28 August 2012

Makan Di Seafood Xpress PSx

Saya suka makan enak dan suka juga mencoba banyak tempat makan baru walaupun belum tahu apakah makanan yang disajikan disana lezat atau tidak. Dalam sebuah kesempatan pulang ke Palembang, saya menyempatkan diri mencoba tempat makan baru di mall baru yang bernama PSx (Palembang Square Extention). Bersama Nike dan Mbak Itikkecil kami memilih Seafood Xpress sebagai tempat bersantap kami siang itu. 

Ketika menginjak tempat ini, sepintas lalu saya merasa tempat ini mirip dengan Fish & Co. Untungnya itu hanya perasaan saya saja, karena ternyata semua terbukti berbeda. Kamipun mulai memesan menu untuk disantap. Kalau mendengar nama tempat ini yaitu Sea Food Express, bolehkan saya berharap kalau kecepatan penyajian makanannya akan setara dengan D'Cost ? Tapi ternyata salah juga yah membanding-bandingkan seperti itu karena ternyata penyajian di Sea Food Xpress belum secepat D'Cost untuk perut kelaparan saya yang sangat iri melihat meja sebelah yang datang dan memesan menu belakangan dari kami ternyata makanannya tiba terlebih dahulu. 

Menu pertama yang tiba dimeja kami adalah Kepiting Telur Asin. Harga seporsinya cukup murah, yakni Rp.39.000,-. Karena memang sudah kelaparan kami  bertiga langsung menyerbu dan mempreteli satu demi satu bagian dari kepiting ini. Entah karena faktor lapar atau faktor rasa masakannya, buat saya kepiting telur asin ini lezat sekali. Salah satu kepiting terlezat yang pernah saya makan. Cangkangnya tidak terlalu keras sehingga tidak terlalu repot untuk memecahkannya dengan menggunakan alat bantu. Saking asyiknya menikmati kepiting ini, kami tidak sadar bahwa menu pesanan kami lainnya belum tiba. Terpaksa harus mengerem sedikit kecepatan makannya supaya nasinya tidak keburu habis. Hahahahaha...

Menu kedua yang tiba dimeja kami adalah tauge bawang putih. Harga seporsinya Rp.10.000,-. Ini adalah menu pilihan saya karena saya sangat suka makanan yang dimasak dengan bawang putih. Tadinya saya berharap masakan ini akan dipenuhi dengan aroma bawang putih yang harum. Tapi ternyata saya salah, dua siung bawang putih yang digeprak ini tidak cukup membuat aroma dan rasa bawang putih menjadi dominan. Rasanya cendrung hambar dan berair seperti toge rebus.

Dan menu terakhir yang kami pesanpun tiba dimeja, yaitu cumi goreng tepung. Harga seporsinya Rp.19.000,-. Jika dimakan tanpa saus sambel, masakan ini tidak ada rasa sama sekali. Tidak ada rasa asin garam, tidak ada rasa pedas lada maupun rasa gurih. Semuanya datar. Untungnya bila dimakan dengan sambal, rasanya menjadi terselamatkan karena ada cita rasa pedas.

Dua dari tiga menu makanan yang kami pesan kurang memuaskan selera. Entah karena yang kami pesan bukan merupakan menu favorit atau faktor lainnya. Yang jelas dengan hanya mencoba 3 macam menu dari puluhan menu yang tersedia, masih membuat saya penasaran ingin mencoba menu-menu lainnya. Apalagi harga yang harus kami bayarkan untuk semua makanan dan minuman yang sudah dipesan ini cukup terjangkau yakni hanya Rp.107.000,-. Membuat saya yakin harus mencoba menu-menu unggulan Seafood Xpress lainnya. Ada yang mau traktir saya ?

