31 March 2015

Pocari Sweat Run Indonesia 2015

Setelah membuka bulan Maret dengan terbang ke Makassar untuk mengikuti Bosowa Half Marathon 2015, hari Minggu lalu saya menutup akhir pekan di bulan Maret dengan mengikuti Pocari Sweat Run Indonesia 2015. Pendaftaran event ini sudah dibuka sejak bulan Januari 2015 dengan kuota sekitar 6000 peserta yang terdiri dari kategori 5K dan 10K. Saya sendiri memutuskan untuk mengikuti kategori 10K.

Pengambilan race pack sendiri berlangsung di Kuningan City beberapa hari sebelum perlombaan dimulai. Saya mengambil race pack di hari pertama dan sempat lumayan stress karena harus melewati GBK yang macet total karena akan berlangsung konser One Direction. Tiba di Kuningan City hanya beberapa menit sebelum jam 20.00 malam yang katanya jam tutup pengambilan race pack. Ternyata ngga juga tuh, pengambilan racepack terus berjalan meskipun waktu sudah menunjukkan pk.20.00 lewat. Menurut seorang petugas, selama masih banyak yang datang mengambil racepack mereka akan terus melayani. Top ! Tau gitu kan saya ngga perlu pake acara stress segala di bus Trans Jakarta. Hahahahaha... 

Tempat pengambilan race pack nya sendiri benar-benar keren loh. Panitia menyewa atrium dan mendekorasi warna biru senada dengan warna Pocari Sweat. Yang menyenangkan ada fasilitas photobooth segala di sana. Dan sayapun memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik. Isi race packnya sendiri terdiri kaos lomba dari Adidas berwarna biru, satu botol Pocari Sweat, 1 buah Soy Joy, dan beberapa voucher. Yang saya suka adalah panduan lomba yang tidak hanya menjelaskan rute dan apa saja bayangan di venue nanti, tapi ada juga petunjuk mengenai heat stroke yang penting untuk dibaca para pelari. Keren !

Karena teman-teman Pejaten Runners tidak banyak yang mengikuti event ini, saya memilih untuk mengambil shuttle bus di Citos yang tidak terlalu jauh dari rumah. Ada 3 bus yang disiapkan di Citos dengan waktu keberangkatan pk.04.00 pagi. Awalnya saya berpikir 3 bus akan diberangkatkan setelah masing-masing bus terisi, ternyata saya salah. Tepat pukul 04.00, ketiga shuttle bus yang berada di Citos berangkat semua meskipun bus ketiga tidak ada penumpang sama sekali. Garis start dan finish berada di Indonesia Convention Exhibition(ICE) yang besar sekali. Setelah saya googling, ternyata gedung ini merupakan gedung konvensi terbesar di Asia Tenggara. Luar biasa... 

Sebelum memulai perlombaan semua peserta akan melakukan sesi pemanasan. Saya sendiri memutuskan berlari-lari kecil menuju garis start selama beberapa menit. Setelah itu kita juga melakukan stretching bersama yang dipimpin oleh Matias Ibo yang merupakan seorang fisioterapis Indonesia. Selesai stretching, perlombaan siap dimulai untuk kategori 10K dan kita menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tepat pk.06.00 peserta kategori 10K dilepas dari garis start.

Foto : Pocari Sweat
Saya sudah beberapa kali berlari di sekitar BSD, untuk kali ini saya bolehlah memberi acungan dua jempol untuk penyelenggaraan event ini. Mulai dari jalur lomba yang cukup clear, marshall yang cukup banyak di sepanjang jalur lomba, demikian pula petugas medis yang cukup sering saya lihat mulai dari petugas medis yang mobile hingga beberapa yang mendiami beberapa pos. Dan yang yang keren nih, water station tersedia disetiap 1,5 km. Asoy banget kan. Apalagi stok air juga melimpah ruah di setiap pos. Pelari siput macam saya jadi ngga perlu kuatir kehabisan air di water station. Jempol !

Saya memasuki garis finish dengan catatan waktu 1 jam 17 menit. Bukan catatan waktu terbaik saya memang, tapi saya cukup puas. Sebuah medali finisher yang kece resmi jadi milik saya. Tidak hanya medali, area refreshment juga menyediakan buah pisang, handuk, Soy Joy dan tentu saja Pocari Sweat yang harus diminum untuk mengganti ion tubuh yang hilang selama berlari. 

