28 March 2013

Hong Kong Trip : Naik Cable Car ke Ngong Ping 360

Tujuan saya berikutnya di Hong Kong adalah menuju Ngong Ping Village. Disana saya ingin melihat Giant Budha dan merasakan sensasi naik cable car. Seandainya saya kesana di hari libur, dari halte Kowloon Park yang tidak jauh dari tempat saya menginap terdapat rute bus langsung menuju Lantau Island. Tapi karena saya tidak pergi di hari libur, maka pilihan untuk menuju kesana adalah dengan menggunakan MTR. Dari stasiun MTR Tsim Sha Tsui, saya menuju ke stasiun transit Lai King lalu kemudian naik MTR berikutnya menuju Tung Chung. Begitu keluar dari stasiun Tung Chung ternyata saya berada di Citygate Outlets, salah satu tempat shopping produk branded di Hong Kong. Dari sini tinggal keluar mall dan mengikuti petunjuk arah cable car Ngong Ping 360. 


Begitu sampai di stasiun cable car, kita tinggal membeli tiket cable car sesuai kebutuhan. Ada beberapa paket harga cable car yang bisa kita pilih di website mereka . Bila ingin mendapat harga murah belilah tiket cable car di hostel atau tempat kalian menginap karena biasanya harganya sedikit lebih murah daripada membeli ditempat. Ada 2 jenis cable car yang bisa kita naiki, yaitu standar cabin seperti kebanyakan cable car lainnya yang pernah saya naiki sebelumnya dan yang kedua adalah crystal cabin. Crystal Cabin ini adalah cable car yang bagian bawahnya terbuat dari kaca transparan sehingga sepanjang perjalanan kita bisa memandang kebawah dengan leluasa. Awalnya saya ingin mencoba naik crystal cabin, tapi karena harganya memang lebih mahal, maka saya memutuskan naik yang standar cabin saja. 

Begitu cable car yang saya naiki mulai berjalan saya tidak berhenti memotret. Karena sepanjang perjalanan saya melihat banyak sekali pemandangan yang indah yang sayang bila tidak diabadikan. Tidak perduli orang yang satu cable car dengan saya melihat takjub kelakuan saya jeprat jepret narsis dari kiri ke kanan trus pindah tempat buat dapet angle foto dengan latar yang saya inginkan sepanjang perjalanan ini. Hahahahaha... 

Sebagai penyuka dunia aviasi, saya terpukau ketika cable car melintasi Hong Kong International Airport. Saya bisa melihat lalu lalang pesawat di airport kelas dunia dari sini. Senang rasanya bisa melihat airport ini secara utuh dari atas. Pemandangan yang tidak akan mungkin pernah saya lupakan.

Cable car terus melaju menyajikan pemandangan yang berbeda. Mulai dari suasana kota, lalu melewati pegunungan dan laut, melintasi Hong Kong International Airport dan melewati bukit-bukit yang terjal. Semakin tinggi cable car melaju maka semakin dingin pula temperatur udara. Saya yang tadinya hanya memakai mantel, akhirnya memutuskan menggunakan syal. Oh ya, ada pengalaman seru yang tak terlupakan ketika naik cable car dalam perjalanan pulang. Ditengah perbukitan terjal tiba-tiba cable car berhenti cukup lama. Saya mencoba tenang tapi hati tidak bisa berbohong kalau saya cukup tegang karenanya. Berbagai pikiran buruk menghantui saya saat itu. Tapi saya coba menghibur diri dengan berfoto-foto narsis. Hingga tiba-tiba petugas memberitahu melalui speaker bila mereka sedang restart engine. Butuh waktu sekitar 10 menit hingga cable car bisa berjalan kembali. Benar-benar 10 menit yang bikin tegang. Hahahahaha... Tapi secara keseluruhan saya puas sekali bisa naik cable car bolak-balik dengan bonus pemandangan luar biasa ini. 

Catatan perjalanan saya ke Ngong Ping Village, Giant Budha dan Wisdom Path akan saya ceritakan dalam postingan berikutnya.  

