31 October 2012

Film Hello Goodbye - Cinta Berlabuh di Korea


Satu lagi film Indonesia akan tayang di penghujung bulan November 2012. Film ini berjudul Hello Goodbye dengan tagline Cinta Berlabuh di Korea. Film Hello Goodbye ini merupakan film garapan sutradara Titien Wattimena dan diproduksi oleh Falcon Pictures. Sejumlah nama beken turut ambil bagian dalam film berdurasi 100 menit ini, diantaranya Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Sapto Soetarjo, Kenes Andari, dan penampilan khusus dari Korea's Prince Of Ballad, Eru. Film ini mengisahkan pertemuan Indah yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan, yang bekerja sebagai staff di cabang KBRI Busan Korea Selatan dengan Abi seorang pelaut asal Indonesia yang mengalami serangan jantung dalam pelayarannya dan terpaksa diturunkan di Busan untuk menjalani perawatan. Sebagai staff KBRI, Indah ditugaskan untuk bertanggung jawab dengan perawatan dan semua keperluan Abi selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Busan. Karakter Indah yang merasa hidupnya monoton bertemu dengan karakter Abi yang tempramental, membuat pertengkaran-pertengkaran sengit tak jarang terjadi diantara keduanya. Dengan mengambil setting kota Busan yang merupakan kota pelabuhan di Korea Selatan, akankah Abi dan Indah akan melabuhkan hati mereka disana ? Tunggu saja jawabannya saat film ini tayang di bioskop mulai tanggal 29 November 2012 nanti yah...

Sebuah kabar gembira bagi dunia perfilman Indonesia ketka Film Hello Goodbye terpilih sebagai Official Selection Busan International Film Festifal 2012 di Busan, Korea Selatan. Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto dan Eru selaku pendukung Film Hello Goodbye berkesempatan hadir dalam Red Carpet festival film termegah di Asia tersebut. Tidak hanya hadir dalam red carpet, Film Hello Goodbye juga melakukan pemutaran perdana (World Premiere) dalam festival tersebut pada tanggal 6, 9 dan 12 Oktober 2012 serta mendapatkan respon yang positif. 


Sebuah film akan terasa lebih lengkap dan sempurna bila didukung soundtrack yang menarik. Film Hello Goodbye juga tidak mau setengah-setengah dalam menggarap soundtrack film. Tidak tanggung-tanggung, Eru yang merupakan solois ballad asal Korea Selatan berduet dengan Atiqah Hasiholan membawakan single Black Glasses yang sudah terkenal di Korea. Selain duet Eru dan Atiqah Hasiholan, solois muda Indonesia yang penuh talenta Ammir juga membawakan sebuah single dengan lirik yang asyik bertajuk I Love You .  


Silahkan lihat Official Trailer Film Hello Goodbye diatas supaya teman-teman bisa punya bayangan lebih terhadap film yang akan tayang di bioskop mulai tanggal 29 November 2012 ini. Untuk informasi dan update seputar film Hello Goodbye, teman-teman bisa lihat di Fanpage Facebook Film Hello Goodbye dan akun Twitter Film Hello Goodbye . Sedikit informasi, setiap hari Senin dan Kamis, akun twitter Film Hello Goodbye mengadakan kuis berhadiah t-shirt, CD OST Film Hello Goodbye, Tiket Gala Premiere dan voucher nonton Film Hello Goodbye di bioskop-bioskop yang memutarkan Film Hello Goodbye. Jadi jangan lewatkan yah kehadiran Film Hello Goodbye di bioskop kesayangan teman-teman mulai tanggal 29 November 2012.

24 October 2012

Brengkes Tempoyak Durian Khas Palembang


Palembang adalah kota tempat saya dibesarkan. Kota ini dikenal sebagai penghasil beraneka ragam buah-buahan musiman seperti duku dan durian. Ayah saya bahkan memiliki kebun duku dan durian sendiri yang mana bila musim panen tiba, maka rumah kami akan dibanjiri beraneka macam buah-buahan untuk kami santap dan dibagi-bagikan kepada kerabat dan tetangga. Saking banyaknya, tetangga satu komplek bisa kebagian oleh-oleh panen kebun ini loh. 

