27 March 2014

Lebih Dekat Dengan Ani Berta


Niat awal menjelang pemilu legislatif ini, saya ingin menuliskan sisi lain dari para tokoh-tokoh yang wajahnya banyak terpampang dalam baliho dan poster yang terpajang di pinggir jalan. Saya hampir tidak mengenali wajah-wajah yang katanya akan menjadi wakil saya di parlemen, entah itu DPRD maupun DPR RI. Bermodal kegelisahan itulah saya mencoba menghubungi para calon wakil rakyat ini untuk saya tuliskan profil nya di blog ini. Dan sayangnya hanya beberapa yang menyambut baik niat saya untuk menuliskan profil mereka. Mungkin karena blog ini memang bukan apa-apa dan saya juga tidak menjanjikan untuk menulis apa yang menjadi program-program mereka. Yah, saya hanya menjanjikan menulis tentang profil mereka saja. Supaya masyarakat yang penasaran seperti apa sisi lain para calon wakil mereka bisa membaca itu di blog saya ini. Salah satu yang menyambut tawaran saya itu adalah Teh Ani Berta, seorang blogger wanita yang cukup aktif dalam bermacam kegiatan blogger.

Jujur, kalau berbicara tentang wanita yang satu ini saya mungkin akan menulis lebih banyak daripada apa yang akan saya tuliskan sekarang ini. Tapi saya tidak mau dibilang "punya kepentingan", saya hanya ingin menuliskan sesuatu yang siapa tahu berguna bagi para pembaca blog ini atau orang-orang yang butuh informasi lebih banyak tentang sosok blogger kelahiran Bandung, 27 Juni 1977 yang biasa dipanggil teman-temannya Teh Ani. Aktif dalam kegiatan blogger ternyata hanya merupakan salah satu dari kesibukannya berorganisasi. Sosok ramah dan tidak sungkan menyapa orang-orang yang baru dikenalnya ini ternyata diam-diam juga aktif dalam patrtai politik dan dicalonkan sebagai anggota DPRD II Kota Tangerang Selatan. Berikut beberapa pertanyaan yang saya lempar kepada Teh Ani mengenai beberapa hal yang mungkin bisa membuka wacana teman-teman seperti apa sosok wanita yang satu ini.

1. Deskripsikan diri anda dalam 5 kata ?
Pekerja keras, tidak suka ketergantungan

2. Motto hidup anda ?
Fight Never Ending yang artinya berjuang tiada akhir

3. Deskripsikan daerah yang akan anda wakilkan dalam Pemilu Legislatif 2014 ?
Pamulang Tangerang Selatan, secara geografis berbatasan dengan Jakarta Selatan. Tangerang Selatan merupakaan daerah pemekaran dari Kota Tangerang dan Hari jadinya pada 26 Nopember  pada Tahun 2008. Infrastruktur kota sudah cukup memadai, hanya perlu dibenahi di beberapa titik.  Misalnya untuk penataan kota : Drainase sangat perlu dimaksimalkan, pembuangan sampah terpadu harus ada di setiap Kelurahan sehingga ceceran sampah dan gundukan-gundukan sampah kecil di pinggir jalan utama dan gang-gang rumah tidak ada lagi. Banyak potensi yang bisa dikembangkann menjadi Kota yang berdaya saing perekonomianya.

4. Kenapa anda memutuskan untuk maju dalam Pemilu Legislatif mewakili daerah tersebut ?
Sejak menjadi Kader Partai Gerindra 6 tahun yang lalu, saya terinspirasi dari orang-orag yang sudah melakukan kontribusi di Parlemen. Dan saya ingin masuk lebih dalam lagi, agar dapat melakukan kontribusi secara maksimal, pada tahun ini kesempatan itu menghampiri saya, tak saya sia-siakan. Saya tergerak ingin berkontribusi penuh dengan segenap kemampuan saya terhadap daerah tempat saya bernaung. Walau saya adalah penduduk Bandung Jawa Barat tetapi saya sudah lama tinggal di Tangerang Selatan. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Dan saya merasa tergerak untuk memaksimalkan lagi kemajuan Pamulang, Tangerang Selatan yang sebenarnya sudah mandiri dan lumayan maju tetapi sumber daya manusianya perlu ditingkatkan kualitasnya sehingga akan berimbang dengan kemajuan kotanya.

