25 February 2015

Madame Tussauds Hong Kong

Sebenarnya saya sudah pasrah sejak jauh-jauh hari tidak bisa memposting tulisan ini di blog. Memory card Blackberry tempat foto-foto ini berada rusak sejak sepulang dari Hong Kong. Blackberry inipun akhirnya tidak pernah dipakai lagi. Lalu tiba-tiba saya iseng ingin menggunakannya lagi sampai membeli nomor perdana dan mengaktifkan paketnya, Dan keajaiban terjadi, foto-foto di memory card muncul semua termasuk foto-foto di beberapa tempat di Hong Kong yang belum sempat saya publish di blog. Bergegas saya pindahkan foto-foto ini ke Android dengan bantuan Bluetooth. Dan sayapun mengembalikan ingatan saya saat mengunjungi Madame Tussauds Hong Kong 2 tahun yang lalu.

Madame Tussauds Hong Kong berada satu lokasi dengan The Peak Tower yang pernah saya tuliskan ceritanya di blog ini. Madame Tussauds sendiri adalah sebuah museum yang di dalamnya terdapat patung lilin tokoh-tokoh ternama. Museum ini sudah hadir di beberapa kota ternama seperti Hong Kong, Bangkok, London, Tokyo, New York, Amsterdam dan lain-lain. Patung lilin yang terdapat di Madame Tussauds ini benar-benar menyesuaikan dengan tinggi para tokoh tersebut sesungguhnya. 

Menurut Wikipedia, Marie Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di StrasbourgPerancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin. Tussaud membuat patung lilin pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan Voltaire, pada tahun 1777. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dipatungkannya antara lain Jean Jacques Rousseau dan Benjamin Franklin. Selama Revolusi Perancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengah-tengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna. Ketika Curtius meninggal pada tahun 1794, ia meninggalkan koleksi patung-patung lilinnya pada Tussaud. Di tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London dan pada tahun 1842, ia membuat patung lilin dirinya sendiri yang sekarang dipajang di pintu masuk utama museumnya

Dan inilah beberapa patung tokoh-tokoh ternama yang saya ajak foto bareng. Kapan lagi lah yah mereka ketemu saya dan saya ajak foto bareng. Belum tentu kan saya bakal setahun sekali mengunjungi mereka. Jadi saya manfaatkan moment ini dengan baik. Hahahahaha... Sebenarnya masih banyak foto-foto lainnya, hanya saja saya takut teman-teman nantinya malah memutuskan untuk tidak kembali mengunjungi blog ini karena melihat foto-foto narsis saya itu. Oh ya, untuk masuk ke Madame Tussauds Hong Kong akan dikenakan biaya HK$135 bila untuk melakukan pembelian melalui online dan HK$240 untuk pembelian tiket langsung di tempat. Harga ini merupakan tiket untuk dewasa. Detail harga tiket bisa teman-teman lihat di website resmi Madame Tussauds Hong Kong . Yuk traveling :) 

22 February 2015

Hotel Murah Di Palembang Yang Dekat Jembatan Ampera


Suka jalan-jalan ? Sudah pernah jalan-jalan ke kota Palembang belum ? Kota Palembang memiliki beberapa potensi wisata baik itu wisata alam maupun wisata kuliner. Salah satu objek wisata yang juga merupakan icon kota Palembang adalah Jembatan Ampera. Belom sah rasanya ke kota Palembang kalau tidak menyempatkan untuk melewati, singgah dan berfoto dengan latar Jembatan Ampera ini. Jembatan Ampera menghubungkan antara seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Letaknya yang berada di tengah kota memudahkan kita  untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata lain, salah satunya adalah Pulau Kemaro. Selain itu di seputar jembatan Ampera banyak sekali penjual makanan. Pastinya bakal menyenangkan sekali berwisata kuliner di sana.

Buat teman-teman yang baru pertama datang ke Palembang, salah satu yang perlu dipertimbangkan sejak awal adalah memilih tempat menginap. Kita bisa memilih beberapa list hotel di Palembang yang berlokasi di dekat Jembatan Amperayang dan sesuai dengan budget traveling teman-teman.

1. Hotel Swarna Dwipa
Sumber; Website Angkasapura
Dengan harga kamar mulai 400 ribuan, hotel ini menawarkan fasilitas yang cukup nyaman.Seperti kolam renang outdoor yang luas, fasilitas BBQ bagi teman-teman yang ingin melakukan BBQ party bersama kawan atau rekan kerja, taman, teras, gym, dan juga pub. Setiap kamar di hotel ini difasilitasi dengan kamar mandi (shower atau bathub), LCD TV, lemari pakaian, coffee or tea maker, dan meja kerja.