Salah satu buah hasil panen yang ukurannya cukup besar dan pastinya memakan tempat adalah durian. Walaupun buah berduri ini memang cukup memakan tempat, tapi semua orang dirumah saya sangat menyukainya. Buah ini adalah salah satu favorit keluarga. Saya masih ingat waktu masih kecil dulu saya bisa menghabiskan 3 buah durian utuh sendirian. Kalau sekarang paling banyak 4 sampai 5 biji daging buah durian saja. Walaupun buah durian ini memiliki aroma yang khas dan rasa yang lezat, faktanya tidak semua orang menyukainya. Bahkan karena aromanya yang cukup tajam, buah ini dilarang masuk kedalam kabin pesawat dan dilarang dibawa kedalam kamar hotel. 

Buah durian sendiri sebenarnya mengandung banyak zat gizi yang bermanfaat.  Dalam setiap 100 gram buah durian terakndung 67 gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram karbohidrat, 1,4 gram serat, 2,5 gram protein dan menghasilkan energi kurang lebih 520 kJ. Selain kandungan gizi tersebut, durian juga memiliki beberapa manfaat antara lain :
1. Dapat mengatasi anemia karena kaya akan zat folat dan zat besi
2. Menghambat penuaan dini karena memiliki kandungan vitamin C sebagai antioksidan
3. Sebagai pembersih darah
4. Dapat mengatasi sembelit karena mengandung serat
5. Baik untuk tulang dan persendian karena mengandung kalsium, potasium dan berbagai vitamin B, dll

Karena jumlah buah durian yang dihasilkan setiap panen sangat banyak, dan tidak semua buah durian akan terjual sementara untuk kebutuhan konsumsi pun masih berlebih. Maka masyarakat diwilayah Sumatera dan Kalimantan membuat alternatif supaya durian yang masih tersisa ini tidak terbuang sia-sia. Salah satu jalan dengan mengolah durian menjadi tempoyak. Tempoyak sendiri adalah daging buah durian yang di fermentasi.  Menurut ayah saya, cara membuat tempoyak ini tidak sulit. Cukup memisahkah daging buah durian yang sudah masak dari bijinya, kemudian diberi garam dan cabe rawit lalu disimpan dalam botol atau toples yang ditutup rapat selama beberapa hari dengan suhu ruangan. 

Tempoyak yang sudah jadi kemudian siap diolah menjadi berbagai masakan. Ibu saya paling sering membuat brengkes tempoyak karena merupakan salah satu makanan kegemaran keluarga. Ibu saya biasanya menggunakan ikan patin, tapi bisa juga menggunakan ikan yang lainnya. Cara membuatnya tempoyak ditumis bersama bumbu-bumbu yang dihaluaskan seperti bawang merah, bawang putih cabe merah, jahe, kunyit, serai, gula pasir dan garam. Kemudian ikan patin dilumuri dengan tumisan tempoyak dan dibungkus dengan daun pisang. Tempoyak ini bisa dimasak dengan cara dikukus atau dibakar. Brengkes tempoyak ini sangat lezat bila  disajikan dengan lalapan dan sambal mangga. Rasanya sangat komplit, asam pedas dari tempoyak dan bumbu-bumbunya serta rasa gurih dari ikan patinnya. Dan hidangan ini akan bertambah lezat pastinya bila disantap bersama seluruh anggota keluarga. 

22 October 2012

Makan Di Steak Hotel by Holycow Kemang

Sebenarnya saya adalah orang yang terlambat menyadari kalau resto steak favorit saya sudah terbagi kedalam 2 management yang berbeda. Tapi sebagai pelanggan, saya tidak mau memilih pro atau kontra kesalah satu management. Buat saya sih selama rasanya tetap lezat dan tempatnya mudah untuk saya jangkau pasti akan tetap saya hampiri. Nah, kebetulan Holycow steak yang berada dibawah management Holycow Radio Dalam membuka cabangnya di Kemang yang lumayan dekat dengan kantor saya. Jadilah saya dan partner berburu saya Ryna lumayan sering nongkrong disana buat makan siang atau makan malem selepas pulang kantor.