5. Anda akan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Menurut anda wakil rakyat yang ideal itu seperti apa sih ?
Wakil rakyat yang ideal menurut saya adalah seorang yang dekat dengan masyarakat secara nyata, yang terus melakukan sosialisasi secara berkesinambungan untuk menyerap terus segala aspirasi rakyat. Bukan hanya menyerap tetapi terus menindaklanjuti semua aspirasi tersebut yang diwadahi dalam program-program kerja yang sudah dirancang.
Seorang wakil rakyat adalah merupakan pelayan masyarakat dan bukan dilayani.
Sebagai wakil rakyat harus punya program kerja yang terarah dan jangka panjang. Tidak membiarkan waktu kosong, harus diisi dengan berbagai rencana dan aksi nyata.
Dan harus konsisten dengan apa yang disosialisasikan semasa kampanye dan setelahnya.
Seorang wakil rakyat juga harus berani menentang sistem yang dirasa tidak memihak kepentingan rakyat walau menuai risiko. Intinya kesadaran penuh sepenuh hati serta pemikiran logis dan konsistensi sangat diperlukan oleh seorang wakil rakyat agar dapat menjalankan amanahnya dengan baik.
Selain dekat dengan masyarakat, seorang wakil rakyat pun perlu memperluas relasinya karena berbagai lobi bagi kelangsungan memenuhi berbagai elemen kepentingan masyarakat bisa didapat dari segala tempat dan instansi. Karena beberapa kebijakan tentunya harus melibatkan berbagai elemen.

6. Menurut anda bagaimana peran social media di Indonesia terhadap target-target anda ?
Peran sosial media bagi saya pribadi tak terlalu berpengaruh. Karena pengguna sosial media terbatas. Yang penting pendekatan langsung ke masyarakat melalui sosialisasi dan memperkenalkan program yang saya usung. Itu sudah cukup buat saya. Sosial media hanya sebatas publikasikan hasil sosialisasi saja. Tetapi bukan berarti peran sosial media tidak penting ya, untuk sebagian kalangan mungkin sangat diperlukan.

7. Sebutkan keberhasilan paling besar yang pernah anda rasakan selama hidup anda ?
Pada usia 23 tahun saya berhasil menjadi Account Officer  di sebuah perusahaan Plastic Forming yang cukp besar di Johor Malaysia. Dan sepulang ke tanah air mereguk karir di bidang Akunting tapi berbeda perusahaan.
Dan keberhasilan paling besar yang paling hakiki buat saya adalah ketika bisa terus berbagi terhadap sesama melalui kegiatan charity bersama teman-teman.

8. Sebutkan kegagalan paling besar yang pernah anda alami sepanjang hidup anda ?
Ketika menyia-nyiakan waktu dan kehilangan kesempataan.

9. Apa hal yang paling membuat anda takut ?
Ketika kualitas hubungan secara Vertikal dengan Nya melemah dan tak mampu berbagai terhadap sesama.

10. Siapa orang yang paling berpengaruh dalam hidup anda ? Kenapa ?
Setelah Allah SWT tentunya Keluarga besar.Karena keluarga besar adalah mereka yang senantiasa menerima saya apa adanya, baik, buruk tanpa pamrih dan mereka adalah sumber kekuatan saya.

11. Jika anda bisa memutar waktu kembali, apa yang ingin anda lakukan ?
Saya ingin memungut lagi waktu-waktu yang sempat disia-siakan untuk hal tak bermanfaat dan  ingin mengoptimalkan lagi target yang sudah terlambat untuk dijalani.
  
12. Jika anda bisa ke masa depan, apa yang ingin anda lihat ?
Saya hanya ingin melihat perdamaian abadi 

13. Satu pesan yang ingin anda sampaikan dalam tulisan ini ? 
Pesan saya, kita sebagai manusia jadilah manusia yang bermanfaat, selagi hayat dikandung badan, selagi badan masih lincah bergerak kesana kemari, gunakanlah waktu, tenaga dan segala kemampuanmu untuk sekitarnya. Jadilah energi positif yang setiap saat bisa menularkan segala kebaikan. 

13 March 2014

Resep Langsing Ala Goiq

Foto : Editan Mak Shinta
Perhelatan Srikandi Blogger 2014 sudah berlalu dan menyisakan banyak pertanyaan dari beberapa teman-teman blogger yang hadir, terutama mereka yang juga hadir tahun lalu. Pertanyaan terbanyak yang saya terima adalah "kurusan yah sekarang ?" dan pertanyaan kedua adalah "resep kurusnya apa sih ?" . Sebenarnya saya sudah pernah menuliskan beberapa dalam tulisan di blog saya ini, mulai dari tulisan Resolusi Yang Terwujud dan tulisan Hidup Sehat Ala Goiq . Saya akan mencoba update perkembangan terbaru dan mungkin beberapa pemikiran terbaru saya, tapi sekali lagi saya ingatkan kalau saya bukan pakar dan apa yang saya tuliskan ini berdasarkan pada apa yang saya jalani. 

1. Kenali Badan Sendiri

Kenapa poin ini saya letakkan di awal ? Karena saya sering sekali melihat orang-orang yang melakukan diet atau pola latihan di gym berdasarkan apa yang orang lain lakukan. Padahal belum tentu pola yang cocok untuk orang lain itu juga akan cocok untuk diri kalian. Contohnya saja, saya yang penderita asma tentu tidak bisa lari di treadmill dengan kecepatan dan waktu yang sama dengan orang yang bukan penderita asma. Jadi kalau teman-teman saya bisa tahan treadmill sampai satu jam bahkan lebih, saya tidak akan memaksa diri untuk juga bisa berlari satu jam. Bisa berlari 15 sampai 30 menit saja saya pikir itu sudah sangat baik sekali. Jadi kenali diri kalian sendiri, penyakit apa yang kalian derita serta daya tahan tubuh kalian selama ini. Mulailah dengan kemampuan kalian dan tetapkan target yang harus kalian capai. 

