31 July 2012

Ciliwung Bersih Untuk Jakarta Yang Lebih Baik

Semua orang pasti mengenal Sungai Ciliwung atau biasa disebut warga Jakarta dengan sebutan Kali Ciliwung. Saya sempat bertanya pada teman-teman saya, satu kata yang terpikirkan dibenak mereka kalau saya menyebut kata Ciliwung. Dan jawaban yang terbanyak adalah sampah, banjir, kotor, kumuh, dan jorok. Saya sampai bertanya-tanya dalam hati sendiri, tidak adakah hal positif yang bisa dibanggakan dari Ciliwung ?Karena itulah pada postingan kali ini saya akan mengajak teman-teman melihat sisi lain dari Ciliwung yang mungkin belum banyak diketahui orang.

Hari Sabtu tanggal 14 Juli 2012 yang lalu saya menghadiri undangan Gathering Media dan Komunitas yang diadakan oleh Blue Bird Group. Acara ini diadakan di wilayah Condet-Balekambang, tepatnya di pinggiran Sungai Ciliwung. Beberapa perlengkapan sudah saya persiapkan sebelumnya, salah satunya adalah masker. Saya sempat membayangkan akan mengunjungi daerah bantaran Ciliwung yang dipenuhi oleh tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap. Pukul 09.00 pagi saya sudah tiba di pool Blue Bird Mampang dan langsung membaur dengan rekan-rekan blogger lainnya. Selanjutnya kami menuju lokasi acara diantar dengan menggunakan mobil Big Bird. Akhirnya merasakan juga naik salah satu produk Blue Bird Group selain taksi nya yang sudah sangat terkenal dan menjadi pilihan transportasi umum banyak orang. 

Kami sampai ditempat acara sebelum jam 10 pagi dan langsung melakukan registrasi. Tempat registrasi acara dipenuhi pohon-pohon rindang dan berjejer pohon salak yang beberapa diantaranya sudah berbuah. Ini adalah kali pertama saya melihat buah salah yang masih berada dipohonnya. Sedikit informasi, salak Condet adalah salah satu buah khas kota Jakarta. Bahkan salak condet yang bernama latin sallaca edulis cognito ini dijadikan maskot Jakarta bersama burung elang bondol. 

Dari tempat registrasi, kami menuruni anak tangga menuju pinggiran kali Ciliwung. Banyak dibangun pondok-pondok bambu disini dan suasananya asri sekali yang membuat saya nyaris lupa kalau saat itu masih berada dikota Jakarta. Kami disuguhi kesenian berbalas pantun dan pencak silat khas Betawi. Lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari Bang Kodir selaku Ketua Komunitas Ciliwung Condet. Menurut Bang Kodir, warga kota Jakarta banyak menggantungkan kebutuhan airnya dari Ciliwung. Dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, Sungai Ciliwung bisa dikatakan memiliki dampak yang paling luas ketka musim penghujan, karena Ciliwung mengalir ditengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan, perumahan padat dan pemukiman kumuh. Kebiasaan buruk banyak oknum masyarakat yang  bermukim dibantaran Ciliwung adalah menjadikan kali sebagai tempat pembuangan sampah yang paling murah. Tidak heran kalau Sungai Ciliwung yang seharusnya merupakan tempat air mengalir berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Karena itulah bang Kodir dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Komunitas Ciliwung Condet tergerak untuk mengubah kebiasaan buruk masyarakat sekaligus merubah stigma masyarakat terhadap Ciliwung yang selama ini kadung menganggap Ciliwung tidak ubahnya sebgai sebuah comberan yang kotor dan jorok.

Niatan bang Kodir dan rekan-rekan Komunitas Ciliwung Condet ini mendapat sambutan dari Blue Bird Group yang ingin menjadikan Sungai Ciliwung sebagai salah satu kawasan ekowisata Jakarta. Menurut Pak Teguh Wijayanto selaku Head of Public Relation Blue Bird Group, Sungai Ciliwung sangat cocok untuk dijadikan ikon karena memiliki peranan yang besar untuk lingkungan Jakarta. Karena itulah Blue Bird grup merangkul Komunitas Ciliwung Condet untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meletastarikan lingkungan sekitar Ciliwung dengan melakukan berbagai kegiatan berunsur pendidikan. Langkah nyata yang telah dilakukan adalah melakukan pembersihan sungai dari sampah-sampah dan melakukan penghijauan disepanjang bantaran kali Ciliwung. Menurut Ibu Noni Purnomo selaku Vice President Business Development Blue Bird Group, selain menjadikan Ciliwung sebagai ekowisata, Blue Bird Group juga memperlihatkan kerusakan-kerusakan yang terjadi  disekitar sungai dan mengupayakan solusi yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya. Oh ya, untuk menunjang Sungai Ciliwung sebagai ekowisata, kawasan ini telah memiliki fasilitas wifi yang telah saya jajal sendiri kecepatannya di smartphone saya. 