2. Hotel Tiara

Rate harga kamar di hotel ini mulai dari 200 ribuan. Dengan fasilitas shower di dalam kamar mandi, work desk, dan juga AC. Selain dekat dengan Jembatan Ampera, teman-teman dapat menempuh tempat-tempat wisata lain seperti Benteng Kuto Besak, dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Sedangkan bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dapat ditempuh dengan berkendara selama 30 menit.

3.  Hotel Graha Sriwijaya


Hotel Graha Sriwijaya yang beralamat di Jl. Merdeka No. 9 ini memiiliki rate kamar mulai harga 400 ribuan.Masing-masing kamar memiliki fasilitas berupa TV, AC, free Wi Fi, safe deposit box, mini bar, dan kamar mandi yang dilengkapi dengan shower room. Hotel ini juga  menyediakan fasilitas tambahan sepert pusat kebugaran, spa, pijat, dan karaoke.

4. Hotel Wisata
Dengan rate harga mulai 300 ribuan, hotel ini menawarkan fasilitas seperti kamar ber AC dengan mini bar dan kamar mandi. Hanya ada dua jenis kamar yaitu Superior Double atau Twin dan Standard Double atau Twin. Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak dapat ditempuh selama 10 menit dengan berkendara dari hotel ini.

5. Hotel Duta Palembang
Selain dekat dengan Jembatan Ampera, letak hotel ini tepat di seberang Palembang Indah Mall.Dengan rate mulai 300 ribuan Hotel Duta menawarkan dua jenis kamar yaitu, Standard Double dan Superior Double atau Twin.Fasilitas untuk masing-masing kamar meliputi AC, free Wi Fi, tea/ coffee maker, dan kamar mandi shower.

Keuntungan lain ketika menginap di hotel dekat jembatanAmpera, teman-teman dapat menikmati beragam wisata kuliner yang banyak dijual di sekitar lokasi. Ada beberapa resto yang menghidangkan masakan khas kota Palembang dengan pemandangan yang indah. Resto-resto ini layak untuk teman-teman kunjungi. Diantaranya adalah :

a. River Side Restaurant


Bisa dikatakan River Side Restaurant adalah restaurant dengan pemandangan terbaik di kota Palembang. Bagaimana tidak, resto ini mengapung di pinggiran sungai Musi dan kita bisa melihat aktivitas lalu lalang di sungai Musi dan latar Jembatan Ampera. Selain menyediakan masakan khas Palembang yang lezat, resto ini juga menawarkan aneka olahan seafood. Oh iya, kalau teman-teman  mengunjungi resto ini jangan lupa untuk memesan Pindang Udang, yaitu soup udang dengan rasa manis, asin, dan pedas. Pindang udang ini memiliki porsi besar yang dapat dinikmati lebih dari satu orang. Dengan pemandangan sungai Musi dan jembatan Ampera yang indah  serta rasa yang lezat, harga di resto ini cukup ramah di kantong.

b. Pempek & Es Kacang Vico
Sumber : Agen pempek
Best food khas kota Palembang seperti pempek, model, tekwan, mie ayam dan es kacang merah wajib untuk teman-teman nikmati. Pempek Vico adalah pempek yang terkenal seantero kota Palembang. Rasanya? Jangan ditanya lagi karena sudah tentu rasanya ciamik. Resto ini selalu penuh dengan para pengunjung. Selain makan di tempat, teman-teman juga bisa membeli pempek dan aneka kerupuk untuk dibawa sebagai buah tangan. Mereka akan mengemasnya dalam kotak kardus yang tebal dan mudah dibawa karena diberi pegangan.


Bagaimana ? Tertarik untuk berkunjung ke kota Palembang ? Yuk rencanakan perjalanan teman-teman dari sekarang :)

19 February 2015

Gala Premiere CJR The Movie : Lawan Rasa Takutmu

Tanggal 14 Februari 2015 yang lalu, saya menyempatkan diri menghadiri undangan Gala Premiere CJR The Movie di Epicentrum XXI Kuningan - Jakarta. Sempat ragu untuk datang mengingat pagi harinya saya baru saja mengikuti Vertical Fun Run di Hotel Santika Depok , tapi mengingat teman saya sudah wanti-wanti supaya datang membuat saya extra keras menyemangati diri untuk hadir sore hari itu. 