26 March 2013

Blogiveaway - Catatan Si Goiq



Sudah cukup lama kenal sama TK dan sering berbalas komen ke blognya . Beberapa kali merencanakan mo kopdaran tapi faktanya belum ada satupun yang terealisasi. Hahahahaha... Begitu mampir lagi ternyata TK lagi bikin Blogiveaway. Niat awal mau posting ini begitu kelar ngeblog seputar Hong Kong Trip, tapi faktanya mendadak banyak banget kesibukan dikantor sampai postingan seputar Hong Kong Trip sampai hari inipun belum setengahnya terpublish. Jadi daripada nanti malah kelewatan ikutan Blogiveaway nya TK, jadi postingan ini saya dahulukan. 

Berikut Link yang saya ikutsertakan dalam blogiveaway :

20 March 2013

Hong Kong Trip : Menikmati Shredded Squid

Sedang asyik menikmati sore di Avenue Of Stars , tiba-tiba hidung dikejutkan dengan sebuah aroma sedap yang spontan saja direspon perut dengan maksimal. Lebih dan kurangnya bau tersebut benar-benar membuat lapar mendadak. Selidik punya selidik, ternyata aroma sedap tersebut berasal dari sebuah kios yang terdapat disana. Dan itu adalah kios penjual Shredded Squid. Kalau saya translate sih shredded artinya diparut. Tapi karena bahasa linggis saya pas-pasaan, saya belum menemukan pengertian shredded squid dalam bahasa Indonesia yang benar. Saya pun lebih suka menyebutnya cumi gepeng atau cumi penyet. Hahahahaha... 

Untuk proses memasaknya sendiri sebenarnya sangat simple, saya pikir sayapun bisa melakukannya bila mempunyai alatnya. Yang pertama daging cumi mentah yang sudah diberi bumbu barbeque dipanggang dalam sebuah pemanggang seperti toaster besar. Proses pemanggangan inilah yang merupakan biang kerok dari aroma sedap yang saya cium sebelumnya dan mengundang saya datang kemari. Setelah cumi selesai dipanggang, kemudian di gepengkan beberapa kali dalam sebuah alat seperti mesin penggiling. Daging cumi yang tadinya kecil, kemudian berubah menjadi besar dan menjadi bertekstur. 

Seperti inilah Shredded Squid yang telah selesai digepengkan. Ukurannya bisa menjadi 2-3 kali lebih besar dibandingkan ukuran daging cumi yang baru selesai dipanggang sebelumnya. Cumi ini akan dibungkus dengan kertas kopi bila kita ingin membelinya.

Yang membuat tercengang adalah harganya yang sebesar HK$30 , harga seporsi cemilan ini setara dengan target harga sekali makan besar saya di Hong Kong. Akhirnya saya dan mbak Itik Kecil memutuskan patungan demi bisa mencicipi cemilan yang luar biasa kurang ajar sudah menusuk hidung kami dan membuat perut jadi lapar mendadak. Cemilan inipun kami bagi dua dengan riang gembira. Dan ternyata rasanya biasa saja sodara-sodara. Awalnya saya berharap rasa Shredded Squid ini akan cendrung asin dan pedas, tapi ternyata rasanya cendrung manis. Hanya saja walaupun menurut saya rasanya biasa , tapi cemilan ini tetap nikmat kok disantap sembari menikmati pemandangan di Avenue Of Stars

17 March 2013

Hong Kong Trip : Avenue Of Stars

Sebuah perjalanan sore saya lakukan dari tempat saya menginap menuju beberapa tempat populer disekitar Nathan Road. Niat awal ingin menuju Avenue Of Stars yang berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dar penginapan. Apa daya malah nyasar ke pelabuhan Star Ferry  dan menemukan banyak objek menarik buat di foto. 

Tempat pertama yang saya lewati dalam perjalanan menuju Avenue Of Stars adalah Hong Kong Space Museum. Sebenarnya tidak dapat dikatakan nyasar, karena saya memang harus melewati tempat ini bila ingin menuju Avenue Of Stars. Ini adalah museum eksplorasi ruang angkasa. Disini terdapat planetarium dan museum antariksa. Saya suka dengan desain eksterior nya yang unik. Jadilah saya cukup banyak nampang disini. Hahahaha.. Tapi sayang saya tidak sempat masuk kedalam. Cukuplah nampang dari luar saja. 

