01 April 2012

Sebuah Nazar

Gonjang-ganjing seputar kenaikan harga BBM yang awalnya akan dimulai per tanggal 1 April 2012 sungguh membuat emosi. Bagaimana tidak, BBM nya belum naik tapi sejumlah harga sembako sudah mulai melambung. Belum lagi rencana kenaikan sejumlah tarif angkutan umum setelah BBM resmi dinaikkan. Dan seperti biasanya, rencana kenaikan harga BBM selalu diikuti aksi para mahasiswa dan organisasi lainnya yang mengtatasnamakan suara hati rakyat. Sayangnya aksi yang berlangsung tanggal 30 Maret tersebut sempat diwarnai penutupan ruas jalan yang melewati gedung DPR RI hingga akhirnya terjadi bentrok dengan petugas malam harinya. Suasana yang mengingatkan saya pada aksi serupa yang berujung pada Tragedi Semanggi tahun 1998 dan 1999.

Rasa emosi saya melihat kelakukan para anggota dewan yang katanya terhormat itu dengan membuat sebuah dagelan berbalut sidang paripurna membuat saya mengeluarkan sebuah pernyataan di twitter. Saya akan botakin rambut saya kalau harga BBM tidak jadi naik. 

Pernyataan saya ternyata ditanggapi beragam oleh teman-teman saya. Dan entah karena saya bernazar demikian atau faktor lain, hasil sidang para anggota dewan itu memutuskan untuk menunda kenaikan harga BBM. Dan karena saya sudah berucap janji di lini massa, maka sudah sepatutnya saya melaksanakan janji tersebut. Tidak etis rasanya saya teriak-teriak di lini massa supaya para pejabat kita jangan banyak bacot, kalau ternyata saya sendiri juga cuma omong kosong doang.

Maka tadi malam selepas menghadiri acara Grand Launching jam tangan Revel , saya menyempatkan diri mampir ditempat potong rambut langganan saya. Tidak sampai 10 menit, rambut saya sudah botak 0,5 cm. Cukuplah untuk memenuhi nazar saya malam sebelumnya. Dengan kepala plontos begini, rasanya jadi adem. Walaupun rambut saya memang sudah lama tidak pernah gondrong, tapi botak begini membuat kepala jadi dingin. Beban pikiran yang banyak numpuk dikepala seperti menjadi plong. Yang jadi masalah adalah saat saya tiba dirumah, keponakan saya Sarah menangis jejeritan tidak mengenali saya. Sampai blog ini dibuat dia masih nangis kalau melihat saya. Mungkin ada yang punya ide bagaimana cara mengakalinya ? Bantu saya yah...