28 December 2015

Tips Meminimalisasi Penggunaan Gadget Saat Liburan Keluarga

Libur Hari Natal kemarin saya dan keluarga besar manfaatkan untuk melakukan liburan ke Kota Gudeg, Yogjakarta. Kebetulan ada seorang seorang sepupu yang bikin acara Ngunduh Mantu di Klaten. Jadilah tahun ini dua kali saya dan keluarga besar mengadakan liburan bersama. Sama halnya seperti saat liburan keluarga di Bali saat Lebaran yang lalu, kali ini kami kembali menggunakan bus untuk melakukan perjalanan keliling Jogja bersama. Walaupun jumlah peserta liburan tidak sebanyak saat ke Bali tempo hari, tapi kumpul bersama dalam satu bus seperti wajib hukumnya. 

Karena dalam liburan kali ini juga ada beberapa bocah kinyis-kinyis yang ikutan berlibur, maka tentu saja kami yang lebih dewasa harus berpikir untuk membuat acara seru yang melibatkan bocah-bocah ini. Beberapa diantara bocah-bocah ini sudah punya gadget sendiri dan punya kecendrungan untuk asyik sendiri dengan gadget mereka. Ngga lucu dong saat liburan keluarga begini mereka masih tetap asyik dengan gadgetnya. Maka kami membawa serta dua permainan yang bisa dimainkan saat perjalanan di bus maupun saat di homestay. 

Yang pertama adalah permainan UNO. Ini adalah permainan dengan menggunakan kartu UNO yang berwarna warni dan bisa dimainkan dengan jumlah peserta 2-10 orang. Awal mulanya banyak diantara bocah-bocah ini yang belum mengerti cara bermainnya. Lalu kemudian kami membimbing mereka aturan mainnya dan tidak lama mereka sudah sangat menikmati permainan UNO ini. Anak-anak ini selalu minta main UNO dimanapun mereka mau. Di bus, di restaurant saat makan maupun di home stay. Nah saat bermain di home stay, saya menambahkan tantangan untuk mereka, Siapa yang kalah maka mukanya akan di oles dengan bedak oleh siapapun yang menang. Bocah-bocah ini tambah semangat dong mainnya. Mereka berjuang untuk jadi pemenang. Tapi walaupun demikian mereka sangat solider loh dengan saudara-saudaranya yang lain. Semua akhirnya mengoles mukanya dengan bedak sebagai bentuk solidaritas. Duuhhh terharu banget melihat bocah-bocah ini. Para orang tua yang tidak ikut bermain juga asyik jadi supporter untuk mereka. Kebersamaan yang indah bukan ?

Permainan kedua yang kami bawa adalah permainan ular tangga. Sebagai jawara ular tangga diantara para saudara dan sepupu, saya merasa perlu untuk menurunkan ilmu pada bocah kinyis-kinyis ini. Dan ternyata mereka juga sangat menyukai permainan ini. Kami bisa memainkannya di bus setelah mereka bosan bermain UNO atau saat di home stay. Permainan ini juga mengundang gelak tawa dan teriakan kesal bila yang tadinya sudah berada di atas dan tiba-tiba harus kena jebakan dan merosot turun ke bawah lagi. 

Dengan adanya permainan-permainan ini, para bocah ini bisa melupakan sejenak gadget mereka dan asyik bermain dengan saudara-saudaranya. Bahkan dudukpun harus berdekatan dan membuat mereka jadi lebih akrab satu dengan yang lain. Tidak ada jurang antara saudara yang tinggal di Jakarta maupun saudara yang tinggal di Palembang. Ahh senangnya melihat keakraban mereka. Kalau begini jadi pengen liburan keluarga lagi deh kayanya.. Hahahahaha. Mudah-mudahan tips sederhana ini bisa membuat liburan keluarga teman-teman bisa lebih semarak dan jadi lebih intim tentunya. Selamat berlibur :)