2. Berpikiran Positif


Selalu berpikiran positif itu saya pikir bukan cuma sekedar idiom basa-basi. Banyak sekali hal yang bisa saya dapatkan dengan selalu berusaha berpikiran positif. Hal sepele mengenai pikiran positif yang saya contohkan adalah mengenai makanan. Selama saya latihan di gym dan mengatur pola makan, saya sama sekali tidak pernah menghitung kalori. Saya hanya berusaha menyeimbangkan makanan yang masuk dalam badan saya. Karena itulah sampai hari ini saya tidak pernah berpantang makanan apapun. Semua masih bisa saya makan walaupun dengan porsi yang sudah saya kurangi. Prinsip saya, jangan pernah berpikir menjadikan makanan itu sebagai dosa. Karena efeknya tidak akan baik dalam tubuh kita. Bila semua makanan yang masuk ke dalam tubuh selalu kita syukuri, Insya Allah makanan itu akan menjadi manfaat dalam tubuh kita. 

3. Susun Pola Latihan Dan Nikmatilah

Susun pola latihan mulai dari yang paling mampu untuk dilakukan dan tingkatkan porsinya beberapa minggu sekali. Sewaktu pertama kali nge-gym, saya hanya mampu berlari di threadmill hanya 5 menit saja, setelahnya nafas saya sudah tidak karuan. Saya tidak memaksa diri saya karena hal itu akan membuat trauma. Jadi saya lebih suka berlatih perlahan dan menargetkan diri sendiri untuk lebih baik dari hari ini. Sekarang saya sudah mampir berlari 30 menit di threadmill dan saya masih akan berusahan untuk menambah porsinya. Kalau ditanya latuhan apa yang hasilnya cukup cepat membakar lemak ? Mungkin salah satu yang saya rekomendasikan adalah RPM (bersepeda). Kebetulan saya penyuka latihan yang satu ini dan merasakan dampaknya untuk badan saya sendiri. Sewaktu masih tahap menurunkan berat badan, saya bisa ikutan kelas RPM 3 kali seminggu. Sekarang sudah saya kurangi porsinya karena fokus saya sekarang adalah menambah massa otot. Pertama kali ikut kelas RPM 1 jam, jujur saya hampir kapok. Pantat saya sakit karena kelamaan duduk di sadel dan saya tidak mampu standing. Tapi saya berhasil memaksa diri saya untuk melakukannya lagi dan lagi sehingga bisa menjadi penikmat kelas RPM. Beberapa teman yang saya rekomendasikan ikutan kelas RPM juga sudah mendapat manfaat yang mereka inginkan.

4. Latihan Itu Bukan Siksaan

Beberapa orang malas latihan karena menganggap hal tersebut adalah sebuah siksaan untuk badan mereka. Padahal itu untuk badan sendiri loh, bukan untuk badan orang. Harusnya hal-hal yang mengganggu tersebut dibuang jauh-jauh dari pikiran. Pikirkan hal-hal yang menyenangkan, misalnya kalau nanti bisa mencapai target berat badan ideal akan membeli pakaian yang selama ini diinginkan tapi tidak mungkin dengan berat badan yang sekarang. Trus jadikan tempat gym adalah sebuah tempat yang menyenangkan yang selalu ingin didatangi setiap hari. Caranya sapalah orang-orang di gym dan bertemanlah dengan mereka. Saya sendiri membuat sebuah grup yang isinya teman-teman nge-gym dan menyebut tempat gym sebagai kampus. Sehingga di grup kami selalu menyebut latihan sebagai kuliah dan instruktur sebagai dosen. Hal ini menjadikan ngampus eeh nge-gym maksud saya sebagai hal yang menyenangkan. 

5. Olahraga Itu Tidak Harus Di Gym

Kenapa saya banyak menulis soal gym disini ? Karena itulah yang saya jalani sehari-hari setelah mencoba berolahraga sendiri tidak berhasil. Kembali lagi pada hal-hal apa yang memotivasi diri sendiri untuk rajin berolahraga, bila teman-teman rasa bisa berolahraga sendiri tanpa harus ke gym lebih bagus toh ? Hemat uang beberapa ratus ribu setiap bulan untuk olahraga yang bisa gratis dilakukan setiap hari. Saya sendiri sudah mencoba berolahraga sendiri tapi nyatanya tidak berhasil. Akhirnya saya memutuskan untuk nge-gym. Pertimbangannya kalau saya sudah membayar dan tidak dilakukan adalah sebuah hal yang mubazir bukan ? Jadilah saya nge-gym sampai sekarang. Banyak kok aktifitas olahraga yang bisa dilakukan secara rutin tanpa harus ke gym. Misalnya ikutan komunitas lari yang sering bikin kegiatan setiap habis jam kantor. Atau ikutan komunitas bike to work yang bersepeda menuju kantor. Kembali lagi cara apa yang mampu memotivasi teman-teman untuk semangat berolahraga.

