11 February 2014

Melancong Ke Sultan Hasanuddin International Airport Makassar

Akhir bulan Januari lalu saya berkunjung ke Kendari untuk sebuah urusan yang menyangkut masa depan. Niatan dalam hati sih pengen naik pesawat yang langsung landing di Kendari tanpa harus transit terlebih dahulu supaya lebih praktis. Apa daya, ternyata sekarang penerbangan langsung ke Kendari dari Jakarta tidak sebanyak beberapa tahun lalu saat pertama kali saya mengunjungi kota ini. Penerbangan langsung yang jumlahnya tidak banyak itupun harga tiketnya tidak cocok untuk pengangguran banyak acara seperti saya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil penerbangan dengan transit di Makassar sebelum melanjutkan terbang ke Kendari dengan pesawat ATR nya Wings Air. Harga tiket yang terpaut cukup jauh inilah yang akhirnya mengalahkan segala kepraktisan yang saya anut selama ini. Dipikir-pikir beda harga tiket ini lebih baik digunakan untuk menyewa kamar hotel saja bukan ? 

Ini memang bukan pertama kalinya saya landing di Sultan Hasanuddin International Airport.Tapi ini pertama kalinya saya mendarat disini hanya untuk transit. Beberapa kunjungan ke Makassar sebelumnya, saya dikejar-kejar waktu untuk sesegera mungkin keluar dari airport begitu landing. Begitupun ketika akan meninggalkan Makassar, saya selalu datang dalam kondisi sudah mendekati waktu penerbangan. Tapi walaupun selama ini hanya sekedar singgah, Sultan Hasanuddin International Airport ini merupakan salah satu airport favorit saya di Indonesia.Karena kali ini saya punya waktu beberapa jam saat transit, maka saya putuskan untuk mengelilingi airport besar ini dan mengambil beberapa foto untuk saya tulis di blog saya ini.

Area check in di Sultan Hasanuddin Airport ini besar sekali. Ada sekitar 50 counter check ini yang terbagi dalam beberapa area yang bisa kita pergunakan disini. Kita tinggal menyesuaikan penerbangan kita melalui LCD yang berada di atas setiap counter check in.Tidak heran juga airport ini memiliki counter check in yang cukup banyak, mengingat Makassar adalah gerbang dari dan menuju kawasan timur Indonesia. Saya pikir hampir semua penerbangan menuju Indonesia Timur bisa kita temui disini. Tidak heran di Flight Information Display System ( FIDS ), saya banyak menjumpai penerbangan ke daerah-daerah yang namanya terasa kurang familiar di telinga saya. 

Saya suka sekali dengan signage terbaru di Sultan Hasanuddin International Airport ini. Bukan semata-mata karena saya suka warna biru lalu saya langsung menyukai signage nya. Tapi lihatlah keberadaan signage ini benar-benar meneduhkan mata dan matching dengan suasana sekitarnya. Ngomong-ngomong soal tulisan di signage, saya baru tahu kalau di airport ini ada fasilitas shower room. Tadinya tertarik untuk mandi disini, mengingat waktu dari Jakarta maupun saat berangkat dari Kendari saya tidak pakai acara ritual mandi karena malas tepatnya. Tapi sayang semua shower room dalam kondisi terkunci. Entah sedang renovasi atau memang harus menghubungi petugas dulu bila ingin menggunakan fasilitas ini. Yang jelas karena terkunci ini, saya jadi mengurungkan niat untuk mandi. Hahahahaha

Area F & B pun cukup lengkap di lantai ruang tunggu keberangkatan. Tinggal pilih saja mau yang mahal atau yang sedikit lebih murah.Semua berjajar rapi disegala penjuru. Atau bisa juga membeli oleh-oleh di sejumlah tenant yang mengisi area komersial disini. Mau beli barang bermerk sampai oleh-oleh tradisional tersedia disini. 

Karena airport ini cukup besar, keberadaan beberapa travelator sangat membantu sekali. Selain itu airport yang ada travelatornya menurut saya terkesan airport mewah yaah.. Hahahaha. Oh ya, saya suka sekali karena management airport ini akhirnya melepas sekat-sekat pembatas pada gate keberangkatan. Dulu setiap gate dibatasi dengan sekat-sekat kaca sehingga terkesan sumpek, dengan dibukanya sekat-sekat tersebut, airport yang pada dasarnya memang besar ini jadi terasa lebih lega rasanya. 

Sayangnya saya mengikuti rasa malas untuk turun ke area kedatangan dan foto-foto conveyor belt serta foto-foto ruang tunggu kedatangan, ruang keberangkatan termasuk sisi darat airport ini. Jadinya foto-foto airport nya hanya sebatas ini saja. Mohon maaf yah teman-teman. Kalau lain kali saya ke Makassar lagi, pasti saya akan tuntaskan foto-foto nya..