20 August 2013

Sebuah Resolusi Yang Terwujud

Beberapa tahun terakhir ini, setiap akhir tahun saya selalu menuliskan resolusi apa yang ingin saya capai. Dan salah satu yang selalu saya tuliskan beberapa tahun ini adalah ingin kurus. Bukan tanpa alasan, badan yang besar membuat saya selalu kesulitan untuk melakukan hal-hal remeh temeh sekalipun. Salah satunya menggunting kuku kaki.

Memasuki Januari 2013, kembali saya menuliskan sebuah resolusi ingin kurus. Kali ini saya memasukkannya kedalam prioritas utama saya. Bagaimana tidak, Januari 2013 berat badan saya saat itu sudah mencapai 84kg. Menurut teman-teman saya, bagian terparah yang menyumbang persentase terbesar dalam kelebihan berat badan saya adalah perut. Lihatlah foto diatas, sudah menahan nafaspun perut saya masih tampak sebesar itu. Padahal bagian-bagian lain tubuh saya semua tampak normal-normal saja. Ditambah lagi dengan bobot ini asma saya juga semakin sering kambuh. Saya harus melakukan sesuatu !!!

Per bulan Januari, saya kembali ke kampus Universitas Indonesia. Tapi bukan sebagai mahasiswa, melainkan hanya muncul setiap hari Sabtu dan Minggu untuk jogging. Mulai dari hanya kuat lari 2 menit hingga lama-lama saya cukup tahan lari-lari kecil hingga 15 menit nonstop. Dan perkembangan signifikan pada bobot tubuh pun mulai terasa. Dalam 3 bulan, saya berhasil menurunkan bobot tubuh sekitar 7-8 kg. Saya ingat sekitar bulan Maret bobot tubuh saya mulai stabil di angka 78 kg. Hanya saja, dari bulan April sampai Mei bobot tubuh saya terus bertahan. Tidak turun dan tidak juga naik. Padahal dengan bobot 78kg, bentuk perut saya masih kelihatan cukup besar. 

Saya tahu berat badan yang stabil menandakan porsi jogging saya perlu ditambah. Akan tetapi saya memang hanya punya waktu untuk jogging di kampus UI Depok hanya di hari Sabtu dan Minggu, itupun dengan catatan pada hari tersebut saya sedang tidak dinas keluar kota atau ada pekerjaan lainnya. Akhirnya saya memutuskan mendaftarkan diri untuk ngegym. Kebetulan di Pejaten Village, sebuah mall yang setiap hari saya lewati dalam perjalanan menuju dan pulang dari kantor akan dibuka cabang kesepuluh dari Fitness First. Biaya bulanannya memang cukup besar, tapi saya teringat pesan seorang teman. Jangan pelit mengeluarkan uang bila itu untuk diri sendiri, apalagi uang yang dikeluarkan untuk sesuatu yang bermanfaat. Maka sayapun memutuskan untuk mendaftar ngegym disana.. Target yang saya canangkan disana adalah, kembali ke berat badan ideal saya yaitu 68 kg dalam waktu 3 bulan.

Pertengahan bulan Juni 2013, saya mulai ngegym berbarengan dengan beroperasinya Fitness First Pejaten Village. Tidak hanya sekedar ngegym, saya juga diajarkan pola diet untuk orang-orang yang ngegym. Dan pelan-pelan saya mulai merasakan efeknya pada tubuh saya sendiri. Asma saya tidak pernah kambuh meskipun frekuensi ngegym saya lumayan menggila. Timbangan pun semakin bersahabat dengan saya. Berat badan saya terus turun mendekati berat ideal yang saya inginkan. Dalam waktu 2 bulan saja, berat badan saya sudah memasuki 69,7 kg. Entah sudah berapa belas tahun yang lalu terakhir kali berat badan saya berada di angka kepala 6. Bangga sekali dengan kerja keras saya sejauh ini meskipun masih banyak PR yang harus saya lakukan. Paling tidak resolusi ingin kurus yang dicanangkan beberapa tahun lalu sudah mendekati apa yang saya inginkan.