08 July 2014

Halo Fit Run

Semenjak mulai nge gym tahun lalu, saya asyik berolahraga dan bersosialisasi dengan teman-teman di gym. Belakangan beberapa teman-teman gym mulai suka dengan lomba lari yang cukup sering diadakan di Jakarta. Saya beberapa kali diajak, tapi masih tegas menolak. Menurut saya, lari kan ngga perlu bayar. Tapi setelah merenung lagi dan melihat keseruan teman-teman saya yang ikutan lomba lari, saya mulai ragu dengan pendapat saya. Jadi ingat dulu saya juga ngga mau nge gym karena berpikiran kalau olahraga bisa dimana saja dan kapan saja. Ngapain harus bayar ? Tapi pendapat itu langsung terbantahkan setelah saya mulai nge gym. Dan sepertinya saya memang harus mencoba dulu untuk menemukan sensasinya.


Pucuk dicinta ulam tiba, teman saya ngotot daftarin saya untuk ikutan Halo Fit Run. Awalnya saya menolak karena lomba ini hanya menyediakan rute 10K. Sementara lari 5K pun saya merasa belum sanggup. Tapi teman saya memberi motivasi bahwa saya bisa kalau mau. Dan sayapun tidak membantah lagi. Gratis ini. Hehehehe... Langkah yang perlu saya lakukan adalah memotivasi diri untuk berlatih lari di treadmill saat nge gym. Latihan pertama, saya mampu berlari 5K. Tapi di latihan berikutnya saya bahkan tidak pernah lagi menyentuh 5K. Keraguan kembali muncuk di benak saya. Mampukah saya berlari sejauh 10K ?

H-1 sebelum lomba, saya bangun tidur dalam keadaan leher yang sakit karena salah bantal. Waduuh.. pertanda apalagi ini. Tapi saya berharap mudah-mudahan esok harinya sakit leher yang menyebabkan saya sulit menengok ke arah kiri ini bisa sembuh. Tapi saya keliru, sampai saat bangun tidur sebelum lomba leher saya malah bertambah sakit. Dapat bonus batuk pula yang membuat leher semakin sakit. Saya nyaris membatalkan diri untuk ikut lomba, tapi saya ingat sudah terlanjur janji dengan 2 teman saya Buffy dan Pinta untuk berangkat bareng ke lokasi lomba. Akhirnya saya putuskan nekat tetap jalan dengan keputusan tidak akan memaksakan diri untuk lari sampai finish bila kondisi tidak memungkinkan.

Stari dimulai tepat pk.06.00 pagi. Saya memulai lomba dengan berlari nonstop sampai 1,5 km. Setelahnya saya selingi dengan berjalan. Selain leher yang sakit, saya dapat bonus tambahan dengan lepasnya beberapa bagian dari sol sepatu saya. Saya memutuskan melepaskan sol sepatu yang mengelupas tersebut walaupun konsekuensinya membuat saya jadi tidak nyaman berlari. Saya berlari diselingi berjalan melalui rute-rute lomba. Sesekali berhenti cukup lama di water station sembari menikmati air minum walaupun saya tahu tidak boleh minum terlalu banyak. Dan setelah hampir 1,5 jam berlari, saya tiba di garis finish. Akhirnya...


Selesai lomba, saya bersama teman-teman dari Pejaten Runners mulai foto-foto di sekitar venue. Menyenangkan sekali untuk kali pertama ikutan lari langsung dengan jarak 10K, dengan leher yang sakit karena salah bantal, ditambah batuk dan sol sepatu yang mengelupas. Senang karena dengan segala macam kejadian tersebut saya bisa tetap finish dan mendapat medali finisher pertama saya. Bayangkan kalau saya mengikuti kata hari untuk tidak berangkat hari itu, mungkin saya tidak pernah tahu betapa ikut lomba lari itu menyenangkan. Buktinya selepas Halo Fit Run, saya langsung mendaftarkan diri untuk beberapa lomba lari berikutnya. Aahhh.. Saya ingin berlari dan terus berlari.