05 October 2015

Tips Family Trip Ke Bali

Lebaran yang lalu saya habiskan bersama keluarga besar dari pihak ayah saya berlibur ke Pulau Dewata. Saya dan saudara-saudara sepupu dari pihak ayah yang tumbuh bersar bersama di Palembang ini memang termasuk sangat dekat. Tapi kedekatan itu belum pernah diwujudkan dalam sebuah liburan keluar kota bersama. Selama ini kami hanya berkumpul di Palembang setiap lebaran atau berkumpul di Jakarta kalau ada acara keluarga. Belum pernah kami habiskan untuk keluar kota bersama untuk liburan. Maka terciptalah ide untuk liburan ke Bali bersama. Setelah rembugan dan urun ide sana sini, akhirnya terwujudlah liburan keluarga ini. Dan karena piknik itu penting, maka semua harus dipersiapkan sebaik mungkin loh. Berikut adalah beberapa tips family trip yang seru ala keluarga besar saya :

1. Cari Waktu Yang Tepat

Karena ini liburan keluarga yang diikuti oleh banyak kepala, tentu saja memilih waktu yang tepat sangat penting supaya bisa semakin banyak anggota keluarga yang ikutan. Kalau biasanya kami menghabiskan liburan lebaran untuk pulang kampung ke Palembang atau berkumpul di Jakarta, maka kali ini kami memilih untuk pergi ke Bali. Lebih dari 30 anggota keluarga ikut serta dalam liburan ini. Family Trip ini terbagi dalam 2 kloter, dimana rombongan keluarga dari Palembang berangkat langsung dengan pesawat Garuda sedangkan rombongan keluarga dari Jakarta berangkat langsung dengan menggunakan maskapai Citilink. Selisih waktu tiba di Bali kalau bisa jangan terlalu jauh supaya tidak terlalu lama menunggu yang membuang banyak waktu.

2. Persiapkan Semua Hal Sebelum Tiba di Bali

Setelah mengetahui berapa orang yang akan ikutan family trip ini, tentu saja sejumlah persiapan harus dilakukan dari jauh-jauh hari. Mengingat ini family trip, tentu saja tidak semua anggota keluarga memiliki fisik yang prima. Ada beberapa orang uwak yang tetap semangat ikutan meskipun sudah lanjut usia. Banyak pula balita yang tentu saja butuh perhatian dan printilan yang tidak sedikit. Salah satu yang kami pikirkan adalah mencari kursi roda. Kalau membawa dari Palembang tentu saja sedikit merepotkan, maka kami memutuskan untuk memesan kursi roda dari Bali. Karena ini liburan keluarga, maka partsipasi dari anggota keluarga lain untuk membantu mendorong kursi roda ini tentu saja wajib hukumnya dan tidak perlu disuruh. 

3. Pilih Transportasi

Oh ya, dalam family trip ini kami menggunakan jasa seorang pemandu yang membantu menyiapkan semua kebutuhan kami di Bali. Jadi kami tinggal menyusun rencana mau ke mana, naik apa, menginap di mana dan catatan printilan yang kami butuhkan di Bali. Maka semua sudah tersedia begitu kami tiba di Bali. Nah untuk transportasi, karena liburan di Bali identik dengan mobilitas tinggi sementara jumlah anggota keluarga yang ikutan terbilang besar, maka kami memilih menggunakan bus sebagai armada selama berada di Bali. 

4. Sesuaikan Tempat Makan Dengan Tujuan Trip

Tempat makan adalah satu poin yang harus dipikirkan masak-masak sebelum hari H. Karena jauh-jauh datang ke Bali tentunya kita ingin makan masakan khas yang rasanya enak dan dengan harga terjangkau kan ? Beberapa survei harus dilakukan dan minta rekomendasi dengan guide  untuk menyesuaikan tempat makan dengan jadwal trip yang akan dilakukan. Oh ya, jangan lupa ingatkan guide untuk memilih tempat makan yang halal bila berasal dari keluarga muslim. Dan mengingat ini adalah trip dengan banyak kepala di dalamnya, kami berusaha sebisa mungkin untuk menelpon tempat makan untuk menyiapkan makanan selagi dalam perjalanan. Sehingga begitu kita sampai di tujuan, makanan sudah terhidang di atas meja dan tinggal bersantap. Akan jauh lebih menghemat banyak waktu.