Salah satu bentuk edukasi yang bisa kita jumpai disini adalah mengenali jenis-jenis ular dan bahayanya. Edukasi ini diberikan oleh Lembaga Studi Ular Indonesia SIOUX. Dari edukasi oleh SIOUX ini saya jadi tahu jenis-jenis ular dan bahayanya yang terbagi menjadi 3 golongan yaitu gigitan, semburan dan lilitan. SIOUX juga mengajarkan kita supaya tidak selalu menganggap ular sebagai hewan berbahaya yang harus dimusnahkan, karena keberadaan binatang melata ini yang mempunyai peranan dalam siklus rantai makanan. Beberapa ular dengan bisa rendah bahkan diperbolehkan untuk kita pegang supaya bisa mengikis rasa takut kita terhadap binatang melata ini.

Dalam acara ini kita juga diperkenalkan dengan Karang Taruna CIKIBER yang kreatif sekali membuat kerajinan dari lintingan kertas koran. Bahan utamanya adalah kertas koran yang diliinting, kemudian dianyam menjadi berbagai bentuk. Ada yang menjadi keranjang sampah, tempat baju kotor, tas, kotak tissue, pajangan rumah dan lain-lain. Hasil yang sudah jadi dan telah dicat menyerupai anyaman dari rotan loh. Bahkan teman-teman dari CIKIBER berani menjamin kalau kualitas produk mereka tahan lama dan kuat dengan air. Hebat bukan ?

Kegiatan yang paling saya tunggu dalam acara ini adalah susur sungai dengan menggunakan perahu karet. Sepanjang perahu karet yang saya dan teman-teman blogger lain tumpangi, saya benar-benar melihat kerja keras membuat Sungai Ciliwung ini terlihat bersih. Saya memang masih melihat sisa-sisa sampah dikiri dan kanan bantaran sungai, tapi bukan sampah yang menggunung seperti yang pernah saya lihat di TV atau  foto-foto yang pernah rilis di media cetak dan digital. Bahkan air sungai tidak berbau seperti yang saya bayangkan sehingga saya tidak perlu menggunakan masker. Dipinggiran sungai juga masih sangat hijau oleh pepohonan. Bocah-bocah Ciliwung berenang dengan asyiknya yang menandakan bahwa air sungai ini tidak membuat kulit mereka gatal-gatal. Bahkan kami para blogger dan teman-teman media lainnya ikut serta dalam proses penghijauan di bantaran Sungai Ciliwung yang baru saja dibebaskan dari sampah yang menggunung. Sejumlah pohon salak Condet, duku dan sejumlah tanaman lainnya kami tanam disini sebagai bentuk kepedulian kami membuat bantaran Sungai Ciliwung menjadi hijau. Karena kami sadar, jika Kali Ciliwung bersih dan hijau, maka sudah pasti akan membuat Jakarta menjadi lebih baik. 

Kunjungan saya hari itu ke Sungai Ciliwung membuka mata saya bahwa masih banyak orang dan instansi dimuka bumi ini yang perduli terhadap kelestarian lingkungannya. Kitapun sebenarnya dapat melakukan banyak hal untuk kelestarian lingkungan kita. Kalau kita merasa sulit untuk melakukan hal-hal besar seperti yang telah mereka lakukan, kenapa kita tidak mulai dengan hal-hal kecil yang bernilai besar seperti tidak membuang sampah di sungai atau membuang sampah disembarang tempat. Bukankah sesuatu yang besar selalu bermula dari hal-hal kecil yang kita lakukan ? Ayo jaga kelestarian lingkungan kita mulai dari sekarang...

28 July 2012

Kisah Seorang Wanita Paruh Baya

Wanita paruh baya itu duduk diteras belakang rumahnya. Nampaknya ia tengah memikirkan apa yang akan ia kerjakan hari ini. Tahun ini ia telah memasuki usia 55 tahun, sebuah usia yang tentu saja sudah tidak muda lagi. Sebagai seorang istri, ibu dan oma dalam keluarganya, wanita paruh baya itu telah melewatkan banyak hal dalam perjalanan hidupnya. 

