29 September 2012

Wisata Kuliner Tempo Dulu di Toko Oen

Masih bagian dalam catatan perjalanan ke Semarang akhir pekan lalu, saya ingin mencoba sensasi kuliner yang belum sempat saya coba dalam kunjungan kali pertama ke Semarang 3 tahun lalu. Teman saya Thia dari Dot Semarang kali ini akan menjadi pemandu perjalanan saya di Semarang. Thia ini pengalamannya luar biasa loh, sudah pernah jadi pemandu pak Bondan "mak nyus" keliling Semarang buat wisata kuliner. Ngga salah dong yah saya minta rekomendasi sama Thia. Setelah melalui perjalanan cukup panjang dan berganti ganti kendaraan umum plus jalan kaki dalam cuaca terik kota Semarang hari itu, kami tiba di Toko Oen, tempat wisata kuliner tempo dulu yang melegenda dan saya pikir saya harus mencobanya. 

Berdasarkan beberapa sumber yang saya baca, Toko Oen ini pertama kali berdiri di Yogyakarta pada tahun 1910. Kemudian berturut-turut dibuka cabang di Semarang pada tahun 1936 dan kemudian menyusul cabang Malang dan Jakarta. Sayangnya pada tahun 1958, Toko Oen yang pertama didirikan di Yogyakarta harus ditutup dan menyusul pula dengan Toko Oen di Jakarta pada tahun 1973. Jadi saat ini tinggal Toko Oen di Semarang dan Malang saja yang masih berdiri. Jadi melihat catatan sejarahnya, ngga salah dong kalau saya pilih tempat ini jadi salah satu tujuan saya ? Baiklah singkat cerita saya sampai ditempat ini bersama Thia dan saya terpesona oleh interior Toko Oen yang tempo dulu banget. Lihatlah pernak pernik nya, lihatlah langit-langitnya yang tinggi.. Saya merasa familiar sekali. Sepintas lalu mirip dengan rumah nenek saya di Palembang yang belum lama ini harus dijual. Belum apa-apa saya sudah menemukan sebuah nostalgia disini. Bagaimana dengan menu nya ? Mari kita cicipi...

Begitu saya membuka daftar menu, satu kata yang langsung terucap dari mulut saya adalah woow.. Saya spontan berucap demikian karena melihat harga-harga yang tertera didaftar menu yang cukup mahal kalau menurut saya. Jadi saya memutuskan memilih menu yang murah-murah saja supaya bisa mencoba aneka macam menu. Untuk makan beratnya saya memilih nasi goreng. Nasi goreng ini harganya kalau saya tidak salah 30 ribu rupiah lebih sedikit. Cukup mahal memang, tapi begitu saya makan rasanya memang sebanding dengan harganya. Nasi gorengnya lezat sekali ditambah lagi porsinya juga pas buat saya. 

Sedang asyik menikmati nasi goreng, pesanan kami berikutnya sampai. Kue bola-bola yang lucu ini bernama Poffertjes Keju. Harganya sekitar 18 ribu rupiah. Dan wangi kejunya sukses membuat saya berhenti menyantap nasi goreng dan langsung memasukkan sebuah kedalam mulut saya meskipun masih panas. Rasanya ?? Uenaaaakk... Poffertjes ini lembut dan kejunya terasa sekali. Bisa dimakan tanpa dikunyah karena melting dimulut. Dua jempol buat poffertjes keju ini.

Untuk dessertnya saya memilih es krim Praline sedangkan Thia memilih es krim Rhum Raisin. Es krim yang dijual di Toko Oen ini dibuat dengan mesin tradisional dengan ciri khas aroma rhum yang cukup berasa. Dari dua es krim yang kami pesan, saya lebih suka rasa es krim nya Thia. Karena ada kismis didalamnya dan rasa es krimnya juga lebih wow. Harga es krim di toko Oen sendiri tidak terlalu mahal dibandingkan dengan menu makanan lainnya, yakni mulai 12 ribu an keatas. 

