23 March 2015

Paintball Dan Rafting di Acara Blue Bird Limo Experience

Masih dalam rangka acara Blue Bird Limo Experience yang saya ikuti di Santa Monica Hotel & Convention Caringin - Bogor tanggal 14-15 Maret 2015 yang lalu , ada 2 pengalaman pertama yang baru saya rasakan di umur yang sudah banyak ini. Yah, bilang saya norak, ngga gaul atau apalah. Yang jelas saya baru di acara ini ikutan yang namanya paintball dan rafting. Sebagai anak pecinta alam SMA yang lumayan sering mendapat materi rafting saat diklatsar, saya merasa gagal karena baru belasan tahun kemudian bisa merasakan rafting. Hahahahaha...

Foto : Ariev Rahman
Acara seru-seruan yang pertama adalah paintball yang berlangsung di Santa Monica Hotel & Convention sore hari setelah kami chit cat mengenai Blue Bird used car. Karena ini adalah pengalaman pertama kali, saya sangat antusias sekaligus deg-degan juga mendengar cerita beberapa rekan blogger yang sudah sering bermain. Antusiasnya karena saya memang ingin bermain, deg-degannya karena kata teman-teman kalau peluru kena di bagian badan rasanya lumayan sakit dan akan berbekas selama beberapa hari. Tapi sudahlah yah, sudah berada di sini dan tinggal bermain saja kok mesti mikir lama sih. Jadilah saya bawa enjoy saja.

Dalam permainan sore itu, kami dibagi dalam 4 team. Saya sendiri satu team bersama Makchic, Ifan, Wandy, dan Bu Tri dari Blue Bird. Masing-masing team akan bermain sebanyak 2 kali. Sebelum memulai permainan, kami diberi arahan mengenai permainan, cara menggunakan senapan, apa yang boleh dan apa yang dilarang selama berada dalam arena dan sebagainya. Setelahnya dua team memasui arena permainan untuk mulai bermain. Team lain menunggu di luar arena yang sudah diberi pembatas jaring supaya tidak terkena peluru nyasar. Inti dari permainan ini sebenarnya adalah saling adu strategi dan kesabaran supaya bisa merebut bendera di markas musuh. Team saya akhirnya bermain sebanyak 3 kali dan memenangkan ketiga pertandingan setelah di partai terakhir Ifan modal nekat berlari menuju bendera dengan di back up saya dan MakChic untuk menyerang team lawan yang akan menembak Ifan. Dan kamilah pemenangnya. Kemenangan yang cukup setimpal dengan beberapa lebam di lengan saya karena tertembak beberapa kali dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Dan sakitnya tuh di sini *nunjuk lengan*

Hari kedua kami isi dengan rafting yang akan berlangsung di Cisadane yang memiliki arus cukup deras. Sehabis sarapan kami sudah berkumpul di parkiran hotel untuk mendapat instruksi mengenai rafting yang akan kami lakukan. Sekali lagi saya merasa sangat antusias sekaligus deg-degan mengikuti acara ini. Antusias karena ini adalah pengelaman pertama saya ikutan rafting dan deg-degannya karena saya tidak bisa berenang. Iya silahkan ketawa, saya memang tidak berenang kok. Hahahaha.. Berkali-kali saya bertanya kepada instruktur apakah orang yang tidak bisa berenang seperti saya aman mengikuti rafting ini. Dan jawaban iya yang saya dapatkan sangat menenangkan.

Foto : Ariev Rahman
Dari hotel sudah disediakan mobil bak terbuka untuk mengangkut rombongan menuju lokasi rafting di Cisadane. Perjalanan cukup jauh dan panas harus kami tempuh melewati perkampungan, pasar hingga kemacetan lalu lintas. Untungnya ide foto-foto dengan GoPro nya Ariev membuat suasana jadi ceria. 

Foto : Ariev Rahman 
Setelah sampai di lokasi, kami mendapat pengarahan singkat dan langsung naik ke atas perahu karet. Oh ya, kali ini saya satu team dengan Ifan, MakChic, Ipi dan Indra. Pemandu yang berada satu perahu dengan kami bernama kang Iwan. Kang Iwan ini orangnya seru banget. Pokoknya selama dalam perjalanan, kami adalah team paling berisik, mulai dari mendayung dengan suara lantang, menyerang team lain dengan menyiramkan air sampai berusaha menculik anggota team lain. Hebohlah pokoknya...

Ada empat jeram yang harus kami lalui sepanjang perjalanan. Menurut kang Iwan, saat kami melakukan rafting, air Sungai Cisadane sedang dalam posisi surut meskipun malam sebelumnya hujan turun dengan deras. Meskipun katanya sedang surut, tapi tidak mengurangi keseruan mengarungi jeram demi jeram yang harus kami lalui. Duh melewati jeram saja ternyata sulit yah, apalagi melewati jeram di hati kamu... #eaaa

Oh ya ada satu titik pemberhentian di tengah perjalanan dimana semua peserta diminta turun dari perahu dan meloncat dari atas jembatan ke sungai. Beberapa orang terlihat sangat antusias mengabadikan moment dimana mereka melompat dengan menggunakan GoPro nya Ariev. Saya sendiri memutuskan untuk tidak melompat dengan pertimbangan besar, belum bisa berenang. Untungnya banyak rekan-rekan yang memilih untuk tidak melompat juga. Alhamdulillah, banyak teman. Hahahahaha... Sekitar satu jam melalui jeram demi jeram, kami tiba pada titik untuk mengakhiri perjalanan ini. Kami akhiri dengan menyantap gorengan minuman hangat sebelum akhirnya kembali naik mobil bak terbuka untuk menuju Santa Monica Hotel & Convention dan bersiap kembali ke Jakarta. Terima kasih Blue Bird untuk liburan akhir pekan yang menyenangkan ini.