Mungkin ini dulu sedikit tips dari saya. Kalau ada tambahan, nanti akan saya tuliskan dalam tips bugar sehat berikutnya. Mudah-mudahan tulisan ini sedikit memotivasi teman-teman untuk melakukan hal terbaik untuk diri sendiri. Sekali lagi saya ingatkan, kalau badan sehat, maka kita sendiri yang akan merasakan. Tapi kalau sakit, maka semua orang yang akan repot. Semangat berjuang teman-teman...

11 March 2014

Bangga Jadi Bagian Perhelatan Srikandi Blogger 2014

Finalis Srikandi Blogger 2014
Sudah pada tahu dong dengan acara Srikandi Blogger ? Bagi yang belum tahu akan saya jelaskan secara singkat. Srikandi Blogger ini adalah sebuah ajang penghragaan kepada para blogger perempuan yang mengaktualisasikan dirinya di era digital melalui pemanfaatan media sosial blog, sebagai wujud manifestasi Kartini era digital. Acara ini digagas oleh Kumpulan Emak Blogger .

Duo MC Acara Srikandi Blogger 2013
Tahun 2013 yang lalu, acara Srikandi Blogger untuk kali pertama diadakan. Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan untuk menjadi pembawa acara bersama mbak Aulia Gurdi yang merupakan member Kumpulan Emak Blogger (KEB) yang akrab disapa Mak Aul. Tahun lalu acara diadakan di Gedung Diknas Senayan dan memahkotai mbak Alaika Abdullah sebagai Srikandi Blogger 2013. Walaupun banyak kekurangan, tapi kami berdua berhasil membawakan acara ini hingga selesai. Sebuah pengalaman mendebarkan bagi saya karena mendapat kepercayaan besar seperti ini. 

Gladi Resik Srikandi Blogger 2014
Saat menghadiri sebuah acara beberapa bulan yang lalu, mbak Haya Alia Zaki memanggil saya dan meminta kesediaan saya untuk kembali menjadi pembawa acara Srikandi Blogger 2014. Entah kenapa saya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Kekompakan para emak-emak yang saya rasakan tahun lalu benar-benar membekas dihati saya sehingga saya ingin mengulang kebersamaan ini sekali lagi bersama para emak-emak yang luar biasa ini. Tahun ini, saya kembali berpasangan dengan Mak Aul untuk membawakan acara Srikandi Blogger 2014. Sama halnya seperti tahun yang lalu, saya hanya terlibat dalam acara lebih kurang satu minggu sebelum hari H. Tapi rasanya saya sudah seperti berada dalam jajaran kepanitiaan inti saja yang sudah mengurus semuanya sejak beberapa bulan lalu. Bagaimana tidak, saat saya datang untuk pertama kali untuk menghadiri meeting, saya sudah tahu apa yang akan saya lakukan. Kami langsung berkonsultasi mengenai detail acara, bloking, termasuk busana yang akan saya gunakan saat hari H nanti. Persiapan tahun ini benar-benar matang sepertinya. Dan satu hal yang paling saya suka, emak-emak pengisi acara yang datang saat gladi resik banyak yang membawa makan untuk disantap bersama. Mulut saya tidak berhenti mengunyah semua makanan lezat itu. Hahahahaha.

Dan tibalah hari pelakasanaan acara Srikandi Blogger 2014. Minggu pagi tanggal 9 Maret 2014 sekitar pukul 08.00, saya sudah tiba di Museum Nasional Indonesia tempat berlangsungnya acara. Walaupun sedang berlangsung Car Free Day di sepanjang jalan Sudirman - Thamrin, tapi tidak membuat saya datang terlambat ke lokasi. Walaupun sudah datang tepat waktu, ternyata saya tetap bukan yang datang paling pagi loh. Sudah banyak emak-emak panitia dan pengisi acara yang datang untuk di make up. Seluruh panitia serta pengisi acara termasuk saya sendiri di make up oleh team dari Sari Ayu Martha Tilaar. Kinclong kan penampilan saya ? Tahun ini saya memakai kostum ala Melayu yang dilengkapi kain songket . 

Partner nge-MC saya jadi manglingin setelah di make up. Mak Aul yang sehari-harinya tampil sederhana, hari itu berubah total jadi lebih cantik. Kelar dandan bukan berarti kita berdua tinggal duduk santai leyeh-leyeh nungguin acara loh. Di salah satu ruangan khusus panitia, saya dan Mak Aul mengulangi kembali rutinitas kami setahun yang lalu, yaitu bikin prakarya menggunting kertas. Hahahahaha... Maksudnya kami berdua menggunting script MC kami dalam bentuk terkecil supaya nyaman dipegang saat membawakan acara. Kalau potongannya terlalu besar nantinya akan susah untuk membalik halamannya yang takutnya akan berakibat potongan kertas yang kami pegang jatuh tercecer saat acara tiba. Ngga lucu doong ?? 