Kelar lomba sih bisanya saya gunakan untuk foto-foto bareng teman-teman di area lomba. Sayang karena teman-teman saya tidak banyak yang ikutan sementara yang ikutanpun tidak terlihat batang hidungnya, sayapun jadi tidak terlalu antusias foto sendiri. Mau antri di photobooth juga rasanya malas karena antriannya sangat panjang. Tapi sekalinya ada photobooth yang antriannya tidak panjang, tentu saja langsung saya masuki. Hahahaha.. Sambil menunggu jam keberangkatan shuttle bus, saya sempatkan jalan-jalan memasuki beberapa booth yang tersebar disekitar arena. Salah satunya saya berhasil mendapat mug dengan foto saya. Lumayan. Tepat pk.09.00, shuttle bus kembali membawa saya menuju Citos dan meninggalkan cerita seru pelarian kali ini. Terima kasih Pocari Sweat untuk event lari seru tahun ini...

29 March 2015

[Review Film] Ada Surga Di Rumahmu

Beberapa waktu yang lalu saya diundang untuk menghadiri screening film Ada Surga Di Rumahmu yang bertempat di Blitz Megaplex Grand Indonesia. Film ini sendiri merupakan karya sutradara Aditya Gumay dan diproduksi oleh Mizan Production. Film ini sendiri diangkat dari buku berjudul sama karya Oka Aurora yang terinspirasi dari kisah Ustdaz Ahmad Al-habsyi. Melihat poster film dan beberapa pemeran, saya langsung berpikir bahwa film ini akan sangat kental nuansa religinya. Oh ya, film ini didukung oleh sejumlah nama tenar seperti Husein Alatas ( Husein Idol), Zee Zee Shahab, Elma Theana, dan Ustadz Alhabsyi.

Film dibuka dengan latar kota Palembang dan tepian sungai Musi tempat Ramadhan kecil (diperankan oleh Raihan Khan) dan keluarganya tinggal. Ramadhan kecil sendiri digambarkan sebagai sosok yang cuek, mudah tersulut emosi tapi punya bakat menjadi penceramah agama. Ramadhan mempunyai teman sekaligus tetangganya yang bernama Nayla. Nayla sendiri digambarkan sebagai sosok rendah hati dan senang membantu, termasuk membantu Umi Ramadhan (diperankan oleh Elma Theana). Suatu ketika Ramadhan tersulut emosi dan berkelahi dengan temannya. Akibatnya Abuya Ramadhan (diperankan oleh Budi Khairul) beserta Umi memutuskan untuk membawa Ramadhan ke pesantren yang dipimpin oleh Ustadz Athar (diperankan oleh Ustadz Alhabsyi) yang merupakan saudara dari Abuya Ramadhan. Bersama 2 orang sahabatnya di pesantren, Ramadhan (diperankan oleh Husein Alatas) tumbuh besar dan memiliki mimpi untuk menjadi artis ibukota. Apakah mimpi itu akan terwujud ? Dan apa saja rintangan yang ditemui Ramadhan untuk mewujudkan mimpinya tersebut ? Temukan jawabannya di bioskop yah :)

Secara garis besar saya suka sekali film ini. Film ini adalah film yang komplit karena kita bisa tertawa dan terharu sekaligus saat menonton. Tidak banyak film Indonesia yang mampu membuat saya merinding saat menyaksikannya, dan Ada Surga di Rumahmu berhasil membuat saya merinding dan hampir menangis saat menyaksikan beberapa adegan. Beberapa adegan yang membuat saya merinding adalah saat Ramadhan kecil yang sebelumnya dihukum dengan pukulan oleh Utsadz Athar diminta untuk memukul balik karena ternyata pengakuan Ramadhan bahwa dia sering menonton acara ceramah di televisi sebuah warung yang dekat pesantren benar adanya. Lalu saat Ramadhan bimbang memutuskan apakah akan mengikuti casting di Jakarta atau memilih pulang melihat Umi nya yang sedang sakit. Karena saya orang Palembang, latar belakang kota Palembang dan sungai Musi benar-benar membuat saya suka akan film ini. Walaupun beberapa dialog berbahasa palembang para pemeran terasa kurang pas, tapi saya masih bisa maklum karena mereka jelas bukan orang Palembang. Adegan Ramadhan kecil dan Nayla kecil berada di atas perahu dengan background lagu Sebiduk di Sungai Musi benar-benar membuat saya kangen untuk pulang kampung. Dan tentu saja adegan yang menggambarkan perasaan cinta kasih umi Ramadhan kepada anaknya dan sebaliknya benar-benar membuat saya ingin pulang dan memeluk ibu saya di Palembang. 

