15 May 2015

Jalan-Jalan Ke Kebun Sunpride

Pada tanggal 21 Februari 2015 yang lalu, saya menghadiri acara Blogger Gathering yang diadakan oleh Sunpride bertajuk #Fruit4Love yang bertempat di Hotel Grand Zuri BSD City. Dalam kesempatan tersebut semua blogger mengikuti games untuk mengumpulkan stamp, yang mana peserta terbanyak yang mendapatkan stamp akan memenagkan hadiah trip menuju Panen Raya di kebun Sunpride yang berlokasi di Lampung. Siapa sangka dari sekian banyak blogger yang hadir dan mengikuti games, saya adalah peserta yang berhasil mengumpulkan jumlah stamp terbanyak. Dan hadiah trip ke Panen Raya Sunpride di Lampung berhasil saya dapatkan. Yuk lihat catatan perjalanan saya di kebun Sunpride. 

Perjalanan menuju Lampung kami lakukan pada hari Rabu dan Kamis tanggal 29 - 30 April 2015. Selain saya, blogger lain yang juga mengikuti trip ini adalah Zamroni sebagai pemenang kompetisi Blogger Writing dan mbak Wiwik dari IBN . Selain blogger, undangan lain yang turut hadir dalam trip ini adalah rekan-rekan media dan juga rekan-rekan dari Indonesia Berkebun. Kami naik pesawat Garuda Indonesia pk.5.20 pagi menuju Lampung.  Penerbangan menuju Lampung sendiri hanya memakan waktu sekitar 25 menit saja. Baru saja mengudara, tidak lama kemudian Pilot sudah mengumumkan untuk bersiap landing. Benar-benar penerbangan yang singkat.

Begitu landing di Lampung, kami sudah ditunggu beberapa mobil untuk menuju ke perkebunan Sunpride yang berlokasi di Way Kambas. Dari airport menuju Way Kambas sendiri dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan darat. Rencana awal saya akan menghabiskan waktu dengan tidur secara malam sebelumnya tidak tidur karena takut terlambat mengejar pesawat pagi. Tapi keseruan obrolan di mobil membuat saya melupakan rencana tersebut. Tidak sampai 3 jam kami sudah tiba di Nusantara Tropical Farm yang merupakan perkebunan yang memasok buah-buahan Sunpride ke pasar Indonesia dan mancanegara. Begitu sampai kami sudah disuguhkan aneka buah-buahan segar. Yummy...

Jadi teman-teman, Nusantara Tropical Farm ini adalah anak perusahaan dari Gunung Sewu Group. Atau dengan kata lain, Nusantara Tropical Farm adalah sister company dengan Sewu Segar Nusantara yang mendistribusikan buah-buahan segar dengan brand Sunpride. Nusantara Tropical Farm ini berdiri sejak tahun 1992 dengan nama Nusantara Tropical Fruit. Lalu pada tahun 2011 berubah menjadi Nusantara Tropical Farm seiring bertambahnya unit usaha mereka. Nusantara Tropical Farm sendiri menempati lokasi seluas 3757 hekar. Luas banget kan ? Dari 3700 hektar lahan tersebut, kebun pisang mendapat lahan paling luas sebesar 1700 hektar. Tidak heran juga sih, karena kalau bicara Sunpride yang langsung keluar di otak kita pasti pisang. Padahal selain pisang, ada buah-buahan lain yang dipasarkan oleh Sunpride, misalnya Nanas Honi. Kebun nanas di Nusantara Tropical Farm menempati lahan seluas 185 hektar. Ada pula Guava Crystal yang menempati lahan seluas 152 hektar. Dan beberapa varian buah-buahan lainnya.

Setelah sesi perkenalan, rombongan diajak mengitari kebun Nusantara Tropical Farm. Dimulai dari tempat pembibitan tanaman pisang. Pohon pisang dikembangbiakkan dengan metode kultur jaringan. Kemudian mulai dipindahkan dalam pot sendiri ketika semakin besar. Sampai usia beberapa bulan pertama, bibit pisang ditempatkan secara tertutup. Barulah sebelum siap dipindahkan ke kebun, pisang dibawa keluar untuk beradaptasi dengan cuaca selama beberapa hari. Lalu barulah dipindahkan ke kebun.

Butuh waktu sekitar satu tahun sampai pisang akhirnya berbuah dan siap dipanen. Saat buah pisang mulai tumbuh, dilakukan proses bagging atau pembungkusan supaya buah tetap bersih dan tidak di makan binatang. Setelah pada tingkat kematangan tertentu, satu tandan buah pisang di potong dan digantung pada rel yang terdapat di sekeliling kebun. Tandan pisang ini tidak boleh sampai menyentuh tanah loh teman-teman. Kemudian sekitar 20 buah tandan pisang yang masing-masing seberat 20kg ditarik oleh satu orang menuju tempat pengepakan. Rekan saya Zamroni sempat mencoba menarik. Menurut Zam, awalnya memang terasa berat tapi setelah semua tandan berjalan maka beban menjadi lebih ringan. 

Tandan-tandan pisang ditarik menuju tempat packing house. Disinilah semua pisang dari kebun berkumpul. Kemudian satu persatu pisang mulai dipotong dari tandannya dan langsung dimasukkan bak berisi air untuk kemudian dibersihkan. Oh ya potongan pisang disesuaikan dengan kebutuhan yah. Ada yang dipotong utuh satu sisir, ada yang setengah sisir dan ada yang satuan atau biasa kita kenal dengan single.

