14 December 2015

Pesona Lembah Batu Brak di Lampung Barat

Pagi itu kabut tebal menyelimuti Liwa. Sebagai salah satu dataran tinggi di provinsi Lampung, melihat kabut di Liwa saat pagi hari bukanlah hal aneh. Ini bukan kabut asap seperti yang saat itu tengah menyelimuti beberapa kota di pulau Sumatera dan Kalimantan. Kabut ini tidak membuat mata perih atau menyebabkan ISPA saat kita menghirupnya. Tidak perlu pula memakai masker saat keluar dari rumah. Ini kabut yang memberi hawa dingin dan membawa tetesan air di dalamnya. Pekatnya kabut pagi di Liwa bahkan tidak mampu ditembus oleh cahaya matahari yang sudah menampakkan diri. Kabut pagi inilah yang mengiringi langkah kami untuk menghadiri Himpun Agung Sai Batin Paksi Sekala Brak

Saat kami tiba di lokasi, sejumlah persiapan masih dilakukan menjelang acara. Sambil menunggu acara dimulai, kami diajak melintasi jalan setapak menuju Lembah Batu Brak. Kabut masih cukup tebal saat kami melangkahkan kaki melintasi jalan setapak menuruni bukit. Beberapa kali kami berpapasan dengan warga yang baru selesai mandi di pancuran. Dasar orang kota, melihat bunga liar dan sarang laba-laba sepanjang perjalanan pun mampu menghentikan langkah kami untuk sejenak membidikkan kamera mengambil angle terbaik untuk menghasilkan beberapa foto. Kicauan burung juga menambah semangat perjalanan kami menuruni jalan setapak menuju Lembah Batu Brak.

Begitu tiba di bawah, hal pertama yang ingin saya abadikan adalah jalur saat kami menuruni bukit tadi. Jalurnya memang sudah di lapisi semen sehingga mempermudah orang-orang yang akan naik turun termasuk kami. Jalan turun memang menyenangkan, tapi apakah saat naik ke atas nanti akan sama menyenangkannya ?

Matahari semakin tinggi dan perlahan kabut pagi mulai menghilang dari pandangan. Menyisakan hamparan hijau di depan mata. Ini surga... Selamat datang di Lembah Batu Brak. Hamparan padi yang hijau, pepohonan, gubuk-gubuk petani, dan suara alir yang mengalir seolah menjadi satu kesatuan dan membuat pikiran saya menjadi rileks. 

Saya berusaha menyeimbangkan diri untuk tidak terlalu larut membidikkan kamera dan melupakan keindahan sesungguhnya yang berada tepat di depan mata saya. Yah, mengambil gambar itu perlu, tapi harus tetap ada waktu untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan di tanah Liwa ini. Saya dan rombongan menaiki sebuah bukit kecil untuk lebih mengekslor keindahan Lembah Batu Brak dari atas. Lihat, betapa mempesonanya Lembah Batu Brak ini.

Dan bagian yang tidak kalah penting adalah mengabadikan diri sendiri dengan latar keindahan Lembah Batu Brak yang sangat mempesona. Sampai-sampai saya lupa bahwa saya masih dalam proses penyembuhan karena sakit cacar. Abaikan kostum saya yang nampaknya tidak cocok untuk turun ke sawah. Karena pakaian pinjaman ini awalnya saya kenakan untuk menghadiri acara Himpun Agung. 

Keindahan Lembah Batu Brak akan selalu tersimpan dalam memori saya. Satu janji terucap dalam hati, saya akan kembali lagi. Dan setelah menikmati semua keindahan ini, PR besarnya adalah kembali melalui jalan setapak untuk naik ke atas. Semangat !!!