Intinya film Ada Surga di Rumahmu adalah film yang sangat saya rekomendasikan untuk di tonton di bioskop. Ajak ibu dan ayahmu untuk menonton juga. Karena film ini akan membuat rasa cinta pada orang tua semakin menebal. Saksikan film Ada Surga di Rumahmu di bioskop mulai tanggal 2 April 2015.

Score 8/10

23 March 2015

Paintball Dan Rafting di Acara Blue Bird Limo Experience

Masih dalam rangka acara Blue Bird Limo Experience yang saya ikuti di Santa Monica Hotel & Convention Caringin - Bogor tanggal 14-15 Maret 2015 yang lalu , ada 2 pengalaman pertama yang baru saya rasakan di umur yang sudah banyak ini. Yah, bilang saya norak, ngga gaul atau apalah. Yang jelas saya baru di acara ini ikutan yang namanya paintball dan rafting. Sebagai anak pecinta alam SMA yang lumayan sering mendapat materi rafting saat diklatsar, saya merasa gagal karena baru belasan tahun kemudian bisa merasakan rafting. Hahahahaha...

Foto : Ariev Rahman
Acara seru-seruan yang pertama adalah paintball yang berlangsung di Santa Monica Hotel & Convention sore hari setelah kami chit cat mengenai Blue Bird used car. Karena ini adalah pengalaman pertama kali, saya sangat antusias sekaligus deg-degan juga mendengar cerita beberapa rekan blogger yang sudah sering bermain. Antusiasnya karena saya memang ingin bermain, deg-degannya karena kata teman-teman kalau peluru kena di bagian badan rasanya lumayan sakit dan akan berbekas selama beberapa hari. Tapi sudahlah yah, sudah berada di sini dan tinggal bermain saja kok mesti mikir lama sih. Jadilah saya bawa enjoy saja.

Dalam permainan sore itu, kami dibagi dalam 4 team. Saya sendiri satu team bersama Makchic, Ifan, Wandy, dan Bu Tri dari Blue Bird. Masing-masing team akan bermain sebanyak 2 kali. Sebelum memulai permainan, kami diberi arahan mengenai permainan, cara menggunakan senapan, apa yang boleh dan apa yang dilarang selama berada dalam arena dan sebagainya. Setelahnya dua team memasui arena permainan untuk mulai bermain. Team lain menunggu di luar arena yang sudah diberi pembatas jaring supaya tidak terkena peluru nyasar. Inti dari permainan ini sebenarnya adalah saling adu strategi dan kesabaran supaya bisa merebut bendera di markas musuh. Team saya akhirnya bermain sebanyak 3 kali dan memenangkan ketiga pertandingan setelah di partai terakhir Ifan modal nekat berlari menuju bendera dengan di back up saya dan MakChic untuk menyerang team lawan yang akan menembak Ifan. Dan kamilah pemenangnya. Kemenangan yang cukup setimpal dengan beberapa lebam di lengan saya karena tertembak beberapa kali dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Dan sakitnya tuh di sini *nunjuk lengan*

Hari kedua kami isi dengan rafting yang akan berlangsung di Cisadane yang memiliki arus cukup deras. Sehabis sarapan kami sudah berkumpul di parkiran hotel untuk mendapat instruksi mengenai rafting yang akan kami lakukan. Sekali lagi saya merasa sangat antusias sekaligus deg-degan mengikuti acara ini. Antusias karena ini adalah pengelaman pertama saya ikutan rafting dan deg-degannya karena saya tidak bisa berenang. Iya silahkan ketawa, saya memang tidak berenang kok. Hahahaha.. Berkali-kali saya bertanya kepada instruktur apakah orang yang tidak bisa berenang seperti saya aman mengikuti rafting ini. Dan jawaban iya yang saya dapatkan sangat menenangkan.

Foto : Ariev Rahman
Dari hotel sudah disediakan mobil bak terbuka untuk mengangkut rombongan menuju lokasi rafting di Cisadane. Perjalanan cukup jauh dan panas harus kami tempuh melewati perkampungan, pasar hingga kemacetan lalu lintas. Untungnya ide foto-foto dengan GoPro nya Ariev membuat suasana jadi ceria. 