Senang sekali bisa mencoba resto legendaris ini, mungkin lain kali bila berkunjung ke Semarang lagi saya ingin mencoba menu-menu bistiknya yang kelihatan lezat. Untuk teman-teman yang ingin mencoba kelezatan menu yang sudah saya coba ini, silahkan datang langsung ke :

Toko Oen
Jl.Pemuda No.52 Semarang
(Depan Sri Ratu Pemuda)

28 September 2012

Menginap Di Quest Hotel Semarang

Seperti yang sudah sering saya ceritakan sebelumnya, semepet apapun sebuah perjalanan yang akan dilakukan, saya akan berusaha menyusun perencanaan dengan baik. Demikian pula ketika berkunjung ke Semarang akhir pekan yang lalu, saya tidak mau merepotkan teman-teman Dot Semarang yang pastinya sudah sangat repot dengan kegiatan mereka. Dimulai dengan memilih tempat menginap, setelah berkonsltasi dengan mbah Agoda dan mbah Tripadvisor saya sudah menciutkan berbagai macam hotel menjadi 2 hotel saja. Yang satu hotel budget dan berada ditengah kota, sementara satunya hotel berbintang 3 dengan lokasi berada dikawasan pemukiman. Kali ini saya mantapkan hati memilih opsi kedua. 

Hotel Quest adalah hotel yang managementnya dipegang oleh Aston grup. Tidak heran ketika memasuki Quest Hotel Semarang ini saya seperti dejavu , suasananya sepintas lalu mirip dengan Aston Hotel Palembang. Hotel berbintang 3 ini berada dikawasan pemukiman, naik taksi dari airport memakan biaya sebesar Rp.20.000,- . Saya tiba dihotel jam 9 pagi dan langsung disambut untuk check in meskipun resepsionis mengatakan kamarnya belum tersedia dan saya harus menunggu tanpa diberi kepastian. Karena malamnya saya tidak tidur mengerjakan urusan kantor, maka saya rela menunggu karena yang saya butuhkan saat itu hanyalan tidur. Untuk membunuh kantuk saya sempatkan jeprat jepret berbagai sudut lobby dan sempat keluar hotel untuk mengambil foto bangunan hotel secara keseluruhan. Sayangnya saya tidak menemukan angle yang baik untuk mendapatkan foto bangunan hotel ini secara komplit. Sekitar satu jam menunggu saya mendapatkan kunci kamar saya dan mari kita lihat kamarnya...

Kamar saya berada dilantai 6, dan saya harus berjalan melewati koridor yang panjang untuk menuju kamar saya yang letaknya agak diujung. Koridornya berwarna warni dan cukup terang tapi polos tanpa hiasan apapun disepanjang koridor. 

Kamarnya tidak berukuran besar dan sangat simple, tidak banyak pernak pernik didalam kamar seperti lukisan maupun lampu hias. Ada pintu menuju balkon dikamar saya, akan tetapi pintu tersebut sengaja dikunci pihak hotel dengan alasan keamanan. Karena saya juga tidak terlalu tertarik nongkrong dibalkon, maka saya sengaja tidak meminta pintu balkon tersebut untuk dibuka sampai saya check out. TV LCD nya menurut saya terlalu kecil sehingga kurang asyik menonton dari situ. Tapi untungnya channel dari tv satelitnya sangat bagus penerimaannya, sehingga saya bisa nonton laga Manchester City vs Arsenal dikamar saya. Safety deposit box nya kemarin saya pakai untuk menyimpan laptop yang tidak pernah saya bawa berjalan-jalan. Berguna sekali.. Hanya saja sayang kulkas dibawah saftey deposit box dibiarkan kosong melompong tanpa isi. Buat saya yang paling jempol memang tempat tidurnya, 2 malam menginap disini tidur saya pules sekali.. Boleh dibawa pulang gak yah ? Hahahahaha...

Sama seperti kamar tidur, kamar mandipun berukuran kecil dan sangat simple. Toiletries yang disediakan juga minimalis hanya sikat gigi, sabun dan shampoo saja. Nah kalau begini terasa sekali gunanya saya selalu membawa shower kit sendiri setiap bepergian. Oh ya, kamar mandi di Quest Hotel Semarang sendiri juga memiliki jendela kaca transparan yang bisa melihat ke kamar tidur. Nampaknya sekarang memang lagi trend yah hotel dengan kamar mandi transparan ?

