16 June 2013

Menginap Di Mercure Jakarta Simatupang Hotel

Kawasan Simatupang Jakarta Selatan, dalam beberapa tahun terakhir ini berkembang sangat pesat. Dari yang awalnya minim gedung-gedung bertingkat, sekarang sudah mulai menjelma menjadi belantara pencakar langit. Dan pembangunan gedung-gedung bertingkat masih terus dilakukan disepanjang kawasan Simatupang. Keberadaan Jakarta Outer Ring Road Toll yang melintasi sepanjang kawasan Simatupang, membuat saya berpikir kalau tempat ini kedepannya akan  berubah seperti Jalan Gatot Subroto. Diantara puluhan gedung bertingkat yang berdiri disini, sebuah gedung dengan eksterior yang menarik hadir tidak jauh dari perempatan Lebak Lubus. Inilah Hotel Mercure Jakarta Simatupang.

Hotel Mercure Jakarta Simatupang memberikan kesan pertama yang sangat baik pada saya mulai dari saat tiba digerbang hotel, melewati security check, hingga memasuki lobby hotel. Lobby hotel nya memiliki ceiling yang tinggi dengan interior yang sangat menarik dan saya juga melihat nuansa Indonesia dari corak batik mega mendung pada kaca diatas lift. Resepsionis juga sangat ramah melayani setiap tamu hotel yang datang.

Keluar lift menuju kamar, kembali saya disambut dengan corak batik mega mendung yang terpajang di tembok. Koridor menuju kamar juga sangat nyaman dengan perpaduan warna karpet yang kalem dan pencahayaan yang baik.


Dan inilah kamarnya. Melihat fotonya saja sudah terlihat nyaman sekali bukan ? Ruang kamarnya tertata dengan baik. Tempat tidurnya sangat nyaman dengan empat bantal besar yang juga sangat empuk. Graffiti diatas tempat tidur menggantikan fungsi lukisan yang biasanya terdapat dikamar hotel. Dan ini keren sekali menurut saya. Seperti kebanyakan hotel era terbaru, kita bisa melihat kamar mandi dari ruang tidur karena hanya dipisahkan dengan kaca transparan. Tetapi tidak usah kuatir, karena kita bisa menutupnya dengan tirai dari dalam kamar mandi.

Toiletries cukup lengkap dan dikemas dengan baik sekali. Kamar mandinya nya cukup lega walaupun tidak memiliki bathtub. Fasilitas air panas juga berfungsi dengan baik. 

Untuk tipe kamar suites, kita akan memiliki living room yang terpisah dari kamar tidur. Living room nya nyaman sekali dengan sofa yang empuk dan warna bantal sofa yang senada dengan gorden. Sebuah TV LCD juga tersedia di living room. Oh ya, dikamar suites ini juga tersedia mini kitchen lengkap dengan kompor listrik juga loh.

Kolam renang berada di lantai 19 dan menjadi satu bagian dengan SLAM Sky Bar. Ukuran kolam renangnya termasuk cukup kecil. Tapi keberadaannya yang di lantai 19 ini tetap membuat minat orang berenang cukup tinggi disini. 

Dengan lokasinya yang berada di kawasan berkembang Simatupang, hotel ini menjadi pilihan para pebisnis yang ingin tinggal dengan kenyamanan maksimal dan mungkin dekat dengan tujuan bisnis nya. Cocok juga buat kamu yang ingin berlibur dan merasakan suasana yang berbeda dari rumah.. Saya yang bukan pebisnis pun merasa sangat nyaman loh tinggal disini...Dengan rates mulai dari Rp.800.000 ++ kamu bisa datang datang langsung ke :

Jl.RA Kartini No.18 Lebak Bulus
Jakarta Selatan
Telp. 021-75999777
Twitter : @Mercure_Smtpg

08 June 2013

Pertama Kali Naik Batik Air

Akhir pekan lalu saya mendapat tugas ke luar kota, tepatnya ke bagian Tengah dan Timur Indonesia. Saya mengunjungi 3 kota yaitu Ambon, Makassar dan Manado. Tentunya ini kesempatan yang sangat baik sekali untuk mencoba naik maskapai terbaru yang termasuk dalam jajaran Lion Air Grup yaitu Batik Air. Batik Air ini adalah maskapai yang mengusung konsep full service seperti Garuda Indonesia. Batik Air sendiri baru mulai beroperasi tanggal 8 Mei 2013 yang lalu. Jadi sebagai penyuka dunia penerbangan, saya merasa harus mencoba service yang ditawarkan oleh Batik Air ini. Berangkaaaat...