25 August 2012

Menginap Di The Premiere Hotel Pekanbaru

Review hotel kali ini adalah salah satu catatan perjalanan dinas saya akhir bulan Juni 2012 yang lalu ketika berkunjung ke 5 kota di Pulau Sumatera. Awalnya saya sudah memesan kamar disebuah hotel berbintang 3 yang belum lama beroperasi di Pekanbaru. Akan tetapi ketika saya iseng menanyakan rates kamar The Premiere Hotel ini, ternyata harga kamarnya hanya selisih beberapa puluh ribu saja. Jadilah saya membatalkan pesanan saya sebelumnya dan menggantinya dengan pesanan baru di The Premiere Hotel Pekanbaru.

The Premiere Hotel Pekanbaru ini berada dalam jaringan Zuri Hospitaly Management. Dua hotel dalam jaringan Zuri Hospitaly Management ini sudah pernah saya inapi yaitu Grand Zuri Hotel Palembang dan Zuri Express Hotel Palembang Kalau Grand Zuri hotel merupakan hotel berbintang 3 atau bintang 4 dan Zuri Express mengusung konsep hotel budget, maka The Premiere hotel ini merupakan hotel bintang 5 yang membidik segmen menengah keatas dan kalangan pebisnis. Sejumlah ornamen dihotel bernuansakan warna-warna keemasan yang membuatnya terlihat mewah. Hanya saya karpet didepan meja resepsionis yang berwarna merah dibeberapa bagiannya sudah terlihat menghitam karena kotor. Mungkin sudah saatnya untuk diganti dengan karpet yang baru karena menurut saya kesan pertama itu sangat penting sekali. 

Berbeda dengan yang saya temui dimeja resepsionis, karpet yang berada di koridor hotel justru terlihat sangat bersih. Berada dikoridor menuju kamar ini membuat saya lapar karena karpetnya yang mengingatkan saya pada kue lapis motif. Hahahahaha. 

Ketika memasuki kamar, saya sedikit kecewa karena bed cover terlihat dalam kondisi lecek. Tapi kekecewaan saya terobati dengan suasana kamar secara keselurhan yang membuat saya sangat nyaman. Karpet dilantai yang bersih, furniture yang bagus dan meja kerja yang tidak menjadi satu dengan mini bar. TV LCD dikamar cukup besar dengan sajian channel-channel yang penerimaan gambarnya sangat baik. Kalau sedang tidak dalam status berdinas, ingin rasanya tidur seharian dikamar ini...

Kamar mandi dikelas kamar yang saya tempati tidak memiliki fasilitas bathtub melainkan hanya shower box saja. Desain kamar mandinya mengingatkan saya pada kamar mandi di Grand Zuri Hotel Palembang, hanya saja berukuran lebih besar. Toiletries nya juga cukup lengkap sehingga membuat urusan bebersih badan jadi lancar jaya.

Fasilitas kebugaran seperti kolam renang, fitness center, SPA dan sauna terpusat dilantai 5. Kolam renangnya ada 2 buah, satu untuk orang dewasa dan satu lagi untuk anak-anak. Fasilitas fitness center nya tidak terlalu besar, tapi cukuplah untuk kebutuhan olahraga selama menginap disini. Saya juga sempat memanfaatkan fasilitas pijat gratis selama 15 menit dan sauna yang berada di ruang bilas kolam renang. Sangat menyenangkan.

Sarapan pagi berlangsung di The Cafe yang terletak dilantai yang sama dengan lobby. Seperti biasa, saya sengaja sarapan jam 6 pagi supaya bisa jeprat jepret interior dengan leluasa. Tapi ternyata jam 6 pagi sudah cukup banyak orang yang sarapan disini. Mungkin karena kebanyakan yang menginap adalah kalangan pebisnis yang sudah rutin bangun pagi. Menu sarapan yang ditawarkan cukup bervariasi dengan rasa yang juga lezat. Piring saya sampai penuh oleh makanan. Hahahaha...