Foto bareng Dani Rachmat
Setelah prakarya kami selesai, masih ada sedikit waktu untuk beramah tamah dengan teman-teman blogger yang datang. Ngga afdal rasanya kalau sudah berada di satu tempat tapi tidak saling menyapa satu dengan yang lainnya. Salah satu yang mencolek saya duluan adalah lelaki satu ini. Saya tidak mengenalinya saat dia menegur saya. Setelah dia menyebutkan namanya saya langsung teriak astagaaah.. Ternyata dia adalah Dani Rachmat yang blognya selalu saya kunjungi setiap kali blogwalking. Ini adalah kali pertama kami bersua setelah saling berkomen di blog masing-masing. Sayang Dani hanya sebentar di lokasi acara karena ada keperluan keluarga. Tapi senang bisa berjumpa...

Bareng Una

Lalu berfoto juga dengan Una . Kalau dengan Una sih ini sudah bukan pertemuan pertama, malah kita cukup sering bertemu di beberapa acara blogger. Malah saat gladi resik, Una juga datang, tapi kita baru sempat foto-foto barengnya sewaktu acara. Saya juga sempat menyapa Mbak Monda Siregar , lalu menyapa mbak Lidya dan tentunya Pak Dhe Cholik yang bela-belain datang dari jauh khusus untuk menghadiri acara Srikandi Blogger 2014 ini. Dan teman-teman blogger lain yang sempat bersua di acara. Maaf tidak bisa ngobrol lama-lama karena acara sudah hampir dimulai dan saya harus segera bertugas..

Sambutan MakPan dan MakPon
Rangkaian acara Srikandi Blogger 2014 pun mulai berlangsung ketika kami mengucap salam kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir di Auditorium Basement Museum Nasional Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa kata sambutan dari Ketua Panitia Srikandi Blogger 2014 yakni mbak Haya Alia Zaki, lalu sambutan dari Founder Kumpulan Emak Blogger yakni Mira Sahid dan juga sambutan dari Kemkominfo oleh Ibu Hj.Septriana Tangkary, SE, MM. Dalam kata sambutannya, MakPan mengatakan kepanitiaan Srikandi Blogger ini bagaikan membuat kue bolu. Setiap hari mencari resep yang menghasilkan kue bolu paling enak untuk dinikmati. Dan hasilnya adalah seperti yang para tamu hadirin rasakan saat datang di venue Srikandi Blogger 2014. Sedangkan MakPon Mira Sahid mengatakan bahwa sukses penyelenggaraan Srikandi Blogger merupakan buah kerja keras seluruh jajaran KEB dan kepanitiaan Srikandi Blogger 2014. 

Ada yang berbeda dari peresemian acara Srikandi Blogger tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bila tahun lalu acara dibuka dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng, maka tahun ini acara resmi dibuka dengan membunyikan angklung oleh MakPon dan jajaran MakMin lainnya.. Saya sempat terharu ketika pada bagian acara pembacaan puisi berjudul Bila Ibu Boleh memilih karya dari Ratih Sanggarwati yang dibawakan oleh Mak Wiwik. Mak Wiwik membawakan puisi seperti ibu saya yang sedang bercerita kepada saya. Luar biasa..

Para pemenang Srikandi Blogger 2014
Rangkaian acara terus berjalan sampai tiba dibagian pengumuman pemenang Srikandi Blogger 2014 beserta jajarannya. Dimulai dari Srikandi Blogger Favorit 2014 yang dimenangkan oleh mbak Mugniar Marakarma seorang ibu yang bergabung dengan banyak komunitas menulis dan sering meraih juara dibanyak lomba blog. Pemenang Srikandi Blogger Persahabatan 2014 diraih oleh Meti Mediya yang merupakan seorang konselor dan relawan TIKyang mengedukasi orang tua dan anak untuk menggunakan internet secara positif. Sedangkan Srikandi Blogger Inspiratif 2014 diraih oleh mbak Murtiyarini atau biasa disapa Mak Arin yang merupakan seorang staff admin di IPB dan juga sering menulis untuk media cetak dan online. Sementara penghargaan khusus Srikandi Blogger Lifetime Achievment 2014 diraih oleh Bunda Lily atas dedikasinya yang tak pernah surut di dunia blogging. Dan pemenang Srikandi Blogger 2014 diraih oleh Pungky Febriyani , seorang wanita yang ikut menggaungkan dongeng untuk anak-anak kurang mampu serta peduli gerakan menghentikan kekerasan pada perempuan. Selamat kepada para pemenang...

Ahhh.. Bangga sekali saya bisa kembali berdiri di panggung Srikandi Blogger meskipun hanya sekedar untuk membawakan acara. Berada diantara wanita-wanita hebat ini membuat saya teringat pada seorang wanita hebat lainnya yang berada di Palembang yang selalu mendoakan setiap langkah saya. Sayapun membuat pantun dadakan yang sempat saya bacakan saat acara berlangsung...

Hari Minggu ayah ngecat pager
Di dapur emak bikin sambel terasi
Terima kasih Kumpulan Emak Blogger
Semoga terus menginspirasi..

