29 December 2014

Film Merry Riana : Film Indonesia Penutup Tahun 2014 Yang Berkesan

Salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk mengisi libur long weekend kemarin adalah menonton film di bioskop. Karena saya suka menonton, saya tidak peduli harga tiket di saat libur akhir tahun ini lebih mahal di saat weekdays. Karena itu saya sengaja memilih nonton di hari Sabtu supaya tidak rugi. Hahahaha...

Film yang saya tonton kali ini berjudul Merry Riana. Dari judulnya tentu kita langsung tahu bahwa film ini terinspirasi dari kisah nyata hidup seorang motivator sukses Indonesia yang di usia 26 tahun berhasil meraih 1 juta dollar Singapura dari kerja kerasnya. Saya hanya butuh satu kali saja menonton trailer film ini di Youtube untuk langsung memutuskan kalau saya harus menonton film ini. 

Karena saya belum membaca bukunya, maka saya jauh lebih menikmati film ini secara utuh tanpa harus membuat perbandingan yang seharusnya memang tidak perlu. Cerita diawali dari sebuah kerusuhan berbau SARA di Indonesia yang membuat Merry Riana yang diperankan oleh Chelsea Islan harus meninggalkan Indonesia untuk menuju Singapura seorang diri tanpa keluarga. Merry menghubungi teman sekolahnya Irene yang diperankan oleh Kimberly Ryder. Irene kuliah di Nanyang University Singapore dan tinggal di asrama. Karena iba dengan kisah Merry, Irene mengajak Merry untuk tinggal sementara di asrama kampus yang sebenarnya hal tersebut terlarang untuk dilakukan. Tapi apa mau dikata, Merry yang menumpang di asrama kampus akhirnya ketahuan oleh penjaga asrama. Irene dan Merry dibawa ke bagian administrasi kampus. Hingga akhirnya ditemukan jalan keluar bahwa Merry akan mengikuti tes masuk di Nanyang University. Dan ketika akhirnya Merry berhasil lulus tes masuk masalah belum selesai. Bahwa dirinya membutuhkan penjamin dari mahasiswa senior untuk mendapatkan pinjaman kuliah dari kampus. Hingga dia dikenalkan oleh Alva yang diperankan oleh Dion Wiyoko dan merupakan teman dari Irene. Apakah Alva bersedia menjadi penjamin Merry ? Bagaimana perjalanan Merry di Singapura hingga akhirnya dia berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya ? 

Faktor penting yang membuat saya suka pada sebuah film memang tidak jarang berasal dari pemerannya. Nama Chelsea Islan yang memerankan Merry Riana saya pikir sudah cukup untuk membuat saya memutuskan akan menonton film ini di bioskop. Saya suka akting Chelsea saat menonton film Refrain tahun lalu. Saya yakin Chelsea akan menjadi sesuatu di industri perfilman tanah air. Chelsea berhasil memerankan tokoh Merry Riana dengan baik. Walau beberapa teman mengatakan kalau wajah Chelsea terlalu cantik untuk memerankan karakter orang susah, tapi buat saya aktingnya natural. Saya mendapatkan rasa galau saat harus berangkat ke Singapura tanpa keluarga, saya dapatkan rasa sedihnya saat harus berpisah dengan Irene, saya dapatkan juga rasa lelahnya saat harus presentasi dengan klien dan saya dapatkan rasa bahagianya saat dia menerima SMS berisi S.H.M.I.L.Y . 

Pokoknya buat saya film Merry Riana sangat layak untuk di tonton. Betapa banyak pelajaran hidup yang bisa kita dapatkan dari film ini. Bahwa sebuah kesuksesan dapat diraih dengan memerlukan jalan berliku dan banyak kegagalan. Saya tahu masih ada hal-hal yang menurut saya masih kurang dari film ini, tapi dengan segala rasa yang saya temukan saat menonton, film Merry Riana ini harus jadi tontonan akhir tahun kalian deh !

Skor : 8,5/10