Saya tiba di Epicentrum XXI sekitar pk.15.00 dan melihat suasana bioskop sudah tertata dengan rapi dan siap untuk menyelanggarakan acara Gala Premiere CJR The Movie. Saya langsung menemui teman saya yang bekerja di PH Falcon Pictures ini. Satu persatu beberapa undangan lain yang saya kenal datang dan saya terlibat percakapan seru dengan beberapa diantara mereka. Salah satu penyemangat saya untuk datang di acara ini adalah bisa bersua teman-teman lama dan ngobrol banyak dengan mereka, Menyenangkan sekali. Bahan pembicaraan pun beragam mulai dari perkembangan musik nasional, membicarakan kabar teman-teman lain dan tentu saja membicarakan perkembangan perfilman nasional. Wawasan sayapun banyak bertambah sore hari itu.

Kedatangan adik-adik CJR di lokasi acara Gala Premiere membuat ramai suasana venue yang cukup banyak dihadiri remaja-remaja belia yang sangat menggandrungi grup yang sekarang tinggal beranggotakan 3 personil ini. Rupanya kehilangan satu personil tidak membuat grup CJR yang awalnya bernama Coboy Junior ini kehilangan pesonanya dimata remaja-remaja belia. Mereka tetap jadi idola. Setidaknya hal itulah yang saya rasakan selama acara gala premiere berlangsung.

CJR The Movie sendiri merupakan film kedua CJR setelah mereka sempat merilis Coboy Junior The Movie pada tahun 2013 dan mendapat respon yang sangat baik dari penikmat film Indonesia. CJR The Movie berkisah tentang grup CJR pasca ditinggal Bastian salah seorang anggota mereka. Anggota CJR yang tersisa yang terdiri dari Kiki, Iqbaal dan Aldi merasa canggung, sedih dan takut dengan kondisi pasca perpisahan dimana mereka yang awalnya selalu berempat tiba-tiba tinggal bertiga. Kegalauan itu ditangkap oleh kak Patrick (diperankan oleh Abimana) yang akhirnya berembug dengan team management CJR dan memutuskan untuk membawa ketiga anggota CJR ke Australia untuk mencari suasana baru sekaligus untuk berlatih dengan coach di sana. Begitu banyak pengalaman berharga yang didapat CJR dari perjalanan di Australia tersebut. Mulai dari kebersamaan mereka hingga kerasnya berlatih dengan coach mereka D-Doc (diperankan oleh Rio Dewanto) dan Melissa (diperankan oleh Brittany Scrivner). Perjalanan mereka di Australia bukan akhir dari segala kisah, tapi justru awal untuk memulai hal baru yang lebih besar untuk CJR begitu mereka kembali ke Jakarta. 

CJR The Movie terasa segar dengan penampilan sejumlah Stand Up Comedian seperti Arie Kriting yang memerankan tokoh Jimmy, Ernest Prakasa yang memerankan tokoh Joshua dan Fico yang berperan sebagai petugas Rumah Sakit. Dan kehadiran finalis X-Factor Australia, Emmanuel Kelly membuat film ini terasa semakin berwarna. Yuk tonton ramai-ramai di bioskop karena CJR The Movie sudah tayang di bioskop kesayangan kamu mulai tanggal 18 Februari 2015 kemarin.

Score : 7,5/10

14 February 2015

Hotel Santika Depok Vertical Fun Run 2015

Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu saya membaca timeline akun twitter @SantikaHotels yang akan kembali mengadakan acara Vertical Fun Run. Acara ini baru kali kedua diadakan oleh Hotel Santika Depok. Sebenarnya tahun lalu saat mereka mengadakan event ini saya tertarik untuk ikut serta, tapi apa daya saya baru mengetahui adanya event tersebut di hari H pelaksanaan. Jadilah saya gigit jari tidak bisa ikutan. Karena itu ketika tahun ini Hotel Santika Depok mengumumkan pelaksanaan evenet ini, saya tidak membuang waktu untuk mendadftarkan diri menjadi salah seorang peserta. Apalagi event ini juga gratis.Lokasinya pun di Depok yang tidak terlalu jauh dari rumah saya. 