Walaupun terdapat beberapa kekurangan yang sempat saya rasakan, tapi secara keseluruhan saya puas menginap di The Premiere Hotel Pekanbaru ini. Bagaimana tidak, dengan harga Rp.550.000,- yang saya dapatkan, rasanya ini adalah hotel bintang 5 dengan harga termurah yang pernah saya inapi walaupun harga yang saya dapatkan merupakan harga promo. Malah menurut salah seorang teman saya, harga yang saya dapatkan masih kalah murah dibandingkan dengan harga promo yang pernah dia dapatkan sebelumnya dihotel ini. Coba bandingkan dengan publish rates The Premiere Hotel Pekanbaru yang saya ambil dari website mereka dibawah ini :

Superior IDR 1,437,500 nett
Deluxe IDR 1,875,500 nett
Executive IDR 1,990,450 nett
Junior Suite IDR 4,374,150 nett
President Suite IDR 7,502,000 nett

Bila teman-teman tertarik ingin menginap di The Premiere Hotel Pekanbaru, silahkan langsung datang atau hubungi :

Jl. Jenderal Sudirman No. 389
Pekanbaru, 28116 Riau, Indonesia.
(t) +62 761 7891818
(f) +62 761 7891919
reservation@premierehotelpekanbaru.com

12 August 2012

Buka Bersama Blue Bird Group

 
Jumat pagi kala saya sedang melakukan pekerjaan kantor yang lumayan banyak sebelum memasuki libur akhir pekan dan persiapan libur lebaran,saya dikejutkan sebuah mention dari akun twitter @BlueBirdGroup yang memberitahu bahwa tulisan saya yang berjudul Ciliwung Bersih Untuk Jakarta Yang Lebih Baik dinyatakan sebagai salah satu pemenang writing contest yang mereka adakan. Hanya saja belum diberitahukan dengan jelas siapa yang menjadi juara pertama sampai ketiga lomba tersebut, karena pengumuman resmi sekaligus penyerahan hadiah akan dilakukan keesokan harinya di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah dalam acara Gathering Media & Community Blue Bird sekaligus acara berbuka puasa bersama dan donor darah. 

Hari Sabtu kemarin saya tiba di Taman Mini Indonesia Indah lebih awal dari undangan yang saya terima, maksud hati saya ingin hunting foto-foto diseputar kawasan Taman Mini Indonesia Indah mengingat terakhir kali saya kesini sudah belasan tahun yang lalu. Tapi niatan hunting foto itu sirna ketika saya melihat kubah Taman Burung. Tempat ini bahkan jauh lebih menarik, mengingat inilah tempat favorit saya sewaktu masih kecil dulu. Nanti akan saya ceritakan kisah ngabuburit saya di Taman Burung dalam postingan selanjutnya. Pukul 16.10, saya menginjakkan kaki untuk kali pertama di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah dan sangat tertegun melihat banyak sekali moda transportasi tempo dulu yang terdapat disana. Mulai dari bus tingkat, pesawat Garuda, dan lain-lain. Koleksi Museum ini bertambah dengan dihadirkannya 2 armada pertama Blue Bird yaitu Taxi Blue Bird pertama yang pernah wara wiri dikeramaian lalu lintas Jakarta mulai tahun 1972 dan armada Taksi Silver Bird pertama yang mulai beroperasi di Jakarta sejak tahun 1992. 

Acara berlangsung sejak pukul 17.00 dimulai dengan marawisan dan kata sambutan dari Ibu Oyoh selaku Ketua Museum Transportasi dan juga pihak Blue Bird yang disampaikan oleh Ibu Noni Purnomo. Lalu dilanjutkan dengan siraman rohani sembari menunggu saat berbuka puasa. Setelah membatalkan puasa, saya mengikuti acara donor darah yang berlangsung didalam gedung. Kebetulan memang sudah waktunya saya mendonor kembali setelah donor terakhir yang saya lakukan pada bulan April yang lalu dalam acara Kopdar Komunitas di Palembang. Setelah darah saya selesai disedot, tubuh saya langsung mendapatkan asupan bergizi dari makan malam yang telah disediakan oleh pihak Blue Bird. Setelah acara makan malam selesai, acara pembagian hadiah pun berlangsung. Ada beberapa kategori yang diperlombakan Blue Bird, antara lain lomba foto levitasi, lomba penulisan media dan lomba penulisan blogger. Alhamdulillah saat pengumuman berlangsung, ternyata tulisan saya dinyatakan sebagai juara kedua. Cukup mengejutkan bila mengingat saya membuat tulisan ini hanya beberapa jam sebelum deadline dan mengirimkannya di detik-detik terakhir sebelum penutupan lomba. 