Jadi cabang Steak Hotel by Holycow Radio Dalam ini berada di Jl.Kemang Raya tepatnya disebrang bank Panin dan tidak jauh dari Sevel Kemang. Tempat yang biasa saya lewati bersama Ryna untuk hunting tempat makan enak diseputaran Kemang. Beberapa kali kami kesana, pintunya selalu dalam kondisi tertutup, tapi itu bukan berarti resto sedang tutup. Tinggal buka saja pintunya kok. Suasana didalam terkesan gelap karena beberapa sisi memang dicat dengan warna hitam. Beberapa tulisan dan artikel dalam pigura dipajang disisi tembok. Saya selalu memilih makan dibagian atas, karena bisa memilih ingin makan dibagian ber AC atau dibagian beranda yang non AC. 

Tak lama setelah memesan menu, sebuah cemilan pembuka bernama Buddy's Cheese Stick disajikan gratis. Jadi inget waktu Holycow baru buka dan antriannya mengular untuk makan disana, kita disajikan cemilan keripik singkong. Oh ya jangan lupa untuk ngetweet dengan mention @Holycow_Radal dan hashtag #TKPKemang untuk mendapatkan Red Velvet Cupcakes gratis selama persediaan gratisnya masih tersedia.


Kalau makan di Steak Hotel by Holycow saya pasti memesan Wagyu Sirloin dengan tingkat kematangan medium. Walaupun ada banyak aneka jenis steak dan aneka menu lainnya, saya sudah kadung cinta sama menu yang satu ini. Jadi ada rasa malas untuk mencoba sesuatu yang lain. Hahahahaha... Dan Ryna, sang partner berburu sayapun sama persis untuk urusan yang satu ini. Makanya kalau diresto lain kami selalu memilih menu yang berbeda biar bisa saling mencicipi rasanya, tapi itu tidak berlaku di Holycow. Menu yang kami pesan sudah pasti sama. Harga Wagyu Sirloin ini adalah Rp.99.000,-. Wagyu Sirloin ini disajikan bersama tumis bayam, pilihan mashed potato atau kentang goreng  dan mushroom sauce. Untuk sauce nya saya biasa memesan dobel. Rasanya ? Enaaaak... Itulah sebabnya saya selalu ingin dan ingin datang lagi. Untuk tambahannya, saya biasa memesan Mushroom Sautee seharga Rp.12.000,- dan minumnya ice lemon tea seharga Rp.15.000,- yang bisa diisi ulang sepuasnya. 

Di #TKPKemang ini ada berbagai macam menu baru seperti Wagyu Salad, Wagyu Bolarblade dan Wagyu T-bone. Oh yah perhatikan jam bukanya yah, karena di hari kerja (Senin - Jumat) resto ini buka dari pk.11.00 - pk.14.00 lalu break dan buka kembali pk.17.00 sampai sold out. Sedangkan diakhir pekan resto ini buka pk.11.00 sampai dengan sold out tanpa break. Jam buka ini berlaku di #TKPRadal dan #TKPKemang. Makan steak yook...

Steak Hotel by Holycow
Jl.Kemang Raya No.95
Twitter : @Holycow_Radal
Telp. 021-7202776
Delivery : 021-70877380 (area terbatas)

19 October 2012

Makan Di Umaku Sushi Resto Duren Tiga

Beberapa hari yang lalu sahabat sekantor saya Ryna yang juga partner sehati saya dalam berburu tempat makan enak dan berburu DVD berulang tahun. Untuk merayakannya, saya langsung nodong Ryna untuk traktir saya makan enak seperti kebiasaan kami sebelumnya. Karena pekerjaan sedang banyak-banyaknya belakangan ini, maka kami mencari tempat makan yang tidak terlalu jauh dari kantor. Kami memutuskan ngemil sore di Umaku Sushi Resto yang cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari kantor. 