Nah kalau yang ini bolehlah dibilang nyasar membawa berkah. Saat bertanya lokasi Avenue Of The Stars  kepada seorang petugas keamanan, dia menunjukkan jalan menuju pelabuhan Star Ferry. Nah dalam perjalanan nyasar inilah saya menemukan beberapa bangunan yang tampak jadul tapi tetap terjaga dan berfungsi maksimal sebagai hotel dan tempat perbelanjaan. Tempat ini adalah 1881 Heritage yang sekarang berfungsi sebagai pusat perbelanjaan dan The Peninsula, sebuah hotel dengan bangunan klasik yang merupakan hotel pertama di Hong Kong yang sudah beroperasi sejak tahun 1928 dan merupakan salah satu hotel legendaris di Asia. Jadi ngga salah dong yah kalau saya asyik mengabadikan diri didepan kedua bangunan bersejarah ini ? Hahahaha...


Setelah sempat singgah dibeberapa tempat karena nyasar, akhirnya saya tiba di Avenue Of Stars. Disini kita bisa melihat skyline Hong Kong dari pinggir laut. Tempat ini dibuka untuk umum sejak tahun 2004 dan selalu dibanjiri para turis setiap harinya. Karena tempatnya bagus, mbak Itik Kecil pun terpaksa didaulat menjadi fotografer pribadi.. Hahahaha.. *sungkem*

Avenue Of Stars ini berada di sepanjang Victoria Harbour dan tempat ini merupakan sebuah bentuk apresiasi terhadap insan perfilman Hong Kong. Sejumlah pesohor perfilman negeri ini sudah meletakkan cap tangan atau kaki mereka untuk dipajang disini. Kita bisa berfoto didepan plakat cap tangak atau kaki para pesohor ini. Nah yang jadi primadona dan mesti ngantri cukup lama kalau mau foto tanpa orang lain adalah patung Bruce Lee ini. Selain plakat cap tangan dan kaki para pesohor serta patung Bruce Lee, kita juga bisa menjumpai banyak patung-patung dan tentu saja penjual cemilan.

Tak terasa hari semakin gelap dan temperatur semakin dingin. Saya harus memakai syal supaya leher tetap hangat dan tidak masuk angin. Lampu-lampu di gedung pencakar langit yang berjejer disebrang laut mulai menyala dan menampilkan sebuah keindahan yang sering saya lihat di gambar kartu pos dan update blog teman-teman blogger yang sudah pernah ke Hong Kong sebelumnya. Orang-orang yang berkunjung ke Avenue Of Stars inipun semakin ramai, karena pk.20.00 waktu setempat dakan berlangsung pertunjukan Harmony Of Lights. Ini adalah pertunjukan yang menampilkan permainan lampu-lampu dari gedung-gedung pencakar yang berada disebrang laut dan gedung-gedung yang berada disekitar Avenue Of Stars sendiri. Kita juga bisa menaiki perahu untuk melihat pertunjukan ini dari dekat, tapi tentu saja tidak gratis.

Sebenarnya kalau sekedar melihat-lihat skyline dan lampu-lampu dari gedung pencakar langit, di Jakarta pun saya pikir juga bisa. Tapi bukan Hong Kong namanya bila tidak mampu mengemasnya menjadi sesuatu  yang bernilai wisata. Mudah-mudahan langkah semacam ini bisa diikuti oleh Indonesia supaya mampu menggaet wisatawan sebanyak-banyaknya...

11 March 2013

Hong Kong Trip : Golden Crown Guest House

Salah satu hal yang sudah dipikirkan jauh-jauh hari sejak mendapatkan tiket promo ke Hong Kong adalah penginapan. Ada begitu banyak penginapan yang dapat disesuaikan dengan budget liburan yang bisa saya pilih. Tapi dari sekian banyak pilihan itu akhirnya saya memutuskan untuk memilih Golden Crown Guest House. Dalam postingan ini akan saya bahas beberapa kelebihan maupun kekurangan dari penginapan ini.

