31 July 2015

Tips Dasar Fotografi

Sebagai seorang blogger, update blog tentunya adalah sebuah keharusan. Ngga mau dong para pembaca blog kita lari karena blog yang jarang di update ? Oleh sebab itu mengupdate blog dengan isi yang asyik dan enak dibaca pastinya sebuah keharusan. Karena saya bukan tipikal penulis yang jago merangkai kata, maka saya selalu melengkapi tulisan saya dengan foto-foto untuk memperkuat imajinasi pembaca blog saya. 

Tapi sering kali saya tidak pede dengan hasil foto yang saya ambil untuk melengkapi postingan di blog. Lah, kalau saya saja tidak pede dengan hasil foto-foto yang akan saya pajang di blog, bagaimana orang lain bisa menikmatinya ? Misalnya, saat traveling saya berusaha mengambil foto supaya hasilnya bisa mendekati foto-foto pro yang saya lihat di website atau majalah. Tapi yang ada saya malah keder karena ternyata hasil jepretan saya malah jauh dari kata bagus dibandingkan dengan foto-foto pro tersebut. Kan jadi bikin males buat update blog.

Sumber foto : Gohitzz.com
Untungnya saya sempat membaca artikel mengenai acara photography coaching clinic yang diadakan oleh Dell dan mengusung tema Capturing Your #EveryDELLife. Narasumber acara tersebut diantaranya yaitu Raja Siregar dan Nurulita. Dari tips duo fotografer muda ini saya jadi belajar banyak hal. Misalnya :

1. Tidak perlu memusingkan kamera apa yang saya gunakan untuk memotret. 

Ini bener banget. Selama ini saya sering banget kepikiran mengenai kamera yang saya gunakan. Pakai kamera smartphone malu sama yang pakai kamera poket, sudah pakai kamera poket malu sama yang pakai kamera DSLR, sudah pakai DSLR mau pakai kamera mirrorless, trus pengen punya lensa yang keren. Selalu saja begitu. Padahal menurut Nurulita, memotret itu harus memakai rasa. Karena dengan rasa, orang yang melihat foto kita juga akan merasakan nyawa dari foto tersebut. 


2. Hindari foto outdoor sekitar pk.11.00 - 14.00

Saya jarang memperhatikan hal-hal seperti ini saat foto. Padahal hal-hal seperti ini akan mempengaruhi hasil foto yang diambil. Menurut Raja Siregar, sekitar pk.11.00 hingga pk.14.00 matahari sedang berada di atas. Sebaiknya mengambil foto lebih pagi atau lebih sore sehingga pencahayaannya akan jauh lebih baik.


3. Memotret model tidak sama dengan memotret benda mati

Memotret model bisa jadi hal yang belum tentu bisa dilakukan oleh semua fotografer. Dibutuhkan komunikasi antara fotografer dan model supaya model dapat menangkap maksud dari sang fotografer. Fotografer juga harus membuat suasana pemotretan menjadi nyaman bagi model. 


4. Sentuhan akhir foto dengan melakukan editing

Yang tidak kalah penting untuk dilakukan setelah melakukan pemotretan adalah melakukan editing. Biasanya semua hasil foto akan di transfer ke laptop untuk selanjutnya dipilih foto mana yang terbaik yang kemudian akan dilakukan proses editing. Editing diperlukan untuk memperkuat warna dan mempertajam rasa. 

Ngomong-ngomong soal laptop untuk edit foto nih, PT.Dell Indonesia baru saja meluncurkan dua produk baru yaitu XPS 13 dan XPS 15 dimana keduanya diklaim memiliki ketajaman gambar paling tinggi saat ini. Tentunya hal ini dapat menunjang proses editing foto di laptop. Cocok banget deh buat yang suka fotografi dan hobi mengedit hasil fotonya Mudah-mudahan dengan tips dari acara #EveryDELLife ini akan bikin saya semakin semangat untuk jeprat-jepret da menyajikan foto-foto yang lebih baik di blog ini, Aamiin...