Foto : Ariev Rahman 
Setelah sampai di lokasi, kami mendapat pengarahan singkat dan langsung naik ke atas perahu karet. Oh ya, kali ini saya satu team dengan Ifan, MakChic, Ipi dan Indra. Pemandu yang berada satu perahu dengan kami bernama kang Iwan. Kang Iwan ini orangnya seru banget. Pokoknya selama dalam perjalanan, kami adalah team paling berisik, mulai dari mendayung dengan suara lantang, menyerang team lain dengan menyiramkan air sampai berusaha menculik anggota team lain. Hebohlah pokoknya...

Ada empat jeram yang harus kami lalui sepanjang perjalanan. Menurut kang Iwan, saat kami melakukan rafting, air Sungai Cisadane sedang dalam posisi surut meskipun malam sebelumnya hujan turun dengan deras. Meskipun katanya sedang surut, tapi tidak mengurangi keseruan mengarungi jeram demi jeram yang harus kami lalui. Duh melewati jeram saja ternyata sulit yah, apalagi melewati jeram di hati kamu... #eaaa

Oh ya ada satu titik pemberhentian di tengah perjalanan dimana semua peserta diminta turun dari perahu dan meloncat dari atas jembatan ke sungai. Beberapa orang terlihat sangat antusias mengabadikan moment dimana mereka melompat dengan menggunakan GoPro nya Ariev. Saya sendiri memutuskan untuk tidak melompat dengan pertimbangan besar, belum bisa berenang. Untungnya banyak rekan-rekan yang memilih untuk tidak melompat juga. Alhamdulillah, banyak teman. Hahahahaha... Sekitar satu jam melalui jeram demi jeram, kami tiba pada titik untuk mengakhiri perjalanan ini. Kami akhiri dengan menyantap gorengan minuman hangat sebelum akhirnya kembali naik mobil bak terbuka untuk menuju Santa Monica Hotel & Convention dan bersiap kembali ke Jakarta. Terima kasih Blue Bird untuk liburan akhir pekan yang menyenangkan ini.

21 March 2015

Mengubah Sampah Elektronik Menjadi Uang Dengan iSiaga Ecocash


Beberapa hari yang lalu saya menghadiri acara launching iSiaga EcoCash yag bertempat di Pong Me! Cafe Jakarta Selatan. iSiaga EcoCash sendiri yang merupakan salah satu unit usaha dari Lighthouse Indonesia. Beberapa produk Lighthouse Indonesia yang sudah kita kenal diantaranya adalah BoomBoomCar yang sudah hadir sejak tahun 2011, lalu ada Flogos yaitu awan yang terbuat dari busa dengan bereaneka bentuk. Dan ada pula Pick Me Up Bar yang bisa menampilkan tulisan bahkan foto selfie kita diatas minuman. 

Acara dimulai dengan memperkenalkan apa itu iSiaga EcoCash yang disampaikan oleh mas Amrit Gurbani selaku Co-Founder Lighthouse Indonesia . Jadi teman-teman, iSiaga sendiri adalah one stop digital assistance yang menawarkan berbagai jasa seperti pembuatan website, design, printing dan yang terbaru adalah recycle yaitu EcoCash. Mungkin diantara teman-teman ada yang menumpuk sampah elektronik di rumah, baik yang masih berfungsi maupun sudah tidak berfungsi lagi. Terkadang membuang sampah elektronik di rumah seringkali menjadi masalah tersendiri. Mau dibuang begitu saja tapi inginnya kalau bisa masih menghasilkan rupiah, tapi mau dijual mungkin beberapa sampah elektronik ini mungkin sudah tidak ada nilainya lagi. 

Dengan adanya iSiaga EcoCash, kita bisa menjual sampah-sampah elektronik yang ada di rumah dan menjadikannya rupiah. Yang jelas, sampah elektronik baik yang masih berfungsi maupun yang sudah rusak akan tetap memiliki nilainya tersendiri. Beberapa sampah elektronik yang bisa diterima oleh iSiaga EcoCash antara lain komputer, handphone, tablet, printer, kamera, tv, mesin cuci, dan AC. 

Mengapa iSiaga EcoCash harus teman-teman pilih untuk mengenyahkan sampah elektronik di rumah ?