Sabtu Subuh tanggal 14 Februari 2015, saya sudah berangkat dari rumah menuju Hotel Santika Depok. Saya tiba hampir pk.5.30 pagi dan panitia event yang berseragam Hotel Santika masih bersiap-siap di lokasi. Sambil menunggu registrasi ulang dibuka, saya sempatkan dulu foto-foto sebelum orang-orang keburu datang dan saya jadi merasa malu untuk berfoto. Hahahahaha...

Tidak lama kemudian, beberapa peserta sudah mulai berdatangan dan meja registrasi ulang pun sudah dibuka. Ada 2 tahapan yang harus dilewati saat registrasi ulang ini. Yang pertama adalah mencocokkan nama kita yang sudah terdaftar. Berikutnya tes kesehatan yang meliputi pengukuran tensi darah dan menimbang berat badan. Peserta yang tensi darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah dilarang mengikuti perlombaan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Setelah lolos pemeriksaan kesehatan, barulah kita mendapat nomor BIB dan bisa mengikuti perlombaan.

Walaupun event Vertical Fun Run ini gratisan, tapi bukan berarti minim fasilitas loh. Saya cukup terkejut karena pihak hotel menyiapkan sarapan pagi untuk para pelari yang mungkin belum sempat sarapan sebelumnya. Beraneka pilihan minuman dan aneka rebusan menjadi sarapan yang menyenangkan sembari menunggu teman-teman pelari lain yang sedang registrasi ulang dan mengikuti pemeriksaan kesehatan. 

Sumber Foto : Ferza Febrian
Setelah semua pelari menyelesaikan registrasi dan menjalani pemeriksaan kesehatan, selanjutnya adalah sesi pemanasan terlebih dahulu dengan menampilkan instruktur yang cantik. Pemanasan adalah hal yang sangat penting sebelum mulai berlari, karena itu semua pelari terlihat sangat serius mengikuti arahan kakak cantik nan emesh di sesi pemanasan ini. Setelah selesai, semua langsung berkumpul di depan garis start berdasarkan urutan nomor BIB. Karena saya adalah salah satu yang melakukan registrasi ulang pertama, maka saya mendapat posisi start paling depan. Posisi paling depan ini ada untungnya juga karena itu berarti wajah saya cukup banyak terekam kamera dokumentasi lomba. Hahahaha...

Sumber foto : Ferza Febrian
Setelah beberapa sambutan dari pihak pemerintah kota Depok dan dari Management Hotel Santika Depok, perlombaan pun dimulai. Menariknya event Vertical Fun Run adalah adalah medan yang harus kita tempuh bukan jalan lurus beraspal, melainkan menaiki anak tangga untuk mencapai garis finish di rooftop Hotel Santika Depok yang berada di lantai 27. Setiap 5 lantai yang kami lewati , tersedia water station bagi yang haus dan ingin beristirahat sejenak. 

Dan akhirnya saya berhasil mencapai garis finish juga. Ternyata walaupun tidak selama event lari 5K, tapi berlari menaiki anak tangga setinggi 27 lantai lumayan melelahkan loh. Untungnya kelelahan itu langsung terbayar dengan udara segar dan pemandangan kota Depok dari rooftop Hotel Santika Depok. Langsung deh foto-foto seru di rooftop. Oh ya, di garis finish ini, pihak penyelenggara dalam hal ini Hotel Santika Depok menyediakan aneka minuman segar yang bisa kita nikmati sembari melepas lelah dan menikmati pemandangan. Warbiasyaa...

Setelahnya kami semua kembali turun untuk mengikuti acara selanjutnya, Beraneka makanan seperti bubur kacang hijau dan soto ayam bisa kita nikmati secara gratis sembari mengikuti acara doorprize. Tentu saja dengan aneka minuman yang juga bisa kita pilih. Untuk ukuran event gratisan, Vertical Fun Run ini menurut sangat rekomen untuk diikuti kembali tahun depan. Hanya saja ada sedikit usul nih, kalau bisa hadiah voucher hotelnya berlaku di semua unit Hotel Santika bila mendapat voucher Santika dan di semua cabang Amaris Hotel bila mendapat voucher Amaris. Soalnya ada yang tadi memenangkan voucher Santika Surabaya tapi malah bingung karena tidak ada rencana mau ke Surabaya. Dan satu hal yang paling penting, mudah-mudahan acara ini kembali diadakan tahun depan dan menjadi agenda rutin yang diadakan oleh Hotel Santika Depok. 

