26 February 2016

Nonton Tari Kecak Di Uluwatu

Dalam perjalanan ke Bali beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman blogger menyempatkan diri mengunjungi Pura Luhur Uluwatu. Selain untuk melihat pemandangan yang indah di sekitar Pura, tujuan kami juga ingin menyaksikan Tari Kecak. Di Bali sendiri ada beberapa tempat untuk menyaksikan Tari Kecak. Dan Tari Kecak di Uluwatu ini adalah salah satu yang terbaik. 

Karena kita masuk ke wilayah Pura yang notabene adalah tempat ibadah umat Hindu, usahakan untuk memakai celana panjang. Tapi kalaupun sudah kadung pakai celana pendek, pihak Pura menyediakan kain untuk dipakai bagi yang memakai celana pendek. Untuk bisa menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu ini, kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp,100.000,-/orang. Mungkin terkesan mahal yah, tapi jangan buru-buru protes. Cobalah untuk membayar dan saksikan sendiri betapa pertunjukan yang kalian bayar ini sangat menyenangkan untuk dinikmati. Bahkan anak kecilpun bisa sangat takjub menyaksikan pertunjukan Tari Kecak ini.

Arena untuk menyaksikan Tari Kecak Uluwatu ini dibuat semacam teater berbentuk setengah lingkaran dengan menghadap ke arah laut. Pertunjukan tari sendiri dimulai pada pk.18.00 WITA. Kalau membawa lensa tele, saya sarankan pilih tempat duduk di bagian atas supaya bisa nge-shoot seluruh area sekaligus bisa ngezoom ke arah para penari. Tapi kalau tidak, lebih baik memilih tempat duduk di bagian agak depan. Tari Kecak dimulai dengan masuknya rombongan penari kecak mengalunkan suara kecak sekaligus membawakan tarian. Kemudian seorang Pinandita datang menyiramkan air suci kepada para penari kecak. 

Tari Kecak di Uluwatu ini membawakan sendra tari Ramayana yang mengisahkan pasangan Rama Sita yang sedang memadu kasih. Hingga kemudian datang kijang emas dan Rama meninggalkan Sita untuk memburu Kijang Emas tersebut.

Saat Rama meninggalkan Sita untuk memburu Kijang Emas, datang Rahwana yang terpesona dengan kecantikan Sita. Tapi Rahwana tidak bisa menembus lingkaran yang melindungi Sita. Tidak kekurangan akal, Rahwana menyamar menjadi orang tua untuk memancing Sita keluar dari lingkaran. Dan akhirnya Sita terjebak dan dibawa Rahwana ke istananya.

Matahari semakin tenggelam dan langit mengeluarkan semburat jingga di ufuk barat. Pemandangan indah ini membuat pesona pertunjukkan Tari Kecak ini menjadi berlipat ganda. Terpesona dengan keindahan alam dan terpesona dengan pertunjukan Tari Kecak di depan mata.

Kembali ke pertunjukan, scene berikutnya kita disajikan kesedihan Sita yang diculik Rahwana ke istananya. Tapi Sri Rama tidak tinggal diam. Beliau mengutus Hanoman untuk mencari tau keberadaan Sita. Pola tingkah Hanoman ini benar-benar membuat seluruh penonton tergelak. Melompat ke sana ke mari, sampai mencari kutu di kepala penonton. Dan yang paling membuat berdebar adalah saat Hanoman terkurung dalam lingkaran api. Wuiiihh... 

Seperti yang sudah saya bilang, pertunjukan ini cocok disaksikan semua usia lho. Bahkan anak-anak kecilpun terpesona menyaksikan pertunjukan ini. Selesai pertunjukan kita bisa berfoto dengan semua pendukung Tari Kecak ini. Gratis. Dan kami langsung antri buat foto dengan Hanoman. Sebenarnya saya juga mau foto dengan Sita, tapi ramai banget antriannya. Yah sudahlah... Pokoknya saksikan sendiri deh pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu ini. Dijamin ngga nyesel dan bakal terhibur maksimal.