1. Pick Up Servive
Adanya layanan Pick Up Service yang akan mengambil sampah elektronik teman-teman di rumah. Jadi kalau sampah elektronik di rumah jumlahnya banyak dan ukurannya besar, hal ini tentunya akan menjadi sebuah kemudahan dan keuntungan tersendiri. Untuk saat ini, layanan pick up service sendiri masih terbatas di Jakarta dan Tangerang. Untuk teman-teman yang berdomisili di luar wilayah tersebut akan dikenakan charge yang bisa dipotong dari nominal sampah elektronik yang akan dibuang. 

2. Cash Earning
Kalau biasanya kita membuang sampah harus membayar sejumlah uang. Dengan iSiaga EcoCash, kita bisa membuang sampah dan mendapatkan sejumlah uang. Asyik banget kan ?

3. Social Outlook'
Ngga cuma menjual sampah elektronik lalu mendapatkan sejumlah uang. Hasil penjualan sampah elektronik kita di iSiaga EcoCash juga bisa kita sumbangkan untuk membantu edukasi di Indonesia loh

Untuk poin terakhir di atas, belum sempat saya bertanya-tanya akan dikemanakan bila saya ingin menyumbangkan uang hasil penjualan sampah elektronik saya di iSiaga EcoCash, kita langsung diperkenalkan dengan mas Farhan yang merupakan seorang MC dan presenter kondang tanah air. Sekarang mas Farhan juga mengelola Yayasan Cinta Anak Bangsa ( YCAB ) yang merupakan organisasi non-profit dengan fokus di bidang pembangunan anak muda yang berangkat dari pencegahan dari penyalahgunaan narkoba dan HIV / AIDS . Selain itu YCAB juga memberikan kredit mikro untuk ibu dari murid Rumah Belajar dan pedagang mikro wanita lainnya. Kredit mikro ditujukan untuk membantu ekonomi keluarga sehingga dapat mendukung anaknya dalam melanjutkan pendidikan di Rumah Belajar atau Rumah Keterampilan milik YCAB.


Rasanya belum puas nih kalau belum coba sendiri. Yang jelas saya akan mencoba sendiri kemudahan menjual sampah elektronik ini dan akan menuliskannya lagi di blog saya ini. Yuk teman-teman kita manfaatkan iSiaga EcoCash untuk menyingkirkan sampah elektronik di rumah.

17 March 2015

Blue Bird Limo Experience


Hari Sabtu dan Minggu tanggal 14-15 Maret 2015 yang lalu saya diajak untuk mengikuti sebuah kegiatan Blogger Gathering bertajuk Blue Bird Limo Experience. Acara ini sendiri dimulai dari kantor operasional Blue Bird di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Tiga team yang masing-masing beranggotakan 4-5 orang akan diberangkatkan dari kantor operasional Blue Bird di Mampang untuk menuju Santa Monica Hotel & Convention yang berlokasi di Bogor. Setiap team dipinjamkan satu buah mobil eks taksi Blue Bird yang sudah di poles untuk dibawa menuju Bogor.

Saya sendiri berada satu team dengan beberapa orang blogger yang sudah saya kenal sebelumnya yaitu Makchic, Indra dan Ipi. Karena sudah saling kenal, perjalanan kami menuju Bogor terasa sangat seru dan diisi oleh banyak obrolan dan sejumlah gosip segar. Hahahaha.. Lebih menyenangkan lagi karena pihak Blue Bird membekali setiap team dengan banyak sekali cemilan. Kami juga bergantian menyetir mobil, dimulai dari Ipi yang membawa mobil dari Mampang hingga Rest Area di Sentul. Lalu saya yang menyetir mobil dari Rest Area Sentul hingga tiba di Santa Monica Hotel & Convention Bogor. 

Sedikit info buat teman-teman, mobil yang kami kendarai ini adalah used car atau mobil eks taksi Blue Bird Toyota New Limo keluaran tahun 2009. Mobil ini sudah dipercantik sehingga secara fisik sudah tidak seperti taksi Blue Bird lagi secara eksterior. Di bagian interior pun sudah dipercantik loh. Yang jelas sudah tidak ada lagi argo dan pernak-pernik lainnya yang mengambarkan kalau mobil yang kami kendarai ini dulunya adalah taksi Blue Bird. 

Setelah melalui jalan tol yang lurus, lalu mulai memasuki wilayah Bogor dan semakin menanjak saat mendekati hotel. Walaupun begitu tidak ada hambatan berarti saat membawa mobil melewati tanjakan. Pengalaman saya membawa mobil baik di jalur datar maupun menanjak sama asyiknya. Tidak ada kekuatiran sama sekali mengenai mobil yang saya bawa. Sekitar pk.11.30, semua team sudah tiba di Santa Monica Hotel & Convention dan langsung dipersilahkan untuk makan siang. Horeee...

