10 October 2012

(Kembali) Bersenandung Di Pulau Tidung

Semua berawal dari sebuah pertanyaan teman saya di Komunitas Blogger Wongkito yang bernama Kholid yang entah kesambet apa tiba-tiba bertanya seputar Pulau Tidung, angkutan umum menuju kesana dan penginapan apa yang terdekat dari pelabuhan Muara Angke. Maka saya jelaskanlah satu persatu termasuk memberi link blog saya seputar trip ke Pulau Tidung yang pernah saya lakukan bulan Januari lalu. Selidik punya selidik ternyata Kholid dan beberapa teman kantornya akan berliburan ke Pulau Tidung. Entah kenapa tiba-tiba saya ikutan kesambet dan menawarkan diri bergabung bersama rombongan mereka. Tanpa diduga tawaran saya disambut dengan sangat baik dan setelahnya dengan wajah polos Kholid langsung nagih uang iuran buat bayar paket ke Pulau Tidung. Dan sayapun kembali bersenandung di Pulau Tidung...

Sebenarnya beberapa hari sebelum berangkat saya agak menyesali diri kenapa nekat mengambil keputusan tanpa berpikir panjang untuk kembali ke Pulau Tidung. Penyesalan saya semakin bertambah manakala saya menyadari cuaca di Jakarta sudah mulai memasuki musim penghujan.  Bisa-bisa di Pulau Tidung saya hanya berdiam diri dipenginapan karena terhalang hujan besar seharian. Tapi saya kuatkan diri untuk konsisten dengan keputusan yang sudah saya ambil. Maka Sabtu subuh tanggal 6 Oktober 2012, saya sudah berangkat menuju Muara Angke tempat kapal menuju Pulau Tidung akan diberangkatkan. Kholid dan teman-temannya sudah menunggu di SPBU Muara Angke. Rombongan kami berjumlah 5 orang yaitu saya, Kholid, Rendy, Putri dan Pipin. Setelahnya kami segera naik keatas kapal yang akan membawa kami berlayar menuju Pulau Tidung. Pagi itu penumpang yang berangkat diatas kapal terbilang cukup banyak. Cukup maklum juga karena saat itu masih tanggal muda dan  pastinya masih pegang duit gaji dalam jumlah yang cukup besar. Hahahahaha... Saya kembali berlayar selama 2,5 jam, tidak banyak yang bisa dilakukan diatas kapal. Teman-teman Palembang saya segera terlelap dibuai angin lautan yang berhembus semilir. Sedangkan saya ? Berjuang melawan rasa ingin buang air besar. Hahahahahahaha...

Jam 9.30 kapal yang kami tumpangi merapat di dermaga Pulau Tidung. Teman-teman saya langsung pasang aksi berfoto didepan tulisan Tidung - keep it clean. Sebenarnya saya sudah pernah berfoto disitu, tapi berhubung Kholid dan Rendy membawa kamera DSLR yang sudah jelas hasilnya pasti jauh lebih bagus daripada kamera Blackberry dan Iphone yang saya bawa, maka saya pun tak mau kalah pasang gaya. Kapanlagi sih saya liburan dan punya foto yang diambil dari kamera bagus. Hahahaha... Puas berfoto-foto, kami diajak oleh pemandu kamu menuju penginapan. Berbeda dengan penginapan terdahulu yang berada ditengah-tengah pemukiman, kali ini saya dan teman-teman sangat beruntung karena penginapan kami tepat menghadap laut dan ada pantai sendiri. Ini sih kereeeen... Karena penghuni kamar sebelum kami belum check out, maka kami berpuas diri pasang aksi foto-foto dengan bermacam gaya. Setelah penghuni sebelumnya cabut dan kamar kami selesai dbersihkan, ada jeda waktu beberapa jam sebelum tiba waktunya kami kembali laut untuk snorkeling. Pipin dan Putri memutuskan untuk tidur, sementara saya, Kholid dan Rendy memutuskan untuk bersepeda menyusuri Pulau Tidung. Cuaca di Tidung ternyata panas dan menyengat saat itu. Menurut pemandu kami, sudah beberapa bulan Pulau Tidung tidak dilanda hujan. Berarti ada kemungkinan dong selama saya di Pulau Tidung tidak akan turun hujan. Sayapun bersorak kegirangan...