23 February 2016

Menginap Di Karang Aji Beach Villa - Cimaja

Masih ingat kan cerita trip saya bersama teman-teman ke Cimaja . Dalam perjalanan tersebut kami semua menginap di Karang Aji Beach Villa. Saya sudah sempat posting bagian demi bagian dari villa tersebut di akun social media yang saya miliki. Beberapa dari teman-teman saya sangat penasaran seperti apa detail dari Karang Aji Beach Villa yang berlokasi di Cimaja, Jawa Barat ini. Kalau begitu langsung saja yuk kita ulas dalam Catatan Si Goiq kali ini.

Kami sempat nyasar menemukan tempat yang sebenarnya berlokasi di pinggir jalan ini. Tapi kurangnya petunjuk tempat ini membuat kami sempat terlewat beberapa kilometer. Untungnya ketika memutar balik tidak sampai terlewat lagi. Tapi ada sedikit masalah lagi untuk rombongan kami yang memakai bus. Ternyata bus tidak bisa naik villa yang berlokasi sedikit menanjak ke atas bukit. Jadilah kami turun di depan gerbang dan menuju villa dengan berjalan kaki. Kalau menggunakan mobil pribadi sih aman-aman saja dan bisa naik ke atas. Setelah 5 menit berjalan kaki, kami tiba di gerbang Karang Aji Beach Villa.

Kesan pertama saya ketika memasuki villa ini adalah rumah pohon raksasa. Yah, saya pikir villa ini dibangun mengadopsi konsep rumah pohon. Nuansa kayu sangat kental terasa di seluruh area villa. Terdapat beberapa sofa yang saya pikir merupakan area lobby dari villa ini. 

Kamar kami berada di lantai atas. Jangan berharap ada lift di sini yah. Boro-boro lift, semua barang bawaan saja harus dibawa masing-masing. Tangga untuk naik ke atas juga terbilang cukup sempit. Dan dengan berat hati saya harus bilang kalau villa ini tidak rekomen untuk keluarga yang membawa orang tua dan anak kecil. Kalau buat para kawula muda yang masih punya energi banyak seperti saya dan teman-teman sih sepertinya asyik-asyik saja menginap di sini. Kamar yang berwarna warni dan menjorok sendirian ini katanya kamar untuk honey moon. Tapi karena kosong maka di huni oleh para wanita rombongan kami. Kamar honey moon ini sudah ada meja makan dan teras sendiri yang menghadap ke pantai lengkap dengan kursi malasnya. Sedangkan team cowo kebagian kamar yang berada di gambar kedua. Untungnya saat itu sepertinya di lantai atas tidak ada tamu lain sehingga area atas ini seperti sudah kami booking sendiri. Hahahaha...

Ini penampakan kamar-kamar yang kami tempati. Foto atas adalah kamar honey moon yang berwarna warni ini. Tapi maaf yah, foto saya ambil saat belum di pasangi sprei karena awalnya bukan kamar ini yang akan dihuni. Sedangkan foto dibawahnya adalah kamar yang saya tempati. Beberapa kamar sudah tersedia fasilitas AC, sedangkan beberapa kamar lainnya hanya diberi fasilitas kipas angin. Tapi tidak usah kuatir karena di malam hari udara cukup dingin. 

Yang bikin senang stay di sini adalah banyak banget tempat buat leyeh-leyeh. Bikin males buat gerak pergi ke luar penginapan. Tapi kalau ngga keluar kok rasanya sayang sudah jauh-jauh ke mari. Tapi cukup bikin kegiatan kami jadi molor karena terlalu asyik berleyeh-leyeh. 

Dari 4 kamar yang rombongan kami tempati, hanya kamar honey moon yang memiliki kamar mandi sendiri di dalam kamar. Sedangkan kamar-kamar lainnya harus berbagi toilet secara adil dan merata. Kamar mandinya terbilang cukup kecil. Dan bagi yang risihan, saya harus memberi tahu kalau kamar mandinya tidak 100% tertutup. Ada saja bagian-bagian kecil yang terbuka. Di lantai atas sebenarnya ada jacuzzi, tapi tidak ada satupun dari kami yang mencobanya. Jadi tidak tahu juga apakah masih berfungsi atau tidak.