Sarapan pagi berlangsung di Quest Restoran yang berada dilantai yang sama dengan lobby. Tidak terlalu banyak pilihan makanan yang disajikan, tapi menurut saya sudah lebih dari cukup membuat perut saya kenyang. Rasa makanannya pun cukup lezat menurut saya. Kita bisa memilih makan di resto yang berada didalam gedung maupun yang ada diluar gedung. Saya mencoba dua-duanya dan menurut saya makan diluar lebih enak pada saat sarapan. Oh ya saya sempat mencoba beberapa menu hotel diluar sarapan. Pada saat menunggu beberapa teman, saya memutuskan makan dulu karena sudah lapar. Jad malam itu saya memesan sirloin steak dan teman saya Thia memesan menu soup of the day. Tampilan steak nya cukup menarik, tapi rasanya tidak terlalu istimewa menurut saya. Rasa soup yang dipesan teman saya jauh lebih menarik untuk disantap.. Tapi cukuplah membuat perut saya kenyang...

Seperti biasa setelah selesai sarapan saya menyempatkan diri bersantai di kolam renang. Kolam renang di Quest Hotel Semarang ini terletak dilantai 3. Ada 2 buah kolam dimana yang satu untuk dewasa dan yang lainnya kolam untuk anak-anak. Suasana dipinggir kolam renang ini juga cukup menyenangkan. Hanya saja cukup disayangkan dengan lahan yang masih cukup kosong disekitar kolam renang tidak dimanfaatkan untuk membuat fasilitas hotel yang lain seperti fitness center dan sauna. Pasti akan lebih mantap...

Secara keseluruhan menginap di Quest Hotel ini sudah sesuai dengan kebutuhan saya selama berada di Semarang yang banyak beraktifitas diluar hotel tapi masih membutuhkan kenyamanan. Untuk rates kamar, dimalam pertama saya mendapat rates Rp.388.000,- termasuk sarapan dan malam kedua saya mendapat rates Rp.328.000,- tanpa sarapan. Jadi kalau teman-teman kebetulan sedang atau ada rencana berkunjung ke Semarang, mudah-mudahan review ini dapat sedikit membantu. Untuk informasi lebih detail mengenai hotel ini silahkan hubungi :

Jl.Plampitan No.37-39 Semarang
T : 024-3520808
F : 024-3581188
E : SemarangInfo@Quest-Hotels.com

27 September 2012

Semarang dan Tembalang Fest 2012

Akhir pekan lalu kembali saya harus berkemas-kemas melarikan diri dari hingar bingar kota Jakarta. Tujuan saya adalah kekota yang Semarang yang sudah 3 tahun tidak saya singgahi. Seperti kebanyakan perjalanan saya sebelumnya, kali inipun saya kembali terbang menggunakan penerbangan pagi dan untuk kali kedua saya terbang dari Terminal 3.

Baiklah karena ini adalah kali kedua saya terbang dari Terminal 3, maka masih boleh norak sedikit kan yah ?  Beberapa koleksi foto Terminal 3 yang pernah posting sebelumnya kali ini semakin lengkap dengan beberapa tambahan foto dari beberapa sisi yang belum saya abadikan sebelumnya. Saya semakin mengagumi Terminal 3, apalagi bila lantainya semua dibalut dengan karpet seperti diruang tunggu penumpang. Pasti akan semakin keren. Oh ya pagi itu saya mendapat kejutan kecil dengan bertemu oom saya dan keluarganya yang akan berlibur ke Bali. Lucunya oom dan tante saya pergi dengan menggunakan pesawat yang terpisah dengan sepupu saya. Oom dan tante saya terbang dengan menggunakan Lion Air yang baru saya tahu khusus flight ke Bali sekarang sudah mulai nongkrong di Terminal 3, sedangkan sepupu saya bersama suami dan anaknya terbang dengan menggunakan tiket promo Air Asia. Jadi pagi itu kami bertemu di Terminal 3 dan akan terbang dengan 3 flight yang berbeda. 

Pagi itu saya terbang dengan menggunakan pesawat Air Asia. Saya tidak mendapat tiket promo seperti biasanya karena memesan tiket sudah mendekati hari H, akan tetapi harga yang saya dapatkan relatif masih lebih murah dibandingkan dengan maskapai lainnya. Pada saat memesan tiket niatnya saya ingin langsung pree-book meal Nasi Lemak Pak Naseer yang jadi salah satu menu andalannya Air Asia. Tapi saya putuskan untuk memesan dipesawat saja walaupun dengan harga yang sedikit lebih mahal. Pertimbangan saat itu takutnya saya terlalu mengantuk untuk sarapan pagi dipesawat. Faktanya saya kelaparan berat dan memutuskan untuk memesan nasi lemak dalam penerbangan. Tapi yang ada saya kecewa karena dalam penerbangan kurang dari 60 menit Air Asia tidak menjual makanan berat. Hot Meals hanya diberikan untuk para penumpang yang telah memesan via website. Jadilah saya kecele dan terpaksa berpuas hati memesan pop mie saja. Tahu begitu pesan online saja dong yah ??? 