Ini memang bukan kali pertama saya memenangkan lomba menulis, tapi sejujurnya ini adalah kali pertama saya mendapatkan piagam penghargaan karena memenangkan perlombaan menulis. Piagamnya langsung saya pajang di tembok kamar saya yang kosong melompong karena saya memang tidak pernah memasang atau menempelkan apapun ditembok kamar. Selain piagam, saya juga mendapatkan fresh money yang jumlahnya lumayan dan beberapa lembar voucher taksi Blue Bird Group. Alhamdulillah banget yah, rezeki menjelang lebaran yang tidak disangka-sangka. Mudah-mudahan setelah memenangkan perlombaan ini, saya jadi semakin rajin untuk belajar menulis dengan lebih baik. Karena saya sadar selama ini saya tidak benar-benar bisa menulis dengan baik dan menarik untuk dibaca. Semoga saya bisa melakukannya..

09 August 2012

Buka Bersama Adira Faces Of Indonesia

Kemarin sore saya bela-belain pulang kantor lebih awal untuk menghadiri acara buka bersama yang diadakan oleh Adira Faces Of Indonesia bertempat di Prive Club FX Jakarta. Setelah acara gathering yang diadakan beberapa bulan lalu, saya selalu menantikan kembali acara yang sama kembali diadakan. Senang rasanya bisa bertemu teman-teman FOI Lovers (sebutan untuk member yang sering menulis cerita perjalanan mereka di web Adira Faces Of Indonesia) yang pastinya kita juga bakal berbagi cerita perjalanan terbaru kami secara langsung.


Jadi acara berbuka bersama ini sekaligus merupakan acara penutup dari serangkaian perjalanan mengililingi Indonesia yang bertajuk Adira Beauty Xpedition 2012. Yang paling saya suka dari acara yang diadakan oleh Adira Faces Of Indonesia ini adalah semangat kekeluargaan yang sangat kental sekali. Kami selaku FOI Lovers benar-benar diperlakukan sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Adira. Para pimpinan Adira bolak balik datang menyinggahi meja kami untuk berkenalan dan berbincang sejenak. Tidak lupa pula berbagi cerita perjalanan Dori dan rekan-rekan yang baru saja kembali dari petualangan mereka menjelajahi Indonesia. Itulah hal yang paling saya suka berkumpul dengan para petualang. Tidak ada istilah senior atau junior apalagi kesan sombong dan pamer. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan berbagi kisah perjalanan. Kisah yang sangat lezat, selezat menu berbuka kami sore itu yang disajikan oleh Prive. Dan tentu saja bersua dengan para petualang-petualang ini tidak lengkap rasanya tanpa merencanakan sebuah perjalanan bersama. Mudah-mudahan bisa kami wujudkan dalam waktu dekat ini. 

Dalam acara buka bersama itu diadakan pula photo kontes di facebook Adira Faces Of Indonesia seputar acara yang sedang berlangsung. Dan alhamdulillah foto yang saya posting terpilih sebagai salah satu pemenang bersama dua orang FOI Lovers lainnya. Hadiahnya adalah sejumlah perlengkapan traveling yang sangat keren seperti binocular, Eiger bag, senter dan dry box. Perlengkapan yang pastinya akan sangat berguna untuk perjalanan-perjalanan saya berikutnya.

Dikesempatan sore itu, kami juga mendapatkan goodie bag keren dari Adira Faces Of Indonesia yang berisi termos air minum dan pisau lipat set sejenis Victorinox. Bener-bener ngga rugi jadi FOI Lovers, bisa dapet hadiah-hadiah menarik, teman-teman yang seru dan pengalaman-penglaman traveling yang luar biasa. Yuk gabung juga bersama keluarga besar Adira Faces Of Indonesia