Oh ya, ada satu hal yang harus saya tekankan. Villa ini tidak berlokasi di pinggir pantai. Jarak pantai terdekat sekitar 3 km atau membutuhkan waktu sekitar 30 menit berjalan kaki. Kalau bawa mobil pribadi sih lebih asyik untuk mengunjungi pantai. Walaupun tidak berada di pinggir pantai, tapi dari lantai atas kita bisa menikmati pemandangan pesisir pantai yang menyegarkan. 

Restaurant berada di bangunan yang terpisah tepat di bangunan sebelah area kamar. Restaurantnya sendiri berada di lantai atas sehingga harus naik tangga yang melingkar untuk mencapainya. Sama halnya seperti bangunan di area kamar yang terbuat dari kayu, area restaurant ini juga didominasi nuansa kayu yang kental. Gambar-gambar di kaca akan menyambut kita sebelum masuk ke bagian dalam.

Ruangan restaurant ini ternyata cukup luas. Hanya saja saya kurang tahu apakah kitchen mereka berada di tempat yang sama atau berada di tempat yang berbeda. Sama halnya seperti area kamar kami yang menghadap ke arah pesisir pantai, restaurant inipun juga memiliki pemandangan yang sama. Paling favorit di restaurant ini adala area sofa warna warni yang bikin rombongan kami langsung semangat buat melanjutkan leyeh-leyeh. Untuk sarapan sendiri disediakan nasi goreng dengan telur mata sapi. Dan minumannya tersedia pilihan teh atau kopi. Oh ya, ada live music juga lho yang disediakan pihak villa untuk menghibur para tamu mereka di restaurant. 

Setelah sarapan, seperti biasa waktunya mengelilingi seputar villa. Saya menukan banyak hal menarik. Mulai dari beraneka patung dalam berbagai ukuran, lalu ayunan dan kolam renang. Entah karena daerah ini berada di pesisir pantai, sejak kami datang hingga check out tidak terlihat satupun orang yang berenang di sini. Rombongan kamipun lebih memilih untuk berenang di pantai saja. Bisa jadi itu juga yang jadi alasan orang-orang yang menginap di sini. 

Nah setelah mempertimbangkan plus minus tempat ini seperti yang saya tuliskan di atas, bila ada teman-teman yang ingin menginap di sini bisa booking ke :

Karang Aji Beach Villa
Jl. Cisolok - Cilograng, Karanghawu Cikahuripan, Cisolok, 
Sukabumi, Jawa Barat
Telp : (021) 2525837

21 February 2016

Topeng Sekura

Masih ingat kan beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis mengenai kemeriahan Karnaval Festival Sekala Brak di Liwa, Lampung Barat. Dalam festival tersebut saya banyak sekali melihat sosok memakai topeng yang memerankan banyak tokoh dengan suara-suara yang unik. Setelah bertanya, saya jadi tahu bahwa tokoh ini disebut Sekura. Penasaran dong apa dan bagaimana Sekura ini ? Simak yuk detailnya di Catatan Si Goiq kali ini.

Menurut salah seorang tokoh muda Sekala Brak yang bernama Eka Fendi Aspara, sejarah Sekura sendiri konon awalnya dipakai saat peperangan 4 paksi yang membawa ajaran Islam di tanah Sekala Brak yang menganut animisme. Para pengikut 4 maulana tersebut menggunakan topeng saat berperang karena mereka harus melawan kerabat sendiri. Selain menggunakan penutup wajah, Sekura juga memiliki sejumlah aksesori antara lain pedang, tombak, dll. Hal ini menyimbolkan untuk merayakan kemenangan dengan senjata di tangan. 

Sekura sendiri terbagi menjadi 2 :

Yang pertama adalah Sekura Kamak. Dalam Bahasa Lampung, kamak berarti kotor. Sekura Kamak memang  tampil dengan pakaian compang camping atau kotor. Ciri khas Sekura ini biasanya menggunakan topeng yang terbuat dari kayu. Mereka juga akan memakai aksesori yang membuat penampilan mereka terlihat kotor seperti daun pisang kering atau bahan-bahan bekas lainnya. Oh ya, Sekura Kamak juga punya keistimewaan boleh mengikuti kegiatan panjat pinang.


