29 September 2012

Wisata Kuliner Tempo Dulu di Toko Oen

Masih bagian dalam catatan perjalanan ke Semarang akhir pekan lalu, saya ingin mencoba sensasi kuliner yang belum sempat saya coba dalam kunjungan kali pertama ke Semarang 3 tahun lalu. Teman saya Thia dari Dot Semarang kali ini akan menjadi pemandu perjalanan saya di Semarang. Thia ini pengalamannya luar biasa loh, sudah pernah jadi pemandu pak Bondan "mak nyus" keliling Semarang buat wisata kuliner. Ngga salah dong yah saya minta rekomendasi sama Thia. Setelah melalui perjalanan cukup panjang dan berganti ganti kendaraan umum plus jalan kaki dalam cuaca terik kota Semarang hari itu, kami tiba di Toko Oen, tempat wisata kuliner tempo dulu yang melegenda dan saya pikir saya harus mencobanya. 

Berdasarkan beberapa sumber yang saya baca, Toko Oen ini pertama kali berdiri di Yogyakarta pada tahun 1910. Kemudian berturut-turut dibuka cabang di Semarang pada tahun 1936 dan kemudian menyusul cabang Malang dan Jakarta. Sayangnya pada tahun 1958, Toko Oen yang pertama didirikan di Yogyakarta harus ditutup dan menyusul pula dengan Toko Oen di Jakarta pada tahun 1973. Jadi saat ini tinggal Toko Oen di Semarang dan Malang saja yang masih berdiri. Jadi melihat catatan sejarahnya, ngga salah dong kalau saya pilih tempat ini jadi salah satu tujuan saya ? Baiklah singkat cerita saya sampai ditempat ini bersama Thia dan saya terpesona oleh interior Toko Oen yang tempo dulu banget. Lihatlah pernak pernik nya, lihatlah langit-langitnya yang tinggi.. Saya merasa familiar sekali. Sepintas lalu mirip dengan rumah nenek saya di Palembang yang belum lama ini harus dijual. Belum apa-apa saya sudah menemukan sebuah nostalgia disini. Bagaimana dengan menu nya ? Mari kita cicipi...

Begitu saya membuka daftar menu, satu kata yang langsung terucap dari mulut saya adalah woow.. Saya spontan berucap demikian karena melihat harga-harga yang tertera didaftar menu yang cukup mahal kalau menurut saya. Jadi saya memutuskan memilih menu yang murah-murah saja supaya bisa mencoba aneka macam menu. Untuk makan beratnya saya memilih nasi goreng. Nasi goreng ini harganya kalau saya tidak salah 30 ribu rupiah lebih sedikit. Cukup mahal memang, tapi begitu saya makan rasanya memang sebanding dengan harganya. Nasi gorengnya lezat sekali ditambah lagi porsinya juga pas buat saya. 

Sedang asyik menikmati nasi goreng, pesanan kami berikutnya sampai. Kue bola-bola yang lucu ini bernama Poffertjes Keju. Harganya sekitar 18 ribu rupiah. Dan wangi kejunya sukses membuat saya berhenti menyantap nasi goreng dan langsung memasukkan sebuah kedalam mulut saya meskipun masih panas. Rasanya ?? Uenaaaakk... Poffertjes ini lembut dan kejunya terasa sekali. Bisa dimakan tanpa dikunyah karena melting dimulut. Dua jempol buat poffertjes keju ini.

Untuk dessertnya saya memilih es krim Praline sedangkan Thia memilih es krim Rhum Raisin. Es krim yang dijual di Toko Oen ini dibuat dengan mesin tradisional dengan ciri khas aroma rhum yang cukup berasa. Dari dua es krim yang kami pesan, saya lebih suka rasa es krim nya Thia. Karena ada kismis didalamnya dan rasa es krimnya juga lebih wow. Harga es krim di toko Oen sendiri tidak terlalu mahal dibandingkan dengan menu makanan lainnya, yakni mulai 12 ribu an keatas. 

Senang sekali bisa mencoba resto legendaris ini, mungkin lain kali bila berkunjung ke Semarang lagi saya ingin mencoba menu-menu bistiknya yang kelihatan lezat. Untuk teman-teman yang ingin mencoba kelezatan menu yang sudah saya coba ini, silahkan datang langsung ke :

Toko Oen
Jl.Pemuda No.52 Semarang
(Depan Sri Ratu Pemuda)