Selesai makan siang, kami semua berkumpul di salah satu meeting room yang berada di Santa Monica Hotel & Convention Bogor untuk mendengarkan penjelasan mengenai used car Blue Bird Limo yang baru saja kami kendarai dan kami rasakan sepanjang perjalanan menuju Bogor. Jadi teman-teman, seperti yang sudah saya tuliskan di atas, mobil yang kami kendarai adalah eks Taksi Blue Bird yang sudah beroperasi selama 5 tahun. Peraturan pemerintah mengharuskan perusahaan taksi untuk meremajakan armada setelah berumur 7 tahun, tapi Blue Bird sendiri memilih untuk memperpendeknya menjadi 5 tahun saja. 

Untuk urusan penjualan used car ini, Blue Bird sepertinya tidak main-main. Buktinya mereka memiliki divisi used car tersendiri untuk mengawasi semua mobil yang akan diperjualbelikan. Taksi yang telah berumur 5 tahun kemudian akan dikembalikan fungsinya menjadi kendaraan biasa dan diperjualbelikan untuk umum. Tentu saja setelah melalui pemolesan seperti di cat, membuang ornamen-ornamen taksi dan menambah beberapa fasilitas lainnya. Walaupun menjual mobil eks taksi atau used car, pihak Blue Bird tetap pede karena semua unit taksi mempunyai riwayat masing-masing sejak pertama masuk menjadi armada Blue Bird. Apalagi dari sisi maintenance, Blue Bird mengedepankan quality, safety dan efisiensi. Semua taksi Blue Bird memiliki schedule service berkala, bahkan satu lecet kecil pada body mobil diharuskan untuk masuk bengkel. 



Harga used car yang ditawarkan pihak Blue Bird adalah sekitar 75 juta rupiah untuk pembayaran cash dan 10 juta rupiah dengan menggunakan leasing maka mobil sudah bisa dibawa pulang. Surat-surat lengkap kecuali biaya balik nama, plat hitam dan tersedia warna-warna favorit saat ini seperti warna hitam, abu-abu, silver, putih dan merah. Request warna mobil juga bisa dilakukan loh sepanjang pengecatan belum dilakukan. Kita bahkan bisa membawa mekanik sendiri untuk memeriksa mobil dan tentu saja melakukan test drive untuk meyakinkan kita akan kualitas mobil yang akan dibeli. Nah bagi teman-teman yang tertarik untuk membeli Blue Bird used car ini, bisa datang langsung ke 46 pool Blue Bird yang tersebar di Jabodetabek loh atau bisa menghubungi :

Ibu Tri Winarsih 
021 7918 0571 / 087770608777 
email : tri.winarsih@bluebirdgroup.com

12 March 2015

Cinderella Movie ( 2015 ) ; Bangkitnya Memori Masa Kecil

Foto diambil dari sini
Apa yang kamu pikirkan kalau mendengar kata Cinderella ? Sebuah nama, puteri cantik, pangeran ganteng, sepatu kaca, ibu peri, dongeng, istana, dansa, dan pastinya masih banyak lagi yang ada dalam benak kita kalau mendengar kata itu. Cinderella pastinya tidak lekang dari masa kanak-kanak kita. Terlepas dari seperti apa ekspektasi tiap orang terhadap Cinderella, yang jelas kita tahu garis besar cerita ini.

Foto diambil dari sini

Tidak heran begitu saya tahu Cinderella akan hadir di layar bioskop bulan Maret 2015, saya sudah mencatat dengan baik tanggal di mana film ini akan tayang. Mulai dari rencana tanggal 29 Maret, lalu berubah menjadi tanggal 13 Maret dan akhirnya mendapat tanggal final kalau film Cinderella akan tayang mulai tanggal 12 Maret 2015. Dan menonton di hari pertama film ini tayang seperti sudah jadi keharusan. Bersama beberapa orang teman, kami berencana mengembalikan sebuah memori masa kecil kami terhadap tokoh Cinderella.