Yang kedua adalah Sekura Kecah atau Sekura Betik. Dalam bahasa Lampung sendiri, betik berarti bagus atau bersih. Sepadan dengan artinya, penampilan Sekura Betik ini juga lebih bersih dan lebih rapi dibandingkan dengan Sekura Kamak. Sekra Betik sendiri biasanya menggunakan penutup wajah terbuat dari kain dan ada pula yang menggunakan kacamata hitam. Di bagian pinggangnya biasanya digantungi kain-kain panjang. Sekura Betik tidak memiliki hak untuk mengikuti kegiatan panjat pinang. Mereka hanya kebagian peran sebagai penggembira. 

Sekura biasanya hadir dalam acara adat atau event besar di Lampung Barat. Seperti saat kegiatan Himpun Agung Sai Batin Paksi Sekala Brak dan Karnaval Festival Sekala Brak. Selain itu setiap tahu juga diadakan Pesta Sekura yang disimbolkan sebagai perayaan kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Pesta Sekura ini diadakan tanggal 1 hingga 7 Syawal setiap tahunnya. Di puncak acara pesta akan diakhiri dengan kegiatan panjat pinang oleh Sekura Kamak.

Jadi tambah wawasan lagi kan mengenai kekayaan budaya Indonesia ? Semakin kita banyak tahu, semakin kita tahu pula bahwa ada banyak sekali budaya Indonesia yang mungkin belum kita tahu. Maka dari itu, yuk kita jelajahi Indonesia.

18 February 2016

Jadi Saksi Fenomena Gerhana Matahari Tahun 1988

Ilustrasi : detik.com
Tahun 2016 ini, sebagian wilayah Indonesia kembali disajikan fenomena alam Gerhana Matahari Total yang merupakan sebuah fenomena dimana posisi bulan berada di tengah-tengah matahari dan bumi. Akibatnya daerah yang dilintasi gerhana matahari akan menjadi gelap selama beberapa saat. Saya sendiri punya sebuah moment yang akan selalu saya kenang seumur hidup saya saat menyaksikan Gerhana Matahari Total di Palembang pada tahun 1988 silam. Simak yuk tulisan di blog saya kali ini.

Ilustrasi : detik.com
Indonesia sendiri saat ini sudah sembilan kali dilintasi oleh fenomena alam Gerhana Matahari Total. Tapi kehebohan terjadi saat Gerhana Matahari Total melintasi pulau Jawa pada tahun 1983. Pemerintah melarang masyarakat untuk melihat gerhana karena kuatir akan mengakibatkan kebutaan. Ditambah lagi sejumlah mitos masyarakat Jawa yang saat itu masih cukup kental terkait fenomena gerhana sendiri. Akibatnya suasana pada saat Gerhana Matahari pada tahun 1983 bisa dikatakan sepi, masyarakat banyak yang berdiam diri di dalam rumah karena takut mengalami kebutaan. Sedangkan banyak pengamat dan wisatawan datang ke Indonesia justru untuk menyaksikan gerhana. Keheningan itu membuat pemerintah saat itu banyak dikritik karena dianggap memberikan informasi yang keliru pada masyarakat. Padahal seharusnya fenomena langka tersebut harus bisa disaksikan masyarakat asalkan dilakukan dengan cara yang benar.