Dari Hong Kong International Airport, saya menuju terminal bus airport dan mencari halte bus City Flyer dengan nomor A21. Frekuensi bus akan lewat adalah setiap 10 - 15 menit. Tarif bus A21 ini sebesar HK$33. Dari Hong Kong International Airport menuju Golden Crown Guest House ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan 13 pemberhentian. Pemberhentian no.13 bernama halte MTR Tsim Sha Tsui, Nathan Road. Dari situ kita bisa melihat plang Standar Chartered Bank dan Citi Bank. Nah pintu masuk menuju Golden Crown Guest House berada tepat ditengah-tengah kedua bank tersebut dan terpampang nyata tulisan Golden Crown Court. Terdapat 2 buah lift disana, satu lift untuk tujuan nomor lantai genap dan lift lainnya untuk tujuan nomor lantai ganjil. Golden Crown Guest House sendiri berada di lantai 5 atau dengan kata lain kita harus memilih lift untuk tujuan lantai ganjil. 

Di lantai 5 ini ada beberapa penginapan lain yang saya pikir masih berada dalam satu grup. Keluar dari lift kita bisa melihat plang Golden Crown Guest House dan tinggal menyerahkan print out booking kamar yang mereka kirimkan via email saat kita telah membayar deposit lalu tinggal membayar pelunasannya saja dan mendapat kunci kamar. FYI, pembayaran deposit kamar saya lakukan via PayPal.

Kamar Standar Single ini berukuran kecil sekali. Lihatlah tempat tidurnya yang tepat berada diantara dua dinding. Tidak heran juga bila kamar ini memang ditujukan untuk 1 orang saja. Jadi saya tidurnya dengan posisi miring dari sudut ke sudut. Walaupun kamarnya super sempit, tapi kasurnya nyaman loh. Dikamar ini disediakan AC dan kipas angin sekaligus, tapi faktanya saya tidak pernah menggunakannya dari check in sampai check out. Sebenarnya saya agak heran juga mengingat kalau tidur, saya menutup rapat semua jendela dan tidak menghidupkan AC maupun kipas angin. Tapi dikamar tetap saja dingin. Bahkan lebih dingin daripada suhu AC yang biasa kita gunakan di Indonesia. Pernah satu kali saya pulang lebih sore dan baru merasakan agak panas dikamar, yang saya lakukan bukan menghidupkan AC ataupun kipas angin, tapi cukup membuka jendela dan angin dingin segera masuk kedalam kamar seolah saya menghidupkan AC. Hahahaha...

Didalam kamar disediakan sebuah lemari pakaian, televisi berukuran 14 inc, hair dryer dan tidak ketinggalan colokan internasional yang jumlahnya cukup banyak sehingga urusan charger gadget sangat lancar jaya. TV nya sendiri sepertinya hanya menampilkan channel lokal yang tidak saya mengerti bahasanya sehingga saya hidupkan saja untuk menonton saya tidur dimalam hari. 

Tadinya saya sempat berpikir akan malas mandi selama berada di Hong Kong karena cuaca yang cukup dingin. Biasanya suhu yang dingin pasti airnya juga akan ikutan dingin dan ternyata memang demikianlah adanya. Untungnya fasilitas air panas di kamar mandi membatalkan semua rencana itu. Rasanya nikmat sekali mandi air hangat setelah seharian berjalan menyusuri Hong Kong. Selain itu Golden Crown Guest House juga menyediakan sabun dan shampoo cair. Sayangnya karena toiletries yang saya bawa sangat lengkap, jadinya sabun dan shampoo cair itu sama sekali tidak saya gunakan. Setiap hari petugas kebersihan guest house merapikan kamar mulai dari tempat tidur sampai kamar mandi sehingga setiap pulang, selalu mendapati kamar yang bersih.