Foto diambil dari sini
Ekspektasi saya terhadap film ini sejak menonton teaser hingga official trailernya cukup tinggi. Saya sempat berpikir akan ada beberapa kejutan yang keluar dari pakem cerita ini, walaupun ternyata secara garis besar jalan cerita film Cinderella ini sama dengan cerita yang saya baca di buku maupun yang didongengkan pada saya sebelum tidur. Tapi saya tidak kecewa sama sekali. Tetap ada sejumlah kejutan dalam film walaupun secara garis besar tetap berada dalam jalurnya. Ekspektasi saya yang cukup tinggi terhadap film ini memang terbayar lunas. Mulai dari pemilihan pemeran dan kualitas akting para pemeran yang oke. Dan mengenai visual effect, siapa sih yang meragukan nama besar Disney ?

Foto diambil dari sini
Saya pikir saya tidak perlu menulis ulang sinopsis cerita film Cinderella dalam blog ini karena bisa jadi kita sudah tahu secara garis besar jalan ceritanya. Tapi bukan berarti lantas film ini akan menjadi membosankan karena kita sudah tahu apa yang akan terjadi dalam film termasuk endingnya. Film Cinderella tetap hadir dengan pesonanya. Apa yang saya harapkan semua menjadi nyata dalam film ini. Puteri yang cantik, pangeran ganteng, ibu tiri yang judes, ibu peri yang baik hati, istana yang megah, pesta dansa yang meriah dan sepatu kaca yang indah. Belum lagi kalimat positif yang terus terdengar sepanjang film "have courage and be kind" dan berputar-putar di kepala setelah film berakhir. Film yang akan membangkitkan memori indah masa kecil kita sekaligus memperkenalkan Cinderella pada anak-anak kita. Membuatnya tetap menjadi cerita dongeng terindah bagi anak-anak dan mantan anak-anak seperti saya.

Score : 8,5/10

09 March 2015

[ Review Hotel ] Aston Makassar Hotel & Convention Center


Saya sudah beberapa kali berkunjung ke kota Makassar. Dan impian saya yang belum terwujud salah satunya adalah menginap di Aston Makassar Hotel & Convention Center. Maka ketika kesempatan mengunjungi Makassar datang kembali untuk mengikuti Bosowa Half Marathon , saya akan mewujudkan mimpi terpendam saya menginap dan membuat review hotel ini di blog saya.

Dari Lapangan Karebosi tempat saya mengambil racepack sebenarnya bisa menuju Aston Makassar Hotel dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Atau kalau teman-teman tidak mau berjalan kaki, bisa memilih becak sebagai alternatif dengan biaya sekitar Rp.15.000,-. Hotel berbintang 4 ini memiliki lobby area yang cukup luas dan pelayanan resepsiosnis yang ramah dan cekatan. Saat saya datang, kamar saya belum siap dan saya dipersilahkan memilih apakah akan menunggu di lobby atau di kolam renang. Dengan senang hati saya memilih untuk menunggu di area kolam renang. Saat kamar saya siap, petugas hotel mengantarkan kunci kamar langsung ke area kolam renang tempat saya menunggu. Jadi saya tidak perlu turun ke lobby untuk mengambil kunci untuk naik lagi menuju kamar. Jempol deh...

Kamar saya berada di lantai 11 yang tentu saja harus menggunakan lift untuk menuju kamar. Koridor menuju kamar dilapisi karpet yang tebal dan bersih dengan pencahayaan yang cukup terang sehingga sangat nyaman melewatinya meskipun tengah malam dan pagi buta saat akan keluar untuk berlomba sebelum Subuh. 

Inilah kamar saya yang bernomor pintu 1110. Kamarnya berukuran cukup luas dan dilapisi karpet tebal. Kasurnya itu empuk banget loh. Dari awal sudah curiga saya bakal pules banget tidur di sini. Saking kuatirnya bakal bablas tidur, saya sampai mengaktifkan wake up call di resepsionis dan minta di bangunkan dua kali supaya saya benar-benar terjaga. Tidak lupa mengaktifkan semua alarm dari semua gadget yang saya miliki. Perasaan saya benar loh ternyata. Saat wake up call hotel pertama berbunyi, saya bangun dan kemudian tidur lagi. Begitu pula saat satu persatu alarm di smartphone berbunyi, semua saya tunda. Dan saya baru benar-benar terbangun setelah wake up call kedua dari hotel. Hahahahaha...