Sebenarnya saya sudah tahu kalau Umaku membuka cabangnya dekat kantor saya, akan tetapi ini adalah kali pertama saya makan disini. Beberapa waktu yang lalu sempat akan makan disini bersama teman-teman saya, tapi sayang Resto nya tutup. Tempatnya agak tersembunyi, yaitu dibelakang Indomaret Duren Tiga tidak jauh dari Apotik Estetika. Interiornya sederhana saja, tapi saya suka lampu berbentuk lampion dalam jumlah banyak diatas langit-langit. Dan tanpa buang waktu, kami berdua segera memesan makanan...

Yang tiba pertama kali dimeja kami adalah mangkuk kecil panas yang panas ini. Saya lupa namanya karena memang tidak ada didalam nota. Yang jelas menu ini merupakan bagian dari set menu yang Ryna pesan. Teksturnya seperti agar-agar, begitu dimakan rasa gurih dan rasa telur yang sangat kuat terasa sekali. Menu ini cukup enak dan mengenyangkan. Ryna menyuruh saya menghabiskannya karena tidak mau terlalu kenyang saat menu utama yang dia pesan tiba.

Inilah menu set yang dipesan Ryna yang saya maksud sebelumnya. Menu ini bernama Okosama Set. Set Menu disajikan bersama menu pembuka yang terbuat dari telur yang sudah saya jelaskan sebelumnya dan juga miso soup. Sebenarnya Okosama Set ini adalah menu anak-anak, tapi Ryna cuek saja memesan dengan alasan porsinya lebih sesuai dengan kebutuhan perutnya saat itu. Harga Okosama set ini Rp.37.000,-

Menu sushi yang pertama tiba adalah Tuna Salad Roll. Jadi didalam Tuna Salad Roll ini tentu saja ada tuna dan juga mayonaise. Rasanya sih enak, hanya saja nasinya lebih dominan daripada isinya. Kalau isinya lebi banyak pasti akan tambah mantap. Selain itu saya tidak tahu apakah ngerollnya kurang padat atau faktor nasinya sehingga saya benar-benar harus memakan tiap potong sushi secara utuh kedalam mulut. Bila saya tidak memakannya utuh, maka sudah dipastikan semua akan buyar. Harga Tuna Salad Roll ini sebesar Rp.27.000,-

Menu sushi berikutnya yang kami pesan adalah Salmon Grill Cheese. Sepertinya saya dan Ryna salah memesan menu, makan sushi ini benar-benar merepotkan karena kejunya yang berceceran ketika akan dimakan. Selain itu karena masih kuatir dengan kepadatan sushinya, saya kembali harus memakan tiap potong sushi ini secara utuh. Rasanya ? Enak sih, tapi keju nya ngga terlalu ngeblend. Saya pikir mungkin tanpa keju akan jauh lebih enak. Harga Salmon Grill Cheese ini Rp.27.000,-.

Dari semua sushi yang kami pesan, saya dan Ryna paling suka dengan Volcano. Volcano ini tengahnya berisi  kepiting dan diatasnya ada salmon dan dilumuri mayonaise kemudian dibakar. Enak karena terasa masih hangat ketika masuk mulut. Ryna sampe ngomong sama saya kalau dia tahu ini enak, dia mau pesan menu Volcano semua saja dari tadi. Hahahahaha... Harga Volcano ini sebesar Rp.35.000,-.

Kenyang makan sushi, kami menutup dengan yang dingin-dingin. Apalagi kalau bukan matcha ice cream. Enak dan segar pokoknya. Matcha ice cream ini dihargai sebesar Rp.15.000,-

Terima kasih yah Ryna untuk traktiran ulang tahunnya, semoga ngga kapok mentraktir saya yang makannya banyak ini. Mengingat didekat kantor kita bakal banyak tempat makan yang baru dibuka, sepertinya kita harus luangkan lebih banyak waktu buat makan siang atau ngemil sore bersama. Seperti slogan kita selama ini.. Mari berburuuuu...