Kamar saya memiliki jendela yang bisa dibuka dan langsung menghadap Nathan Road yang selalu ramai. Saya sangat menyukai berlama-lama memandang keramaian dibawah dari kamar. Walaupun berada dipinggiran jalan besar dan banyak kendaraan berlalu lalang, tapi saya tidak pernah bosan membuka jendela kamar saya karena asap kendaraan disana tidak seperti yang kita temui di Jakarta. 

Satu lagi nilai plus Golden Crown Guest House yang saya tempati adalah dekat dari masjid. Tinggal menyebrang jalan, maka kita akan menjumpai Islamic Centre disana. Kita bisa sholat disana dan anak-anak muslim yang tinggal disekitar sini juga memanfaatkan Islamic Centre ini untuk belajar mengaji. 

Yang membuat saya tambah senang menginap disini adalah dekat dengan angkutan umum. Mau naik MTR, stasiunnya tepat berada disebelah penginapan. Demikian pula bila ingin naik bus, tinggal cari halte bus yang tersebar didekat penginapan. Dan disepanjang Nathan Road ini banyak sekali tempat-tempat shopping. Ada The One, Mira Mall, Giordano, Sogo dll. Selain itu kita bisa menuju Avenue Of The Stars dan pelabuhan Star Ferry hanya dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Menyenangkan sekali.

Mengenai harga, mungkin Golden Crown Guest House bukan penginapan dengan harga yang paling murah. Saya sempat melihat ada banyak penginapan yang menawarkan harga yang jauh lebih murah. Tapi dengan banyak akses yang bisa saya jangkau dengan mudah, saya pikir saya sangat puas menginap disini. 

5/F Golden Crown Court, 66-70 Nathan Road, Tsim Sha Tsui HongKong 
TEL:(852) 2369 1782  
FAX: (852) 2368 1740

08 March 2013

Hong Kong Trip : Social Media Lancar Jaya

Gambar diambil dari sini
Dua minggu sebelum berangkat ke Hong Kong saya mulai kasak kusuk mencari list operator seluler yang bisa saya andalkan supaya bisa tetap terhubung dengan dunia. Walaupun liburan kali ini berstatus cuti dari pekerjaan atau dengan kata lain sebenarnya saya bisa saja memutuskan komunikasi sesaat dengan kantor, tapi rasanya kok saya tidak tega yah. Loyalitas memaksa saya supaya masih bisa tetap memantau semua aktifitas dikantor. Maka inilah 3 operator yang akhirnya saya gunakan selama berada di Hong Kong.

Faktanya saya adalah pengguna Telkomsel sejak lama. Bahkan saya adalah pelanggan kartu Halo yang walaupun bukan termasuk kategori priority berdasarkan besarnya tagihan bulanan, tapi jumlah tahun dimana saya telah menggunakan nomor kesayangan saya ini rasanya cukup menjelaskan semuanya. Dan sudah pasti saya harus mengikutsertakan nomor yang saya gunakan ini dalam bagian perjalanan saya ke Hong Kong. Tinggal aktifkan roaming internasional dengan cara kirim ketik IR dan kirimkan sms ke nomor 6616. Lalu akan mendapatkan notifikasi bahwa roaming nya sudah diaktifkan. Kemudian tinggal memilih paket blackberry mana yang akan saya gunakan. Ketik *266# lalu pilih 3.Paket Data & BB , selanjutnya pilih 2.Asia dan kemudian pilih 3.Hongkong . Setelah itu pilih 3.Pilihan Paket ,kemudian ketik 3.Paket Combo dan ketik 1.Unlimited BB Roaming dan terakhir saya pilih nomor 2.120.000/3hari  . Selanjutnya tinggal meneruskan saja untuk membeli paket tersebut. Saran saya aktifkan paket sesaat sebelum berangkat menuju negara tujuan, sehingga begitu kita sampai tinggal memilih nama operator yang bekerja sama dengan Telkomsel. Oh ya karena saya memilih paket Combo yang bisa digunakan di beberapa negara termasuk Singapura, maka begitu saya transit selama 4 jam di Singapura saya sudah bisa mengaktifkan blackberry saya dengan memilih operator SingTel , sedangkan di Hong Kong operator yang bekerja sama adalah CSL . Maka selama 3 hari, saya bisa leluasa menggunakan blackberry saya.