Foto diambil dari sini 
Foto diambil dari sini 
Untungnya saat Gerhana Matahari Total pada tahun 1988 kembali melintasi sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera termasuk kota Palembang tempat saya menghabiskan masa kecil, pemerintah sepertinya mulai belajar banyak. Saya masih ingat, di seluruh penjuru kota Palembang saat itu banyak terpasang poster-poster himbauan untuk menyaksikan gerhana secara aman. Bahkan saya juga masih ingat sekali bagaimana di sekolah, saya dan teman-teman diajarkan membuat kacamata untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total. Kebetulan saya masih ingat betul cara membuatnya. Jadi kami diminta untuk membawa negatif film yang tidak terpakai di rumah dan karet gelang. Tahun itu mudah sekali menemukan negatif film di rumah, karena semua kamera foto masih menggunakan negatif film yang harus dicuci dan dicetak terlebih dahulu. Negatif film memiliki lubang-lubang pada pinggirannya. Lalu negatif film ini digunting hingga bagian mata tertutup keduanya. Kemudian pinggiran negatif film yang berlubang ini diikat dengan karet pada bagian atas dan bawahnya. Karet ini akan diletakkan ditelinga sehingga kita seperti memakai kacamata. Saya juga masih ingat pesan guru saya saat itu, walaupun sudah memakai pelindung yang kita buat ini, bukan berarti kita bisa terus-menerus melihat gerhana. Kalau mata lelah sebaiknya jangan memaksakan diri untuk terus melihat ke arah matahari.

Foto :detik.com
Sekolah saya meliburkan semua siswanya hari itu di tahun 1988 bukan karena takut para siswa menjadi buta karena efek gerhana matahari. Tapi karena pihak sekolah ingin semua siswanya bisa menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Total. Saya yang saat itu masih berstatus pelajar SD, terkagum-kagum melihat bagaimana gerhana matahari membuat langit yang terang benderang menjadi gelap kembali. Saya bisa menyaksikannya dengan tenang bersama keluarga besar di beranda rumah nenek karena saya tahu mata saya sudah terlindungi dan sesuai dengan instruksi guru saya. Benar-benar peristiwa alam yang sangat luar biasa bagi saya saat itu. Dan ketika posisi matahari sudah tertutup sepenuhnya oleh bulan, saya bisa membuka kacamata buatan saya untuk melihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Dan sebelum gerhana berakhir, kami sudah kembali memasang kacamata tersebut supaya mata tetap aman. 

Sumber : detik.com

Kerinduan untuk mengulang moment langka menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Total sangat kuat saya rasakan. Apalagi pada tanggal 9 Maret 2016 nanti ada banyak tempat yang bisa didatangi untuk menyaksikan gerhana matahari total, diantaranya Ternate yang indah dan Belitung yang eksotik. Pilihannya kembali pada saya, apakah akan mengulang menyaksikan gerhana matahari dari teras rumah bersama keluarga seperti yang saya rasakan pada tahun 1988 lalu atau mungkin di salah satu tempat yang saya tuliskan tadi bersama teman-teman saya. Yang pasti karena pada tahun 1988 saya hanya sebatas melihat saja, kali ini saya ingin mengabadikan banyak foto Gerhana Matahari Total yang saya ambil sendiri. Jangan sampai terlewatkan fenomena alam yang langka ini. Karena kalau sampai terlewat, mungkin kita baru berkesempatan untuk melihatnya lagi pada tahun 2023 yang akan datang. Dan pastikan kalian melindungi mata dengan filter seperti kacamata khusus atau media lainnya yah teman-teman. Ayo jadi saksi fenomena alam Gerhana Matahari Total !

Laskar Gerhana detikcom

15 February 2016

10 Kuliner Palembang Wajib Coba

Palembang adalah ibukota provinsi Sumatera Selatan dan dikenal karena peninggalan kerajaan Sriwijaya. Tidak heran kalau embel-embel Bumi Sriwijaya begitu erat melekat di kota ini. Kota empek-empek adalah salah satu julukan lain yang juga melekat disini. Karena semua orang di penjuru negeri ini tahu dan mungkin juga menyukai kuliner khas berbahan dasar ikan air tawar yang satu ini. Tapi tahukah bahwa Palembang juga menyimpan harta karun kuliner unik lainnya yang sepertinya sungguh sayang untuk dilewatkan bila sedang traveling kesini ? Harta karun tak ternilai ini merupakan sebuah cerminan dari berbagai macam suku dan etnis yang mendiami kota ini sejak lama. Dan 10 kuliner Palembang ini merupakan alasan kuat kenapa kamu harus datang ke Palembang !