17 October 2012

Banyak Kisah Dibalik Sebuah Meja Kerja

Sebenarnya banyak sekali bahan postingan yang ingin saya tuliskan di blog saya. Beberapa cerita perjalanan sampai review hotel yang belum sempat saya posting sudah menunggu giliran untuk tayang dihalaman blog ini. Tapi setelah saya membaca-baca beberapa postingan terdahulu, kok belakangan ini tulisan saya hanya berkisar tentang cerita traveling terus yah ? Nanti saya dikira tidak pernah bekerja lagi. Dan karena blog saya masih berstatus blog gado-gado, maka kali ini saya akan menuliskan sesuatu yang mungkin belum pernah saya tuliskan sebelumnya. Bulan Juni lalu tepat 2 tahun saya bekerja dikantor saya yang sekarang. Dan ada sebuah catatan unik selama 2 tahun lebih saya bekerja disini. Selama 2 tahun ini ternyata saya sudah 4 kali berpindah ruangan dan meja kerja bersama team saya. Dan setiap meja kerja punya catatan kisahnya tersendiri...

Pertama kali masuk sebagai karyawan dikantor yang sekarang adalah bulan Juni tahun 2010. Pada saat itu team saya baru berjumlah 3 orang. Karena merupakan divisi yang baru dibentuk, kami belum mempunyai ruangan sendiri. Masih menumpang disalah satu meja tamu yang berada disalah satu sisi kantor saya. Meja ini berukuran kecil dengan 4 kursi di tiap sisinya, disinilah saya dan team resmi bermarkas untuk kali pertama sampai ruangan baru kami siap ditempati. Dari team yang berjumlah 3 orang akhirnya team saya menjadi 5 orang bulan berikutnya. Meja kerja yang kecil ini kami bagi berempat dan bekerjalah kami setiap hari dengan riang gembira dan penuh semangat karena team saya semuanya direkrut dari daerah diluar Jakarta. 

Ketika ruangan kami sudah siap untuk ditempati, maka saya dan beberapa divisi pindah keruangan baru tepat disebelah gedung induk kantor kami. Saat pindah kesini, team saya yang awalnya berjumlah 5 orang sudah menyusut menjadi 4 orang. Tapi karena didalam satu ruangan ini ada beberapa divisi sekaligus, maka suasanya tetap saja lebih ramai dibandingkan sebelumnya. Saya dan team menempati satu meja berukuran besar yang sebenarnya bisa ditempati oleh 8 orang tapi hanya kami tempati berempat. Cukup lama saya menempati ruangan ini dan banyak sekali kisah yang terjadi didalam ruangan ini. Salah satunya adalah satunya adalah saya harus melihat kepergian satu demi satu penghuni ruangan saya ini karena mereka mendapatkan pekerjaan baru. Oh ya karena kantor saya adalah kantor yang bergerak dibidang entertainment, maka saya tidak perlu berpakaian formal kekantor. Lihat dong gaya saya didalam kantor, udah kaya anak muda yang mau ngemall. Hahahahaha...

Beberapa bulan lalu, ada perbaikan struktur dikantor saya. Divisi saya yang awalnya berada dalam gedung yang berbeda dipindahkan dalam satu gedung sehingga memudahkan komunikasi . Maka ruang kerja saya kembali harus berpindah. Kali ini saya menempati ruangan yang baru selesai direnovasi tepat disebrang gedung induk kantor saya. Ruangannya lebih kecil, tapi pas untuk saya dan team saya yang saat itu sudah berjumlah 3 orang. Saya menempati meja kerja saya sendiri yang berukuran imut-imut. Jadi dalam gedung itu hanya ditempati oleh divisi saya secara keseluruhan yang mana masing-masing sub divisi menempati ruangannya masing-masing

Sebelum lebaran, kantor saya memutuskan untuk menggabungkan beberapa divisi menjadi satu dan tentu saja berakibat pekerjaan saya menjadi lebih banyak daripada sebelumnya. Saya mendapatkan ruangan baru yang berada dikantor induk tempat saya pertama kali berkantor. Meja kerja saya sekarang berukuran besar dan saya bisa meletakkan banyak arsip dan stationery dengan leluasa, Maka inilah meja kerja yang saya tempati sampai saat ini. Meja yang nyaman untuk mengerjakan seabrek pekerjaan setiap harinya. Inilah cerita meja kerja saya, bagaimana dengan kisah meja kerja kalian ??