Pesawat saya mendarat di Semarang 10 menit lebih awal dari schedule. Dibandingkan 3 tahun lalu saat pertama kali mendarat di Ahmad Yani International Airport Semarang, saya merasa airport ini lebih dingin. Sisanya tidak terlalu banyak yang berubah. Saya sempat melihat gambar pengembangan bandara yang saat ini sedang dilakukan. mudah-mudahan bandara baru segera selesai dan tahun depan saya bisa mendarat dibandara baru yang jauh lebih modern. Saya mendapat info dari beberapa teman, bahwa taksi bandara relatif lebih mahal harganya. Kalau mau mendapat taksi yang harganya jauh lebih murah, kita harus berjalan kaki sedikit keluar dari areal bandara. Sedangkan jika ingin naik angkutan umum kita harus berjalan lebih jauh lagi sampai bundaran tempat angkutan umum berlalu lalang. Diluar taksi bandara, argo taksi-taksi lain yang beroperasi di Semarang seperti Blue Bird, Ekspress, Atlas, Kosti dan lain-lain relatif sama. Karena saya minim info seputar angkutan umum menuju kota, saya memutuskan naik taksi ke hotel. Saya hanya membayar Rp.20.000,- . Menurut info teman-teman saya, kalau naik taksi bandara harganya bisa 2 kali lipatnya. Oh ya sedikit info, kalau ingin berjalan-jalan menggunakan taksi, ada beberapa operator taksi yang menetapkan pembayaran minimal sebesar Rp.15.000,-. 

Jadi kedatangan saya ke Semarang kali ini untuk memenuhi undangan sahabat saya Asmarie hadir di Tembalang Fest 2012. Sedikit informasi, tembalang Fest 2012 ni adalah sebuah festival yang diadakan didareah Tembalang yang berdekatan dengan kampus Universitas Diponegoro. Bisa dibilang Tembalang ini seperti wilayah Depok yang didalamnya terdapat beberapa kampus besar seperti UI dan Gundar. Tembalang Fest ini diadakan untuk memperat persaudaraan antar Komunitas di Semarang. Didalam festival ini banyak sekali berbagai macam stand seperti kuliner dan aneka produk kreatif. Nah teman-teman Dot Semarang ini mengadakan Talkshow Tembalang Go Blog, dan saya diminta untuk berbagi pengalaman saya sebagai seorang blogger. Senang sekali malam itu bisa bercerita banyak dengan teman-teman di Semarang. Mengenai acara detailnya silahkan klik disini. Senang juga bisa kopdaran dengan banyak teman-teman baru dan teman-teman lama seperti kang Rosid yang biasanya kita berjumpa diacara-acara blogger seputaran Jakarta. Senang juga bisa bersua dengan Mas Wijaya Whizme . Saya harap kedepannya Tembalang Fest tidak hanya bergaung di Semarang saja, tapi nantinya bisa menjadi agenda besar tahunan yang bisa membuat saya ingin terus datang.. datang dan datang lagi setiap tahunnya. Terima kasih yah atas undangannya.. Saya akan kembali ke Semarang bulan April 2013 nanti... 

20 September 2012

Terminal 3 dan Mandala Air

Dalam perjalanan ke Medan untuk menghadiri pernikahan keponakan saya Buby awal September lalu, saya mencatat sesuatu yang baru dalam perjalanan kali ini. Sebenarnya sih ini merupakan hal yang saya sengaja mengingat saya sudah terlalu sering ke Medan tahun ini tanpa sempat mengeksplor daerah-daerah sekitarnya karena keterbatasan waktu. Karena itulah saya rasa perlu untuk membuat sesuatu yang baru supaya perjalanan kali ini tetap berkesan dalam catatan perjalanan saya.

Foto diambil dari sini
Oke, bilang saya norak saudara-saudara.. Saya sudah puluhan kali terbang dan mendarat dan Soekarno Hatta Airport tapi saya belum pernah menginjak Terminal 3 sama sekali. Karena itulah saya memutuskan untuk terbang dengan maskapai yang menghuni Terminal 3 supaya saya bisa dengan bangga menulis status di Path dan twitter saya kalau sedang menunggu pesawat di Terminal 3. Hahahahaha..

