07 May 2015

[ Review Buku ] Meubelpreneur

Lagi bingung mau memulai bisnis apa yang cocok untuk teman-teman tekuni ? Kebetulan banget nih, saya baru baca buku Meubelpreneur karya Manampin Girsang. Buku ini merupakan kisah nyata perjalanan seorang Manampin Girsang memulai karirnya sebagai seorang pengusaha. Awalnya saya berpikir akan disuguhi sebuah bacaan berat yang membosankan. Apalagi saya juga kurang paham dengan dunia permeubelan. Tapi gaya bahasa buku ini yang ringan dan mengalir saat saya mulai membaca bab pertama membuat saya jadi menyisihkan lebih banyak waktu untuk menamatkan buku keren ini.

Buku ini diawali dengan Kata Pengantar yang menjadi sebuah awal cerita latar belakang seorang Manampin Girsang yang meninggalkan tanah kelahirannya di Brastagi untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Universitas Indonesia. Tapi karena tidak merasa nyaman dengan jurusan yang sebenarnya dipilih untuk menyenangkan hati sang ayah, Manampin memutuskan untuk drop out dan memilih hijrah ke Bali dengan modal uang 1,5 juta rupiah. Di Pulau Dewata inilah Manampin memulai bisnis pertamanya sbagai penjual bikini di Pantai Kuta. Bikini yang dijualnya adalah rancangan sahabatnya Giovanni yang berasal dari Italia. Bikini berkualitas bagus dengan harga yang murah rancangan Giovanni membuatnya seringkali meraih omset penjualan cukup besar. Tapi sayang, bisnis itu kemudian harus mereka akhiri di puncak kesuksesan yang mereka raih. Bisnis pertama bersama Giovanni itu memberikan banyak pelajaran bagi Manampin. Hingga akhirnya mereka berdua kembali menjalankan bisnis baru, yaitu menjual meubel antik. Bisnis ini ternyata cukup berhasil yang pada akhirnya membuat Manampin lebih serius untuk mengembangkan usaha meubel ini. Dimulai dari keputusannya untuk hijrah ke kota Jepara. Dan keputusan itu kini telah menjadikannya pengusaha meubel yang telah memasok meubel antik ke berbagai negara dengan omset menggiurkan.

Dalam buku Meubelpreneur ini, Manampin menuliskan semua kiat-kiat yang dijalaninya selama berbisnis meubel. Mulai dari langkah awalnya memulai usaha, memperhatikan kemasan, belajar mengenal bahan baku yang digunakannya dan mendapatkan bahan baku yang bermutu hingga bagaimana ia memasarkan usahanya. Buat saya pribadi, beberapa bab yang saya baca dalam buku ini sebenarnya bisa saya praktekkan juga untuk bisnis lain di luar meubel. Dan yang jelas, setelah saya selesai membaca buku ini, timbul kembali niat saya untuk membangun sebuah bisnis kecil yang dari dulu ingin saya jalankan. Mudah-mudahan saya bisa meraih sukses yang sama seperti Manampin Girsang. Aamiin... Kalau ada teman-teman yang sedang mencoba memulai bisnis, buku Meubelpreneur ini saya rekomendasikan untuk di baca.