12 October 2012

Jembatan Cinta Pulau Tidung

Salah satu landmark Pulau Tidung yang rasanya wajib untuk dikunjungi dan diabadikan sebanyak mungkin dalam catatan perjalanan kesana adalah Jembatan Cinta. Jembatan yang dibangun sekitar tahun 70 ini seolah menjadi magnet para wisatawan yang datang kesana. Karena namanya Jembatan Cinta, sejumlah mitos menyertai keberadaan jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil ini. Salah satu mitos yang saya dengar adalah, bila melompat dari atas jembatan cinta yang melengkung seperti foto diatas, maka akan segera dipertemukan dengan jodohnya. Benar atau tidak ? Ada yang bilang benar karena mengalaminya sendiri dan tentu saja ada yang bilang tidak benar karena ternyata setelah melompat tidak juga bertemu jodohnya. Dalam kunjungan kedua saya ke Pulau Tidung saya mencoba menelaah filosofi Jembatan Cinta yang pastinya lebih masuk akal kedalam pola berpikir saya.

Jembatan Cinta adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Demikian pula dalam hubungan percintaan dua insan manusia. Kita perlu terhubung dengan sebuah jembatan yang bernama cinta dalam menjalani hubungan tersebut. 

Pada saat akan melintasi jembatan cinta dari pulau tidung besar, kita akan disambut dengan jembatan melengkung. Dari atas jembatan melengkung inilah banyak orang melompat dari atasnya dengan harapan bisa bertemu jodohnya. Saya justru malah berpikir hal yang lain kenapa jembatan melengkung ini diletakkan diawal pada saat kita akan melintasi jembatan. Pada saat kita memulai hubungan dengan seseorang yang kita sayangi, semua hal menjadi indah karenanya. Hidup kita terasa melambung tinggi keatas awan karena cinta. Karena itulah jembatan melengkung ini dibangun diawal mungkin sebagai perlambang awal dari hubungan percintaan. 

Setelah menuruni jembatan melengkung kita akan melewati jembatan yang panjang yang kadang lurus, kadang berbelok, tak jarang naik turun. Begitupula dengan hubungan percintaan, kita harus melewati jalan panjang yang pastinya belum tentu lurus-lurus saja. 

Jangan membuang puntung rokok sembarangan karena bisa membuat jembatan terbakar yang dapat menganggu langkah kita. Dan jangan pula bermain api dalam sebuah hubungan percintaan karena api kecemburuan bisa saja membakar jembatan yang kalian bangun bersama. 

Kadang kala kita melewati jalan yang mulus tanpa hambatan tapi ada kalanya kita harus berhati-hati melangkah karena jalan yang harus kita lalui berlubang. Dalam hubungan percintaan pun demikian. Tidak selamanya jalan yang kita lalui itu selalu mulus. Ada kalanya kita harus memperhatikan langkah kita dengan baik supaya tidak terperosok kedalam sebuah lubang yang mana rasa sakit yang ditimbulkan oleh cinta itu biasanya pasti perih sekali. 

Walaupun jalan yang harus kita lalui untuk melewati jembatan kadangkala harus tersendat karena ada bagian jembatan yang keropos atau terbakar, tapi saya tetap merasa aman melalui jembatan ini karena saya lihat pondasinya yang terbuat dari beton. Yup, pondasi yang kuat dalam membangun sebuah hubungan percintaan niscaya akan membuat kita nyaman melewati sebuah hubungan meskipun hubungan tersebut seringkali harus menemui sejumlah masalah.

Mendekati Pulau Tidung Kecil, jalan yang harus kita lalui menjadi lebih cepat dan lebih mantap karena jembatan kayu yang berlubang atau beberapa bagian yang terbakar sudah berganti dengan jembatan beton. Hal ini saya ibaratkan dengan sebuah kepercayaan dan pemahaman yang telah tumbuh setelah melewati banyak proses yang berliku dalam sebuah hubungan. Ngga mungkin kan selamanya kita akan melewati jalan yang berliku terus dalam menjalani sebuah hubungan ? Karena akan tiba saatnya kita mengatakan "kupersembahkan sebuah jembatan cinta yang kita bangun bersama walaupun tak sempurna sebagai tanda hatiku berlabuh didermaga cintamu" 

