20 July 2012

Juguran Blogger Banyumas

Melalui Milis Komunitas Blogger Wongkito , saya mengetahui adanya acara Juguran Blogger Banyumas yang diadakan tanggal 30 Juni - 1 Juli 2012 yang lalu. Karena saya belum pernah berkunjung ke Banyumas, maka saya sangat antusias sekali untuk menghadiri acara tersebut. Setelah memastikan bahwa ditanggal tersebut tidak ada agenda kantor yang harus saya hadiri, maka saya pun mendaftar sebagai peserta bersama rekan saya Jafis . Rencana awal, saya dan Jafis akan berangkat dengan menggunakan kereta sore dan tiba pada malam harinya, akan tetapi kami lupa bahwa saat itu sedang musim liburan sekolah sehingga kami tidak mendapatkan satupun tiket kereta. Maka mau tidak mau kamipun harus mencari alternatif kendaraan lain menuju Banyumas, dan pilihan pun jatuh pada bus malam.

Pemandangan alam pedesaan adalah salah satu alasan saya berkunjung ke Banyumas. Setelah disibukkan oleh padatnya kesibukan dikantor, saya merasa manusia paling beruntung didunia yang bisa menghirup udara segar pedesaan dan indahnya pemandangan di Banyumas. Kami tiba pukul 5.30 pagi dan sempat beristirahat di rumah Kepala Dusun Pancasan. Suasana kekeluargaan langsung terasa begitu kami sampai. Saya sampai malu sendiri mendengar cerita persiapan perangkat pedesaan menjemput kami untuk diantar ke lokasi Juguran. Sesuatu yang pastinya sudah sulit saya temui di Jakarta. Oh yah bagi yang belum tahu, dalam bahasa Banyumas, Juguran berarti berkumpul dan berbincang dengan santai. 

Lebih kurang pukul 10 pagi, saya dan Jafis dijemput oleh Mas Estiko dan Mas Krishna untuk menuju lokasi Juguran Blogger Banyumas yaitu di Gedung Serbaguna Kedung Banteng. Disana sudah berkumpul teman-teman blogger Plat-M, Dot Semarang, Blogger Ngalam, Malhikdua, dan teman-teman Blogger Banyumas sebagai tuan rumah. Dan tidak beberapa lama setelah kami sampai, kami langsung memulai acara kunjungan ke beberapa desa yang tergabung dalam program Gerakan Desa Membangun.

Desa pertama yang kami datangi ada Desa Dawuhan Wetan, desa ini merupakan tempat pembibitan berbagai jenis sayuran dan tanaman perkebunan. Disini kami dapat melihat bibit sayuran yang baru ditanam sampai yang sudah berbuah. Kualitas bibit sayuran didesa ini menurut pengamatan saya sangat baik bahkan telah banyak dipesan oleh konsumen dari luar kota bahkan dari luar pulau. Disini kami disuguhi cemilan sehat seperti cimpung singkong dan kelapa yang rasanya manis dan enak. Sedikit info, cimplung ini adalah makanan hasil bumi yang direbus dalam rendaman gula merah. Selain itu kami juga disuguhi pepaya segar yang sangat manis dan legen yang merupakan sadapan dari pohon nira.

Selanjutnya kami menuju Balai Desa Karangnangka dan disambut oleh perangkat desa setempat. Kami memperkenalkan diri satu persatu sembari menikmati koneksi wifi yang sangat membantu kebutuhan mengupload foto dan update status di twitter mengingat sinyal disana yang terkadang naik turun tak menentu seperti orang galau. Hahahahaha...

Setelah disambut di Balai Desa Karang Nangka, selanjutnya kami berkunjung untuk melihat potensi desa Karangnangka. Yang pertama kami kunjungi adalah peternakan sapi perah dan kambing yang diolah oleh Mas Solihun seorang mantan TKI. Saat ini Mas Solihun telah memiliki empat sapi perah dan beberapa ekor kambing. Sekali memerah, bisa didapat susu segar sebanyak 20 an liter. Ditempat yang sama kita juga bisa melihat kerajinan tangan dari kain oleh ibu-ibu desa Karangnangka. Ada banyak jenis kerajinan yang terbuat dari kain tersebut antara lain dompet, tas, dan sebagainya. Untuk area pemasaran masih terbatas diseputar kawasan wisata terdekat yaitu di Baturraden.

Selanjutnya kami menuju Desa Beji untuk melihat pembibitan ikan. Desa ini sudah beberapa kali meraih penghargaan tingkat nasional bidang usaha perikanan. Disini pula tiba-tiba hashtag #ikanbakar menyeruak disamping hashtag #juguran .Oh ya desa ini sudah melayani pemesanan benih ikan secara online loh. Nyata sekali bukan program Gerakan Desa Membangun yang membuat para petani lebih dekat dengan para konsumennya.. Salut..

Setelahnya kami kembali ke Balai Desa Kedung Banteng untuk makan siang yang dilanjutkan dengan sesi presentasi mengenai Gerakan Desa Membangun. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para blogger saja, tapi hadir juga beberapa pelajar dan mahasiswa setempat. Pembicara nya antara lain Lik Munawar selaku kepala desa, Pak Sawali seorang guru dari Kendal, dan mas Sigit dari PANDI atau Pengelola Nama Domain Internet Indonesia. Selain itu juga ada perkenalan dari Politeknik Pratama dan sesi doorprize. Walaupun berlangsung sudah cukup sore, tapi semua peserta terlihat antusias mengikuti acara ini. 

Malam harinya kami makan malam di Gedung Serbaguba Desa Kedung Banteng. Kalau makan beramai-ramai seperti ini rasanya menyenangkan sekali. Setelah makan malam, kami dihibur oleh adik-adik yang membawakan tarian khas bertajuk Tari Kentongan. Saya masih ingat sempat terjadi perdebatan kecil mengenai salah seorang penari nya. Hahahahaha...

Yang paling saya suka dari acara-acara blogger seperti ini adalah suasana kekeluargaannya. Malam itu saya mampir ke Alfamart dan saya pikir sangat menyenangkan sekali makan es krim beramai-ramai. Maka saya membeli es krim berukuran besar beserta sendok plastik untuk kami nikmati bersama. Dan benar saja, sambil makan es krim beramai-ramai kamipun langsung terlibat percakapan yang seru sekali mulai dari kebiasaan komunitas blogger hingga rencana bisnis masa depan. Dari panitiapun menyediakan banyak cemilan khas untuk kami nikmati malam itu. Memang bukan tanpa alasan teman-teman Blogger Banyumas memilih nama juguran, pelaksanaannya menurut saya dapet banget... Terima kasih sudah mengundang kami di acara yang seru seperti ini. Kalau tahun depan diadakan lagi, saya akan usahakan untuk datang kembali. Dan semoga program Gerakan Desa Membangun yang sudah berjalan bisa menjadi sebuah proyek percontohan yang bisa dijalankan dibanyak desa yang menyimpan segudang potensi...