Karena ini kali pertama saya akan terbang dari Terminal 3, boleh dong saya norak sedikit jeprat jepret sana sini. Sampai-sampai karena terlalu asyik memotret saya tidak menyadari bahwa check in counter sudah kosong. Terminal 3 ini bagus dan kinclong sekali. Saya suka nyaris semua sudutnya kecuali komersial area nya yang menurut saya kurang rapi penataannya. Satu hal lagi yang saya kurang suka adalah gantungan iklan sponsor disepanjang koridor. Kenapa tidak memakai TV LCD saja sih iklannya ? Ruang tunggu penumpang nya bersih dan luas. Nyaman sekali menunggu pesawat disitu. Saya bahkan nyaris tertidur saking nyamannya. Hmm sebenarnya sih karena mengantuk yah.. Hahahahaha.. Pokoknya saya senang sekali akhirnya bisa terbang dari Terminal 3. Mudah-mudahan saya akan sering terbang dari sini kedepannya...

Yaak.. sekali lagi bilang saya norak saudara-saudara. Ini adalah perjalanan pertama saya terbang dengan Mandala Airlines. Dari pertama Mandala berdiri dengan logo roda pedati sampai kemudian berganti logo yang mirip bunga teratai, saya belum pernah terbang dan mencicipi layanan maskapai ini. Ketika kemudian maskapai ini sempat terlilit masalah yang mengakibatkan mereka berhenti beroperasi tahun lalu, saya sempat menyesali diri tidak pernah bela-belain terbang dengan maskapai ini. Hingga pada akhirnya Mandala kembali beroperasi tahun ini dengan menggandeng Tiger Airways, saya langsung memutuskan mencari waktu untuk terbang dengan maskapai yang sekarang lebih sering disebut Mandala Tiger ini. 

Sebenarnya tidak ada yang istimewa menaiki pesawat ini karena saya sudah sering terbang dengan pesawat jenis Airbus A320 dengan menggunakan maskapai lain. Tapi karena ini adalah pengalaman pertama saya terbang dengan Mandala, bolehlah yah saya narsis foto-foto sedikit disana sini. Hahahahaha.. Dalam penerbangan ke Medan saya kurang menikmati penerbangan karena saya sempat tidur dan mendadak terbangun yang mengakibatkan sakit kepala. Untungnya dalam penerbangan kembali ke Jakarta, saya tidak mengalami hal yang sama. Ditambah lagi saya duduk dikursi paling depan dalam penerangan kembali ke Jakarta. Lagi-lagi ini adalah pengalaman pertama saya duduk dikursi paling depan dalam sejarah terbang saya menggunakan pesawat. Satu hal yang saya suka terbang dengan Mandala adalah soal ketepatan waktu. Penerbangan saya ke Jakarta adalah pukul.21.35 sementara saya tiba di Bandara Polonia pukul 20.15 dan saat itu sudah ada panggilan masuk pesawat. Mudah-mudahan kedepan Mandala Airlines bisa menambah rute-rute penerbangan mereka keberbagai kota sehingga saya bisa lebih sering terbang bersama Mandala.

16 September 2012

Selamat Menempuh Hidup Baru Bubz


Enam tahun lalu saya pernah menulis di blog ini tentang seorang keponakan yang biasa saya panggil Scooby Bubby . Enam tahun lalu itu kami baru tahu kalau kami ternyata bersaudara dan memutuskan menjadi keluarga sebagaimana mestinya. Enam tahun berjalan ini banyak sekali yang terjadi, mulai dari kepindahan saya dari Palembang ke Jakarta dan tak lama berselang, Bubby pun pindah keluar Palembang karena tuntutan pekerjaannya. Dia pernah tinggal di Pekanbaru, Makassar, Medan dan sekarang di Banda Aceh. Ternyata lokasi dinasnya di Banda Aceh saat ini telah mempertemukan Bubby dengan jodohnya.