Bu Mis, demikian ia biasa dipanggil oleh orang-orang yang mengenal namanya. Sementara dalam lingkungan pekerjaan sang suami dia lebih sering dipanggil Bu Merdeka. Tidak ada yang menyangka bahwa wanita paruh baya ini bahkan tidak pernah menamatkan bangku Sekolah Dasar. Kondisi masa kecilnya yang telah menjadi yaitim piatu saat usia belia membuatnya harus menggantungkan hidupnya pada sang kakak. Karena itulah wanita paruh baya ini lebih memilih untuk mendalami pendidikan agama ketimbang harus merepotkan kakak-kakaknya yang hidupnya sudah susah untuk menyekolahkannya. Pada usia 17 tahun, dia dipersunting seorang lelaki yang usianya lebih tua 14 tahun darinya. Dengan menikah berarti dia telah melepaskan diri dari tanggungan kakak-kakaknya dan memulai hidupnya sendiri sebagai seorang wanita dewasa. Meskipun mereka memulai rumah tangga dari tidak punya apapun, wanita ini selalu sabar dan selalu menguatkan sang suami untuk tetap tawakal. Perlahan tapi pasti, atas doa dan motivasi tiada henti dari sang istri, usaha sang suami mulai berkembang dan mereka mulai dapat hidup berkecukupan. Memang benar adanya, dibelakang sosok lelaki sukses, ada wanita hebat yang mendampinginya. 

Meskipun tidak pernah menamatkan bangku Sekolah Dasar, wanita paruh baya ini selalu berusaha untuk belajar supaya dia dapat mengajari anak-anaknya pekerjaan rumah sekolah mereka. Dia belajar bersama keempat anak-anaknya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Belajar tanpa pernah malu akan usia adalah sebuah kunci dalam hidup wanita ini untuk melihat dunia. Semakin anak-anaknya beranjak dewasa dan mempelajari banyak hal, wanita ini juga mempelajari banyak hal. Bahkan dia tidak sungkan belajar dari anak-anaknya. Baginya asal dia bisa lebih tahu akan banyak hal, rasa malu tidak akan dipikirkannya. Wanita ini sadar sepenuhnya, tingkat pendidikannya yang rendah tidak akan membuatnya bisa bekerja dikantor manapun. Karena itulah dia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang terbaik dan selalu ada untuk anggota keluarganya kapanpun mereka membutuhkan. Ketika anak-anaknya mulai belajar mengemudikan kendaraan, wanita paruh baya ini bahkan tidak sungkan ikut belajar bersama sang anak. Dia berpikir alangkah bahagianya bila tidak harus selalu merepotkan sang suami. Keinginannya yang kuatpun membuahkan hasil yang manis. Begitu banyak hal yang bisa ia lakukan sendiri tanpa harus membebani sang suami yang sibuk bekerja. Dia bisa pergi belanja sendiri, mengantarkan cucu sekolah sekaligus menjemputnya, mengantarkan menantu yang akan melahirkan ke rumah sakit bahkan mengantarkan sang suami yang tengah malam tiba-tiba jatuh sakit ke UGD. Semua bisa dlakukannya sendiri dan menjadikannya sosok wanita yang mandiri.


Demikian pula saat era digital seperti sekarang ini. Wanita paruh baya ini dengan semangat membara belajar dari anaknya cara menggunakan smartphone. Dari beberapa social media yang akhirnya bisa dipelajarinya, wanita ini dapat berkomunikasi lancar dengan anak-anaknya yang tinggal diluar kota sekaligus dapat memantau perkembangan cucunya. Wanita ini juga tidak sungkan menuliskan pesan supaya jangan lupa sholat dan jangan telat makan siang di wall facebook anak-anaknya. Pesan-pesan singkat yang terlihat sepele tapi justru sangat disukai oleh anak-anaknya karena hal tersebut menunjukkan besarnya cinta sang ibu pada mereka. Selain itu dia juga bisa berhubungan dan bertukar kabar dengan saudara-saudara dan keponakan dikampung halaman yang sudah ditinggalkannya sejak lama. Bahkan dari smartphone nya, wanita ini dapat memantau trend baju muslimah terkini, termasuk apa saja yang sedang trend dikalangan anak-anaknya maupun didunia cucu-cucunya saat ini. Tidak heran penampilan dan pengetahuannya selalu update dan wanita ini mendapat julukan ibu dan oma gaul. 

