25 January 2012

Asyiknya Naik Aeroline

Bulan Juli lalu, saya dan rekan sekantor seperti kesambet dengan membuat trip dadakan ke Kuala Lumpur dan Singapura. Kenapa seperti kesambet ? Karena kami nekat berlibur disaat musim liburan sekolah dimana semua harga tiket dan hotel menjadi lebih mahal daripada biasanya. Selain semua biaya menjadi lebih mahal, diperparah lagi dengan trip yang kami jalani seperti tidak punya tujuan. Kami hanya punya tiket CGK - KUL - CGK dan harus kami manfaatkan semampunya. Salah satunya adalah dengan mampir ke Singapura melalui jalur darat. Ada banyak jenis bus yang melayani lintas dua negara ini. Salah satunya adalah Aeroline yang kami gunakan ketika hendak kembali ke Kuala Lumpur.



Awalnya bus yang satu ini bukanlah pilihan saya dan rekan saya untuk kembali ke Kuala Lumpur. Kami mencari bus lain yang harganya jauh lebih murah tapi tetap nyaman seperti bus yang kami tumpangi menuju Singapura sebelumnya. Tetapi sayangnya bus tujuan ke Kuala Lumpur hari itu tidak ada yang kosong. Padahal kami sudah mendatangi terminal tempat menjual tiket. Seat yang masih tersisa hanya beberapa rute diluar Kuala Lumpur. Karena tidak ingin mengambil resiko, maka kamipun memilih untuk mencari-cari di internet. Dan kami berhasil menemukan website Aeroline yang beralamat di Harbour Front. Sesampainya disana, ternyata hanya tersisa 2 seat untuk keberangkatan pukul 5 sore seharga SGD 50 atau lebih kurang Rp.300.000,- . Sangat mahal kalau dibandingkan dengan harga tiket bus yang kami naiki dari Kuala Lumpur. Tapi karena amunisi masih cukup banyak dan kami mulai merasa malas untuk hunting tiket lagi maka kamipun memutuskan untuk membeli tiket Aeroline menuju Kula Lumpur.





Saya dan teman saya mendapat tempat duduk paling belakang. Posisi paling menyenangkan karena bisa menurunkan posisi tempat duduk tanpa harus menganggu penumpang lain dibelakang. Ransel kitapun bisa diletakkan dibelakang tempat duduk yang masih menyisakan tempat cukup luas, dengan demikian kaki bisa selonjoran dengan leluasa. Didalam bus ini terdapat LCD TV yang memutar beberapa film sepanjang perjalanan. Juga terdapat banyak pilihan musik yang bisa didengar melalui headset yang dibagikan beberapa saat setelah bus berjalan.



Kalau kita dalam perjalanan jauh biasanya pasti sangat khawatir bakal mati gaya karena gadget andalan lowbat dan tidak ada colokan. Untungnya hal itu tidak terjadi diatas bus Aeroline ini. Karena disetiap tempat duduk disediakan colokan yang membuat handphone saya selalu bernyawa sepanjang perjalanan. Inilah hal kecil yang berarti besar bagi penggila social media seperti saya. Dua jempol buat Aeroline...





Sempat terjadi kemacetan sangat panjang ketika akan memasuki kantor imigrasi Malaysia sore itu. Makan malam yang semestinya dibagikan setelah mengurus dokumen masuk di kantor imigrasi Malaysia akhirnya dibagikan diperbatasan antara Singapura dan Malaysia. Kami mendapat makan malam Chicken Rice yang sangat lezat. Setelah semua penumpang mendapatkan cap di paspor masing-masing dari kantor imigrasi Malaysia, perjalanan dilanjutkan kembali dan kali ini mbak pramugari membagikan kami buah-buahan dan menanyakan pilihan minuman untuk para penumpang. Saya memilih coklat panas untuk diseruput didalam bus yang AC nya sangat dingin ini. Setelah minuman dibagikan, cahaya lampu dikabin diredupkan dan bus pun melaju kencang menuju Kuala Lumpur.

Perjalanan bersama Aeroline ini tentu saja merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Dapat menghapus trauma kami yang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Singapura ditinggal bus yang kami tumpangi karena paspor yang sempat tertahan. Saya jadi berpikir, kalau bepergian bersama Aeroline saja sudah sangat menyenangkan, bagaimana yah kalau bepergian naik bus yang ada fasilitas wifi dan personal TV disetiap seat nya ? Hmmm.. mungkin suatu saat akan saya coba juga asal harganya masih masuk akal. Hahahahahaha....