Gambar diambil dari sini
Setelah 3 hari, paket blackberry Telkomsel saya pun berakhir. Sebenarnya saya bisa saja memperpanjang paketnya. Tapi untungnya beberapa hari sebelum berangkat saya dikasih kartu XL gratis oleh teman saya. Menurut teman saya, XL memberikan free 3 hari untuk paket blackberry di beberapa negara di Asia. Termasuk Hong Kong dan Singapura. Tapi dengan catatan, sebelumnya kita harus sudah berlangganan paket Blackberry Full Service terlebih dahulu. Tidak masyalah... Untuk mengaktifkan paket blackberry full service cukup menekan *123# dan pilih paket BB Full Service. Setelah paket BB Full Servive diaktifkan, lalu tinggal telpon 817 untuk mengaktifkan roaming internasional. Oh ya, pastikan untuk menonaktifkan voice mail dengan cara tekan #818# lalu tekan ok atau yes. Dan nonaktifkan juga call divert / call forwading dengan cara tekan ##002# lalu tekan ok atau yes. Setelah semuanya beres, tinggal berangkat menuju negara tujuan. Begitu akan diaktifkan di negara tujuan, pastikan pilih operator Smart Tone bila berada di Hong Kong dan M1 bila berada di Singapura. Jadi sayapun lancar jaya menggunakan Blackberry selama 6 hari....

Untuk paket data, saya memilih operator Hong Kong dengan merk One2free sebagai pilihan. Sebenarnya saya menerima banyak saran untuk pilihan paket data ini, tapi akhirnya saya memutuskan memakai one2free sebagai pilihan terakhir. Saya membeli perdana one2free ini di Terminal 1 Keberangkatan Hong Kong International Airport seharga HK$88 . Saya tidak terlalu pusing dengan paket bicara dan berapa pulsa yang bisa saya gunakan dengan operator ini. Saya hanya tergoda dengan unlimited data selama 7 hari. Dengan kata lain, Iphone saya bisa on terus dan tidak terlalu mengandalkan wifi yang belum tentu ada ditempat-tempat tujuan saya nanti. Saya juga tidak perlu repot untuk setting dan registrasi perdana ini karena semua sudah dilakukan di counter tempat saya membeli perdana ini. Dan syukurnya selama saya berada di Hong Kong, jaringan one2free yang saya saya pakai ini sangat baik. 

Blackberry dan Iphone saya dalam status aman dan bisa digunakan, maka liburan saya pun jadi lebih tenang, lebih berwarna dan bisa update status dimanapun. 

06 March 2013

Hong Kong Trip : Solusi Ngangkot Di Hong Kong

Ketika tiba di Hong Kong, pastikan semua tempat yang ingin dituju sudah tersusun dengan rapi. Tujuan yang sudah tersusun pastinya akan membuat berbagai perencanaan sudah dipikirkan. Salah satunya adalah transportasi. Nah salah satu solusi ngangkot terbaik di Hong Kong adalah Octopus Card. kalau yang sering ke Singapura pasti mengenal cukup baik Ez-Link Card. Nah kalau di Hong Kong lupakan Ez-Link Card dan ingatlah Octopus Card. Octopus Card ini adalah kartu prabayar yang bisa dipakai hampir disemua moda transportasi yang ada di Hong Kong. Tinggal tempelkan kartu pada mesin yang tersedia di gerbang masuk terminal atau saat masuk kendaraan, lalu saldo yang berada didalam kartu akan berkurang secara otomatis sesuai tarif kendaraan umum yang kita naiki. 