Era digital seperti sekarang dilalui wanita paruh baya ini tanpa ketakutan sedikitpun. Walaupun pendidikannya tidak tamat SD, dia tidak ragu bersahabat dengan dunia digital. Hobi memasak, berkebun, menjahit dan mendekor rumah yang disukainya sejak dulu semakin berkembang sejak ia mengenal internet dari smartphone nya. Wanita ini dapat memanjakan lidah anak-anak dan cucunya dengan resep-resep baru yang dilihatnya dari website. Dia juga dapat mengatur pola makan sehat yang bervariasi dan tidak membosankan untuk suaminya yang menderita gejala diabetes. Koleksi tanaman di halaman rumahnya pun semakin beragam dan wanita ini bahkan tahu semua jenis koleksinya yang justru tidak diketahui anak-anaknya. Wanita ini dapat menyulap seragam panita pernikahan miliknya menjadi sedikit berbeda dari saudara-saudaranya yang lain. Dan dengan bangga dia akan mendekor sendiri kamar pengantin anak gadis satu-satunya yang akan menikah bulan Januari tahun depan. Semua didapatnya dengan rajin browsing di smartphone nya. Yang mengagumkan, wanita ini tidak pernah terlalu asyik dengan smartphone nya hingga menelantarkan kegiatannya yang lain. Dia masih punya waktu mengikuti kegiatan pengajian ibu-ibu di mesjid dekat rumah, masih sempat membaca Al-Quran sehabis sholat, mengenalkan cucu-cucunya pada huruf dan angka, pergi kepasar sendiri, dan kegiatan rumah tangga lainnya.

Didunia ini ada banyak tokoh wanita hebat seperti Margareth Thatcher, Evita Peron, Benazir Bhuto, Cut Nyak Dien, RA Kartini dan lain-lain yang telah melakukan banyak hal bagi sekitarnya. Meskipun wanita paruh baya ini mungkin tidak pernah terdengar namanya dan tidak pernah melakukan hal-hal yang besar terhadap lingkungan sekitarnya, tapi dia adalah wanita terbaik didunia bagi keempat anak-anaknya. Wanita paruh baya yang tidak tamat SD itu adalah Bu Mis atau Bu Merdeka, Mamanya Novri, Arie, Indah dan Erwin yang juga Omanya Sultan, Chika, Khayla dan Sarah. Dialah ibu saya yang tercinta...

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge

26 July 2012

Review Lagu : Iwan Fals feat Laduni - Belum Ada Judul

Masih ingat dengan Film Mama Cake yang pernah saya bahas tempo hari ? Film yang diperankan oleh Ananda Omesh, Boy William, Arie Dagienkz, Dinda Kanya Dewi, Renata Kusmanto dan sejumlah nama beken lainnya ini sebentar lagi akan tayang serentak disejumlah bioskop tanah air loh, tepatnya tanggal 13 September 2012. Nah kali ini saya akan membahas mengenai salah satu soundtrack film nya. Soundtrack film Mama Cake ini dibawakan oleh sang legenda musik tanah air Iwan Fals yang berkolaborasi dengan grup  band Laduni. Sebelum kita bahas lebih detail, kita simak dulu video klip Iwan Fals feat Laduni yang bertajuk Belum Ada Judul.


Terlibat dalam sebuah proses produksi film merupakan hal yang langka bagi Iwan Fals. Tapi bukan Iwan Fals namanya, kalau tidak istimewa. “Belum Ada Judul”, merupakan lagu ciptaannya yang monumental yang digubah ulang demi sebuah film drama komedi bertajuk Mama Cake. Iwan Fals merasa senang dan bangga bisa berpartisipasi dalam film Mama Cake. Terlebih lagi, ia merasa film ini adalah refleksi dirinya saat ia masih berusia 24 tahun. Belum Ada Judul dipilih sebagai salah satu musik pengiring Mama Cake karena kesimetrisan tema antara lagu dan film, yaitu tentang kehidupan dan persahabatan. Lagu ini dicitra kembali oleh band Laduni. Band yang personilnya juga ambil bagian dalam proses produksi Mama Cake. Hasilnya sungguh di luar ekspektasi. Walaupun Belum Ada Judul yang baru dimainkan dengan tempo yang lebih lambat, roh lagu ini justru terasa makin dahsyat. Ditambah dengan lantunan vokal Iwan Fals yang luar biasa. Lagu ini juga menjadi bukti yang signifikan bahwa Iwan Fals adalah sosok jenius yang mampu menciptakan lagu yang tidak tergerus oleh perubahan zaman. Lirik dalam lagu ini masih relevan untuk digunakan saat ini.