Dan permintaan Bubby selesai prosesi lamarannya berlangsung adalah ingin saya hadir di pernikahannya yang berlangsung di kota Medan. Sebagai oom yang baik sayapun  menyanggupi keinginan keponakan saya tersebut. Maka dari jauh-jauh hari saya sudah memesan tiket pesawat menuju Medan dan tentu saja mencari hotel yang nyaman untuk saya tempati selama di Medan. Alhamdulillah saya benar-benar bisa hadir di pernikahan Bubby. Berkumpul bersama sepupu-sepupu saya yang lain yang sebenarnya lebih cocok saya panggil oom dan tante. Dan Alhamdulillah pula proses akad nikah dan resepsi berjalan dengan sangat lancar dan khidmat. Satu doa saya semoga kalian berdua bisa membentuk keluarga yang samara dan segera memberi saya cucu yang lucu-lucu. Aamiin...

07 September 2012

Berburu Kamar Hotel

Bagi yang senang bepergian keluar kota, entah itu dalam rangka jalan-jalan maupun dalam rangka dinas kantor, memilih tempat menginap biasanya menjadi sebuah perkara yang gampang-gampang susah. Dikatakan gampang karena ada begitu banyak pilihan tempat menginap dan kita hanya tinggal memilih salah satunya dan dikatakan susah karena memilih satu diantara banyak tempat menginap yang bisa mengakomodir semua keinginan kita itu pastinya tidak mudah. Pasti ada saja yang kurang dari sebuah tempat menginap, entah lokasinya yang menyulitkan untuk kita bepergian, atau hotel tempat kita menginap yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sepanjang karir perjalanan saya mengelilingi banyak tempat di Indonesia maupun diluar negeri (walaupun baru Singapura dan Kuala Lumpur saja), hotel atau tempat menginap adalah salah satu hal yang harus saya persiapkan sebelum keberangkatan saya menuju suatu tempat. Berikut beberapa tips ala Goiq dalam berburu kamar hotel saat akan bepergian :

Pastikan tanggal keberangkatan jauh-jauh hari supaya bisa melihat tawaran-tawaran promo yang disajikan beberapa website yang menjual voucher-voucher hotel. Saya biasanya melihat harga kamar di website Agoda dan Raja Kamar . Tapi satu catatan penting yang harus diketahui, tidak melulu harga kamar yang ditawarkan Agoda maupun Raja Kamar pasti lebih murah. Ada kalanya hotel sedang memberikan harga promo yang bahkan jauh lebih murah dibandingkan harga kedua website tersebut. Karena itu ada kalanya sebelum memutuskan memesan di website, saya menelpon terlebih dulu ke hotel yang bersangkutan mengenai rates yang mereka tawarkan. 


Sembari melihat harga-harga kamar hotel, langkah selanjutnya yang biasanya saya lakukan adalah memantau review mengenai hotel tersebut melalui website TripAdvisor . Sebenarnya di website Agoda juga sudah termuat review para pengunjung hotel yang pernah menginap. Hanya saja saya merasa lebih lengkap bila sudah membaca review di TripAdvisor. Berbekal cerita-cerita orang yang dituliskan melalui review-review tersebut, sedikit banyak saya sudah punya bayangan seperti apa hotel yang akan saya inapi tersebut. Sebagian besar review, baik itu kelebihan maupun kekurangan dari sebuah hotel tidak jarang saya rasakan sendiri. Hanya saja tidak jadi jaminan bila orang lain menilai buruk, maka hal buruk tersebut juga akan kita rasakan. Ada kalanya pihak hotel juga membaca review para pengunjung mengenai hotel mereka, sehingga mereka melakukan sejumlah perbaikan. 

Dalam beberapa perjalanan pribadi keluar negeri, saya lebih memilih untuk menginap di hostel dengan kamar dormitory atau kamar dengan ranjang bertingkat. Keuntungan menginap di hostel ini adalah biaya yang sangat murah dan kita dapat berbaur dengan tamu-tamu lain dari berbagai negara dalam satu kamar. Bahasa Inggris saya yang acak kadul  tidak terlalu menjadi masalah, mengingat ada kalanya saya satu kamar dengan turis dari beberapa negara yang juga tidak terlalu lancar berbahasa Inggris. Sehingga bahasa tarzan kadang kala menjadi salah satu solusinya. Bila memilih menginap di hostel dengan kamar dormitory ini, kita harus menyiapkan gembok untuk meletakkan barang-barang kita didalam lemari susun. Dan yang penting jangan lupa menyiapkan senyum dan keberanian untuk menegur teman-teman sekamar kita. Menginap di hostel dengan kamar dormitory ini biasanya hanya menghabiskan biaya 100 ribu sampai 200 ribu rupiah semalam perorang.Jika tidak merasa nyaman berbagi kamar dengan orang yang baru dikenal, solusinya bepergianlah dengan beberapa teman sehingga kamar dormitory nya hanya diisi oleh rombongan kita. Itupun bila kamarnya kebetulan ada yang kosong.