Kebetulan yang menyenangkan itu adalah ketika tahu bahwa 2 kota yang akan saya singgahi sudah dilayani oleh Batik Air, yaitu Ambon dan Manado. Dari Jakarta ke Ambon saya naik Batik Air pk.00.30 dini hari dan tiba di Ambon pk.06.00, sedangkan dari manado kembali ke Jakarta, saya naik Batik Air pk.14.50 . Pesawat yang digunakan oleh Batik Air sama dengan yang digunakan oleh Lion Air yaitu Boeing 737-900ER. Bedanya, Batik Air menggunakan pesawat keluaran terbaru dengan sky interior, dilengkapi dengan In Flight Entertainment (IFE) dan seat pitch yang lebih luas dibandingkan Lion Air. Pramugari Batik Air juga cantik dan sangat ramah sekali. Mereka tidak sungkan meminta maaf kepada para penumpang dengan senyum yang tulus. Dua jempol untuk hal ini... 

Untuk In Flight Entertainment ( IFE ) nya saya kira punya Batik Air lebih baik daripada Garuda Indonesia. Karena layar sentuhnya yang lebih sensitif, demikian pula isinya yang saya pikir lebih menarik. Film-film baru seperti Hobbit pun sudah bisa kita nikmati selama penerbangan. Hanya sayangnya, Batik Air tidak menyediakan headset secara gratis. Kita harus membeli headset sebesar Rp.25.000,- yang bisa kita bawa pulang setelahnya. Menurut saya ini agak aneh, ibaratnya seperti menyuguhkan teh pada tamu tapi tamu harus membeli gula untuk mendapat cita rasa manisnya. Tapi karena saya memang tidak ingin menonton film atau mendengarkan musik, jadi saya abaikan saja tawaran membeli headset tersebut. Oh ya, satu nilai plus yang saya suka, disini tersedia USB port sehingga saya bisa ngecharge semua gadget yang saya punya sepanjang perjalanan. 

Yang paling saya tunggu dari penerbangan ini adalah In Flight Meals nya. Dalam penerbangan ke Ambon saya mendapat menu bihun goreng. Rasa bihunya menurut saya lumayan enak dan telur gorengnya dimasak dengan cantik. Sementara untuk penerbangan ke Manado ada dua pilihan yaitu nasi dengan ayam atau nasi dengan ikan. Saya memilih nasi dengan ikan. Melihat tampilannya sih sepertinya saya akan kecewa. Tapi begitu dimakan ternyata ikannya enak loh. Sayang kurang banyak. Sementara tumis sayurannya sedkit over cooked. Sedangkan kue hijau didalam wadah plastik itu rasanya enak sekali. Saya bahkan ditawari menghabiskan kue milik penumpang disebelah saya dan saya mengiyakan. Hahahaha.. Untuk minuman, kita bisa memilih kopi, teh, orange juice atau cola. 

Secara keseluruhan saya puas terbang bersama Batik Air. Bahkan bisa dikatakan saya jatuh cinta dan menantikan untuk terbang bersama Batik Air lagi. Mudah-mudahan kedepannya, Batik Air terus meningkatkan pelayanan mereka dan pastinya membuka rute-rute baru di banyak kota lian di Indonesia. Dan kalau bisa terus pertahankan harga sekarang yang tidak berbeda jauh dengan sang kakak Lion Air. Maju terus Batik Air dan selalu warnai langit Indonesia...