10 October 2012

(Kembali) Bersenandung Di Pulau Tidung

Semua berawal dari sebuah pertanyaan teman saya di Komunitas Blogger Wongkito yang bernama Kholid yang entah kesambet apa tiba-tiba bertanya seputar Pulau Tidung, angkutan umum menuju kesana dan penginapan apa yang terdekat dari pelabuhan Muara Angke. Maka saya jelaskanlah satu persatu termasuk memberi link blog saya seputar trip ke Pulau Tidung yang pernah saya lakukan bulan Januari lalu. Selidik punya selidik ternyata Kholid dan beberapa teman kantornya akan berliburan ke Pulau Tidung. Entah kenapa tiba-tiba saya ikutan kesambet dan menawarkan diri bergabung bersama rombongan mereka. Tanpa diduga tawaran saya disambut dengan sangat baik dan setelahnya dengan wajah polos Kholid langsung nagih uang iuran buat bayar paket ke Pulau Tidung. Dan sayapun kembali bersenandung di Pulau Tidung...

Sebenarnya beberapa hari sebelum berangkat saya agak menyesali diri kenapa nekat mengambil keputusan tanpa berpikir panjang untuk kembali ke Pulau Tidung. Penyesalan saya semakin bertambah manakala saya menyadari cuaca di Jakarta sudah mulai memasuki musim penghujan.  Bisa-bisa di Pulau Tidung saya hanya berdiam diri dipenginapan karena terhalang hujan besar seharian. Tapi saya kuatkan diri untuk konsisten dengan keputusan yang sudah saya ambil. Maka Sabtu subuh tanggal 6 Oktober 2012, saya sudah berangkat menuju Muara Angke tempat kapal menuju Pulau Tidung akan diberangkatkan. Kholid dan teman-temannya sudah menunggu di SPBU Muara Angke. Rombongan kami berjumlah 5 orang yaitu saya, Kholid, Rendy, Putri dan Pipin. Setelahnya kami segera naik keatas kapal yang akan membawa kami berlayar menuju Pulau Tidung. Pagi itu penumpang yang berangkat diatas kapal terbilang cukup banyak. Cukup maklum juga karena saat itu masih tanggal muda dan  pastinya masih pegang duit gaji dalam jumlah yang cukup besar. Hahahahaha... Saya kembali berlayar selama 2,5 jam, tidak banyak yang bisa dilakukan diatas kapal. Teman-teman Palembang saya segera terlelap dibuai angin lautan yang berhembus semilir. Sedangkan saya ? Berjuang melawan rasa ingin buang air besar. Hahahahahahaha...

Jam 9.30 kapal yang kami tumpangi merapat di dermaga Pulau Tidung. Teman-teman saya langsung pasang aksi berfoto didepan tulisan Tidung - keep it clean. Sebenarnya saya sudah pernah berfoto disitu, tapi berhubung Kholid dan Rendy membawa kamera DSLR yang sudah jelas hasilnya pasti jauh lebih bagus daripada kamera Blackberry dan Iphone yang saya bawa, maka saya pun tak mau kalah pasang gaya. Kapanlagi sih saya liburan dan punya foto yang diambil dari kamera bagus. Hahahaha... Puas berfoto-foto, kami diajak oleh pemandu kamu menuju penginapan. Berbeda dengan penginapan terdahulu yang berada ditengah-tengah pemukiman, kali ini saya dan teman-teman sangat beruntung karena penginapan kami tepat menghadap laut dan ada pantai sendiri. Ini sih kereeeen... Karena penghuni kamar sebelum kami belum check out, maka kami berpuas diri pasang aksi foto-foto dengan bermacam gaya. Setelah penghuni sebelumnya cabut dan kamar kami selesai dbersihkan, ada jeda waktu beberapa jam sebelum tiba waktunya kami kembali laut untuk snorkeling. Pipin dan Putri memutuskan untuk tidur, sementara saya, Kholid dan Rendy memutuskan untuk bersepeda menyusuri Pulau Tidung. Cuaca di Tidung ternyata panas dan menyengat saat itu. Menurut pemandu kami, sudah beberapa bulan Pulau Tidung tidak dilanda hujan. Berarti ada kemungkinan dong selama saya di Pulau Tidung tidak akan turun hujan. Sayapun bersorak kegirangan...

