang mantap. 

Foto ini diambil dari website Hotel Grand Zuri 
Sarapan pagi Hotel Grand Zuri Palembang berada di Cerenti Coffee Shop yang berada di sebelah kanan pintu masuk hotel. Tempatnya cukup luas dan pilihan menunya juga beragam. Sayangnya pagi itu saya lupa membawa BB saya, sehingga tidak sempat foto-foto makanan seperti biasanya.

Sesuai permintaan teman-teman blogger yang minta saya mencantumkan rates harga setiap kali mereview hotel, berikut saya lampirkan publish rates Hotel Grand Zuri Palembang yang saya ambil dari website mereka :

Superior        IDR 812,515 ++
Deluxe          IDR 908,105 ++
Junior Suite   IDR 1,875,500 ++

Untuk yang ingin menginap atau ingin bertanya lebih lanjut mengenai hotel ini berserta fasilitasnya, silahkan saja hubungi :

Jl Rajawali no.8,Palembang 30113,Sumatra Selatan, Indonesia
(t) +62 711 313800
(f) +62 711 313900
(e) reservation.plm@grandzuri.com