1. Kapal Selam
Kapal selam adalah salah satu varian dari empek-empek Palembang. Bisa dikatakan ini adalah rajanya empek-empek karena bentuknya yang paling besar. Kapal selam ini berbahan dasar ikan gabus atau ikan tenggiri yang dicampur dengan air, sagu dan garam. Didalamnya berisi telur yang menambah sensasi kelezatan penganan ini. Di Palembang sendiri, kapal selam biasa dimakan dengan menggorengnya terlebih dahulu dalam minyak panas, kemudian disajikan dengan dipotong-potong bagian tengahnya sehingga isian telur didalamnya terlihat. Bisa juga ditambahkan dengan irisan timun, mie basah dan ebi ( udang kering yang dihaluskan ) . Lalu terakhir siramkan kuah cuka ( orang Palembang menyebutnya cuko ) yang terbuat dari gula aren yang direbus dengan air dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, cabe rawit dan ebi. Kapal selam ini nikmat sekali disantap di segala waktu dan suasana. 

2. Model
Santapan lezat ini bernama model dan masih satu family dengan empek-empek. Kenapa saya katakan masih satu family dengan empek-empek Palembang ? Tidak lain dan tidak bukan karena masih menggunakan bahan yang sejenis dengan empek-empek. Hanya saja model ini disajikan berkuah seperti sup. Kuah model sendiri dibuat dari kaldu rebusan udang yang ditambah bumbu-bumbu dan bahan pelengkap seperti jamur kuping, bengkuang dan bunga sedap malam. Rasanya sangat lezat dan segar. Kita bisa menambahkan cuka dan kecap asin bila ingin memperkuat cita rasanya. Model ini bisa kita jumpai di kedai yang menjual empek-empek, walaupun di Palembang sendiri banyak penjual model gerobak yang khusus menjual model dan tekwan saja. 

3. Mie Celor

Makanan yang satu ini juga wajib dicoba kalau sedang berkunjung ke Palembang. Namanya adalah mie celor. Mie celor ini adalah mie yang disajikan dengan kuah kental yang dibuat rebusan kaldu udang yang ditambah dengan santan dan bumbu-bumbu lainnya, lalu dikentalkan dengan larutan tepung maizena. Mie yang digunakan juga berbeda dari mie kebanyakan karena bentuknya lebih besar seperti udon. Caranya menyajikannya adalah sebagai berikut : mie dan tauge direbus dalam sebuah wadah lalu dimasukkan kedalam piring, kemudian disiram kuah kental dan diberi tambahan potongan telur rebus, potongan daging udang, daun seledri dan bawang goreng. Rasa mie celor ini sangat gurih karena perpaduan santan dan kaldu udangnya. Mie celor yang paling terkenal di Palembang adalah mie celor yang berada di kawasan 26 ilir. 

4. Pindang Ikan
Pindang ikan adalah salah satu kuliner yang harus dicoba kalau berkunjung ke Palembang. Pindang ikan sendiri merupakan makanan berkuah yang merupakan lauk nasi berbahan dasar ikan. Rasa pindang ikan ini adalah asam segar karena perpaduan tomat dan nanas yang ada didalamnya. Ikan yang sering dijadikan pindang sebenarnya bermacam ragamnya, tapi yang paling diminati masyarakat setempat adalah pindang ikan patin dan pindang ikan baung. Untuk tambahannya, biasanya pindang disajikan lengkap bersama lalapan dan juga sambal buah yang mempunyai cita rasa asam seperti bacang, embem atau mangga muda. Pindang yang terkenal di Palembang sendiri adalah pindang ikan yang berasal dari daerah Meranjat. Tapi sekarang sudah banyak rumah makan yang menjual menu pindang ikan sebagai salah satu menu andalan rumah makan mereka.

5. Tempoyak Durian

Buat kalian yang suka buah durian, kalian harus mencoba sensasi lezatnya tempoyak. Tempoyak sendiri berasal dari buah durian yang di fermentasi. Tempoyak kemudian diberi bumbu dan dimasak dengan bermacam cara. Bisa dimasak sayur, dan bisa juga dibuat brengkes dengan menggunakan ikan. Tempoyak ini menjadi sebuah menu yang sangat lezat dan unik pastinya. Menu makanan dengan bahan tempoyak ini bisa dijumpai di rumah makan yang menyediakan menu khas Palembang.