Sorenya kami bersiap-siap berlayar kembali menuju daerah sekitar Pulau Payung untuk bersnorkeling. Kalau dulu saya satu kapal bersama kelompok lainnya, maka kali ini diatas kapal hanya kami berlima plus pemandu dan pengemudi kapal. Jadi kapal ini benar-benar milik kami sepenuhnya. Ternyata sore itu ramai sekali orang yang akan bersnorkeling, lihatlah betapa ramainya kapal-kapal yang melempar sauh disebelah kami. Cuaca yang sangat cerah dan terik membuat kami tidak menghiraukan orang-orang yang sudah lebih dulu menceburkan diri dilaut. Satu persatu teman-teman saya terjun kelaut untuk melihat indahnya pemandangan bawah laut yang dari atas kapal pun bisa terlihat dengan jelas.Bagaimana dengan saya ? Walaupun tidak bisa berenang apalagi mengapung, saya juga tidak mau kalah dong dengan teman-teman saya. Saya bela-belain terjun kelaut walaupun harus dipegang. Tujuannya apalagi supaya bisa difoto saat sedang berada dilaut. Hahahahaha.. 

Selesai snorkeling kami merapat sejenak di Jembatan Cinta. Dari kejauhaan terlihat sekali Jembatan Cinta yang dipenuhi oleh orang diatasnya. Saya sempat bergumam, 'itu jembatan cinta apa antrian sembako sih ?". Akhirnya kami memilih berfoto-foto saja ditempat yang tidak terlalu ramai. Sebenarnya pemandu kami ingin mengajak melihat sunset di Pulau Tidung ujung, tapi karena waktunya tidak sempat maka kami cukup berpuas hati melihat sunset dari Jembatan Cinta. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada saat pertama kali saya kesini yang tidak bisa melihat sunset dan sunrise karena tertutup awan disore hari dan hujan dipagi hari. 


Malam harinya kami BBQ dipantai depan penginapan. Karena tidak ada foto-foto yang jelas, maka sesi ini saya lewatkan untuk diceritakan. Hahahaha... Esok paginya kami bangun subuh untuk melihat sunrise di Jembatan Cinta. Kali ini kami mengayuh sepeda yang perjalanannya ditempuh sekitar 15 menit dari tempat kami menginap. Kholid membonceng Putri, Rendy membonceng Pipin dan saya mengayuh sendirian membonceng tripod dan berkalung kamera Kholid. Sama seperti sore kemarin, suasana diatas Jembatan Cinta pagi itu sama ramainya. Ditambah lagi beberapa bagian jembatan yang sudah mulai lapuk sehingga membuat kita harus berhati-hati dalam melangkah. Kami berjalan menyusuri Jembatan Cinta sampai menyebrang ke Pulau Tidung Kecil. Tujuannya cuma satu, mengambil foto-foto sebanyak mungkin. Hahahaha..

Setelah puas berfoto-foto, kami kembali ke penginapan untuk sarapan pagi dan bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Disela-sela persiapan pulang itu, kembali saya meminta Kholid untuk mengambil foto-foto saya dalam berbagai pose. Lalu Kholid melempar ide membuat foto lucu-lucuan. Sayapun melakukan berbagai pose mulai dari membawa sepeda, melompat, berjalan, meniup dan banyak pose lainnya. Hasilnya bisa teman-teman lihat sendiri diatas. Lucu kan ? Hehehehe... Setelah puas berpose, kamipun kembali berlayar menuju Muara Angke. Perjalanan singkat yang baru dimulai kemarin sudah harus kami akhiri, tapi tentu saja itu bukan akhir dari segalanya. Sejumlah rencana jalan-jalan sudah mulai kami lontarkan bersama, Mudah-mudahan bisa kita eksekusi yah teman-teman... 

Catatan : Foto diambil dari kamera DSLR Kholid, Rendy dan kamera Iphone saya