Sorenya kami bersiap-siap berlayar kembali menuju daerah sekitar Pulau Payung untuk bersnorkeling. Kalau dulu saya satu kapal bersama kelompok lainnya, maka kali ini diatas kapal hanya kami berlima plus pemandu dan pengemudi kapal. Jadi kapal ini benar-benar milik kami sepenuhnya. Ternyata sore itu ramai sekali orang yang akan bersnorkeling, lihatlah betapa ramainya kapal-kapal yang melempar sauh disebelah kami. Cuaca yang sangat cerah dan terik membuat kami tidak menghiraukan orang-orang yang sudah lebih dulu menceburkan diri dilaut. Satu persatu teman-teman saya terjun kelaut untuk melihat indahnya pemandangan bawah laut yang dari atas kapal pun bisa terlihat dengan jelas.Bagaimana dengan saya ? Walaupun tidak bisa berenang apalagi mengapung, saya juga tidak mau kalah dong dengan teman-teman saya. Saya bela-belain terjun kelaut walaupun harus dipegang. Tujuannya apalagi supaya bisa difoto saat sedang berada dilaut. Hahahahaha.. 

Selesai snorkeling kami merapat sejenak di Jembatan Cinta. Dari kejauhaan terlihat sekali Jembatan Cinta yang dipenuhi oleh orang diatasnya. Saya sempat bergumam, 'itu jembatan cinta apa antrian sembako sih ?". Akhirnya kami memilih berfoto-foto saja ditempat yang tidak terlalu ramai. Sebenarnya pemandu kami ingin mengajak melihat sunset di Pulau Tidung ujung, tapi karena waktunya tidak sempat maka kami cukup berpuas hati melihat sunset dari Jembatan Cinta. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada saat pertama kali saya kesini yang tidak bisa melihat sunset dan sunrise karena tertutup awan disore hari dan hujan dipagi hari. 


Malam harinya kami BBQ dipantai depan penginapan. Karena tidak ada foto-foto yang jelas, maka sesi ini saya lewatkan untuk diceritakan. Hahahaha... Esok paginya kami bangun subuh untuk melihat sunrise di Jembatan Cinta. Kali ini kami mengayuh sepeda yang perjalanannya ditempuh sekitar 15 menit dari tempat kami menginap. Kholid membonceng Putri, Rendy membonceng Pipin dan saya mengayuh sendirian membonceng tripod dan berkalung kamera Kholid. Sama seperti sore kemarin, suasana diatas Jembatan Cinta pagi itu sama ramainya. Ditambah lagi beberapa bagian jembatan yang sudah mulai lapuk sehingga membuat kita harus berhati-hati dalam melangkah. Kami berjalan menyusuri Jembatan Cinta sampai menyebrang ke Pulau Tidung Kecil. Tujuannya cuma satu, mengambil foto-foto sebanyak mungkin. Hahahaha..

Setelah puas berfoto-foto, kami kembali ke penginapan untuk sarapan pagi dan bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Disela-sela persiapan pulang itu, kembali saya meminta Kholid untuk mengambil foto-foto saya dalam berbagai pose. Lalu Kholid melempar ide membuat foto lucu-lucuan. Sayapun melakukan berbagai pose mulai dari membawa sepeda, melompat, berjalan, meniup dan banyak pose lainnya. Hasilnya bisa teman-teman lihat sendiri diatas. Lucu kan ? Hehehehe... Setelah puas berpose, kamipun kembali berlayar menuju Muara Angke. Perjalanan singkat yang baru dimulai kemarin sudah harus kami akhiri, tapi tentu saja itu bukan akhir dari segalanya. Sejumlah rencana jalan-jalan sudah mulai kami lontarkan bersama, Mudah-mudahan bisa kita eksekusi yah teman-teman... 

Catatan : Foto diambil dari kamera DSLR Kholid, Rendy dan kamera Iphone saya