Hari Minggu makan ager-ager
Bikin rujak pakai kedondong
Kepada Kumpulan Emak Blogger
Tahun depan MC nya kita lagi dooong...

04 March 2014

Jadi Chef Dadakan Di BreadLife


Hari Sabtu yang lalu, saya dan beberapa teman-teman blogger mengunjungi outlet BreadLife Bakery di FX. Saya antusias sekali untuk datang ke acara ini karena saya dan keluarga di rumah kebetulan menyukai roti-roti nya BreadLife. Sedikit informasi, BreadLife Bakery ini mengadopsi roti-roti Jepang yang terkenal dengan tekstur lembutnya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti ini juga merupakan bahan-bahan premium, jadi tidak heran juga sih kalau roti yang dihasilkan lembut dan wangi.

Foto : Tedy
Breadlife yang berada di FX ini tempatnya cukup besar serta ada meja dan kursi sehingga bisa nongkrong disini untuk menikmati roti dan minuman. Kalau saya tidak salah kedepannya semua outlet BreadLife yang ada akan berkonsep seperti ini. Seperti yang saya lihat di Pejaten Village, outletnya saat ini sedang di renovasi. BreadLife juga memiliki konsep open kitchen sehingga kita bisa melihat aktifitas chef secara langsung dan tentu saja bisa mencium aroma wangi roti yang sedang dipanggang. 

Foto : Tedy
Sedang asyik ngobrol-ngobrol, kami ditanya siapa yang ingin masuk dapur untuk membuat roti bersama chef Kernel dari BreadLife. Spontan saya langsung menunjuk tangan berbarengan dengan mbak Ani Bertha dan mbak Fadlun Arifin. Maka terpilihlah kami bertiga mewakili para blogger yang hadir pada hari itu untuk masuk dapurnya BreadLife. Sebelum masuk dapur, kami harus memakai apron dan topi chef terlebih dahulu. Memakai apron bertujuan supaya baju tidak kotor terkena tepung atau bahan roti lainnya, sedangkan memakai topi chef bertujuan supaya tidak ada rambut yang jatuh kedalam roti yang sedang diolah. Lalu foto-foto dulu serasa kami bertiga ini finalis 3 besar Blogger Chef Indonesia. Hahahahaha..

Begitu masuk ke dalam dapur, kami harus mengikuti semua standar yang berlaku di BreadLife, yang dimulai dari mencuci tangan sampai bersih dengan menggunakan sabun. Dapur BreadLife sendiri menurut saya tidak terlalu besar tapi dipenuhi dengan peralatan yang serba besar seperti mixer besar, baskom besar, dan juga oven besar pastinya. Karena para chef disini membuat roti dalam jumlah yang besar untuk dijual sehingga mereka juga memerlukan peralatan yang besar-besar ini untuk mengolah dan membuat roti dalam jumlah besar. 

Foto : Tedy
Begitu selesai mencuci tangan sampai bersih, chef Kernel sudah menunggu kami untuk mengajarkan cara membuat salah satu roti yang dijual di BreadLife yang bernama The Ring. Untuk mempersingkat waktu, adonan roti sudah dipersiapkan terlebih dahulu sebelumnya. Kami tinggal masuk dalam tahapan membentuk adonan roti sampai siap untuk dipanggang dalam oven. Yang kami lakukan adalah menggiling adonan roti sampai gepeng lalu membentuknya empat persegi. Setelah itu memasukkan potongan keju, mayonaise dan irisan daging olahan. Adonan roti yang sudah diberi isian kemudian digulung memanjang dengan ketebalan yang sama, lalu dibentuk melingkar seperti cincin. Kami bertiga harus melakukan ini beberapa kali sampai nampannya penuh. Setelah nampannya penuh, langkah selanjutnya adalah mengolesi roti dengan telur kocok dan bagian atasnya diberi taburan keju halus. Lalu adonan roti yang sudah berbentuk cincin ini digunting menjadi 8 potongan yang tidak terputus. Roti pun didiamkan sebentar sampai mengembang dalam sebuah lemari dan setelah itu siap dipanggang.Walaupun terlihat simpel, tapi sebenarnya kami bertiga kesulitan melakukan hal ini. Dan kesimpulannya adalah membuat roti itu susah dan lebih enak jadi pembeli yang datang dan tinggal makan. Hahahaha.

Setelah dipanggang dalam oven selama beberapa menit, The Ring yang kami buat tadi pun matang sudah. Rotinya wangi sekali dengan bentuk yang juga oke. Lelehan keju dibagian dalam benar-benar menggemaskan untuk segera memasukkannya ke dalam perut. Kalau sudah begini sih, membuat sama menghabiskannya memang beneran gampangan menghabiskannya sih.

Searah jarum jam : Mayo Chick Stix, Ritz Pasta, Curry Pan, Spicy Nori
Searah jarum jam : Egg Tart, Rugby, Cocoa Fudge, Tuna Mantra
BreadLife sendiri saat ini menjual lebih dari 30 jenis aneka roti dan cake. Oh ya, kami juga disuguhkan beraneka macam roti yang dijual di Breadlife. Saya manfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk mencoba beberapa roti yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Dan rasanya emang lezat. 