Kira-kira seperti apa sih Film Mama Cake yang menurut Iwan Fals merupakan refleksi dirinya kala berusia 24 tahun yang akan tayang di bioskop mulai tanggal 13 September 2012 nanti ? Harap bersabar sebentar lagi yah... Untuk sekarang boleh dilihat dulu trailer film Mama Cake dan harus selalu ingat tanggal 13 September nanti ajak teman, pacar, atau saudara untuk nonton film ini rame-rame di bioskop kesayangan kalian yah...



25 July 2012

Menginap Di Zuri Express Hotel Palembang

Banyak yang bertanya-tanya kenapa saya tidak pernah membuat review hotel-hotel yang tarifnya murah yang cocok untuk traveler berbudget minim. Sebenarnya bukan karena saya tidak mau atau gengsi menginap di hotel murah, tapi kesempatannya tidak terlalu sering mengingat beberapa perjalanan yang mengharuskan saya menginap di hotel adalah perjalanan dinas yang hotelnya sudah ditentukan atau ada standar hotel yang ditetapkan oleh kantor saya. Jadilah beberapa review hotel yang sudah terposting di blog ini kebanyakan adalah review hotel berbintang. Faktanya beberapa perjalanan pribadi yang pernah saya lakukan, tidak sedikit yang memanfaatkan jasa hotel-hotel kelas melati. Hanya saja mengingat saya baru menekuni review hotel ini kurang lebih setahun belakangan, beberapa hotel kelas melati yang pernah saya inapi tidak terdokumentasi dengan rapi seperti sekarang. Nah salah satu hotel budget yang pernah saya inapi dan kebetulan dokumentasinya cukup baik adalah Zuri Express Hotel Palembang.

Zuri Express Hotel Palembang ini merupakan hotel budget milik Grand Zuri grup. Sebelumnya saya sudah pernah menginap di Grand Zuri Hotel Palembang sekitar bulan April yang lalu. Hotel ini berada di jalan Dr.M.Isa yang tidak terlalu jauh dengan keberadaan Grand Zuri Hotel Palembang. Memasuki hotel, kita akan disambut dengan tulisan Zuri Express yang cukup besar dan berwarna warni. Kalau dari depan hotel berlantai 3 ini terlihat kecil, tapi setelah kita masuk barulah kita tahu kalau hotel ini memanjang kebelakang. Seperti kebanyakan hotel budget, permainan warna sepertinya juga ingin ditonjolkan oleh hotel Zuri Express ini.

Lobby tidak terlalu besar dan didominasi oleh meja resepsionis yang cukup besar. Padahal menurut pemikiran saya, hotel budget rasanya tidak perlu punya meja resepsionis yang terlalu besar. Lebih baik baik meja resepsionisnya dikecilkan dan diganti dengan sofa untuk menambah sofa di lobby yang jumlahnya hanya 2 buah. Saya suka dengan warna dinding lobby yang cerah. Hari itu saya mendapat harga kamar promo sebesar Rp.295.000,- . Cukup murah bukan ?

Koridor menuju kamar hotel lebih didominasi dengan warna putih dengan pencahayaan yang terang benderang. Tidak perlu merasa ngeri kalau terpaksa harus pulang larut malam dan melintasi koridor ini.

Walaupun kamarnya berukuran kecil, yang saya suka dari Zuri Express Hotel ini adalah penataan kamarnya yang cukup apik dan kebersihannya yang terjaga.Tempat tidurnya sangat empuk dan pendingin ruangannya juga berfungsi dengan baik.Sebuah poster dalam bingkai bertuliskan santai dengan huruf i yang banyak seolah menyiratkan kita untuk melepaskan kepenatan dalam kamar ini. TV LCD dalam kamar yang menampilkan gambar dengan kualitas prima melengkapi proses santai saya didalam kamar. Hanya saja mengingat bahwa ini adalah hotel budget, lupakan fasilitas mini bar dan telepon dalam kamar.

Kamar mandinya hanya menyediakan sikat gigi, pasta gigi dan shower cap saja di wastafel, sementara di shower box tersedia sabun dan shampoo cair yang sudah diletakkan pada tempatnya. Air panas berfungsi dengan baik dan semprotan air pada shower juga maksimal. Senang bisa mandi disini...

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, tidak ada pesawat telepon didalam kamar hotel. Tapi tidak usah kuatir repot bila ingin menghubungi resepsionis atau petugas hotel lainnya, karena disetiap lantai tepatnya didekat lift disediakan pesawat telepon.