Di Indonesia, hostel dengan kamar dormitory memang belum terlalu populer dan baru ada dibeberapa tempat saja seperti Jogja dan Bali. Tapi tidak usah kuatir karena di Indonesia saat ini justru sedang menjamur pembangunan budget hotel. Budget hotel hanya mengharuskan kita membayar sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Hotel biasanya hanya menyiapkan kamar saja, sementara beberapa fasilitas seperti handuk, toiletries, AC, pesawat telepon dalam kamar, dan sarapan biasanya tidak termasuk. Kita harus membayar lagi bila kita ingin mendapatkan fasilitas tersebut. Hanya saja dalam perkembangannya sudah banyak budget hotel plus yang sudah memasukkan fasilitas-fasilitas tambahan tersebut kedalam rates kamar mereka, tapi dengan konsekuensi harga kamarnya menjadi sedikit lebih mahal. Untuk rates harga kamar budget hotel biasanya bervariasi antara 150 ribu sampai dengan 300 ribu rupiah.

Adakalanya perjalanan saya kesuatu tempat tidak terlalu membutuhkan banyak waktu untuk keluar hotel, entah karena kegiatan saya lebih banyak dilakukan didalam hotel atau karena saya sudah berkali-kali datang kekota tersebut sehingga merasa malas untuk berkeliling. Untuk kasus semacam ini biasanya saya akan memilih hotel dengan banyak fasilitas yang menbuat saya nyaman berlama-lama dikamar atau berlama-lama menikmati fasilitas yang ada dihotel tersebut. Salah satu pertimbangan saya adalah hotel yang memiliki kolam renang. Jujur saya tidak bisa berenang, tapi saya paling suka berlama-lama dipinggiran kolam renang sambil membaca buku atau sambil gogoleran. Saya juga sebenarnya tidak terlalu bermasalah dengan kamar mandi yang memiliki bathtub atau hanya shower saja. Hanya saja bila kamar mandinya memiliki bathtub, biasanya mandi saya bisa dua atau bahkan tiga kali lipat lebih lama dibandingkan biasanya. Hahahahaha...

Pastikan juga dengan siapa kita akan bepergian keluar kota. Bila bepergian sendiri tentunya tidak perlu kan memesan kamar hotel dengan dua tempat tidur ? Yang pertama mubazair karena satu tempat tidur yang tidak terpakai tersebut dan yang kedua lebih nyaman dong tidur sendirian ditempat tidur yang besar. Tapi ada kalanya bila bepergian dengan teman kantor yang sudah sangat akrab, kami lebih suka tidur dalam satu tempat tidur. Biasanya lebih enak ngobrolnya sebelum tidur sambil membahas pekerjaan yang sudah kami lakukan dan akan kami lakukan esoknya. Memesan kamar dengan  satu atau dua tempat tidur bisa kita lakukan saat reservasi pemesanan hotel dilakukan. Dengan memesan sebelumnya, ketersediaan kamar dengan pilihan tempat tidur tersebut biasanya lebih terjamin.

Dalam perjalanan non dinas, biasanya saya lebih suka menekan budget seminimal mungkin. Tiket pesawat harus yang paling murah. Demikian pula untuk tempat menginap saya mencari yang semurah mungkin. Bila ada teman dikota yang akan saya datangi, saya bela-belain deh untuk numpang menginap biar anggaran berlibur saya bisa irit maksimal. Tapi ternyata manusia memang butuh sebuah keseimbangan dalam hidup. Saya yang terbiasa dengan liburan pribadi yang super irit, ternyata punya sisi lain yang mendamba liburan pribadi yang sedikit lebih wah dari yang biasa saya lakukan. Dimulai dengan naik pesawat yang agak mahalan sampai memesan hotel yang juga mahalan. Cuma karena terbiasa ngirit, tetap saja dong saya naik pesawat yang kelas ekonomi dan cari hotel bintang lima yang lagi ada promo harga kamar hotelnya. Hahahahaha...