08 June 2013

Pertama Kali Naik Batik Air

Akhir pekan lalu saya mendapat tugas ke luar kota, tepatnya ke bagian Tengah dan Timur Indonesia. Saya mengunjungi 3 kota yaitu Ambon, Makassar dan Manado. Tentunya ini kesempatan yang sangat baik sekali untuk mencoba naik maskapai terbaru yang termasuk dalam jajaran Lion Air Grup yaitu Batik Air. Batik Air ini adalah maskapai yang mengusung konsep full service seperti Garuda Indonesia. Batik Air sendiri baru mulai beroperasi tanggal 8 Mei 2013 yang lalu. Jadi sebagai penyuka dunia penerbangan, saya merasa harus mencoba service yang ditawarkan oleh Batik Air ini. Berangkaaaat...


Kebetulan yang menyenangkan itu adalah ketika tahu bahwa 2 kota yang akan saya singgahi sudah dilayani oleh Batik Air, yaitu Ambon dan Manado. Dari Jakarta ke Ambon saya naik Batik Air pk.00.30 dini hari dan tiba di Ambon pk.06.00, sedangkan dari manado kembali ke Jakarta, saya naik Batik Air pk.14.50 . Pesawat yang digunakan oleh Batik Air sama dengan yang digunakan oleh Lion Air yaitu Boeing 737-900ER. Bedanya, Batik Air menggunakan pesawat keluaran terbaru dengan sky interior, dilengkapi dengan In Flight Entertainment (IFE) dan seat pitch yang lebih luas dibandingkan Lion Air. Pramugari Batik Air juga cantik dan sangat ramah sekali. Mereka tidak sungkan meminta maaf kepada para penumpang dengan senyum yang tulus. Dua jempol untuk hal ini... 

Untuk In Flight Entertainment ( IFE ) nya saya kira punya Batik Air lebih baik daripada Garuda Indonesia. Karena layar sentuhnya yang lebih sensitif, demikian pula isinya yang saya pikir lebih menarik. Film-film baru seperti Hobbit pun sudah bisa kita nikmati selama penerbangan. Hanya sayangnya, Batik Air tidak menyediakan headset secara gratis. Kita harus membeli headset sebesar Rp.25.000,- yang bisa kita bawa pulang setelahnya. Menurut saya ini agak aneh, ibaratnya seperti menyuguhkan teh pada tamu tapi tamu harus membeli gula untuk mendapat cita rasa manisnya. Tapi karena saya memang tidak ingin menonton film atau mendengarkan musik, jadi saya abaikan saja tawaran membeli headset tersebut. Oh ya, satu nilai plus yang saya suka, disini tersedia USB port sehingga saya bisa ngecharge semua gadget yang saya punya sepanjang perjalanan. 

Yang paling saya tunggu dari penerbangan ini adalah In Flight Meals nya. Dalam penerbangan ke Ambon saya mendapat menu bihun goreng. Rasa bihunya menurut saya lumayan enak dan telur gorengnya dimasak dengan cantik. Sementara untuk penerbangan ke Manado ada dua pilihan yaitu nasi dengan ayam atau nasi dengan ikan. Saya memilih nasi dengan ikan. Melihat tampilannya sih sepertinya saya akan kecewa. Tapi begitu dimakan ternyata ikannya enak loh. Sayang kurang banyak. Sementara tumis sayurannya sedkit over cooked. Sedangkan kue hijau didalam wadah plastik itu rasanya enak sekali. Saya bahkan ditawari menghabiskan kue milik penumpang disebelah saya dan saya mengiyakan. Hahahaha.. Untuk minuman, kita bisa memilih kopi, teh, orange juice atau cola. 

Secara keseluruhan saya puas terbang bersama Batik Air. Bahkan bisa dikatakan saya jatuh cinta dan menantikan untuk terbang bersama Batik Air lagi. Mudah-mudahan kedepannya, Batik Air terus meningkatkan pelayanan mereka dan pastinya membuka rute-rute baru di banyak kota lian di Indonesia. Dan kalau bisa terus pertahankan harga sekarang yang tidak berbeda jauh dengan sang kakak Lion Air. Maju terus Batik Air dan selalu warnai langit Indonesia...