Kalau ditanya, apa sih roti favorit saya yang wajib ada kalau saya ke BreadLife ? Saya pasti langsung jawab Tiger Roll. Saya lupa sejak kapan saya suka dengan Tiger Roll, yang jelas sih sejak pertama kali saya mencobanya. Hahahaha.. Tiger Roll ini gurih dan rame banget. Ada abon, ada telur yang membungkus roti, lalu ada timun yang garing di bagian dalam roti. Pokoknya enak..

Hari itu kami mendapat voucher dari BreadLife loh. Saya bersama mbak Ani dan mbak Fadlun mendapat voucher tambahan karena terpilih untuk membuat roti bersama chef di dapur BreadLife. Senang banget karena voucher nya bisa dipakai buat memborong roti yang disuka semua anggota keluarga. Terima kasih BreadLife buat pengalaman baru yang seru bersama teman-teman blogger. 
berpartisipasi dalam BreadLife

02 March 2014

Saya Dan Narkoba


Saya terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara. Walaupun lahir di Jakarta, tapi saya bertumbuh besar dan menghabiskan masa remaja saya hingga tamat SMA di Palembang. Ayah saya mendidik kami berempat dengan keras. Semua hidup dalam aturan dan disiplin yang ditegakkan oleh ayah. Walaupun sejak SMP saya tinggal di rumah yang terpisah dari orang tua, tapi hal tersebut tidak menjadikan saya bebas. Saya tetap hidup dalam aturan yang ditetapkan oleh orang tua meskipun tinggal terpisah. Karena saya tahu, ayah selalu memantau pergerakan saya setiap hari. Walaupun besar dalam sebuah kedisiplinan, ayah tidak pernah membatasi pergaulan saya. Saya bebas membawa teman-teman saya bermain kerumah bahkan sampai menginap. Saya juga tidak dilarang bermain kerumah teman-teman saya selama pulang sebelum maghrib atau semalam-malamnya pulang jam 21.00. Itupun dengan catatan sudah izin sebelumnya akan pulang malam dan sudah disetujui pastinya.

Dengan membuat kami berpikir bahwa kami seolah terpantau, membuat kami bersaudara juga seolah enggan untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat beliau murka. Misalnya saja, saya rela dibilang banci oleh beberapa teman-teman karena saya tidak merokok. Padahal teman-teman satu kelompok saya semuanya merokok. Saya lebih rela diledek daripada membayangkan murka ayah saya yang mendapati saya ketahuan merokok. Karena saya merasa ayah saya selalu memantau gerak-gerik saya. Waktu SMA saya bersahabat dengan teman-teman yang sedang belajar sampai yang sudah mahir merokok. dari mulai merokok, mereka mulai mencoba minuman beralkohol. Saya masih ingat bagaimana mereka harus curi-curi untuk membeli sebotol bir untuk diminum bersama. Tapi rasa takut membuat saya menolak untuk minum. Dan untungnya saya bukan tipikal orang yang “panas” bila diledekin teman-teman saya. Lagipula mereka tidak sampai memaksa atau nyekokin saya untuk minum.

Setamat SMA, seperti kebanyakan orang Sumatera lainnya, saya harus merantau mengikuti jejak abang saya yang sudah terlebih dahulu kuliah di ibu kota Jakarta. Awalnya saya ingin kuliah di Malang, bahkan sudah sempat nekat jalan kesana untuk mendaftar kuliah. Tapi memang dasar jodohnya harus kuliah di Jakarta, akhirnya saya harus kembali dan kuliah di Jakarta. Walaupun di Jakarta ada beberapa rumah kerabat dekat, tapi saya memutuskan untuk kos dekat kampus saja. Untungnya saya mengikuti sebuah organisasi kemahasiswaan di kampus dan menjadi pengurusnya. Tempat kos saya yang dekat dengan kampus membuat teman-teman organisasi memutuskan untuk menyewa satu kamar di tempat kos saya untuk dijadikan basecamp. Jadi semua pengurus organisasi bisa memakai tempat kos tersebut. Setiap hari sepulang kuliah, tempat kos saya selalu ramai dengan teman-teman organisasi. Ada saja yang dibahas seharian sampai malam. Bila ada pembahasan yang sangat seru, tak jarang banyak sekali yang menginap. Ujung-ujungnya kamar saya juga dipakai untuk tempat tidur.