Pisang ini benar-benar dibersihkan loh teman-teman bukan hanya sekedar direndam lalu diangkat. Setelah benar-benar bersih kemudian pisang ditiriskan sampai kering dan diberi sticker. Kemudian pisang dimasukkan dalam plastik dan divakum kedap udara. Setelahnya masuk dalam kotak dan siap didistribusikan ke dalam dan luar negeri. Proses pengiriman sendiri juga tidak sembarangan loh teman-teman. Pisang berada dalam kontainer dengan suhu tertentu sehingga tidak matang selama proses perjalanan. 

Puas jalan-jalan di kebun Pisang Sunpride, selanjutnya kami menuju kebun Nanas Honi. Nanas Honi adalah salah satu produk andalan Sunpride yang juga merupakan salah satu buah yang saya suka banget. Karena rasanya yang manis dan tidak repot untuk mengupasnya seperti nanas biasa. Kebun Nanas Honi luas karena pohon nanas yang memang tidak tinggi sehingga terlihat sekali sejauh mata memandang kita melihat pohon-pohon nanas yang tumbuh dengan subur. Oh ya, walaupun saya penyuka buah nanas dan berasal dari provinsi penghasil buah nanas, tapi ini adalah kali pertama saya melihat pohon nanas. Dan betapa malunya saya saat tahu bahwa ternyata nanas bukan berkembang biak dengan umbi akar. Hahahahaha.. Dan mari menutupi malu dengan foto-foto keceh di kebun nanas.

Di kebun nanas inilah kami memanen buah nanas. Ternyata memotong buah nanas itu susah-susah gampang loh. Yang jelas harus benar memotongnya supaya buahnya tetap dalam keadaan baik sesuai standar. Oh ya, buah nanas kan biasanya hanya memiliki satu crown, tapi ternyata di kebun nanas kami menjumpai beberapa buah nanas yang memiliki lebih daru satu crown. Pengelihatan unik buat kami tapi tidak bagi orang-orang yang bekerja di kebun nanas karena kejadian itu sering mereka temukan.

Setelah puas memanen nanas, kami menuju tempat packing Nanas Honi. Sama halnya seperti Pisang Sunpride, semua buah Nanas Honi yang sudah dipanen akan dikumpulkan di sini. Buah nanas sendiri dijual sesuai dengan kebutuhan. Ada yang dijual dengan crown dan ada pula yang tanpa crown. Buah nanas yang dijual tanpa crown akan mengalami proses pemotongan crown. Setelah itu buah nanas akan masuk dalam bak berisi air dan kemudian dicuci bersih. Setelah bersih buah nanas akan ditiriskan.

Setelah kering buah nanas diberi label dan dikemas sebelum dimasukkan dalam kotak untuk kemudian didistribusikan. Di tempat ini kami puas mencicipi Nanas Honi yang langsung kupas di tempat. Saya jadi melihat sendiri betapa mudahnya mengupas buah Nanas Honi. Ngga repot seperti yang ibu saya lakukan ketika mengupas buah nanas. Biasanya kan mengupas buah nanas harus di ulir-ulir dulu, trus direndam air garam. Ini mah tinggal kupas dan masuk mulut. Praktis. Mana buahnya manis banget. Oh ya, berbeda dari buah pisang yang dipanen dalam kondisi belum terlalu matang, buah nanas justru dipanen dalam kondisi siap makan. Karena kadar kemanisan buah nanas akan menyusut semakin lama setelah nanas dipetik. Wah info yang menarik sekali.

Berikutnya kami menuju tempat packing buah Guava Crystal. Sebelum tiba kami melewati hamparan kebun Guava Crystal yang luasnya 152 hektar. Sayang foto-foto kebun Guava Crystal di kamera saya tidak ada yang jelas. Jadi saya skip saja yah foto kebunnya. Begitu tiba di tempat packing, kami melihat buah Guava dinaikkan diatas rel dalam sebuah wadah berbentuk piring. Dan kemudian buah Guava Crystal akan melewati deretan timbangan. Buah dengan berat tertentu akan jatuh dan masuk dalam wadah tersendiri. Jadi akan terkumpul buah guava dengan berat yang lebih kurang sama satu dengan yang lainnya. Setelah itu buah akan di-wrapping, diberi sticker dan dimasukkan dalam dus untuk kemudian didistribusikan.

Berikutnya kami menuju kebun Dragon Fruit alias buah naga. Sebelumnya saya sudah pernah melihat pohon Dragon Fruit saat pergi ke Pekanbaru, tapi kebun di sini tentu saja jauh lebih besar. Buat yang belum tahu nih, pohon buah naga mirip sekali seperti pohon kaktus. Kemudian pohon akan mengeluarkan bunga yang cantik saat mekar. Sayang karena kami tiba di sore hari, kami tidak melihat bunga buah naga saat mekar karena sudah dalam kondisi layu. Saya hanya foto beberapa kuncup bunga buah naga yang belum mekar. Belum mekar saja sudah cantik begini yah. Oh ya, supaya produksi buah naga tetap terjaga kuantitasnya, bunga-bunga ini harus didekatkan satu dengan yang lain di malam hari. Karena perkawinan alami tidak selamanya akan menghasilkan buah loh. Duh jadi pengen juga dikawinin.. #eaaa 

Sebenarnya masih ada beberapa kebun lainnya yang bisa dikunjungi di Nusantara Tropical Farm, sayangnya karena hari semakin sore kami harus menuntaskan jalan-jalan seru di kebun Sunpride ini. Kami pulang kembali ke Jakarta keesokan sorenya setelah berwisata kuliner di kota Lampung. Terima kasih banyak buat Sunpride yang sudah mengajak saya jalan-jalan sehat di kebun Nusantara Tropical Farm. Banyak sekali ilmu bermanfaat yang saya dapatkan. Dan yang jelas jangan kapok yah ngajak saya jalan-jalan lagi. Ayo support buah-buahan lokal !