Fasilitas lain yang terdapat di kamar tentu saja ada meja kerja yang sayangnya tidak saya gunakan karena saya lebih memilih bekerja sambil berbaring di kasur. Lalu tersedia pula LCD TV yang menurut saya untuk ukuran hotel bintang 4 ukurannya kurang besar. Kalau lebih besar mungkin lebih oke lah yah.. Tapi apapun itu masih bersyukur karena bisa menonton TV di kamar dengan pilihan channel yang berlimpah dan gambar yang oke.


Pemanas air berserta pilihan kopi, teh, gula dan krimer tersedia dengan porsi cukup di dalam kamar. Lalu saya yang membawa laptop dan uang cash dalam jumlah agak banyak juga meninggalkan kamar dengan tenang karena tersedia safe deposit box dengan ukuran yang cukup untuk menyimpan laptop saya. Minibar dan snack di dalam kamar juga tersedia dalam jumlah yang cukup bila membutuhkan cemilan saat iseng di dalam kamar. Tapi tentu saja kita harus membayar sejumlah uang untuk membayar makanan dan minuman tersebut. 

Kamar mandi di Aston Makassar Hotel ini cukup besar secara ukuran. Tersedia compliment 2 botol air mineral yang bisa di gunakan untuk minum atau untuk kumur-kumur bagi yang lebih suka berkumur pakai air mineral botolan. Toiletries juga tersedia mulai dari sabun batangan, shower cap, cotton bud dan dental kit. Tidak tersedia sisir dan shaver di sini, tapi bila membutuhkan kita bisa memintanya ke bagian room service secara gratis seperti yang saya lakukan. Hair dryer juga tersedia yang bisa membantu untuk mengeringkan rambut dan saya sendiri lebih suka menggunakannya untuk mengeringkan badan sehabis mandi. Hahahahaha...

Tersedia dua buah handunk tebal, bersih dan wangi di dalam kamar mandi yang bisa di gunakan. Oh ya, sebelah shower room ini ada kaca transparan yang membatasi ruangan kamar mandi dan kamar tidur. Kalau menginap seorang diri atau bersama pasangan tentu saja partisi ini bukan sebuah masalah besar. Tapi kalau menginap bersama teman tentu saja akan jadi masalah kalau tirainya tidak di tutup. Karena saya menginap bersama seorang teman blogger, maka tirai di kamar mandi ini kami biarkan selalu tertutup supaya tidak repot membuka tutup saat akan melakukan aktivitas di kamar mandi.

Sarapan pagi berlangsung di Restaurant yang berada satu lantai di atas lobby. Kita bisa memilih untuk naik dengan tangga melingkar atau naik lift untuk menuju Restaurant ini. Restaurant di Aston Makassar Hotel ini memiliki meja kursi yang cukup banyak sehingga walaupun pagi itu cukup banyak tamu hotel yang akan sarapan, tapi semua tetap kebagian meja dan kursi. Pilihan menu yang tersajipun cukup bervariasi.

Saya sarapan pagi setelah menyelesaikan lari di event Bosowa Half Marathon. Dan seperti biasa, setelah finished long run, tubuh saya biasanya kurang berselera untuk makan selama beberapa jam. Tapi karena sayang dengan rate hotel yang sudah include breakfast, maka saya paksakan untuk sarapan pagi walaupun sedikit. Itupun saya hanya mampu makan sedikit nasi kuning dan lauk pauknya serta omelette. Rasanya cukup lezat kalau menurut lidah saya. 

Fasilitas paling menyenangkan dan bikin betah di Aston Makassar Hotel ini tentu saja fasilitas kebugaran mereka yang terpusat di lantai 15. Mulai dari kolam renang yang berada di pinggir dengan pembatas kaca yang dengan pemandangan kota Makassar dan sebagian pantai. Lalu ada hot and cold jacuzzi, sauna dengan dinding kaca yang membuat kita bisa melihat pemandangan. Lalu ada juga tempat gym dan fasilitas spa and massage. Kecuali spa and massage, semua fasilitas yang saya sebutkan tadi bisa kita nikmati secara gratis bagi semua tamu hotel. Asyik kan. Betah banget loh saya nongkrong berlama-lama di pinggir kolam renang sambil melihat pemandangan.

Bagaimana ? Asyik banget kan menginap di Aston Makassar Hotel & Convention Center. Kalau teman-teman tertarik untuk merasakan pengalaman menginap yang saya rasakan, silahkan datang langsung atau hubungi :

Jl. Sultan Hasanudin No.10, Kec. Makassar, 
Sulawesi Selatan 90224, Indonesia
Phone : +62 411 3623222