19 December 2015

Negeri Van Oranje : Film Manis Penutup Tahun 2015


Hari Kamis tanggal 17 Desember 2015 kemarin saya menghadiri Gala Premiere Negeri Van Oranje yang berlangsung di Epicentrum XXI. Film ini diangkat dari sebuah novel laris yang mengisahkan persahabatan mahasiswa Indonesia yang kuliah S2 di negeri Kincir Angin. Saya memang belum pernah membaca novelnya, tapi sejak pertama kali saya melihat teaser dan foto-foto syuting film ini, saya langsung menyatakan diri tertarik untuk nonton. Makanya ketika kesempatan untuk menghadiri Gala Premiere ini datang, sayapun tidak melewatkan moment ini. Hitung-hitung bisa nonton seminggu lebih awal sebelum film nya tayang serentak di bioskop. 


Suasana Gala Premiere Negeri Van Oranje berlangsung dalam nuansa serba oranye. Mulai dari pakaian para pendukung film, crew, penulis, dan team dari Falcon serta pernak pernik acara malam itu bernuansa oranye. Saya yang datang memakai batik langsung merasa salah kostum. Tapi apa boleh buat, saya memang tidak melihat dress code yang tertera di undangan. Acara menghadirkan fire dancing yang semarak dan tari-tarian yang glamour. Lalu satu persatu para artis pendukung mulai melewati orange carpet tanda acara Gala Premiere akan segera dimulai.


Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, Negeri Van Oranje ini mengisahkan persahabatan antara Lintang (diperankan oleh Tatjana Saphira), Geri (diperankan oleh Chicco Jerikho) , Wicak (diperankan oleh Abimana Aryasatya), Banjar (diperankan oleh Arifin Putra) dan Daus (diperankan oleh Ge Pamungkas). Mereka adalah mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil studi S2 di negeri Kincir Angin, Belanda. Pertemuan mereka bermula saat sedang menunggu kereta. Sejak pertemuan itulah mereka akhirnya bersahabat dan sering jalan bareng. Yang jadi masalah adalah, Lintang yang cantik dan supel ini ternyata disukai oleh keempat sahabat lelakinya. Kebersamaan mereka lambat laun mulai menumbuhkan rasa yang lebih dari sekedar sahabat. Semua berlomba memberikan perhatian terbaik mereka untuk mendapatkan tempat sebagai pelabuhan hati Lintang. Intrik pun mulai terjadi meskipun dikemas secara halus dan tanpa melibatkan otot. Karena mereka masih memandang persahabatan sebagai landasan kebersamaan mereka. Dan pada akhirnya, hanya ada satu kejadian di mana Lintang harus memilih...

Dan inilah 5 tokoh sentral dalam film Negeri Van Oranje ini :


1. Lintang

Cantik, pintar, berhati lembut dan supel. Tidak heran sifat yang dimilikinya membuat keempat sahabatnya menaruh perhatian lebih dan berlomba untuk mendapatkan hatinya. Lintang menyadarinya, tapi berusaha untuk meredam gejolak itu. Tatjana memainkan peran sebagai Lintang dengan sangat apik. Setelah menonton aktingnya dalam Negeri Van Oranje saya jadi tahu kalau saya punya aktris wanita idola baru setelah Chelsea Islan.


2. Geri

Berwajah tampan dan bisa dibilang paling berada diantara teman-temannya. Geri tinggal di apartemen mewah yang sering digunakan untuk berkumpul bersama keempat sahabatnya. Geri memiliki sifat paling romantis yang membuat Lintang sangat nyaman berada di dekatnya. Geri pula yang ada di sisi Lintang, saat hatinya terluka karena putus cinta dengan kekasihnya. Kalau dari segi face, sebenarnya Arifin Putra lebih pas memerankan tokoh Geri yang berada. Tapi bukan Chicco dengan pengalaman akting di berbagai genre kalau tidak bisa memainkan peran ini. Yes, Chicco berhasil menampilkan sosok Geri yang berada sekaligus romantis.


3. Wicak

Seorang aktifis lingkungan yang bisa dibilang memiliki sifat pendiam. Wicak memiliki banyak teman meskipun tidak tahu dan tidak mengenal namanya. Walaupun tidak hapal nama beberapa teman-temannya, Wicak selalu ingat momen dimana dia bertemu pertama kali dengan teman-temannya. Lintang pun bertanya, seandainya Wicak tidak hapal namanya, kejadian apa yang akan mengingatkan Wicak padanya. Wicak menjawab dalam satu kalimat : seorang wanita yang mau bela-belain mandi pagi untuk menemaninya ke airport. Karakter Geri sendiri sebenarnya mungkin bisa dibilang karakter Abimana banget. Tidak banyak bicara, tegas, dewasa dan misterius. Abimana seolah tidak berakting memainkan peran Wicak. 


4. Banjar

Banjar sebenarnya bukan nama aslinya. Dia dipanggil Banjar karena berasal dari Banjarmasin. Banjar sendiri sebenarnya berasal dari keluarga cukup berada. Tapi dia memilih untuk hidup mandiri dan menjadi waiter di sebuah restaurant Indonesia di Rotterdam. Banjar juga memiliki sifat ceplas ceplos yang seringkali menghidupkan suasana saat mereka berkumpul. Sama seperti teman-temannya, Arifin memainkan peran Banjar yang mandiri dan ceplas ceplos dengan apik.


5, Daus

Daus adalah mahasiswa yang dikirim oleh Departemen Agama tempatnya bekerja. Pemuda asal Betawi ini bisa dibilang yang paling pintar diantara keempat sahabatnya yang lain walaupun kadangkala kelakuannya sering kali tidak balance dengan isi kepalanya. Daus juga sering jadi korban olok-olok teman-temannya dan tentu saja bersama Banjar sering beradu jokes yang membuat kelompok ini begitu ramai. Walaupun sudah punya nama di dunia stand up comedy, nama Ge Pamungkas bisa dibilang pendatang baru di dunis peran. Tapi akting Ge Pamungkas sama sekali tidak jomplang dibandingkan rekan-rekannya yang sudah lebih berpengalaman. Ge mampu memainkan karakter Daus yang culun dengan kelakuan yang kadang ajaib.


Film ini benar-benar manis. Buat saya yang suka nonton drama, film ini adalah salah satu film Indonesia di mana saya bela-belain menahan diri tidak keluar dari teater untuk membeli makanan atau buang air kecil karena tidak ingin melewatkan satu adeganpun dalam film. Saya bisa merasakan hangatnya persahabatan, chemistry antar pemain yang begitu hidup, dan akting mereka yang natural membuat saya seolah menjadi saksi persahabatan mereka. Pemandangan Belanda yang indah juga membuat saya terpesona dan ingin traveling ke tempat-tempat dalam film ini, Hidup adalah pilihan dan semua akan tiba pada suatu titik di mana harus memilih. Dan seperti yang saya katakan di atas, hanya satu kejadian di mana Lintang pada akhirnya melabuhkan hatinya. Nantikan Negeri Van Oranje di bioskop Indonesia mulai tanggal 23 Desember 2015. Skor 9/10