Banyak kepala berkumpul tentu saja ada banyak sifat dan kebiasaan yang harus saya hadapi. Ditambah lagi saat itu bayang-bayang ketakutan karena selalu terpantau oleh ayah saya sudah tidak ada lagi. Sejak saya kuliah dan kos di Jakarta saya merasa menjadi manusia yang bebas. Ayah saya di Palembang dan saya di Jakarta, kalaupun ada saudara-saudara dekat di Jakarta toh mereka sudah sibuk dengan kegiatan dan keluarganya masing-masing. Tidak mungkinlah bisa memantau saya setiap saat, begitulah pemikiran saya saat itu. saat menikmati masa kebebasan itulah untuk pertama kalinya saya belajar merokok dari teman-teman saya yang sering nongkrong di tempat kos. Akhirnya saya malah jadi perokok berat. Tiada hari tanpa begadang yang saya lewatkan tanpa merokok. Setelah mengenal rokok saya juga mulai mengenal miras. Menurut teman-teman saya, begadang itu tiada sempurna sambil merokok dan minum bir. Tapi untungnya saya tidak terlalu suka minuman bernama bir itu. Tapi demi kebersamaan saya minum juga sedikit dan seringnya sih saya buang diam-diam.

Setelah menjadi perokok dan mulai mengenal miras (walaupun faktanya sampai sekarang saya tidak pernah suka rasa beberapa miras seperti bir), beberapa teman mulai mengenalkan saya pada pengalaman baru. Dia bernama ganja. Awalnya saya pikir teman-teman saya sedang merokok, tapi entah kenapa baunya berbeda. lebih tajam dan menusuk. Mereka menawarkan saya untuk menghisapnya. Rasanya beda tipis dengan merokok tapi sensasinya lebih nendang daripada merokok.  Itulah kali pertama saya menghisap ganja seumur hidup saya. Memang menghisap ganja tidak pernah menjadi kebiasaan rutin saya dan teman-teman di kos-kosan. Tapi beberapa kali ada saja teman yang membawanya ke kos dan kami buat beberapa linting lalu dihisap bersama. Efek ganja yang sering saya rasakan pada diri saya bermacam-macam. Kadang membuat ngantuk, kadang membuat gembira. Bila sudah bersama teman-teman kami bisa ngeganja sambil tertawa tawa. Walaupun tidak pernah merasa sampai kecanduan, tapi saya menikmati pengalaman ini bersama teman-teman saya.

Hingga akhirnya saya mendengar kabar dari kampung halaman bahwa usaha ayah saya sedang tidak kondusif. Saya diminta untuk prihatin mengingat adik-adik saya juga akan segera melanjutkan ke bangku kuliah dan perlu biaya yang tidak sedikit. Bahkan uang kuliah sayapun dibayarkan oleh adik ayah. Saya seperti tertampar. Saya disini bersenang-senang bersama teman-teman saya sementara orang tua saya sedang dalam kondisi yang prihatin. Betapa kurang ajarnya saya sebagai anak. Saya sempat mengutarakan niat berhenti kuliah dan kembali ke Palembang, tapi ayah melarang dan meminta saya tetap meneruskan kuliah di Jakarta. Beliau berpesan supaya saya bisa lulus tepat waktu, karena beliau sedari awal tidak pernah meminta saya lulus dengan predikat terbaik atau berprestasi. Baginya saya lulus tepat waktu itu sudah menjadi kebanggaannya sebagai orang tua.

Sejak itu saya menguatkan tekat untuk menjadi lebih baik. Saya masih tetap merokok ( baru berhenti merokok setelah lulus kuliah ) tapi sudah mau lagi menghisap ganja. Saya tidak mau ambil resiko ayah saya harus menanggung beban yang lebih berat bila saya sampai kecanduan atau tertangkap tangan sedang mengkonsumsi ganja oleh pihak kepolisian. Saya tetap bersahabat dengan teman-teman saya, dan untungnya mereka bisa mengerti bahkan semakin mengurangi kegiatan minum-minum dan ngeganja di tempat kos. Belakangan saya tahu mereka mulai kuatir juga karena sering melihat mobil polisi yang wara-wiri dekat tempat kos. Bahkan ada teman yang terang-terangan bercerita sampai mendatangi tempat rehabilitasi pengguna narkoba. Dan saya hidup sebagai manusia anti narkoba hingga saat ini.


Saya bersyukur dengan kejadian yang menimpa usaha ayah saya dapat membuat hidup saya jadi lebih baik. Sedangkan diluar sana saya tahu masih banyak pelajar dan mahasiswa yang sering melakukan pesta miras dan narkoba di tempat kos mereka. Banyak mahasiswa daerah yang tadinya bersih kemudian menjadi pecandu narkoba karena pengaruh pergaulan. Karena itulah saran saya untuk para orang tua yang akan menyekolahkan anaknya jauh dari rumah, sering-seringlah pantau perkembangan anak kalian. Kalau perlu pilihkan tempat kos yang induk semangnya tinggal disana. Sehingga para orang tua selain bisa memantau melalui anaknya langsung bisa juga memantau anaknya melalui pemilik / penjaga kos. Sehingga kita bisa meminimalisir kemungkinan anak-anak kebanggan kita jatuh kedalam pengaruh narkoba. Ingat, narkoba tidak mengenal usia, jenis kelamin dan pekerjaan. Siapapun bisa menjadi pengguna dan pecandu. Maka meminimalisir kemungkinan pada orang-orang terdekat kita adalah hal yang paling mungkin kita lakukan. Mari kita mencegah dan menyelamatkan pengguna narkoba serta jadikan tahun 2014 sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba.