20 June 2012

Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri

Dulu saya pernah bilang sama semua orang kalau saya tidak akan pernah menjadi pengguna Iphone. Mau katanya lebih gaya lah, lebih berkelas lah, atau punya banyak kelebihan dibandingkan blackberry lah, saya tetap tidak bergeming dari pendirian saya. Saya tidak akan pernah membeli benda bernama Iphone. Alasannya satu, karena saya tidak suka gadget touchscreen. Membayangkan layarnya akan dipenuhi minyak karena saya gunakan sembari makan atau membayangkan saya harus mengetik sms atau email dengan jari-jari saya yang berukuran besar sehingga akan sering terjadi typo sudah membuat saya berpikir sejuta kali untuk menggunakannya. Takutnya saya akan menjadi emosi karenanya dan benda itu akan dengan mudah saya banting karena kesal. Hahahahaha...

Akan tetapi segalanya menjadi berubah manakala saya memenangkan sebuah lomba berhadiah Iphone. Walaupun Iphone yang saya menangkan adalah Iphone 3GS yang notabene adalah keluaran lama, tapi kok saya merasa sayang untuk menjualnya kepada teman-teman saya yang mupeng dan langsung pasang harga untuk membeli Iphone tersebut. Lagipula saya bukan tipikal yang suka menjual hadiah-hadiah yang saya menangkan. Walaupun hadiahnya tidak berguna, saya lebih suka menyimpan hadiah-hadiah dari lomba yang saya ikuti. Maka sekali lagi, saya memutuskan untuk meneruskan tradisi saya sebelumnya sekaligus menjilat ludah saya sendiri yang tidak akan pernah menggunakan Iphone. Ternyata setelah lebih dari 3 minggu saya menggunakan Iphone, apa yang saya pikirkan sebelumnya tidak pernah terjadi. Memang awalnya sering sekali terjadi typo ketika akan mengetik sms, tapi itu hanya berlangsung dua hari saja. Setelahnya sudah jarang karena jari-jari saya semakin terbiasa. Yang ada sekarang, saya malah ketagihan menggunakan touchscreen termasuk pada blackberry saya yang tidak punya fasilitas touchscreen. Hahahahaha...