5. Pilih Tempat Menginap Yang Asyik Untuk Berkumpul

Tentunya akan sangat menyenangkan bila kita memilih tempat menginap yang memungkinkan anggota keluarga untuk bisa berkumpul bersama. Karena itulah kami tidak merencanakan menginap di hotel melainkan di villa atau town house. Meskipun anggota keluarga mendapat kamar yang terpisah dalam setiap unit town house, tapi adanya area living room dan pondokan di pinggir kolam renang membuat semakin banyak tempat untuk kumpul bersama diluar acara yang sudah ditetapkan. Oh ya, kalau kalian memiliki keluarga besar yang suka membawa makanan untuk dimakan bersama, adanya dapur lengkap dengan peralatannya di setiap unit sangat memungkinkan untuk memasak makanan sendiri di penginapan. 

6. Sesuaikan Tujuan Wisata Dengan Kondisi Anggota Keluarga

Hal berikutnya yang tidak kalah penting untuk dipikirkan adalah memilih tempat wisata yang akan didatangi. Mengingat rombongan keluarga kami terdiri dari para manula, anak-anak muda yang gagah dan para balita kinyis-kinyis, maka memilih tempat wisata yang bisa dinikmati semua anggota keluarga adalah wajib hukumnya. Buang dulu deh ego mau kesana atau kesini yang ternyata hanya bisa dinikimati oleh segelintir orang saja. Bagaimanapun harga kebersamaan ini jauh lebih mahal daripada uang yang kita keluarkan untuk ke Bali. Jadi biarkan kebersamaan menjadi landasan tujuan liburan kali ini. Kalau mau pergi ke tempat yang menantang, pergilah lain kali sendirian atau bersama teman-teman saja. 

7. Cari Tempat Liburan Dengan Pilihan Opsi

Bali menyediakan banyak alternatif tempat wisata dalam satu area. Karena itu kita bisa memilih tempat-tempat dengan berbagai opsi. Salah satunya adalah Pantai Kuta. Ketika para orang tua dan para balita ingin berenang dan bersantai di pinggir pantai, maka kita bisa memilih membawa mereka ke Pantai Kuta, sementara yang ingin jalan-jalan bisa berkeliling ke Beachwalk atau tempat-tempat lain yang berada tepat di seberangnya. Tinggal komitmen mengatur waktu untuk berkumpul kembali sesuai kesepakatan, maka semua keinginan bisa kita capai hanya dengan berkunjung ke satu area. Klop !

8. Susun Jadwal Malam Untuk Yang Lebih Muda

Para orang tua dan balita kinyis-kinyis biasanya lebih memilih untuk bersantai atau tidur di penginapan setelah jam makan malam, sedangkan gejolak kawula muda suka tak tertahankan untuk tetap melangkahkan kaki ke tempat hiburan malam. Karena itulah merencanakan jadwal tersendiri untuk nongkrong malam hari bersama saudara-saudara bisa untuk diatur diluar jadwal yang ada. Nongkrong di cafe atau restaurant hits di Bali rasanya cocok untuk dilakukan bersama-sama di malam hari.

9. Tempat Oleh-Oleh Serba Ada

Membeli oleh-oleh rasanya sulit dilewatkan kalau bepergian bersama para orang tua. Kalau yang lebih muda mungkin masih bisa untuk melewatkan tempat oleh-oleh, tapi tidak mungkin rasanya kalau pergi membawa orang tua. Karena itu memilih tempat oleh-oleh serba ada perlu untuk dilakukan sehingga kita tidak perlu pergi ke banyak tempat yang akan menghabiskan banyak waktu sia-sia. Untungnya Bali sudah memiliki banyak sekali pusat oleh-oleh serba ada yang bisa kita pilih. 


10. Nikmati Liburan Keluargamu

Mengingat bahwa belum tentu kita punya banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga besar seperti ini, maka nikmatilah setiap moment bersama yang tentu sangat mahal harganya ini. Saling mengawasi satu dengan yang lain supaya tidak terjadi hal-hal yang kurang diinginkan, tidak usah mengeluh untuk hal kecil atau tidak perlu sensitif kalau ada hal-hal yang kurang berkenan. Kalau ada banyak tempat wisata yang ingin kamu datangi tapi tidak termasuk dalam jadwal yang disepakati bersama, ngga usah sedih. Mumpung sudah ada di Bali tinggal extend saja dong. Gitu aja kok repot...

Kira-kira begitulah tips family trip seru ala saya dan keluarga. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang punya rencana untuk melakukan liburan bersama keluarga besarnya. Liburan bersama keluarga besar memang rempong, tapi akan selalu jadi moment yang ingin dilakukan lagi dan lagi. Percaya deh..