20 August 2015

Ramah Tamah Blogger Dengan Menteri Kesehatan

Tambah kesini saya tambah senang dan brsyukur bisa jadi blogger. Karena ternyata blog saya ini tidak hanya membuat hobi menulis dan narsis saya jadi tersalurkan. Tapi bisa juga membuat saya bertemu langsung dengan sejumlah tokoh-tokoh penting, Salah satunya bisa berjumpa dengan Menteri Kesehatan, Ibu Nila Moeloek dalam acara Ramah-Tamah Menteri Kesehatan Dengan Blogger/Netizen. Karena mau brjumpa dengan Menteri Kesehatan, saya sengaja pakai baju batik dan penampilan rapi hari itu. Takut nanti ngga boleh masuk. Biasanyakan kalau mau bertemu tokoh penting kan harus rapi jali gitu, Ternyata acaranya santai kok, Malah sempat sindir eyang Anjari karena biasanya saya dan beberapa teman blogger yang berpakaian casual, khusus hari itu jadi terlhat lebih formil. Hahahaha...

Acara yang berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan yang berlokasi di Jalan. H.R.Rasuna Said, Jakarta Selatan itu diawali dengan makan siang bersama. Menu yang disajikan semua khas Indonesia dan rasanya semua lezat. Sampai nambah loh saya. Setelah makan siang bersama, barulan para blogger dipersilahkan masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungnya acara ramah-tamah. Tidak lama berselang, Ibu Menteri sudah hadir dan langsung menyapa teman-teman blogger. Diluar dugaan saya, Ibu Nila ini merupakan sosok yang ramah dan bersahaja. Memanggil kami semua dengan sapaan "dek" yang membuat tidak ada jarak antara para blogger dan ibu Menteri. Luar biasa.

Ibu Nila langsung mengingatkan kami mengenai tingkat populasi di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Dimana hingga tahun 2035 yang akan datang, diperkirakan penududuk Indonesia akan bertambah hingga mencapai 305 juta penduduk. Ledakan jumlah penduduk ini tentu saja akan memiliki banyak dampak, beberapa diantaranya adalah menyangkut ketahanan pangan dan energi, lapangan pekerjaan, pergeseran pola penyakit dan komposisi penduduk serta pelestarian lingkungan. Proporsi usia produktif di Indonesia menjadi 45% sehingga diharapkan penduduk usia produktif dapat membantu penududk usia non produktif. 

Salah satu bentuk bantuan dari penduduk usia produktif kepada penduduk usia nonproduktif adalah seperti yang diterapkan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dimana penduduk usia kerja menyishkan penghasilan mereka untuk membayar iuran JKN setiap bulan yang nantinya akan terkumpul dan dipergunakan untuk mengcover masyarakat usia non produktif yang tidak mampu berobat. Tapi walaupun sudah menjadi member program JKN, bukan berarti lalu jadi seenaknya loh. Kesehatan tetap harus dijaga yah teman-teman. Oh ya, ngga usah kuatir pula dengan status JKN terkait pemberitaan tempo hari yang menyatakan kalau BPJS diharamkan oleh MUI. Karena setelah MUI duduk bareng dengan OJK, BPJS dan DJSN maka disimpulkan kalau BPJS tidak haram. Hanya perlu beberapa pembenahan karena belum sesuai konsep syariah. 

Dalam kesempatan kali itu, para blogger juga diperkenalkan dengan program terbaru dari kementerian Kesehatan yang bernama program Nusantara Sehat. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program JKN dan KIS guna menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat. Sasaran program ini adalah Puskesmas dengan kriteria sangat terpencil di daerah tertinggal, perbatasan dan kepualauan serta daerah bermasalah kesehatan di 44 kabupaten Indonesia yang tidak mampu menjalankan fungsi promotif fan pereventif karena kekurangan tenaga kesehatan. Program Nusantara Sehat ini akan memperkuat Puskesmas di daerah-dareah tersebut dengan mengumpulkan dan mengirimkan tenaga-tenaga kesehatan tambahan. Peserta program ini tentu saja adalah tenaga kesehatan seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium, tenaga kefarmasian, dan tenaga kesehatan masyarakat yang berusia di bawah 30 tahun dan bersedia mengabdikan dirinya untuk terjun langsung memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas daerah yang sudah saya sebutkan di atas selama 2 tahun. 

Luar biasa yah program-program Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan terus berimprovisasi sehingga kesehatan masyarakat Indonesia akan jauh lebih baik ke depannya.  Dan jangan lupa, kalau ada pertanyaan atau keluhan seputar program-program Kementerian Kesehatan teman-teman bisa hubungu line Halo Kemkes di 500567. Sukses selalu untuk Kementerian Kesehatan.