17 March 2013

Hong Kong Trip : Avenue Of Stars

Sebuah perjalanan sore saya lakukan dari tempat saya menginap menuju beberapa tempat populer disekitar Nathan Road. Niat awal ingin menuju Avenue Of Stars yang berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dar penginapan. Apa daya malah nyasar ke pelabuhan Star Ferry  dan menemukan banyak objek menarik buat di foto. 

Tempat pertama yang saya lewati dalam perjalanan menuju Avenue Of Stars adalah Hong Kong Space Museum. Sebenarnya tidak dapat dikatakan nyasar, karena saya memang harus melewati tempat ini bila ingin menuju Avenue Of Stars. Ini adalah museum eksplorasi ruang angkasa. Disini terdapat planetarium dan museum antariksa. Saya suka dengan desain eksterior nya yang unik. Jadilah saya cukup banyak nampang disini. Hahahaha.. Tapi sayang saya tidak sempat masuk kedalam. Cukuplah nampang dari luar saja. 

Nah kalau yang ini bolehlah dibilang nyasar membawa berkah. Saat bertanya lokasi Avenue Of The Stars  kepada seorang petugas keamanan, dia menunjukkan jalan menuju pelabuhan Star Ferry. Nah dalam perjalanan nyasar inilah saya menemukan beberapa bangunan yang tampak jadul tapi tetap terjaga dan berfungsi maksimal sebagai hotel dan tempat perbelanjaan. Tempat ini adalah 1881 Heritage yang sekarang berfungsi sebagai pusat perbelanjaan dan The Peninsula, sebuah hotel dengan bangunan klasik yang merupakan hotel pertama di Hong Kong yang sudah beroperasi sejak tahun 1928 dan merupakan salah satu hotel legendaris di Asia. Jadi ngga salah dong yah kalau saya asyik mengabadikan diri didepan kedua bangunan bersejarah ini ? Hahahaha...


Setelah sempat singgah dibeberapa tempat karena nyasar, akhirnya saya tiba di Avenue Of Stars. Disini kita bisa melihat skyline Hong Kong dari pinggir laut. Tempat ini dibuka untuk umum sejak tahun 2004 dan selalu dibanjiri para turis setiap harinya. Karena tempatnya bagus, mbak Itik Kecil pun terpaksa didaulat menjadi fotografer pribadi.. Hahahaha.. *sungkem*

Avenue Of Stars ini berada di sepanjang Victoria Harbour dan tempat ini merupakan sebuah bentuk apresiasi terhadap insan perfilman Hong Kong. Sejumlah pesohor perfilman negeri ini sudah meletakkan cap tangan atau kaki mereka untuk dipajang disini. Kita bisa berfoto didepan plakat cap tangak atau kaki para pesohor ini. Nah yang jadi primadona dan mesti ngantri cukup lama kalau mau foto tanpa orang lain adalah patung Bruce Lee ini. Selain plakat cap tangan dan kaki para pesohor serta patung Bruce Lee, kita juga bisa menjumpai banyak patung-patung dan tentu saja penjual cemilan.

Tak terasa hari semakin gelap dan temperatur semakin dingin. Saya harus memakai syal supaya leher tetap hangat dan tidak masuk angin. Lampu-lampu di gedung pencakar langit yang berjejer disebrang laut mulai menyala dan menampilkan sebuah keindahan yang sering saya lihat di gambar kartu pos dan update blog teman-teman blogger yang sudah pernah ke Hong Kong sebelumnya. Orang-orang yang berkunjung ke Avenue Of Stars inipun semakin ramai, karena pk.20.00 waktu setempat dakan berlangsung pertunjukan Harmony Of Lights. Ini adalah pertunjukan yang menampilkan permainan lampu-lampu dari gedung-gedung pencakar yang berada disebrang laut dan gedung-gedung yang berada disekitar Avenue Of Stars sendiri. Kita juga bisa menaiki perahu untuk melihat pertunjukan ini dari dekat, tapi tentu saja tidak gratis.

Sebenarnya kalau sekedar melihat-lihat skyline dan lampu-lampu dari gedung pencakar langit, di Jakarta pun saya pikir juga bisa. Tapi bukan Hong Kong namanya bila tidak mampu mengemasnya menjadi sesuatu  yang bernilai wisata. Mudah-mudahan langkah semacam ini bisa diikuti oleh Indonesia supaya mampu menggaet wisatawan sebanyak-banyaknya...