Sarapan pagi mengambil tempat di Brasserie Cafe yang terletak dibagian depan bangunan hotel. Sedikit info, Brasserie Cafe ini adalah cafe lokal yang telah memiliki nama besar di kota Palembang yang menyajikan roti dan makanan berat. Setidaknya saat ini di Palembang telah ada beberapa cabang Brasserie Cafe dan salah satunya berada di Zuri Express Hotel ini. Sarapan pagi disini tidak dalam bentuk prasmanan. Resepsionis akan memberikan kita kupon sarapan, dan pihak Brasserie Cafe akan memberikan daftar menu yang boleh kita pilih. Pagi itu saya memilih menu nasi goreng mengingat saya cukup lapar dan aktivitas saya hari itu juga cukup padat. Rasa nasi gorengnya sangat lezat karena perut saya sangat lapar ditambah lagi makanan yang langsung dimasak begitu ada pesanan.

Demikianlah pengalaman saya menginap di Zuri Express Hotel Palembang. Jika teman-teman kebetulan sedang berkunjung atau liburan ke Palembang dan butuh hotel bagus dengan harga yang cukup terjangkau bisa datang langsung ke :

Jl Dr. M. Isa no 988
Palembang 30114, Indonesia.
(t) +62 711 710 800
(f) +62 711 715 533
reservation.plm@zuriexpresshotels.com

23 July 2012

Menghadiri Acara Durex Couples Night Out

Jadi ceritanya suatu malam saya iseng memfollow akun twitter @durex_love , dan tidak beberapa lama setelahnya saya mendapatkan DM bahwa saya terpilih untuk menghadiri acara Durex Couples Night Out yang akan berlangsung hari Jumat tanggal 13 Juli 2012 yang lalu. Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan untuk menghadiri acara ini. Apalagi tema malam hari itu cukup seru dan acara ini berlangsung di Beerdy Cafe Gandaria City. Saya langsung menghubungi teman kantor saya Ryna untuk saya ajak hadir diacara ini, mengingat rekan saya satu ini paling suka acara-acara seperti ini. Dan benar saja, Ryna langsung mengiyakan untuk ikut serta bersama saya malam itu.

Jadi selepas jam kantor saya dan Ryna bergegas menuju Gandaria City supaya tidak terlambat hadir di acara tersebut. Meskipun sempat diwarnai insiden pecah ban, syukurnya kami bisa sampai tepat waktu di Beerdy Cafe Gandaria City. Langsung saja registrasi dan mendapatkan pin dan bisa foto di booth yang tersedia. 


Sambil menunggu acara dimulai, kami dipersilahkan untuk memesan menu dalam daftar yang sudah disediakan disetiap meja. Untuk menu pembuka saya memilih smoked beef salad. Saya sedikit terkejut karena rasanya enak sekali. Sayurannya sangat segar disiram dengan saus yang juga penuh cita rasa. Sebagai sajian utama saya memilih makanan yang bernama Arroz Con Polo, kalau dalam bahasa Indonesia mungkin artinya nasi goreng dengan dada ayam bakar. Saya suka sekali dengan ayam bakarnya yang penuh cita rasa. Ditambah lagi porsinya yang juga sangat besar. Sementara Ryna memesan menu utama Prawn Fettucini yang rasanya juga lezat. Tapi sepertinya Ryna lebih suka dengan makanan yang saya pesan. Hahahahaha...Untuk menu penutupnya saya memilih Mix Ice Cream. Oh ya selain makanan yang tersedia dalam daftar menu, disetiap meja juga disajikan satu piring cemilan yang rasanya juga enak. Sungguh tidak rugi bisa makan sebanyak ini dengan gratis. Hahahahahaha

Setelah makan malam, acara Durex Couples Night Out pun dimulai dengan menghadirkan bintang tamu Mariska Lubis seorang Love Expert dan juga Mbak Roslina Verauli selaku Psikolog Anak dan Keluarga . Acara berlangsung seru sekali dan obrolan dewasa ini dibawakan dengan santai dan segar tanpa ada yang ditutup tutupi. Dalam sesi tantangan, saya ditarik mbak Mariska dan mendapatkan souvenir berupa t-shirts. Sementara pada sesi doorprize, saya beruntung mendapatkan paket dinner berdua di Beerdy Cafe Gandaria City. Terima kasih Durex yang sudah mengundang saya di acara keren ini, mudah-mudahan saya bisa diundang lagi diacara-acara berikutnya...