11 February 2015

[ Review Hotel ] Fave Hotel Melawai

Kawasan Melawai dan Blok M merupakan salah satu kawasan perniagaan di wilayah Jakarta Selatan. Tidak heran di kawasan ini mulai tumbuh hotel-hotel untuk mempermudah orang-orang yang akan berbisnis maupun liburan di sekitar sini. Salah satu hotel dengan posisi yang menurut saya menyenangkan adalah Fave Hotel Melawai. Kenapa saya bilang menyenangkan ? Karena hotel ini berada di dalam kawasan Blok M Square. Hanya berjalan kaki beberapa langkah kita sudah tiba di pusat perbelanjaan dan kuliner Blok M Square . Yuk kita lihat bagian dalamnya :)

Didepan pintu masuk terdapat neon box yang menjelaskan fasilitas apa saja yang bisa kita dapatkan di Fave Hotel Melawai ini. Fave Hotel sendiri merupakan bagian dari management Aston grup. Jadi saya pikir hotel ini tentunya sudah memiliki standar yang cukup okelah yah. Meja resepsionis berada di bagian depan tidak jauh dari pintu masuk. Berbagai lukisan karikatur tokoh-tokoh ternama dunia menghiasi meja resepsionis sehingga terlihat lebih ceria.

Lobby hotel di dominasi warna-warna ungu yang jadi warna khas Fave Hotel pada umumnya. Tapi tidak monoton karena kita masih bisa menjumpai warna-warna lain pada sofa dan dinding yang bergambar. Latar gambar di dinding sepertinya menggoda saya untuk berfoto di sana. Hahahaha..

Salah satu lukisan yang saya lihat di meja resepsionis kembali saya jumpai dalam versi besar setelah keluar dari lift di lantai menuju kamar. Sedangkan koridor menuju kamar cukup terang dan berlapis karpet. Nyaman melewati koridor meskipun di malam hari.

Kamarnya berukuran sedang. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Kamar didominasi warna ungu. Dan saya baru menyadari sesuatu, kamarnya unyu, baju saya unyu dan saya sendiri juga unyu-unyu. Hahahahaha...Kasurnya empuk dan seandainya di Blok M ngga banyak yang jual makanan enak, mungkin akan betah banget tidur seharian di kamar.

TV layar datar tersedia di kamar hotel dengan channel-channel tv satelit yang cukup banyak sehingga membuat mager di dalam kamar. Safe deposit box dan sendal hotel juga tersedia. Akses internet WIFI juga disediakan dan cukup kencang setelah saya coba. Sayang tidak ada fasilitas pemanas air untuk membuat kopi dan teh di dalam kamar, jadi sepertinya memang tidak di suruh mager di kamar. Hahahaha... Tapi kalau mau ngopi sih, di sebelah hotel ada Kopitiam kok.  

Kamar mandi nya diluar dugaan saya cukup luas. Entah apakah hanya kamar ini atau semua kamar di hotel ini memiliki ukuran kamar mandi sebesar ini. Toiletries yang disediakan hotel hanya sikat gigi dan sabun mandi yang sudah ditempatkan dalam wadah tersendiri. Fasilitas air panas berfungsi dengan baik. 

Karena saya tidak makan di hotel, jadi tidak ada review resto dan makanan di sini yah teman-teman. Kita memang bisa memesan kamar hotel dengan atau tanpa sarapan pagi. Tentu saja akan lebih murah bila memesan kamar hotel tanpa sarapan pagi. Untuk rate Fave Hotel Melawai sendiri bervariasi mulai dari Rp.300.000,- . Bagi teman-teman yang ingin mencoba menginap di sini. Silahkan reservasi atau datang langsung ke :

Jl. Melawai 4 No. 3-11, Melawai,
Jakarta Selatan, 12160 - INDONESIA
t : (+62)21-2905-4888
f : (+62)21-2905-4999
e : Melawaiinfo@favehotels.com

02 February 2015

Saya Dan Pejaten Runners

Akhir-akhir ini saya suka berlari. Ahhh.. sepertinya bukan bahan yang terlalu menarik untuk dibahas mengingat saya selalu memposting kegiatan lari saya di blog, Facebook ,  Instagram , Twitter  dan Path. Bagi teman-teman yang kebetulan sering memantau beberapa akun social media yang saya ikuti, tentu sudah hapal luar dalam kebiasaan baru saya yang bisa dibilang sehat ini. Sudah tentu pula pernah melihat saya dan teman-teman memegang banner bertuliskan Pejaten Runners. Nah hari ini saya akan memperkenalkan teman-teman Pejaten Runners saya walaupun mungkin tidak spesifik satu demi satu.

