09 December 2015

Purwakarta Dalam Kehangatan Steak Maranggi


Purwakarta merupakan sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat. Dari Jakarta kita bisa menempuh perjalanan menuju Purwakarta sekitar 2 jam perjalanan. Walaupun terbilang cukup dekat, tapi banyak yang masih belum tahu posisi dari Purwakarta. Bahkan tidak jarang sering tertukar dengan Purwokerto yang berada di Jawa Tengah. Padahal kalau ditanya sudah pernah makan Sate Maranggi atau belum, mungkin banyak yang bilang sudah pernah mencobanya. Padahal Sate Maranggi merupakan salah satu kuliner khas dari Purwakarta lho. 

Saya sendiri merupakan salah satu warga Jakarta yang pernah makan Sate Maranggi tapi ternyata cuma untuk singgah makan sate saja. Makanya ketika ada ajakan untuk menghadiri Steak Maranggi Festival, saya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Malu sih, jalan-jalan yang jauh dari Jakarta saja sering, tapi keliling kota-kota di sekitar Jakarta kok malah jarang ? Kesan pertama saya ketika menjejakkan kaki di kabupaten Purwakarta adalah bersih dan warganya ramah sekali. Sambutan hangat yang sama juga saya dan teman-teman Blogger terima dari orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bupati Purwakarta, H.Dedi Mulyadi S.H yang lebih akrab disapa Kang Dedi. Begitu kami tiba di Gedung Negara, tempat Bupati Purwakarta menyambut tamu-tamunya, kami langsung diajak makan siang bersama. Tidak ada jarak dan tidak ada penjagaan dalam makan siang yang penuh kehangatan tersebut. Bahkan Kang Dedi meladeni semua ajakan foto bersama yang kami ajukan. Luar biasa...


Kedatangan kami ke Purwakarta adalah untuk menghadiri Steak Maranggi Festival yang berlangsung di Lapangan Sahate pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2015 yang lalu. Steak Maranggi Festival sendiri diadakan untuk memberikan alternatif kuliner bagi orang-orang yang berkunjung ke Purwakarta. Jadi kalau sekarang kita lebih familiar dengan kuliner Sate Maranggi, maka siap-siap untuk mencicipi Steak Maranggi yang akan menjadi ikon kuliner baru di Purwakarta. 

Steak Maranggi Festival yang saya hadiri ini adalah yang pertama kali diadakan di Purwakarta lho. Rencana ke depannya festival ini akan diadakan rutin setiap tahun. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purwakarta, Ibu Hj. Anne Ratna Mustika. Tidak hanya membuka acara, Ibu Anne juga turun langsung sebagai dewan juri bersama Chef Aiko. Sepertinya Purwakarta benar-benar serius untuk mengelola ikon kuliner terbaru mereka ini.

Para peserta yang mengisi booth Steak Maranggi Festival pertama adalah para pelajar SMP dan SMA sederajat di Purwakarta. Setidaknya ada 75 sekolah setingkat  SMP dan SMA yang ikut ambil bagian dalam festival ini. Kenapa pelajar ? Karena ini merupakan salah satu program pemerintah Kabupaten Purwakarta yang mewajibkan anak-anak sekolah untuk makan telur, daging dan susu minimal seminggu sekali. Jadi para pelajar diharuskan mempersiakan dengan maksimal hidangan steak yang akan mereka sajikan untuk dinilai. Juri menilai mulai dari bahan-bahan apa saja yang mereka gunakan, proses memasak, presentasi dan tentu saja rasanya. Penasaran seperti apa hidangan Steak Maranggi karya pelajar di Purwakarta ini ?

Ini dia beberapa presentasi Steak Maranggi karya pelajar SMP dan SMA di Purwakarta yang berpartisipasi dalam festival kali ini. Steak Maranggi sendiri mengacu pada bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Sate Maranggih. Tapi tentu saja setiap peserta menyajikan kreatifitas mereka untuk membuat steak mereka tampil beda baik dalam penyajian maupun cita rasanya. Oh ya, semua bahan mulai dari daging, sayuran hingga bumbu-bumbu menggunakan bahan-bahan lokal lho. Saya sendiri sempat mencicipi hdangan dari beberapa booth. Dari segi rasa memang benar-benar taste Indonesia sekali. Jempol untuk adik-adik pelajar ini.

Suasana di depan booth sangat ramai, muai dari rombongan dewan juri yang mencicipi dan menilai serta para pengunjung yang membludak ingin mengetahui kreasi para pelajar ini menghidangkan steak. Tidak hanya di depan saja lho, kesibukan di belakang booth juga tidak kalah panas. Ini panas dalam artian sebenarnya karena di belakang booth terlihat team yang sibuk membakar daging. Berbagai metode yang mereka gunakan untuk menghasilkan steak terbaik. Ada yang memilih membakar steak di atas bara, ada pula yang memilih membakar steak dengan menggunakan pan. Para guru pun terlihat mengawasi anak didik mereka. Benar-benar kerjasama yang baik.

Acara Steak Maranggi Festival ini ditutup dengan hiburan dan pengumuman pemenang yang berlangsung di panggung utama. Selamat untuk semua pemenang. Untuk yang belum menang jangan patah semangat, kalian semua sudah menampilkan yang terbaik ! Semoga mimpi menghadirkan Steak Maranggi sebagai ikon kulier baru Purwakarta bisa segera terwujud. Purwakarta Istimewa !