06 March 2012

Terbang Perdana Bersama Citilink

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya, pekerjaan saya menuntut saya untuk bisa meluangkan waktu mendampingi sahabat-sahabat musisi yang bernaung di bawah management kantor. Tidak heran kalau saya sering bepergian ke banyak kota di Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang. Cuma sayangnya kalau bepergian bersama sahabat-sahabat musisi, saya tidak bisa memilih maskapai yang akan saya gunakan untuk bepergian. Maka tidak heran kalau selama ini saya langganan terbang dengan satu atau dua jenis maskapai saja. Walaupun menurut saya terbang dengan satu maskapai dengan maskapai yang lain itu relatif sama saja, tapi saya tetap bernafsu untuk bisa terbang dengan maskapai yang sama sekali belum pernah saya tumpangi sebelumnya.


Suatu pagi di awal Februari saya membuka facebook dan melihat timeline dari Maskapai Citilink yang sedang mengadakan promo tiket murah. Hanya Rp.139.000,- saja untuk sekali penerbangan ke semua rute yang dilayani oleh Citilink. Karena belum pernah naik Citilink sebelumnya, saya pun mencoba keberuntungan untuk mendapatkan tiket murah tersebut. Hasilnya ? Nyaris semua rute yang saya telusuri berhasul mendapatkan harga Rp.139.000,- tersebut. Hanya saja, saya tidak mungkin untuk membeli semua rute tersebut kan ? Akhirnya saya memilih kota Balikpapan sebagai tujuan saya untuk berlibur. Tiket Jakarta-Balikpapan-Jakarta berhasil saya dapatkan dengan harga Rp.278.000,- saja. Dapat tiket murah, hati sayapun senang. Hahahahaha...




Penerbangan saya pagi itu menggunakan pesawat Airbus A320. Ketika masuk pesawat, saya disambut dengan pramugari-pramugari cantik berpakaian casual. Flight siang itu hanya terisi sekitar 75% saja. Tapi semua kursi dipinggir jendela sudah terisi sehingga saya memilih tetap bertahan di kursi bernomor 25C. Saya sengaja tidak makan dirumah apalagi di airport supaya bisa mencicipi in flight meals yang dijual saat penerbangan. Sayangnya saya tidak tahu bahwa di pesawat airbus tidak tersedia fasilitas oven, sehingga makanan yang dijual hanya mie instan dan roti. Menurut pramugari, hanya penerbangan yang menggunakan pesawat jenis Boeing yang menjual makanan berat. Jadi terpaksalah saya mengganjal perut saya dengan mie instan dalam penerbangan berdurasi hampir 2 jam menuju Balikpapan. Nasib.. nasib...

Apapun itu saya senang sekali karena perjalanan ke Balikpapan yang saya lakukan ini mencatat dua sejarah baru sepanjang karir perjalanan saya. Sejarah pertama adalah ini merupakan kali pertama saya menginjak kota Balikpapan dan sejarah kedua apalagi kalau bukan kali pertama saya terbang menaiki pesawat Citilink. Sekali lagi terima kasih untuk Citilink yang akhir-akhir baik hati sekali dengan memberikan promo tiket pesawat dengan harga sangat murah. Saya berharap tahun ini Citilink dapat memperluas rute penerbangan mereka, sehingga target saya berkunjung ke banyak tempat di Indonesia yang belum pernah saya singgahi sebelumnya akan dapat saya wujudukan tahun ini juga. Sukses buat Citilink...