Pejaten Runners mungkin berbeda dari klub lari manapun yang pernah kalian temui. Kalau klub lari lain, mereka bergabung atas kesamaan minat suka lari dan ingin berlari dengan benar secara teknik dan tentu saja dengan target tertentu yang ingin dicapai. Sementara Pejaten Runners ini berawal mula dari sebuah jalinan persahabatan di klub gym Fitness First Pejaten Village. Saya yang kebetulan suka mengikuti banyak kelas mulai dari RPM, Body Pump, Body Combat dan Yoga akhirnya memiliki banyak teman-teman yang asyik diajak bertukar pikiran mengenai perkembangan latihan kami di gym. Hingga akhirnya beberapa dari gerombolan itu mulai rutin mengikuti event lari dan merasa perlu untuk meracuni anak-anak gym lainnya. 


Saya sendiri bukan termasuk gerombolan awal yang suka berlari karena merasa apa yang saya lakukan di gym sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan olahraga. Hingga akhirnya saya berhasil diracuni untuk mengikuti lari perdana di Halo Fit Run pertengahan tahun 2014 yang lalu. Hingga kini Pejaten Runners selalu aktif berpartisipasi di berbagai event lari yang diadakan. Tidak hanya di Jakarta, beberapa event lari di Bali, Bandung dan Singapura pun sudah dijajal oleh anggota Pejaten Runners. Jumlah anggota pun terus bertambah seiring keberhasilan para member yang aktif meracuni anak-anak gym lainnya. Hanya sayang, member pria di Pejaten Runners rada jomplang jumlahnya dengan member wanita. Kebanyakan teman gym pria masih berpikiran yang sama dengan pemikiran saya dulu sebelum mulai kecanduan berlari. Mudah-mudahan tahun 2015 ini akan semakin banyak member yang bergabung di Pejaten Runners.

Yang membuat beda Pejaten Runners dengan klub lari lainnya adalah mengenai jadwal latihan. Dalam beberapa event yang kami ikuti, beberapa pertanyaan dari pelari lain mengenai lokasi kami biasa latihan dijawab dengan senyam-senyum yang berakhir dengan jawaban yang beragam, tapi semua jawaban menuju pada tempat makan. Ya, member Pejaten Runners memang berkumpul di tempat nongkrong dan tempat makan. Mereka tidak punya jadwal rutin latihan bersama, tapi bukan berarti mereka menyepelekan latihan untuk menjelang event. Masing-masing punya schedule latihan sendiri-sendiri sebelum event lari, Saya pribadi punya schedule lari rutin di CFD dan GBK setiap minggu, Ada member yang ikut latihan freelatics, ada yang suka latihan di Sentul dan sisanya latihan di gym. Pokoknya sebelum event lari, semua member menggembleng diri masing-masing dengan porsi latihan yang cukup. Kalau soal target personal, kami saling mendukung satu sama lain kepada rekan sesama member yang dirasa sudah mampu untuk berlari lebih jauh. Saya sendiri yang awalnya memulai berlari dari 10K kini sudah lebih berani untuk menjajal Half Marathon dan Trail Run. 

Berfoto sambil membentang banner Pejaten Runners ternyata ngga melulu di lokasi lari dengan para member yang memakai pakaian olahraga. Ternyata dalam kondisi para member Pejaten Runners yang super rapi jali dengan pakaian kondangan juga seru banget sambil membuka banner Pejaten Runners. Yah, hari Minggu kemarin salah seorang member Pejaten Runners resmi melepas masa lajang. Dan moment ini dimanfaatkan para member lainnya untuk berkumpul dan membuat kegaduhan di acara pernikahan. Intinya bukan gaduh untuk merusuh, tapi gaduh untuk membuat acara pernikahan rekan kami menjadi moment paling tidak terlupakan sepanjang hidupnya. Ahhh.. senang sekali dengan moment kebersamaan bersama mereka. Mudah-mudahan tahun 2015 ini Pejaten Runners bisa lebih mengembangkan sayapnya. Siapa tahu ada salah satu diantara kami ada yang mulai membidik podium di event lari tahun 2015. Aamiin. Terima kasih teman-teman Pejaten Runners. Ayo #MariLari !