Octopus Card ini bisa dibeli di airport saat kita tiba di Hong Kong. Ada beberapa pilihan tarif perdana yang bisa kita pilih. Saya sendiri membeli Octopus Card seharga HK$150 . Dimana saldo efektif yang bisa kita pakai adalah sebesar HK$100 dan sisanya HK$50 adalah sebagai jaminan kartu. Dan pada saat pulang, Octopus Card ini bisa kita refund dan semua saldo yang tersisa termasuk jaminan akan dipulangkan setelah dipotong biaya administrasi sebesar HK$9 . Octopus Card sendiri bisa diisi ulang di semua gerai 7 Eleven yang tersebar disetiap sudut Hong Kong. Praktis banget kan ? Untuk persiapan selama beberapa hari berada di Hong Kong saya sengaja menambahkan saldo pada Octopus Card saya sebesar HK$200 , sehingga saya memiliki saldo HK$300 sebagai bekal saya untuk ngangkot di Hong Kong. FYI, Octopus Card ini selain bisa dipakai untuk naik kendaraan umum, juga bisa dipakai untuk berbelanja di sejumlah merchant mitra. Termasuklah didalamnya 7 eleven, sejumlah tempat makan, kantor pos dan pusat perbelanjaan. Multi fungsi banget kan ? Tapi dalam postingan ini, saya akan lebih fokus membahas mengenai kendaraan umum saya naiki selama berada di Hong Kong.

Angkutan umum pertama yang saya naiki di Hong Kong adalah bus kota dari airport menuju ke guest house tempat saya menginap. Kalau di Jakarta bisa dibilang ini adalah bus Damri nya deh. Tarif bus City Flyer yang saya naiki ini sebesar HK$33 dan tentu saja bisa membayar dengan menempelkan Octopus Card pada mesin yang tersedia di pintu masuk. Bus kota banyak tersedia di Hong Kong, dan semuanya dilengkapi pendingin udara. Hanya saja satu tips bila ingin naik bus kota di Hong Kong adalah sering-sering buka google map dan pastikan di halte mana kamu akan turun. Mengingat di bus kadang kala tidak ada penanda kita berada di halte mana, solusi terbaik adalah menghitung berapa kali pemberhentian hingga sampai di halte tujuan kita. Jangan lupa menekan bel sebagai pertanda kita akan turun di halte berkutnya. Dan jangan sungkan untuk bertanya daripada nyasar. Oh ya ngomong-ngomong soal halte, saya sempat bingung kenapa banyak sekali halte yang bersebelahan di Hong Kong. Ternyata oh ternyata, bus hanya berhenti di halte sesuai nomor tujuan yang tertera di halte tersebut. Jadi perhatikan baik-baik di halte, apakah nomor bus tujuanmu tertera disana. Kalau tidak tertera, menunggu sampai kapanpun busnya tidak akan berhenti disitu.

Foto Light Bus diambil disini
Selain bus, di Hong Kong juga terdapat Light Bus yang berukuran lebih kecil. Light bus ini biasanya menjangkau tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh bus yang lebih besar. Kita juga bisa membayar light bus ini dengan menggunakan Octopus Card. Sama halnya seperti bus yang berukuran lebih besar, light bus juga hanya berhenti di halte-halte tertentu. Jadi perhatikan baik-baik halte dimana light bus ini bisa berhenti sehingga tidak salah untuk naik dan turun. Didalam light bus ini benar-benar tidak ada penanda sedang berada dimana kita. Karenanya bila memilih naik light bus ini kita harus selalu memperhatikan jalan, memperhatikan peta dan jangan sungkan bertanya. Malu bertanya maka nyasarnya jauh loh seperti yang saya alami. Hahahahaha...

Diantara semua kendaraan umum yang berada di Hong Kong, MTR (Mass Transit Railway) adalah kendaraan yang paling sering saya naiki. MTR ini bisa dikatakan menjangkau tempat-tempat penting di Hong Kong. Bisa dikatakan mau tidak mau atau suka tidak suka pasti kita akan menggunakan jasa angkutan umum yang satu ini bila berada di Hong Kong. Sama halnya seperti stasiun MRT Singapura, sebagian besar halte MTR Hong Kong berada dibawah tanah. Ada beberapa jalur rute MTR yang dibedakan dengan warna. Dan untungnya, penanda stasiun tujuan sangat jelas sehingga kita bisa bersiap-siap turun bila stasiun tujuan kita atau stasiun untuk transit ke tujuan berikutnya sudah dekat. Jarak antara satu kereta dengan yang lain biasanya tidak terlalu jauh sehingga saya nyaris tidak pernah menunggu lama. Dan yang saya suka adalah kebersihan kereta dan stasiunnya yang benar-benar terjaga dengan baik. Susah loh nyari sampah berserakan disana. Hahahaha... MTR juga salah satu solusi terbaik kalau kamu nyasar disuatu tempat di Hong Kong. Tinggal tanya stasiun MTR terdekat dan pulang. Hahahahahaha... Logo diatas adalah logo penanda Stasiun MTR, kamu tinggal ikuti dan akan bertemu dengan stasiun MTR terdekat.