6. Martabak Kari

Martabak kari adalah salah satu makanan yang sangat populer di Palembang. Restoran martabak kari ini bermunculan tidak hanya di pusat kota, melainkan juga sampai ke pelosok-pelosok pemukiman masyarakat. Kita bisa memilih akan menggunakan telur ayam atau telur bebek didalamnya. satu porsi martabak kari ini akan disajikan dengan kuah kari dalam tempat yang terpisah dan saus yang berisi irisan cabai hijau. Karinya sendiri tidak terlalu tajam baik itu bau maupun rasanya sehingga sangat cocok di lidah orang Indonesia. Didalam kari terdapat potongan kentang dan juga daging sapi. Lezat sekali dimakan panas-panas. 

7. Nasi Minyak
Menu yang satu ini juga jangan sampai terlewatkan bila sedang berada di Palembang. Ini adalah nasi minyak. Sesuai dengan namanya, nasi ini dalam proses memasaknya menggunakan minyak samin. Nasi minyak ini rasanya gurih dan gemuk. Beberapa orang suka menambahkan kismis sebagai toppingnya. Tapi ini tergantung selera juga. Nasi minyak ini begitu populernya sehingga dijadikan sebagai hidangan istimewa. Kita bisa menjumpai nasi minyak dalam hajatan orang Palembang seperti pernikahan ataupun syukuran lainnya. Nasi minyak biasanya disantap bersama lauk pauknya yang juga khas seperti daging malbi, sate pentul, kari dan sambal nanas. Penjual nasi minyak bisa dijumpai di seputar Pasar Kuto.

8. Celimpungan

Yang satu ini adalah kuliner Palembang favorit saya. saya bisa skip beberapa kuliner lain kalau berkunjung ke Palembang, tapi tidak dengan yang satu ini. Namanya Celimpungan. Kuliner berkuah ini disajikan hangat dan terdiri dari beberapa butir adonan pempek yang dibentuk sedikit bulat. Kuahnya sendiri terbuat dari santan dan memiliki rasa yang sangat gurih. Sangat nikmat disantap pagi hari. Celimpungan ini biasa dijual di pasar tradisional pagi hari dan beberapa restaurant yang menjual beraneka kuliner Palembang.

9. Laksan Burgo

Laksan Burgo merupakan hidangan berkuah yang bisa dibilang masih bersaudara dengan Celimpungan. Hanya saja beda secara isian. Kalau celimpungan berisi adonan pempek yang dibentuk agak bulat, Laksan Burgo sendiri terdiri dari potongan adonan pempek yang dibentuk pipih dan burgo yang terbuat dari tepung beras. 

10. Kumbu

Kumbu adalah kue tradisional Palembang yang terbuat dari kacang hijau atau kacang merah. Kue Kumbu sendiri yang saya ingat merupakan jajanan saya sewaktu masih duduk di bangku SD dulu, Penjual kue kumbu dulunya banyak ditemui bersama penjual roti gerobak. Rasa kue kumbu sendiri sangat lezat dan cocok dinikmati pagi atau sore hari untuk teman minum teh.

Diluar beberapa kuliner yang saya sebutkan tadi, sebenarnya masih banyak lagi harta karun kuliner yang bisa kita temukan di Palembang. Hanya saja tidak mungkin saya tuliskan semuanya disini karena terlalu banyak pastinya. Mudah-mudahan beberapa yang saya tuliskan disini bisa berguna bagi teman-teman yang mungkin ada rencana mengunjungi kota Palembang dalam waktu dekat ini. Apaagi tanggal 9 Maret mendatang banyak acara akan digelar di kota Palembang karena kota Palembang adalah salah satu kota yang dilintasi Gerhana Matahari Total. Buat yang belum punya rencana ke Palembang, segera lihat kalender kamu, susun rencana cuti dan segera bikin rencana untuk mengunjungi kota Palembang !