19 January 2015

Tahura Djuanda Trail Running 2015

Event lari pertama yang saya ikuti di tahun 2015 ini adalah Tahura Djuanda Trail Running 2015 yang berlokasi di Taman Hutan Raya Ir.Djuanda, Bandung pada tanggal 17-18 Januari 2015. Ada beberapa kategori yang diperlombakan dalam event ini, yakni Half Marathon 21K yang diadakan pada tanggal 17 Januari 2015. Lalu ada kategori 17K, 10K dan Family yang diadakan pada tanggal 18 Januari 2015. Saya sendiri memilih mengikuti kategori 17K. Hari Sabtu tanggal 17 Januari 2015, saya bersama seorang rekan dari Pejaten Runners sudah bertolak menuju Bandung. Tujuan pertama kami hari itu adalah mengambil racepack perlombaan yang berlokasi di venue lomba. Isi racepack nya sendiri antara lain nomor BIB, kaos shoes bag dan voucher Garmin. 

Minggu pagi, saya dan Bapi rekan dari Pejaten Runners sudah bersiap-siap meninggalkan hotel tempat kami menginap untuk menuju lokasi lomba yang jaraknya tidak terlalu jauh dari hotel. Kami mendapat info bahwa panitia menyediakan shuttle untuk menuju venue. Sayangnya kami tidak berhasil menemukan tempat tersebut sehingga memutuskan untuk naik ojek. Suasana Tahura Djuanda pagi itu cukup dingin. Cuaca sedikit berawan tapi tidak menyurutkan langkah pelari untuk memulai lomba pagi itu. Tepat pk.07.00, start untuk kategori 17K dimulai. 


Trail Running / mountain running adalah olahraga yang terdiri dari Running dan hiking, Ini berbeda dari Running di jalan dan hiking biasa , trail running biasanya dilakukan di daerah pegunungan, di mana anda bisa menemukan turunan dan tanjakan yg lebih extrim serta jalanan setapak yg bervariasi antara tanah,rumput kerikil ,batu dll

Karena ini adalah trail running pertama bagi saya, maka saya pelajari benar-benar perbedaan lari yang pernah saya lakukan sebelumnya dengan yang kali ini akan saya lakukan. Setidaknya dari membaca info-info saya jadi tahu beberapa hal bahwa saya harus mempersiapkan fisik 2 kali lipat daripada lari di trek datar yang biasa saya lakukan. Dan saya butuh untuk mempunyai sepatu trail running tersendiri. Tidak lupa membawa beberapa perlengkapan dalam tas seperti voltaren, handuk kecil, air minum dan yang paling penting karena saya adalah pelari yang menderita asma, maka tentu saja saya harus membawa inhaler untuk jaga-jaga. Info yang saya baca itu ternyata cukup berguna untuk menghadapi trek naik turun bukit yang ekstrim. 

Udara yang segar dan pemandangan yang indah seolah jadi bonus untuk melewati trek naik turun bukit yang melelahkan. Dan karena sedari awal saya tidak memasang banyak target di trail run perdana ini, saya menyempatkan untuk foto-foto sebentar ketika kaki sudah terlalu lelah untuk melangkah. Tidak sering memang, tapi selfie di jalur dengan latar pemandangan yang indah ini sepertinya cukup menghibur. Hahahaha...

Setelah berjuang beberapa jam melewati trek yang menantang, akhirnya saya berhasil finish dan menyelesaikan trail running pertama saya. Tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata betapa senangnya perasaan saya saat itu. Walaupun finish dengan catatan waktu yang jauh dari bagus, tapi saya bangga dengan diri saya sendiri. Medali trail running pertama plus medali lari pertama di tahun 2015 saya dapatkan disini. Walaupun lelah, Insya Allah ini bukan trail running terakhir saya. 

Senangnya lagi, ternyata saya banyak bertemu dengan beberapa teman lama dan sekaligus juga menambah teman baru dalam lomba ini. Kalian melengkapi pelarian saya kali ini, Terima kasih.