Foto diambil dari sini
Jasa angkutan umum lainnya yang pernah saya coba di Hong Kong adalah star ferry. Kebetulan pelabuhan ini tidak terlalu jauh dengan penginapan saya sehingga bisa ditempuh berjalan kaki. Star ferry sendiri adalah kapal yang melayani penyebrangan dari Tsim Sha Tsui ke Central. Penyebrangan ini memang berjarak pendek, hanya ditempuh sekitar 15 menit perjalanan. Tapi kita bisa melihat keindahan skyline Hong Kong apalagi bila menyebrang dimalam hari. Indah sekali. Dan sekali lagi, cukup menempelkan Octopus Card dan kita bisa menikmati berlayar singkat melihat skyline Hong Kong.


Angkutan umum lainnya yang sempat saja jajal di Hong Kong adalah tram. Tram ini sebenarnya adalah kereta listrik dan berjalan diatas rel. Tapi jalur tram sendiri sengaja ditempatkan ditengah kota dan bersisian dengan jalan raya. Di Hong Kong tidak semua wilayah terdapat tram, karena itu kesempatan baik ini harus dimanfaatkan ketika saya berkunjung ke Victoria Park dan menjumpai jalur tram disana. Pintu masuk kedalam tram terdapat dibagian belakang. Kita bisa memilih duduk dibagian atas atau dibawah. Untuk pelancong yang tidak tahu jalan, saya sarankan sih duduk dibagian bawah saja supaya lebih mudah untuk turun. Seperti yang saya katakan sebelumnya, bila kita masuk dari pintu belakang, maka untuk turun kita harus melewati pintu depan. Disanalah terdepat mesin untuk membayar dengan Octopus Card atau membayar cash kepada pengemudi. 


Nah yang satu ini juga tidak boleh terlewatkan bila berkunjung ke Hong Kong. Naik tour bus atau orang lebih familiar menyebutnya double decker. Bus tingkat berwarna merah dengan atap terbuka ini sangat menyenangkan sekali dinaiki untuk mengelilingi Hong Kong yang bersuhu sejuk. Semua orang berlomba untuk mendapat tempat duduk dibagian atas, tidak terkecuali saya. Semua orang nampak asyik berpose dengan kamera masing-masing sebelum bus berjalan, dan saat bus berjalan semua tampak asyik melihat kiri dan kanan jalan . Sangat menyenangkan... Dan lebih menyenangkan karena tinggal nempelin Octopus Card buat bayar.. Hahahahaha

Intinya nyaman sekali ngangkot di Hong Kong. Banyak pilihan moda transportasi sehingga kita bisa pergi kemanapun dengan leluasa. Kuncinya jangan lupa bawa peta, hapal rute-rute tujuanmu, buat patokan-patokan yang sekiranya memudahkan kamu bila nyasar dan jangan sungkan bertanya. Untuk yang terakhir ini sangat saya sarankan karena menurut saya orang Hong Kong itu ramah dan suka menolong. Saya pernah bertanya dengan beberapa orang yang ternyata tidak bisa Bahasa Inggris dan dia bela-belain cari orang lain yang bisa bahasa Inggris untuk membantu saya. Sedikit tambahan, jangan lupa letakkan Octopus Card ditempat yang mudah dijangkau seperti disaku celana atau saku mantel supaya tidak menimbulkan antrian panjang karena masih sibuk mencari Octopus Card untuk membayar angkutan yang akan kita naiki. Ayok jalan-jalan...